
Desa di bawah naungan keluarga bangsawan Villea.
Di rumah kepala desa Erica mulai berbicara pada kepala desa dan bertukar informasi, dari yang kepala desa katakan bandit selalu datang setiap dua minggu untuk meminta pajak perlindungan.
Yah sudah pasti menggunakan kekerasan karena beberapa gadis desa di culik untuk bermain dengan mereka, ada yang di kembalikan dengan selamat ada juga yang di jual di pasar budak atau sekedar di buang ke hutan untuk berdamai dengan Chaptain Goblin agar tidak menyerang para bandit.
Ini cara sederhana untuk perampok ulung baik di dunia ini maupun di bumi, anggap saja gangster rusak yang gak punya aturan.
Saat malam tiba beberapa perajurir pun sampai di desa dan langsung bertanya pada Erica mengenai apa yang terjadi di perjalanan terlebih mereka tidak menemukan bandit sama sekali di markas para bandit kecuali beberapa gadis yang di culik dari desa dan kota kemudian di selamatkan oleh para perajurit.
Erica hanya memberi tahu bahwa dua perajurit tersebut meninggal secara terhormat setelah menahan para bandit untuk Olav melarikan diri, untuk bandit yang meninggal mereka di bunuh oleh monster jenis ghost yang kebetulan lewat.
Alasan yang di buat Olav tentu simpel namun menggemparkan desa karena mensengar nama monster ghost yang sebenar nya hanya sembarang Olav sebutkan tanpa tahu makna dari kata tersebut.
Pagi menjelang dengan sangat cepat setelah mereka beristirahat di desa mereka ngsung melanjutkan perjalanan ke kota selanjut nya.
Karena jarak antara desa dan kota sangat dekat mereka berhasil tiba dengan hanya dua jam perjalanan, mereka hanya beristirahat sebentar untuk memberi makan kuda sebelum melanjutkan perjalanan.
Olav Erica dan Hestia naik apa? Mereka membeli kereta kuda yang ada di desa untuk di gunakan.
Di perjalanan..
"Sial, aku lebih baik di tendang turun dari pesawat di ketinggian seribu kaki dari pada naik kereta ini." Gerutu Olav.
"Nanti juga akan terbiasa tuan muda." Ucap Erica.
"Jangan menyamakan kereta bangsawan dan kereta milik pedagang." Ucap Hestia.
Kereta yang di gunakan Olav tidak memiliki atap dan tidak memiliki besi elastis yang akan membuat perjalanan lebih nyaman.
(TL note : Jika kalian ingin mencoba merasakan penderitaan Olav saat ini maka ambil sepeda motor atau mobil, buka ban karet nya sisa kan pelek, ganti per nya dengan kayu atau besi baja, gunakan di jalanan berbatu atau berlubang maka kalian akan merasakan nya, pastikan tidak menggunakan sadel! Selamat mencoba.)
Kembali ke perjalanan Olav, perajurit yang berkurang dua di tambah beberapa yang terluka karena pertempuran dengan bandit tetap melanjutkan perjalanan dan memeriksa hutan yang menjadi markas mereka namun beberapa cam sudah si tinggalkan.
...
__ADS_1
Di kereta kuda.
"Apa bandit memang sebanyak ini?" Bertanya Erica.
"Sekarang ini saat saat perang dengan kerajaan tetangga tentu beberapa orang bodoh akan menjadi bandit." Ucap Olav.
"Maksud tuan muda?" Bertanya Erica.
"Meskipun samar tapi kebanyakan bandit yang kita lawan adalah perajurit ketakutan yang melarikan diri dari perbatasan, mereka tidak punya tempat lain melarikan diri untuk melanjutkan hidup selain menjadi bandit." Jelas Olav yang mulai terbiasa dengan kereta kuda.
"Saya mengerti dan paham akan hal itu tuan musa tapi kenapa tuan muda harus duduk di paha saya?" Bertanya Erica saat Olav dan Hestia duduk di paha nya dengan alasan konyol.
"Sudah aku katakan ini untuk melatih tubuh mu agar menjadi lebih kuat." Ucap Olav.
"Ini sakit tuan muda dan lagi untuk apa Hestia ikut ikutan?" Bertanya Erica.
"Maaf Erica aku hanya di paksa." Ucap Hestia.
"Jika kereta kuda nya seperti ini maka bokong Hestia bisa mengeras, kau pikir di mana ke keistimewaan wanita?" Jelas Olav bertanya.
"Lalu bagaimana dengan bokong ku tuan muda?" Bertanya Erica.
"Anggap? Berarti ini belum hukuman yang sesungguh nya!?" Bertanya Erica.
"Kau pikir berapa banyak kesalahan yang kau buat Erica?" Bertanya Olav memaksimalkan massa berat nya pada bokong nya untuk menekan paha Erica.
"Mm sakit tuan mu..da." Ucap Erica berusaha menahan nya.
'Aku akan baik baik menjadi kesatria kerajaan agar tidak seperti nya.' Batin para perajurit yang melihat Erica.
Saat kereta terus berjalan secara kebetulan dari arah depan mereka ada kereta kuda yang di kawal oleh kuda namun beberapa dari mereka langsung memutar balik kuda mereka dengan cepat sementara kereta kuda tersebut tetap terus berjalan layak nya kereta pedagang pada umum nya.
"Erica." Olav tiba tiba serius.
"Ad..a apa tuan.. muda?" Bertanya Erica berusaha tetap mempertahankan posisi duduk nya saat ia sudah tidak merasakan paha nya.
__ADS_1
"Di depan ada desa Cornell kan?" Bertanya Olav memastikan.
"Nn tidak jauh lagi kita akan sampai." Ucap Hestia menjawab pertanyaan Olav.
Olav tiba tiba berdiri. "Sial, kita berada pada dua kemungkinan terburuk." Gumam Olav.
"Hati hati tuan muda, nanti jatuh." Ucap Erica masih sempat mengkhawatirkan Olav.
"Perintahkan pada seluruh perajurit untuk berhenti." Ucap Olav.
"Kita baru saja beristirahat tuan muda." Ucap Erica.
"Sudah ku katakan berhenti yah berhenti, semua perajurit berhenti! Berhenti semua nya!" Teriak Olav menghentikan nya sendiri.
"Ada apa tuan muda?" Bertanya Erica saat semua perajurit berhenti termasuk kereta kuda.
"Kau dan kau buka zirah mu dan periksa desa Cornell di depan, usahakan bisa menyamar menjadi Hunter." Ucap Olav menunjuk dua perajurit.
"Kenapa begitu tuan muda? Kita bisa langsung kesana sekarang." Ucap perajurit yang Olav tunjuk.
"Ini perintah." Ucap Olav melompat turun dari kereta kuda.
"Baik lah tuan muda." Dua perajurit terpaksa membuka beberapa bagian zirah nya yang melambangkan mereka adalah perajurit sebelum menyamar menjadi hunter untuk masuk ke desa.
"Tuan muda mau kemana?" Bertanya Erica saat Olav berjalan masuk ke dalam hutan.
"Buang air." Jawab Olav tanpa berbalik.
"Saya akan mengawal tuan muda." Ucap Erica melompat turun dari kereta bersama Hestia.
"Hestia tetap di sini, kalian lindungi dia." Ucap Olav pada perajurit.
Olav dan Erica kemudian berjalan masuk ke dalam hutan hingga tiba di pohon paling besar dan tinggi yang Olav lihat dari jauh sebelum nya namun juga ada beberapa goblin di sekitar nya.
"Erica lindungi aku." Ucap Olav mulai memanjat pohon besar tersebut.
__ADS_1
"Baik tuan muda." Erica menarik keluar pedang nya dan menebas baik itu goblin atau pun babi hutan yang berusaha mendekat.
Olav tiba di atas pohon dengan memastikan ia tidak akan di lihat oleh perajurit lain nya, Olav mengeluarkan senapan tipe sniper nya dan mulai membidik ke arah desa yang ia lihat dari kejauhan.