Raja Pembunuh Melawan Takdir!

Raja Pembunuh Melawan Takdir!
Chp 10, Akhir nya sembuh


__ADS_3

Mansion bangsawan Villea


Selama satu minggu Olav di kurung di kamar oleh Erica agar tidak berangkat menempa agar dapat beristirahat untuk memulihkan patah tulang nya.


Dan berkat Erica juga yang selalu merawat Olav akhir nya Olav berhasil sembuh total setelah menjalani istirahat satu minggu juga menggunakan teknik pernapasan untuk membantu percepatan pemulihan.


Untuk kabar baik nya Olav sudah membuka teknik pernapasan tingkat kedua yaitu pengumpulan energi untuk membentuk kekuatan tubuh yang lebih kuat lagi.


Beda nya dengan tingkat satu adalah, tingkat satu hanya memulihkan stamina dan luka sedangkan tingkat kedua mengumpulkan energi untuk memaksa membuka kekuatan tubuh manusia.


[Status


08:09


Nama : Olav Von Villea


Ras : Manusia


Mp : 0/0


Title : (Reincarnation) (Prince Noble).


Class : (Noble) (Blacksmith).]


[Skill


-Teknik pernapasan.


Skill Regen, Buff : Tingkat satu, meregenerasi luka dan mengumpulkan stamina.


Skill Buff : Tingkat dua, mengumpulkan energi untuk membentuk kekuatan tubuh.


Skill Buff : Penglihatan malam


-Pandai besi.


Skill Buff : Enhance, Memberikan 50% peningkatan pada senjata yang di buat.]


"Pagi cerah dan terlepas dari penjara Castile! Akhir nya aku terbebas dan dapat kembali melanjutkan proyek." Ucap Olav membuka pintu kamar nya seakan baru keluar dari penjara sepuluh tahun.


"Tuan muda seharus nya tidak langsung bekerja saat baru sembuh." Ucap Erica.


"Tenang saja aku sudah sembuh total." Ucap Olav menggerakkan tangan nya memperlihatkan kesehatan nya.


"Tapi saya harap tuan muda tidak terlau memaksakan diri." Ucap Erica.


"Aku tidak akan mendapatkan apa apa jika bermalas malasan Erica, ayo." Ucap Olav tiba tiba serius.


'Ah dia serius lagi, apa benar dia masih berusia sepuluh tahun?' Batin Erica.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju toko Gilbert dan memang ada banyak orang yang menyapa karena hampir setiap hari melihat Olav lewat namun tiba tiba tidak ada kabar selama satu minggu.


"Apa kabar Olav?" Seorang Pak tua di pasar menanyakan kabar Olav.


"Oh pak tua aku baik baik baik saja, aku kira kau sudah mati." Ucap Olav.


"Senang melihat bocah kurang ajar seperti mu masih sehat." Balas pak tua tsrsebut seakan sudah terbiasa dengan Olav.


"Nak Olav bisa tolong angkat ini naik kekereta?" Ucao seorang nenek tua yang menaikkan barang di kereta.


"Tenang saja nenek tua." Ucap Olav membantu nya sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.


"Tuan muda, mau di apakan buah sebanyak ini?" Bertanya Erica saat Olav tiba tiba menerima banyak buah dan kue saat melewati pasar karena beberapa orang tau Olav baru saja sembuh dari luka parah.


"Buah pemberian orang lain tidak boleh di tolak, tentu saja aku akan memakan smeua nya." Ucap Olav.


...


Toko Gilbert


Kring! Kring!


"Pak tua!" Berteriak Olav.


"Aku tidak tuli bocah!" Ucap Gilbert datang dari ruang kerja nya.


"Sudah bagus dengan sempurna, kau sendiri seperti nya sudah sehat." Jawab Gilbert.


"Ya semangat ku sudah pulih untuk melanjutkan senjata ku." Ucap Olav.


"Bukan nya kau selalu bersemangat?" Bertanya Gilbert masuk keruang kerja di ikuti Olav dan Erica.


"Iya juga hahaha." Ucap Olah.


Olav langsung berjalan ke meja tempat Sniper nya dan mulai melihat kerusakan yang belum sempat ia cek minggu lalu.


"Hanya kawat elastis nya saja yang rusak." Ucap Olav menyimpan kembali sniper nya lalu berjalan mengambil beberapa alat dan kawat elastis.


Olav berusaha untuk membuat per dengan cara apa pun seperti membakar nya untuk membentuk atau yang lain nya namun hasil nya gagal atau kebanyakan patah.


"Sial seandai nya amu belajar cara membuat senjata saat masih menjadi pembunuh dulu, aku tidak akan sesulit ini." Ucap Olav dengan suara kecil tetap mengulangi percobaan nya.


Olav juga mulai mencairkan nya dengan campuran besi lain yang berbeda, dan lagi lagi selama seharian Olav mengalami jalan buntu, tidak ingin berhenti di situ Olav terus melanjutkan penelitian nya untuk membuat roll kawat elastis hingga dau minggu lama nya dan.


"Berhasil! Ghahahaha!" Setiap kali Olav berhasil maka di saat itu pula lah ia berhasil menyelesaikan proyek nya.


Tentu Olav tidak ingin berhenti di tengah jalan, ia langsung membuat banyak cetakan berbagai senjata dan peluru dan mulai lagi pada proyek jangka panjang nya di mana Erica mulai kadang membantu nya untuk menjaga suhu tungku atau sekedar membakar ingot.


Tanpa Olav sadari satu tahun berlalu sejak ia mendapatkan ingatan masa lalu nya di bumi, Olav juga sudah membuat berbagai senjata mematikan yang teknologi nya sudah melebihi temnologi di dunia tersebut.

__ADS_1


...


[Mendapatkan skill - Blacksmith Hand.


Dapat mengubah wujud material apapun.]


Telat satu tahun Olav menjadi pandai besi ia menjadi sangat kesal dengan pemberitahuan skill yang ia dapatkan.


"Lalu untuk apa latihan menempa ku selama ini?" Bertanya Olav karena dengan skill tersebut ia dapat mengubah bentuk besi dan menempa nya tanpa memanaskan nya.


"Ada apa Olav?" Bertanya Gilbert yang baru saja selesai memasangkan sihir khusus pada peluru Olav.


"Tidak bukan apa apa, terima kasih pak tua." Ucap Olav.


"Tidak bukan masalah, jika kemampuan ku berguna untuk mendukung generasi muda maka aku akan membantu sekuat tenaga." Ucap Gilbert.


"Tapi senjata senjata ini belum bisa di pamerkan untuk umum jadi untuk sekarang hanya aku yang akan menggunakan nya." Ucap Olav menyimpan semua senjata di Invertory namun seakan menyimpan nya di cincin penyimpanan nya.


"Cincin penyimpanan mu cukup mahal untuk bisa menampung semua nya." Ucap Gilbert.


"Terima kasih untuk semua nya guru, aku akan datang berkunjung lain waktu." Ucap Olav baru kali ini menundukkan kepala dan memanggil Gilbert guru.


"Nn datang lah kapan kapan bocah, toko bobrok ini akan selalu terbuka untuk mu." Ucap Gilbert mengangguk.


"Sekali lagi terima kasih." Olav kembali menundukkan kepala nya sebelum pergi.


"Hati hati bocah." Ucap Gilbert sebelum pintu tertutup.


Kring! Kring!


"Ayo Erica." Ucap Olav berjalan lebih dulu saat Erica hanya menunggu di depan toko.


"Kita akan kemana tuan muda?" Bertanya Erica mulai terbiasa dengan Olav dan perlahan kebencian nya terhadap Olav mulai menghilang.


"Jika di ingat ingat lagi aku belum pernah keluar kota sam sekali, bagaimana kalau kita keluar kora Erica." Ucap Olav.


"Jika tuan muda ingin mencoba senjata baru tuan muda maka di hutan utara adalah tempat yang bagus." Saran Erica yang tau tujuan Olav.


Olav tidak memiliki tempat untuk menguji senjata nya lebih baik, hanya di halaman belakang toko palingan hanya untuk menembak rumput atau tanah.


"Tunjukkan jalan nya." Ucap Olav.


"Ikut saya." Ucap Erica memimpin jalan.


...----------------...


[Angse City


Ibu kota kerajaan Bougainvi, utara hutan tempat berburu monster, barat gerbang kota, selatan gerbang kedua, timur istana kerajaan.]

__ADS_1


__ADS_2