Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 21


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


“Naf.” Pesan pertama


“Kamu lagi apa? Aku ganggu kamu nggak?” tanya nya secara beruntun Nafisah yang melihat notifikasi dari seseorang tersebut langsung membuka pesan chat tersebut dan membalasnya.


“Lagi nyantai aja kok, ada apa?” tanya Nafisah


“Nggak ada apa – apa, gabut aja gitu bingung juga mau ngapain.” Balas orang tersebut


“Emang kamu nggak ada rencana liburan atau main sama teman kamu gitu?” tanya Nafisah


“Belum ada rencana kemana – kemana aku, bingung juga mau kemana.” Balasnya


“Mau ngajak kamu, kamunya lagi sama keluarga, Hana sama Sasa juga sama kaya kamu.” Lanjutnya


“Hahaha… ngajak teman kamu yang lain dong, nggak mungkin kan teman kamu cuma aku, Hana sama Sasa.” Kata Nafisah


“Teman aku sih banyak tapi masalahnya yang ngajak liburan atau main belum ada.” Balasnya


“Belum ada berarti nggak ada Arkaann.” Jawab Nafisah


Ya, orang yang pagi – pagi sudah mengirim Nafisah pesan adalah Arkan. Mungkin ini salah satu strategi Arkan untuk lebih dekat dengan Nafisah. Arkan bingung ingin melakukan kegiatan apa, mau liburan sama keluarga mama sama papanya masih diluar kota, sama teman juga bingung mau ngajak siapa. Akhirnya dia mengirim pesan ke Nafisah, siapa tau dengan begitu ia dapat pencerahan.


“Tau deh, semuanya nggak asik.” Balas Arkan


“Jalan – jalan kemana gitu kek, nggak papa deh sendirian daripada suntuk di rumah.” Usul Nafisah


“Nggak seru kali Naf, kalo jalan sendiri enaknya tuh bareng – bareng.” Jawab Arkan


“Apalagi kalo sama kamu, Hana, Sasa tambah seru jalan – jalannya.” Lanjut Arkan


“Beneran sama aku, Hana, sama Sasa. Nggak sama Hana aja?” goda Nafisah


“Apa sih Naf, nggak usah aneh – aneh deh.” Balas Arkan


“Ciee Arkaaann… pasti disana kamu lagi salting ya hahaha.” Ucap Nafisah


“Kan udah dulu ya aku mau siap – siap, soalnya habis in aku mau jalan – jalan dulu sama keluarga aku. Dadah Arkan, selamat menikmati liburan.” Lanjut Nafisah ketika melihat Caca keluar dari kamar mandi


“Sok tau banget kamu Naf.” Jawab Arkan

__ADS_1


“Ya udah dehh sana siap – siap, selamat menikmati liburan juga Naf.” Lanjut Arkan


Nafisah hanya membaca pesan dari Arkan tanpa membalasnya karena ia langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi agar tak kesiangan dan membuat mama papa nya menunggu lama


-


-


-


Saat ini Nafisah dan keluarganya sedang sarapan yang telah disediakan oleh pihak hotel setelah sarapan. nanti mereka akan mulai mengunjungi tempat – tempat liburan yang sudah direncanakan oleh mama papanya.


“Habis ini kita mau kemana Ma?” tanya Nafisah


“Udah kamu diem aja, ikutin aja mama sama papa.” Jawab mama rosa


“Kenapa sih harus main rahasia – rahasiaan segala.” Gerutu Nafisah. Mama rosa hanya tersenyum menanggapi gerutuan Nafisah


Setelah sarapan mereka langsung menuju ke mobil untuk menuju ke tempat wisata yang belum diketahui Nafisah dan adik – adiknya. Membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai ke tempat liburan yang dimaksut mama sama papa, sebenarnya jarak hotel dengan tempat liburan tak terlalu jauh hanya saja saat ini lagi musim liburan jadinya jalanan menjadi tambah macet dan mobil mereka terjebak oleh kemacetan tersebut.


“Alhamdulillah akhirnya sampai juga.” Ucap mama Rosa ketika turun dari mobil yang sudah terparkir rapi


“Wahh… beneran nih kita ke dufan?” tanya Caca dengan rasa kagumnya


“Nanti aku mau naik banyak wahana.” Ucap Caca


“Kaya berani aja.” Kata Raka


“Berani dong.” Ucap Caca


“Udah nggak usah berantem, mending kita langsung masuk aja.” Ucap Mama Rosa


Mereka langsung masuk ke dalam dufan yang sebelumnya papa telah membeli tiket terlebih dahulu untuk keluarganya.


Dufan merupakan taman bermain dengan berbagai wahana yang legendaris seperti halilintar, kora – kora, hingga ontang anting. Dufan memang penuh dengan wahana yang menyenangkan untuk menghabiskan hari libur.


“Kita naik itu yuk kak!” ajak Caca ke dua kakaknya sambil menunjuk ke wahana turangga – rangga


Wahana turangga – rangga ini semacam komedi putar.


“Yang lain dong Ca, masa naik begituan kaya bocah aja.” Ucap Raka


“Emang Caca masih bocah, kalo kak Raka nggak mau aku naik sama kak Nafisah aja.” Kata Nafisah

__ADS_1


“Naik wahana yang memacu adrenalin aja, seru.” Ucap Nafisah


“Nah, bener tuh apa yang dibilang sama kak Naf. Aku jadi tim kakak” Kata Raka


“Kok gitu sih..” ucap Caca dengan wajah cemberut


“Nggak papa dek nggak usah takut, seru tau. Daripada naik wahana kaya gitu nggak ada sensasi apa – apanya.” Kata Nafisah


“Ya udah deh kalo gitu, tapi jangan yang terlalu serem ya.” Pinta Caca. Nafisah hanya menganggukkan kepala


Sedangkan kedua orang tua mereka hanya mengikuti mereka dari belakang, membiarkan anak –anaknya menikmati wahana yang tersedia disini.


“Kita naik itu dulu yuk!” tunjuk Raka ke arah wahana kora – kora


“Ayok.” Jawab Nafisah dengan semangat


Caca sebenarnya takut menaiki wahana tersebut namun dia terpaksa mengikuti kemauan kedua kakaknya, daripada dia kesini cuma melihat keseruan kedua kakaknya mending dia ikut kakaknya.


Bismillah, Ya Allah lindungilah hambamu ini. Batin Caca


“Dek kalo kamu takut mending nggak usah naik, kamu duduk aja sama mama papa.” Ucap Nafisah


“Aku berani kok kak. Santai aja.” Jawab Caca dengan senyum terpaksanya


“Kalo takut mending nggak usah naik deh Ca, nanti kamu malah kenapa – kenapa lagi.” Kata Raka


“Udah deh kalian ini nggak usah risau, aku tuh berani dan nggak kenapa – kenapa.” Ucap Caca


“Ya udah deh kalo kamu maksa.” Kata Nafisah


Akhirnya mereka menaiki wahana kora – kora yang dipilih oleh Raka. Wahana kora – kora ini disebut juga dengan sebutan perahu ayun. Berupa perahu yang cukup besar yang berayun ke arah depan dan juga ke belakang dengan cukup kencang.


Ketika wahana kora – kora ini sudah berayun dengan kencang, Caca langsung menjerit dengan sangat kencang dia juga mencengkram pada besi yang menjadi pegangan dengan sangat erat. Tak hanya Caca yang menjerit namun juga Nafisah dan beberapa pengunjung lain yang menjerit akibat ayunan dari wahana kora – kora ini.


Setelah puas berayun akhirnya wahana ini telah berhenti. Nafisah, Raka, dan Caca turun dari wahana tersebut dengan tangan yang gemetar, tapi hal tersebut hanya berlaku pada Nafisah dan Caca. Disini Caca lah yang keadaannya cukup memprihatinkan, dia tak hanya gemeteran namun juga merasa kan kepalanya yang pusing.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….

__ADS_1


See you…. Bye bye…


__ADS_2