
Mansion Lord kota
"Ya aku sudah sangat lama tidak membedah tubuh manusia, sekarang malah belepotan sana sini." Ucap Olav berjalan kearah kamar mandi.
'Ah mulai lagi tuan muda ngehalu jadi raja pembunuh.' Batin Erica menganggap Olav halusinasi saat membicarakan hal seperti itu.
Olav kadang kali mengingat masa lalu nya dan tanpa menahan diri mengucapkan nya namun karena tidak memahami maka Erica menganggap nya halusinasi tuan muda iblis nya.
Olav mandi untuk membersihkan tubuh nya dari noda darah dan yang paling penting adalah bau nya.
Setelah mandi ia memilih untuk tidur namun Hestia menguasai seluruh tempat tidur, meskipun Erica sudah memberikan aba aba untuk tidak berisik tapi Olav mengabaikan nya dan memilih membangunkan Hestia.
"Hestia bangun, oi Hestia aku tidak kebagian tempat." Ucap Olav.
'Dasar tuan muda, tapi saat seperti ini dia terlihat seperti anak anak seumuran nya.' Batin Erica.
"Mm.. Olav ada apa?" Bertanya Hestia yang terbangun.
"Kau mengambil semua tempat, perbaiki posisi tidur mu." Ucap Olav.
"Kau tidur di sini?" Terkejut Hestia.
"Kau pikir tidur di mana lagi, hanya ini tempat tidur di ruangan ini." Ucap Olav.
"Ba-baik lah." Hestia menggeser tubuh nya namun ini juga sangat memalukan karena ia tidak pernah tidur satu ranjang dengan laki laki.
"Kau juga tidur lah Hestia, manfaatkan kesempatan beristirahat sebaik mungkin." Ucap Olav memperbaiki posisi tidur nya.
"Di sini?" Bertanya Erica tidak yakin.
"Sudah ku bilang manfaatkan istirahat sebaik mungkin, tidur di mana tubuh mu bisa beristirahat dengan baik." Ucap Olav.
"Kalau begitu permisi tuan muda." Erica dengan gaun tipis nya mulai tidur di samping Olav.
"Tidur mungkin besok kita akan di buru." Ucap Olav dengan suara kecil sehingga Erica dan Hestia tidak dapat mendengar nya.
...
Pagi hari
__ADS_1
Mansion Lord kota
Pagi buta Olav sudah terbangun terlebih dahulu untuk menggunakan kamar mandi sebelum para gadis bangun dan berebut kamar mandi apa lagi mereka sangat lama.
Begitu Olav selesai menggunakan pakaian nya, Erica dan Hestia baru terbangun, Hestia langsung kebingungan karena terbang di tempat yang asing bagi nya.
"Aku di mana!?" Bertanya Hestia setengah tersadar.
"Di rumah orang." Jawab Olav.
"Oh iya kita sedang di perjalanan." Ucap Hestia berjalan ke kamar mandi bersama Erica. "Entah kenapa rasa nya sangat dingin." Sambung Hestia.
"Sebentar lagi musim dingin sih." Ucap Erica.
"Musim dingin." Gumam Olav.
Mjsim dingin tahun lalu ia hanya fokus menempa jadi tidak terlalu memperdulikan musim namun musim dingin adalah hal yang paling Olav benci.
Saat musim dingin ia tidak bisa menjalan kan misi, jika mendapat misi sulit di musim dingin maka tidak ada tempat untuk tidur jika misi nya misi terbuka atau di tempat terbuka seperti hutan, laut, pantai dan gunung.
"Aku benar benar lupa jadwal musim di dunia ini." Ucap Olav membuka jendela bersamaan dengan angin sejuk yang seakan menembus kulit.
Olav baru menyadari bahwa kemungkinan besar aktifitas monster meningkat karena akan menghadapi musim dingin.
"Apa yang kau lihat Olav?" Bertanya Olav saat meletakkan beberapa kertas di atas peta yang selalu ia bawa.
"Aku menemukan peta lokasi beberapa kelompok bandit dari bandit pengintai semalam." Jawab Olav.
"Oh yang semalam." Erica langsung mengingat kejadian semalam.
"Memang nya ada bandit semalam?" Bertanya Hestia namun tidak ada yang menjawab nya.
"Lalu apa ini tuan muda?" Bertanya Erica menunjuk kertas yang mirip surat.
"Aku mendapatkan nya dari burung pembawa pesan yang kebetulan lewat." Ucap Olav.
"Mencegat burung membawa pesan milik orang lain itu tidak sopan loh tuan muda." Tergur Erica.
"Tidak masalah jika berada di lokasi perang." Ucap Olav.
__ADS_1
"Masalah nya ini bukan lokasi perang, ini kerajaan." Ucap Hestia.
"Sudah lah aku juga tidak salah tangkap burung, burung ini milik bandit yang saling mengabarkan lokasi saat pindah lokasi jadi beberapa lokasi dari mereka sudah aku kunci." Ucap Olav memberikan tanda silang pada map tepat nya di hutan bahkan di dalam kota.
"Kenapa tuan muda menandai di dalam kota? Apa ini titik lokasi kita jika begitu kenapa tidak di tandai O saja?" Bertanya Erica.
"Ini lokasi bandit yang ada di dalam kota, yang tadi malam ternyata hanya mengintai di jalan di depan gerbang saja." Ucap Olav.
"Apa yang akan kau lakukan Olav?" Bertanya Hestia.
"Kalian tidak perlu ikut, aku hanya akan bertanya pada beberapa om om di mana lokasi anggota mereka." Ucap Olav.
"Tidak tidak tuan muda, jelas nita tuan muda bukan bertanya." Ucap Erica.
"Pokok nya nikmati waktu kalian." Ucap Olav baru saja ingin meninggalkan kamar namun seorang pelayan berdiri di depan pintu. "Ada apa?" Bertanya Olav.
"Selamat pagi tuan muda Olav, sarapan susah siap silahkan ikut saya." Ucap pelayan tersebut membimbing jalan.
"Kita sarapan dulu tuan muda." Ucap Erica.
"Makan hmm' makan." Hestia tampak senang.
"Baik lah, aku tidak bisa bertanya baik baik saat perut kosong." Ucap Olav menurut.
Akhir nya Olav harus sarapan dan terjebak dalam perbincangan meja makan hampir satu jam karena lord kota membahas sana sini sementara Erica terus menghentikan Olav demi menjaga martabat nya.
Setelah lolos dari cerita panjang di pagi hari, Olav kemudian menuju kota dan berjalan ke arah lokasi yang di beri tahu kan oleh bandit semalam, juga menurut lord kota sebelum nya para perajurit sudah memulai ekspedisi di dalam hutan meskipun Olav tau itu percuma tapi Olav tidak menghentikan nya.
Saat berjalan di kota hingga tiba di beberapa bangunan yang menjadi lokasi namun bandit semalam tidak memberitahu kan spesifik nya jadi Olav tidak tau bangunan yang mana menjadi markas mereka.
"Om om itu terlihat mencurigakan, masuk ke sana saja." Ucap Olav saat melihat dua pria dewasa berjaga di depan pintu sebuah rumah.
"Nak, anak kecil di larang masuk ke sini." Ucap om om tersebut menghentikan Olav.
"He?" Olav melihat ke dalam dan ternyata ini adalah rumah bordil.
Olav kemudian berjalan ke rumah yang satu nya namun lagi lagi om om penjaga pintu menghentikan nya.
"Nak, anak kecil tidak boleh minum bir." Ucap om om tersebut.
__ADS_1
"Sial!" Olav menghentak hentakkan kaki nya saat melihat itu adalah bar biasa. "Kenapa aku tidak membawa Erica?" Kesal Olav pada diri nya sendiri.
Olav memilih untuk berkeliling di area yang di tandai sebelum mendengar sesuatu yang pasti membawa nya pada sarang para bandit.