Raja Pembunuh Melawan Takdir!

Raja Pembunuh Melawan Takdir!
Chp 14, Hestia


__ADS_3

Angse City


Para wanita pun mulai di bawa naik ke kereta untuk di bawa ke gereja termasuk juga Hestia yang berjalan untuk naik ke kereta sebelum Olav menghentikan nya.


"Kau mau kemana?" Bertanya Olav.


"..." Hestia tidak menjawab.


"Apa yang kau lakukan? Kami akan mengurus mereka." Ucap perajurit tersebut.


"Maaf, untuk wanita ini biar kami yang mengurus nya." Ucap Erica menghentikan perajurit untuk menarik Hestia.


"Wanita itu juga membutuhkan rehabilitasi lanjut, ini demi kebaikan nya jadi biarkan kami membawa nya." Ucap prajurit tersebut.


"Tadi pelayan ku bilang kami akan membawa nya kan?" Ucap Olav memperlihatkan lencana kebangsawanan nya sebagai putra bangsawan kelas duke.


"Ma-maaf tuan muda, anda boleh membawa nya." Ucap perajurit tersebut.


"Ayo Hestia." Ucap Olav menarik tangan Hestia.


"Kita mau kemana?" Bertanya Hestia.


"Kau sekarang adalah milik ku, jangan mempertanyakan nya lagi kita akan ke mansion ku." Ucap Olav.


"Sakit." Ucap Hestia saat tangan nya ditarik oleh Olav karena secara fisik memang Hestia belum sepenuh pulih meskipun sudah meminum banyak potion.


"Maaf." Olav melepaskan tangan Hestia dan berjalan perlahan.


"Pergi lah membeli pakaian untuk Hestia." Ucap Olav pada Erica.


"Baik tuan muda." Erica langsung berbelok ke toko pakaian.


"Hestia, kau tinggal di mana?" Bertanya Olav.


"Penginapan, penginapan di depan." Jawab Hestia.


"Di mana keluarga mu?" Bertanya Olav.


"Di desa Cornell." Jawab Hestia.


"Apa yang kau lakukan di ibu kota?" Olav benar benar menginterogasi Hestia sambil berjalan.


"Saya memiliki sedikit bakat sihir meskipun lahir di keluarga rakyat biasa jadi saya pikir bisa menjadi Hunter yang hebat tapi.." Ucapan Hestia terhenti.

__ADS_1


"Dalam misi pertama mu semua party mu di bantai dan kau di tangkap, memang sangat ironis." Ucap Olav meneruskan apa yang tidak bisa Hestia katakan.


"Nn." Hestia hanya mengangguk.


"Kenapa sikap mu berubah drastis setelah masuk ke kota?" Bertanya Olav menghentikan langkah nya.


"Tuan muda adalah putra dari Duke Fergar dari keluarga Villea tentu sebagai rakyat biasa saya harus menghormati anda, begitu lah sifat nya." Ucap Hestia yang mengetahui bahwa Olav adalah putar bangsawan setelah melewati gerbang karena insiden perajurti tadi.


"Oh ternyata karena yang tadi." Ucap Olav melanjutkan perjalanan namun entah kenapa ia sedikit merasa kecewa karena ia pikir wanita ini adalah sosok wanita yang bahkan kuat untuk melawan kasta kerajaan.


"Ada apa tuan muda?" Bertanya Hestia memberanikan diri karena Olav terlihat seakan kecewa.


"Sebagai putra bangsawan jika aku menyuruh mu untuk berjalan sambil merangkak di sini maka kau akan mau?" Bertanya Olav untuk membuktikan pilihan nya tepat atau tidak.


"Di sini terlalu banyak orang tuan muda." Ucap Hestia sedikit menolak.


"Berarti di tempat sepi kau mau?" Bertanya Olav.


"Tentu saja saya akan melakukan nya itu terlalu memalukan, lagian aku sudah bersikap baik dengan merendah sebagai rasa terima kasih ku kau jangan melujak bocah." Ucap Hestia masih memperhatikan harga diri nya.


"Bagus, sekarang kau memiliki kualifikasi untuk memanggil nama ku, mulai sekarang panggil aku Olav ini bukan perintah melaingkan permintaan dari ku." Ucap Olav.


"Ha terserah lah. Olav." Ucap Hestia langsung menyetujui nya tanpa memperdulikan kasta lagi.


"Aku memang menyukai nya." Gumam Olav tersenyum.


Sementara Hestia sedang mandi Olav juga memanfaatkan waktu untuk membasuh tubuh nya di kamar mandi nya.


...


Mansion bangsawan Villea


Kamar Erica


"Hmm kerja bagus Erica, gaun nya terlihat cocok." Ucap Olav salah memuji.


Seharus nya ia memuji Hestia yang sedang mengenakan gaun merah yang sangat selaras dengan warna rambut nya namun sekarang malah memuji Erica yang berhasil memilihkan baju yang cocok.


"Tuan muda salah memuji." Tegur Erica saat melihat Hestia sudah sangat pass dengan gaun nya.


"Ini sudah lewat waktu makan siang tapi kita akan tetap makan siang." Ucap Olav tanpa memperdulikan ucapan Erica langsung menuju ruang makan.


"Saya harus membersihkan tubuh saya dulu tuan muda, jadi silah kan duluan saja." Ucap Erica memberikab waktu pada mereka berdua.

__ADS_1


"Apa aku harus menunggu mu?" Bertanya Olav.


"Tidak perlu tuan, silahkan makan siang duluan saja." Ucap Erica mendorong Olav dan Hestia keluar.


"Oh baiklah." Ucap Olav.


Namun Erica baru tersadar dengan satu hal yang seharus nya tidak akan pernah di katakan oleh Olav.


"Apa aku harus menunggu mu? Lah tuan muda tidak akan pernah mengatakan itu, ada yang aneh dengan tuan muda." Ucap Erica baru tersadar namun memilih untuk membersihkan tubuh nya.


Sementara itu di sisi lain. 'Sial dia cantik banget, aku sampai salah tingkah.' Batin Olav yang sebenar nya tidak memuji Hestia karena sedang menahan gugup.


"Silahkan tuan muda." Ucap pelayan menaruh semua hidangan makan siang di atas meja.


"Nah Hestia makan lah, kau pasti kelaparan setelah mengalami hal seperti itu." Ucap Olav.


"Tidak juga, aku sudha makan roti jadi perut ku tidak begitu lapar." Ucap Hestia masih dengan tatapan tajam


"Ukhhum.. kalau begitu nikmati saja, cukup temani aku makan siang saja." Ucap Olav.


"Tapi baru kali ini aku makan se mewah ini." Ucap Hestia.


'Ha mewah? Ini hanya lah daging yang di olah bahkan tidak terlalu baik, roti nya hanya sedikit lebih baik dari roti di pasar dan ini dia bilang mewah? Seburuk apa makanan di pedesaan.' Batin Olav super terkejut.


"Sudah makan saja." Ucap Olav.


"Baik lah." Hestia mulai menikmati makanan nya dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.


Setelah selesai makan tiba tiba saja sesuatu mengganggu momen momen yang ingin Olav nikmati ini.


"Tuan muda." Ucap Erica.


"Ada apa?" Bertanya Olav.


"Ini mungkin tidak akan menyenangkan namun salah satu teman saya saat masih menjadi kesatri baru saja datang memberi tahu saya hal buruk." Ucap Erica.


"Iya hal buruk apa cepat beri tahu." Olav membenci hal buruk namun paling benci lagi dengan basa basi.


"Saat tadi kita menitipkan korban goblin pada perajurit, salah satu teman saya melihat nya-"


"Langsung ke inti nya saja, apa yang terjadi pada korban nya?" Bertanya Olav memotong penjelasan Erica.


"Para perajurit tadi menjual mereka ke pasar budak tuan muda." Ucap Erica.

__ADS_1


Seketika sebuah aura yang entah di dapatkan dari mana langsung keluar dari tubuh Olav bersamaan dengan sendok besi yang meleleh di tangan nya.


"Erica." Ucap Olav penuh penekanan.


__ADS_2