
Hutan Utara
Sarang Goblin
"Bukan mungkin lagi tapi sudah ada." Ucap Olav membuka pengedap suara pada pistol nya.
"Jika tuan muda ingin menyerang mungkin suara kecil jauh lebih baik." Ucap Erica tidak terbiasa dengan suara ledakan peluruh.
"Suara senjata api memberikan teror tersendiri untuk target." Ucap Olav sebelum mulai menembaki goblin satu persatu di sepanjang lubang.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
"Tidak ada peluru yang terbuang sia sia." Ucap Olav kembali mengganti slot peluru pistol nya.
"Benar benar senjata pemusnah." Ucap Erica.
"Selesai, target terlihat sudah di musnah kan, mencari target tersembunyi." Ucap Olav berjalan ke arah depan.
"Tuan muda, di sini masih ada lubang!" Ucap Erica menusuk tanah sambungan dari lubang sebelum nya.
"Mungkin ada orang di sana, akan sangat berbahaya jika menggunakan serangan area." Olav tidak memiliki minat untuk menggunakan granat saat melihat pakaian manusia di lubang pertama yang ia ledakkan.
"Apa yang harus kita lakukan tuan muda?" Bertanya Erica.
"Maka masuk ke jebakan adalah pilihan terakhir." Ucap Olav mengeluarkan pisau hasil tempaan nya.
"Tuan muda tidak berniat masuk ke lubang ini kan?" Bertanya Erica.
"Aku tidak sebodoh itu, kau masuk duluan lalu aku akan masuk." Ucap Olav.
"Tidak akan, lagian itu gila tuan muda, lubang ini bisa runtuh kapan saja." Ucap Erica langsung menolak.
"Gak guna." Olav langsung melompat masuk.
Slash!
Satu tebasan pisau Olav langsung membunuh satu goblin yang ingin menyerang nya.
Dor! Dor! Dor!
Olav menembak beberapa goblin lain yang area nya tidak ia capai.
"Tuan muda! Lubang ini terlalu rendah untuk aku masuk!" Teriak Erica.
"Kau tidak usah masuk bodoh! Cari jalan lain dari lubang ini dan jangan sampai kena jebakan!" Ucap Olav.
"Baik tuan muda." Ucap Erica.
Dengan menggunakan penglihatan malam Olav dapat melihat setiap goblin yang ada di dalam lubang gelap tersebut.
__ADS_1
Setelah berjalan cukup dalam namun Olav tida menemukan apa apa selain jalan buntu akhir nya Olah memilih untuk membuat lubang di atas nya namun tiba tiba saja jalan buntu di depan nya ikut terbuka karena ternyata itu hanya setumpuk tanah tipis.
"Oh kalian bersembunyi di sini." Ucap Olav mengangkat pistol nya.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Setelah membersihkan area di depan nya, Olav kemudian berjalan maju dan melihat hal yang seharus nya tidak di lihat bocah berusia sebelas tahun.
"To..long.." suara perempuan terdengar.
"Aku sebenar nya berharap Erica tidak melihat ini tapi ini mungkin bisa melatih mental nya." Ucap Olav membuka lubang di atas nya.
Saat lubang terbuka Olav kemudian berteriak memanggil Erica. "Erica! Bantu aku sebentar!" Ucap Olav.
"Tolong." Seorang wanita memegang kaki Olav.
Olav berjongkok dan menatap wajah perempuan itu yang penuh memar beserta sekujur tubuh telanj*ng nya.
"Entah ini dapat menyelamatkan mu." Olav memberikan potion karena perempuan ini masih meminta tolong yang arti nya masih memiliki niat untuk hidup.
Olav membantu perempuan tersebut untuk meminum health potion yang kemudian menyembuhkan beberapa bagian luka nya meskipun tidak semua nya.
"Ada apa tuan mud- ... Oueek!" Erica datang dan langsung melihat beberapa wanita yang perut nya membesar dan tidak dapat bergerak lagi sementara yang lain nya meninggal ada pula beberapa bayi goblin di sana.
"Kau seharus nya tidak muntah di dekat ku Erica." Ucap Olav kembali meminum kan health potion pada perempuan tadi.
"Terima kasih." Ucap perempuan tersebut.
"Tidak usah bicara, fokus lah pada pemulihan mu." Ucap Olav.
"Kenapa tuan tidak menyelamatkan yanglain?" Bertanya Erica mulai menyelamatkan yang lain nya dan berusaha untuk bertahan.
"Mereka tidak meminta tolong terlebih hanya perempuan ini yang bisa di selamatkan." Ucap Olav.
"Kenapa tuan muda berkata begitu? Di sini yang memiliki luka paling banyak adala wanita itu." Ucap Erica menunjuk perempuan yang di tolong Olav.
"Semua perempuan itu sudah di hamil anak goblin bahkan beberapa sudah melahirkan, sementara perempuan ini belum di sentuh sama sekali." Ucap Olav.
Untuk melahirkan anak goblin hanya perlu dua hari kehamilan yang arti nya perempuan tidak akan mati kelaparan sebelum melahir kan.
"Pokok nya saya akan tetap menyelamatkan mereka." Ucap Erica memberikan potion pada perempuan perempuan tersebut untuk membuat mereka lebih baik.
Olav kemudian mengeluarkan sebuah besi yang ada di dalam kewanitaan nya yang terhubung pada rantai yang terikat pada pinggang nya, untuk orang lain pasti akan sulit untuk membuka nya namun Olav dapat melelehkan besi tersebut dan mengubah bentuk nya untuk menghilangkan nya.
"Perempuan ini sampai memasang besi saat tau dia akan berhadapan dengan goblin, dia adah perempuan kuat yang pantas untuk di selamatkan." Ucap Olav.
"Bagaimana dengan perempuan ini tuan muda?" Bertanya Erica.
"Bayi bayi mereka akan segera lahir, jika kau berniat menyelamatkan mereka maka biarkan bayi nya lahir kemudian bunuh di depan mereka setelah itu berikan pakaian dan bawa ke gereja." Ucap Olav.
__ADS_1
Di gereja setidak nya dapat memberikan rehabilitasi lanjut untuk memperbaiki mental mereka yang down karena pasti mereka telah melihat rekan mereka terbunuh kemudian di perk*sa lalu harus hamil anak monster yang mereka buru.
"Baik tuan muda." Ucap Erica menuruti perkataan Olav.
"Hidangan utama nya sudah datang, aku akan mengurus nya kau naga mereka terutama perempuan ini, aku menginginkan nya." Ucap Olav mengelurkan jubah dari Invertory nya dan menutupi tubuh perempuan yang ia tolong.
"Baik tuan muda, hati hati." Ucap Erica saat melihat Olav melompat keluar dari lubang.
"Anak.. kecil, apa yang... k..au la..kukan pa..da ana..k anak.. ku?" Sosok goblin yang cukup besar bahkan dapat berbicara bertanya pada Olav yang baru keluar dai lubang.
Goblin tersebut baru saja tiba di sini saat Olav merasakan kehadiran baru.
"Jenis Captain Goblin kah, seperti nya kau cukup tangguh." Ucap Olav mengetahui jenis goblin yang dapat berbicara.
"Aku.. a..kan me..mbunuh .. mu." Ucap Captain Goblin tersebut berlari ke arah Kevin dengan pedang besar di tangan nya.
Dor!
"Tidak mempan, ternyata kepala nya sangat keras." Ucap Olav mengeluarkan senjata lain.
"Apa.. ya..ng kau la..kukan?" Captain Goblin mulai waspada saat merasakan skit di kepala nya namun tetap berlari kearah Olav sebelum melompat untuk menebas nya.
Dor!
"Ukh!" Lompatan Captain Goblin terhenti dan jatuh ditempat bagikan kepala nya menabrak sesuatu.
[Mendapatkan Class - Ranger.]
"Ternyata cukup keras bahkan peluru berkekuatan rifle tipe enam puluh empat hanya bersarang di dalam otak nya." Ucap Olav setelah memeriksa nya.
Olav kembali berjalan masuk ke dalam lubang dan semua perempuan sudah menggunakan pakaian termasuk salah satu wanita yang sedang berusaha mengeluarkan goblin dari ************ nya.
...----------------...
Mata uang
1 koin Ruby \= 1.000 koin emas
1 koin emas \= 100 koin perak
1 koin perak \= 10 koin tembaga
5 koin tembaga \= roti kering :D
1 koin emas setara dengan 1 juta rupiah mata uang indonesia guys, ingat perbandingan ekonomi nya.
1 potion \= 50 koin perak
2 potion \= 1 koin emas
"Kok potion mahal?" Potion bisa menyelamatkan hidup kalian guys, harga nyawa hanya lima ratus ribu guys itu gak mahal.
__ADS_1
(Novel ini punya pandangan mata uang sendiri, jangan membandingkan nya dengan novel lain.)