Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 24


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Hari ini adalah hari ke dua keluarga Nafisah melakukan liburan. Rencana hari ini adalah mereka akan mengunjungi sebuah tempat bermain yang ada disebuah mall.


“Kita kesini mau belanja ya pa?” tanya Caca


“Belanja boleh, main juga boleh. Tapi papa ajak kalian kesini mau main.” Jawab Andi


“Main apa?” tanya Caca


“Nanti kamu juga tau.” Jawab papa dengan tersenyum


“Mandi bola ya pa?” celetuk Raka


“Hahaha… boleh juga ide kamu.” Jawab papa


“Beneran Pa?” tanya Raka kembali


“Kalo kamu mau yaa papa turutin.” Kata papa


“Tau gitu mending Raka di hotel aja tidur.” Ucap Raka


Papa hanya tersenyum menanggapi ucapan Raka.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, tak lupa juga diwarnai dengan terjebak kemacetan. Keluarga Nafisah sampai disebuah tempat perbelanjaan. Disini mereka tak hanya berbelanja tetapi tujuan utama Andi membawa keluarganya kesini adalah untuk bermain disebuah tempat ice skyting .


“Beneran kita kesini Pa?” tanya Nafisah dengan wajah sumringah


“Iya kita kesini kak, emang kakak mau kemana?” tanya balik Andi


“Kakak kira kita mau main ke time zone atau apa gitu.” Jawab Nafisah


“Udah sana kalian masuk, papa sama mama tunggu sini aja.” Ucap Andi


“Papa sama mama nggak ikut main?” tanya Caca


“Ya kali Ca mama sama papa ikut main, bisa – bisa kena encok.” Jawab Rosa


“Masa dari kemarin mama sama papa nggak ikut main.” Ucap Raka


“Kan tujuan papa ajak kalian liburan itu biar kalian bisa main sesuka kalian. Itung – itung refresing buat otak kalian.” Tutur Andi


“Bener kata papa, udah kalian masuk sana.” Ucap Rosa


Ketiga manusia tersebut langsung masuk ke dalam tempat ice skyting. Sebelum mereka bermain mereka mengenakan perlengkapan ice skyting seperti sarung tangan, kaos kaki, tak lupa sepatu sky yang telah tersedia di tempat tersebut. Setelah semua perlengkapan terpakai mereka langsung memasuki tempat ice skyting.


“Ini mainnya gimana kak? Caca nggak bisa.” Ucap Caca ketika baru masuk


“Kakak juga nggak tau dek.” Ucap Nafisah

__ADS_1


“Kak Raka bisa nggak?” tanya Caca


“Nggak tau, coba aja dulu.” Jawab Raka


“Kita pegangan aja dek.” Kata Nafisah ke Caca


“Iya kak, biar kalo jatuh bisa barengan hahaha.” Ucap Caca


Nafisah dan Caca menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh. Mereka jatuh tak hanya satu kali tetapi berkali – kali. Sedangkan Raka dia sudah mulai menyeimbangkan badannya.


“Kak Raka udah bisa tuh kak.” Ucap Caca


“Wuihhh… keren Raka udah bisa seimbang badannya.” Puji Nafisah


“Kita minta ajarin kak Raka aja yuk kak.” Ajak Caca


“Ayoo.”


Berhubung mereka belum mahir jadi mereka hanya menunggu Raka menghampirinya. Raka yang cukup peka kepada kedua saudaranya langsung mendekatinya.


“Aku udah bisa kan.” Bangga Raka


“Ajarin kita dong kak.” Ucap Caca


“Iya, ajarin dong. Biar kita bisa juga kaya kamu.” Tambah Nafisah


“Ya udah ayo. Siapa dulu nih yang aku ajarin, nggak mungkin kan aku langsung ajarin kalian berdua secara bersamaan.” Ucap Raka


“Caca aja dulu deh, biar kakak belajar sendiri dulu.” Kata Nafisah


Raka langsung mengajari Caca memegangi kedua tangan Caca. Mengajak Caca berjalan secara perlahan – lahan.


“Santai aja Ca, nggak usah takut. Udah aku pegangin ini.” Ucap Raka


Caca yang mendengar ucapan Raka berusaha memberanikan dirinya. Dia berusaha untuk


menyeimbangkan tubuhnya agar tidak sering terjatuh. Caca sedikit demi sedikit sudah mulai bisa menyeimbangkan tubuhnya walaupun masih terlihat kaku tetapi lumayan daripada sebelumnya yang sering terjatuh.


Sedangkan Nafisah berusaha menyeimbangkan tubuhnya dengan cara berpegangan pada besi yang berada di pinggir ruangan tersebut. Ia terus berusaha sendiri untuk menyeimbangkan tubuhnya, lama kelamaan tubuhnya sudah mulai seimbang. Dia mencoba untuk melepaskan pegangannya secara perlahan – lahan, ketika dia merasa akan terjatuh Nafisah buru – buru kembali memegang pegangan besi tersebut.


Dia mengulanginya berkali – kali sampai ia merasa tubuhnya benar – benar seimbang dan ia mencoba menggerakkan kakinya ke tengah tanpa berpegangan pada besi.Tanpa Nafisah sangka ternyata ia sudah bisa, Nafisah mencoba menyusul Raka yang masih berusaha mengajari Caca.


“Hai..” sapa Nafisah ketika sudah berada disamping kedua adiknya


“Lho kakak udah bisa, yang ngajarin siapa?” tanya Raka


“Kakak belajar sendiri.” Jawab Nafisah


“Kok bisa?” ucap Caca


“Bisa dong, tadi kaka belajarnya sambil pegangan besi yang ada di samping itu.” Jawab Nafisah sambil menunjuk besi yang ia jadikan pegangan

__ADS_1


“Wahh.. hebat kakak. Nggak kayak nih bocah dari tadi nggak bisa – bisa.” Ucap Raka


“Bukannya nggak bisa kakak tapi belum bisa. Lagian ini juga lagi berusaha.” Kata Caca


“Ya udah lanjutin aja, kakak mau jalan – jalan dulu biar makin lancar.” Ucap Nafisah


Setelah mengucapkan hal tersebut Nafisah langsung berkeliling mengelilingi tempat ice skyting tersebut.


Disini Nafisah belum berani berjalan dengan cepat karena dia merasa belum terlalu mahir seperti pengunjung lain yang kelihatannya sudah sangat mahir.


“Ayo Ca buruan, biar bisa kaya kak Naf.” Ucap Raka


“Iya iya.” Kata Caca yang merasa udah kesal dengan Raka


“Kalo kamu nggak bisa – bisa aku tinggal kamu disini sendiri.” Ujar Raka


“Kok gitu, jahat banget.” Ucap Caca dengan wajah sedihnya


“Mangkanya kamu harus semangat biar bisa. Terus nanti kita bisa main bareng sambil bergandengan tangan.” Ucap Raka


Mendengar kata – kata Raka, Caca jadi tambah semakin bersamangat untuk belajar. Caca terus berusaha agar ia bisa bermain ice skyting seperti kedua kakaknya. Setelah belajar dengan gigih akhirnya Caca sudah mulai bisa, sekarang Raka mencoba melepaskan pegangannya di tangan Caca.


Caca yang tangannya sudah tidak di pegangin oleh Raka mulai menggerakkan kakinya secara perlahan. Tanpa ia sangka ternyata ia sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit. Raka yang melihat adiknya udah mulai bisa mencoba untuk membiarkan adiknya berdiri sendiri tanpa memeganginya lagi, ia hanya mengawasinya saja.


“Nah gitu Ca, terus jalan sedikit – sedikit.” Ucap Raka


Setelah berguru dengan kakaknya akhirnya Caca sudah bisa berdiri sendiri tanpa harus dipegangi oleh kakaknya. Tak hanya itu ia juga sudah mulai bisa berjalan secara perlahan – lahan.


“Tuh kan kamu udah bisa, kita susul kak Naf yuk, udah bisakan?” tanya Raka memastikan


“Horeee… aku udah bisa kak.” Sorak Caca


“Makasih ya kak udah ajarin Caca.” Tambahnya


“Iya sama – sama. Yuk susulin kak Naf kesana.” Ucap Raka


Mereka langsung menyusul Nafisah yang berada di tengah, Nafisah yang masih asyik berjalan – jalan tak menyadari kalau kedua adiknya sedang menghampirinya.


“Kak Naf, Caca udah bisa.” Ucap Caca yang mengagetkan Nafisah


“Wihhh… hebat kamu. Kita jalan bareng bertiga yuk.” Ajak Nafisah


“Ayok.” Ucap Raka dan Caca secara bersamaan


Mereka berjalan – jalan mengitari tempat ice skyting secara bersamaan dengan dengan bergandengan. Ketika salah satu ada yang terjatuh maka semuanya akan terjatuh, hal tersebut yang membuat mereka tertawa dengan senang.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….


See you…. Bye bye…


__ADS_2