
Olav memilih untuk berkeliling di area yang di tandai sebelum mendengar sesuatu yang pasti membawa nya pada sarang para bandit.
"Oi anggota di depan gerbang hilang."
"Apa perajurit kerajaan yang menangkap nya?"
"Tidak, perajurit kerajaan baru saja berangkat dan seharus nya dia tau kalau ada perajurit kerajaan."
"Kemarin dia juga mengatakan akan kembali ke dalam kota saat pagi buta."
"Sial kemana dia pergi?"
Perbincangan beberapa orang yang berada di lantai dua bar tersebut terdengar oleh Olav yang sedang berjalan di gang sempit.
"Ketemu." Tersenyum Olav melihat jendela di atas nya.
Shuk! Dak! Dak! Bram!
Olav melompat di antara dinding untuk mencapai jendela dan langsung mendobrak masuk.
"Raja pembunuh di sini." Sapa Olav mengeluarkan pistol nya tentu nya.
"Dari mana bocah ini datang!?"
"Tidak ta-"
Dor! Dor! Dor!
Semua mati menyisahkan dua orang bandit yang terlihat gampang di interogasi, hanya menurut pandangan Olav tentunya.
"Tenang saja aku menyisahkan kalian karena berguna untuk ku." Ucap Olav tersenyum saat dua bandit di depan nya gemetar ketakutan.
Sepuluh menit kemudian..
"Uh dua bandit ini cukup keras kepala, aku butuh sepuluh menit untuk mendapatkan semua informasi, seandai nya dia tau aku mungkin akan di marahi habis habisan." Ucap Olav membersihkan tangan nya.
"A-apa saya su-sudah boleh pergi?" Bertanya satu bandit tersisa yang seluruh kuku nya sudah menghilang dengan beberapa gigi nya yang copot dan sekarang sudah bisa terkenal sebagai bandit bermata satu.
Sementara di dekat nya satu bandit terkapar dan tidak dapat di bedakan mana kaki dan mana tangan karena keempat nya sudah tercincang.
__ADS_1
"Oh tunggu sebentar." Ucap Olav mengeluarkan peta.
Olav kemudian memberikan tanda silang pada beberapa lokasi bandit, tidak hanya satu perta namun peta wilayah lain juga Olav tandai hingga ada banyak tentu semua nya di dapatkan dari informasi bandit di depan nya.
"Sesuai janji aku akan melepaskan mu tapi, tolong bawa ini ke anggota mu di hutan sebelah." Ucap Olav memberikan peta dan potion. "Aku itu orang baik jadi peringatkan mereka untuk pindah tempat yah." Sambung Olav.
"Ba-baik." Ucap bandit tersebut.
Olav merasakan ada seseorang yang terus mendengarkan pembicaraan Olav dari balik pintu ruangan namun Olav mengabaikan nya dan memilih untuk pergi melalui jendela.
Olav menduga bahwa orang yang berada di depan pintu adalah bandit yang lumayan bijak, tau di mana ia menaruh nyawa dan di mana dia akan mati.
Untuk sementara Olav mengawasi pergerakan bandit yang ia siksa sebelum nya hingga akhir nya ia keluar dari bar namun tidak sendiri, ia bersama dua orang lain nya yang sudah pasti bandit.
"Hmm ternyata masih ada satu lagi, tapi yah sudah lah sisa nya serahkan pada para kesatria saja." Ucap Olav saat melihat tiga kawanan bandit menggunakan kuda dan keluar dari gerbang.
Tujuan Olav hanya ingin agar bandit tersebut berlari ke dalam hutan untuk menyampaikan pesan pada anggota nya namun Olav juga sudah tau di sana ada perajurit kerajaan yang sedang ekspedisi.
Jadi jika bandit ini berhasil lolos maka perajurit kerajaan lah yang super bodoh namun jika bandit ini tertangkap perajurit kerajaan akan mendapatkan informasi lengkap dari peta yang Olav tandai.
...
Selain bandit mereka juga sudah berhasil menemukan beberapa monster yang bergerak berkelompok untuk mencari mangsa bahkan sering menyerang manusia sehingga banyak pedagang yang mulai ketakutan untuk berdagang di luar kota.
Perajurit bergerak cepat dan langsung menumpas satu camp bandit yang jarak nya sekitar sepuluh kilometer dari kota sebelum gelap, mereka kembali ke kota saat malam hari dan beristirahat, keesokan hari nya mereka kembali berangkat ke kota selanjut nya tentu bersama dengan Olav.
Perjalanan kali ini tidak selancar sebelum nya karena para perajurit akan langsung menumpas camp bandit jika kebetulan lewat di dekat hutan yang menjadi markas para bandit.
"Kau bilang ingin memburu bandit, lalu kenapa kau hanya bermalas malasan di dalam kereta?" Bertanya Hestia saat Olav hanya terus bermeditasi di dalam kereta.
"Aku hanya tidak ingin menyianyiakan peluru ku untuk bandit yang bisa di tangani oleh perajurit." Ucap Olav.
"Sebelum mencapai kota selanjut nya di dekat sini ada desa tuan muda, kita akan beristirahat di sana." Ucap Erica melihat peta.
"Sebelum itu kita akan di sergap oleh kelompok besar bandit dam jarak seratus meter." Ucap Olav.
"Tidak mungkin, para perajurit tadi sudah pergi memburu mereka bahkan hanya menyisahkan dua perajurit untuk mengawal kereta hingga di desa." Ucap Hestia tidak mempercayai Olav.
"Kalau aku tiba toba tidak menerima pesan dari anggota di posisi lain maka aku akan lebih berhati hati atau mulai berkumpul untuk melawan." Ucap Olav membuka mata jya melepaskan meditasi nya.
__ADS_1
"Kalian menghalangi jalan! Minggir!" Perajurit yang mengawal Olav tiba tiba berteriak.
Hestia dan Erica dengan cepat melihat keluar jendela dan melihat sekelompok orang bersenjata.
"Bandit benar benar datang." Ucap Hestia.
"Yang ada di dalam adalah tuan muda Olav Von Villea! Jika kalian menghalangi japan kalian akan di anggap melawan bangsawan!" Teriak perajurit yang satu nya.
"Oi kau bodoh kah!" Erica langsung meneriaki perajurit yang baru saja berteriak.
"Apa dia benar benar kesatria tingkat dua?" Hestia tidak paham dengan pola pikir perajurit itu.
Yang di depan adalah sekelompok orang bersenjata dan mereka hanya berdua ingin menakut nakuti menggunakan nama bangsawan duke.
"Hahaha! Tuan muda Olav kata nya! Ghahahaha!" Bandit tertawa keras.
"Kalau begitu kita beruntung, tangkap pangeran nya dan bunuh dua perajurit itu."
"Kita bisa meminta uang tebusan."
Para bandit itu semakin bersemangat.
"Jumlah bandit tiga puluh, hm sekitar empat markas berkumpul." Ucap Olav melihat jumlah bandit.
"Bagaimana sekarang tuan muda? Dua perajurit kita ketakutan." Ucap Erica.
"Oi dua perajurit bodoh! Lindungi aku menggunakan nyawa mu!" Teriak Olav pada perajurit yang membawa kereta dan satu nya menaiki kuda.
"Tuan muda itu mustahil, mustahil kami bisa melawan mereka." Ucap perajurit tersebut.
"Kalau begitu lari saja, apa pun itu bawa percepat kuda nya." Ucap Olav.
"Ba-baik!"
Kedua perajurit dengan cepat memutar balik kuda dan lari.
"Seharus nya jumlah itu dapat di tangani tuan muda dengan cepat, kenapa kita lari?" Bertanya Erica.
"Itu adalah tugas mu melindungi ku Erica, jika kesatria belum mati maka raja belum boleh turun tangan, lau mengerti kan?" Ucap Olav.
__ADS_1
"Maaf kan atas kurang nya kekuatan saya tuan muda." Ucap Erica.