
Toko Gilbert
"Kau hanya perlu fokus untuk membakar setiap udara yang ada di sekitar api mu." Ucap Olav dengan suara kecil perlahan agar tidak mengganggu konsentrasi Hestia.
"Nn." Hestia hanya mengangguk.
Burst!!!
Tiba tiba saja lonjakan suhu api naik dan membakar semua batu bara di dalam tungku pembakaran.
"Stop!" Ucap Olav segera menghentikan Hestia sebelum batu bara habis.
"Aku mendapat skill baru kapasitas mana ku juga bertambah." Ucap Hestia tiba tiba membuka mata.
"Syukur kalau begitu." Ucap Olav memasukkan beberapa ingot baja ke dalam tungku.
"Aku akan mengulangi nya lagi." Ucap Hestia ketagihan.
"Selama itu tidak menghancurkan tungku." Ucap Olav.
"Aku akan berusaha mengendalikan nya." Ucap Hestia.
"Jangan mengganggu pekerjaan ku." Ucap Olav.
Hestia terus berada di sana selama satu jam dan selama itu pula pembakaran baja menjadi snagat cepat hingga pekerjaan Olav pun semakin cepat, Olav berhasil membersihkan sepuluh ingot baja dalam satu jam saja.
"Sekarang lebih berguna dari obor." Ucap Olav sedikit memuji sambil menyodorkan mp potion.
"Huh ukh.. huh.. ini melelahkan tapi membuahkan hasil." Ucap Hestia napas kacau sebelum meneguk satu mana potion hingga habis. "Apa masih ada lagi?" Bertanya Hestia.
"Oh kapasitas mana mu bertambah banyak seperti nya." Ucap Olav.
"Tiga kali lipat." Ucap Hestia.
"Ini." Olav memberikan dua botol mana potion sebelum memindahkan semua ingot baja yang sudah ia bersihkan dan di pastikan kuat ke meja besi yang biasa ia tempati mengisi peluru dengan bubuk peledak, anggap saja meja kerja nya.
Luas meja sekitar dua meter dengan panjang empat meter serta tinggi tujuh puluh centimeter, benar benar meja yang di buat Gilbert khusus untuk Olav.
"Blacksmith Hand. Synthesis." Olav secara bersamaan mengaktikan skill nya dan mulai melelehkan baja dan sisik Fire Salamander lalu menyatukan nya hingga membentuk beberapa item di sana.
"Apa ini?" Bertanya Hestia saat melihat setiap item yang jadi lebih mirip lempengan dari pada armor.
"Erica ukuran tubuh mu." Ucap Olav tiba tiba mengukur tubuh Erica.
"Tuan muda?" Terkejut Erica.
__ADS_1
"Lepas armor mu aku tidak bisa mengukur nya dengan baik." Ucap Olav.
"Ba-baik." Ucap Erica kemudian melepaskan semua armor nya menyisahkan pakaian nya.
Meskipun masih kecil namun entah kenapa sentuhan tangan Olav membuat Erica merasa kan suatu rasa yang aneh entah itu geli atau apa namun ia menginginkan nya.
"Jangan terangsang Erica, sudah." Ucap Olav kembali ke meja kerja nya.
"Saya tidak terangsang." Ucap Erica segera.
Dengan menyambungkan beberapa lempengan kecil menggunakan pengait yang semua nya menjadi terhubung hingga dapat bergerak bebas.
"Hahaha! Teknologi masa depan pun tidak akan bisa menciptakan armor seperti ini!" Olav tiba tiba berteriak keras sambil tertawa.
'Ah proyek nya sudah selesai.' Pikir Erica dan Gilbert bersamaan karena sudah terbiasa melihat Olav seperti itu.
"Tidak mirip Armor, ini jauh lebih mirip armor tapi hanya untuk dada dan punggung?" Ucap Hestia.
"Oh yang untuk dada dan punggung itu punya ku, aku belum mengukur dada Erica." Ucap Olav baru tersadar kemudian berjalan ke arah Erica.
"Maaf aku tidak melihat apapun." Gilbert segera berbalik.
"Tuan muda? Saya bisa mengukur nya sendiri." Ucap Erica tidak akan tahan pada yang satu ini.
"Mm.." Erica menahan diri untuk tidak mengelurkan suara.
Tangan Olav menjangkau hingga semua bagian sebelum merasa oke. "Hm aku mendapatkan data yang di perlukan." Olav berjalan kembali kemeja kerja nya.
Bruk!
"Huh huh tuan muda." Erica terduduk dengan wajah memerah.
"Kau memang benar benar brengsek Olav." Ucap Hestia.
"Dalam dunia kerja tidak ada perbedaan kelamin." Ucap Olav tetap fokus pada pekerjaan nya.
Setelah dua puluh menit kemudian..
"Ghahaha!!! Sekarang benar benar selesai!" Teriakan Olav jauh lebih keras dari sebelum nya.
"Bagaimana hasil nya?" Gilbert mendekat.
"Erica bantu aku." Ucap Olav.
"Ba-baik tuan muda." Erica berjalan mendekat dengan perlahan. "Apa yang harus saya lakukan tuan muda?" Bertanya Erica.
__ADS_1
"Cukup berdiri saja di situ rentangkan tangan mu." Ucap Olav.
"Begini?" Erica merentangkan kedua tangan nya.
"Ya." Olav membawa armor yang ia buat kemudian menempelkan nya di dada dan punggung Erica. "Hm pas." Ucap Olav.
"Apa saya sudah bisa menurunkan nya tuan muda?" Bertanya Erica sedikit merasa malu.
"Aku belum memasang semua nya sabar." Ucap Olav kemudian memasang karya terbaik nya hari ini.
Sebuah Armor yabg terdiri dari susunan lempengan kecil Armor dan dapat bergerak mengikuti tulang belakang, sudah Olav pastikan ini tidak akan menggores atau me jepit kulit.
Untuk bagian dada dan punggung bagian atas memang terlihat seperti armor biasa karena Olav memang memaksimal kan armor hanya untuk punggung bagian bawah yang menjadi kelemahan para pengguna armor tipis seperti Erica.
"Ini terlihat keren." Mengangguk Gilbert memuji.
"Armor lengan dan siku tentu harus ada." Ucap Olav memasang semua nya bahkan sampai pinggang lutut dan sepatu.
"Mau membuat satu set." Ucap Hestia.
"Dua set." Ucap Olav.
"Hanya saja ini terlihat bagaimana yah, bagaikan besi merah polos." Ucap Gilbert.
"Ini hanya untuk mencoba kecocokan nya." Ucap Olav. "Lepas lalu pergi beli makan." Ucap Olav menyuruh Erica.
"Baik tuan muda." Erica segera melepaskan armor nya dan pergi membeli makanan sesuai perintah Olav.
Olav mengambil batang emas di invertory nya serta sisik Fire Salamander yang utuh tadi lalu mulai menggabungkan nya dengan Armor Erica, tentu tidak dengan menempelkan nya saja namun Olav membuat corak memanfaatkan warna kedua nya dan melakukan nya dengan snagat hati hati.
Garis emas si setiap sisi armor membuat nya terlihat sangat elegan dengan corak merah gelap dan silver di tengah nya yang bagaikan sedang bertempur oleh perpaduan warna yang pas membuat nya memberikan aura intimidasi untuk orang yang melihat nya.
Olav juga melakukan nya pada Armor untuk tubuh nya dengan model yang sama namun tentu dengan ukuran yang berbeda.
Olav tidak membuat nya untuk Hestia karena meskipun terlihat tipis namun berkat penggabungan dari banyak item dan material membuat nya menjadi sangat kuat dan berat.
"Tuan muda, saya membawa makan siang." Ucap Erica.
"Kerja bagus Erica." Ucap Olav lamgsung menghentikan pekerjaan nya dan mengosongkan sebagi meja. "Taruh di sini." Ucap Olav.
"Baik." Erica menghidangkan makanan di atas meja meskipun itu hanya roti bakar dan daging bakar yang ia beli dari pedagang jalanan.
"Kau tidak membeli bir lagi Erica." Ucap Gilbert melihat tidak ada bir.
"Tuan muda masih kecil jadi tidak boleh ada bir di sini." Ucap Erica duduk di depan Olav tepat di dekat Gilbert.
__ADS_1