
Angse City
Mansion keluarga Bonar
'Seperti dia tidak mengenal ku, apa dia tidak melihat pertunjukan sebelum nya, kemana dia pergi tadi?' Batin Olav.
"Sudah lah pokok nya jangan mengulangi nya lagi." Ucap gadis kecil tersebut meninggalkan Olav saat Olav sedang terdiam.
"Kau mau kemana setelah menyiram sepatu ku?" Bertanya Olav menangkap tangan gadis kecil itu.
"Aku menyelamatkan mu bukan menyiram mu." Ucap nya membela diri.
"Tidak kau jelas menyiram sepatu ku." Ucap Olav.
"Anggap sebagai permintaan maaf ku, itu permen terakhir ku." Ucap nya memberikan permen sebelum pergi.
"Ha?" Olav mematung di tempat karena setelah sepatu nya di siram Wine sekarang ia di berikan permen sebagai permintaan maaf. "Apa kah aku terlihat seperti bocah?" Bertanya Olav yang tidak menyadari bentuk tubuh nya yang kecil.
Setelah beberapa saat para tamu berbincang bincang, pesta akhir nya selesai atau lebih tepat nya di bubarkan lebih awal darii yang seharus nya karena sang toko utama sedang pingsan dan di rawat di dalam mansion.
Para tamu termasuk Olav dan Fergar mai kembali ke mansion atau kekediaman mereka masing masing.
Di dalam kereta Olav..
"Ayah tidak tau kau sehebat itu." Ucap Fergar.
"Menjadi pandai besi tidak semudah menumpas sarang goblin ayahanda, jadi Olav juga menempa tubuh untuk bisa membuat senjata." Ucap Olav salah mengumpamakan.
"Jadi menumpas sarang goblin lebih mudah." Ucap Fergar yang memang tidak terlalu percaya bahwa anak nya lah yang menumpas sarang goblin karena ada Erica yang mengikuti nya.
"Olav sedikit penasaran, kenapa keamanan kota tidak terlalu kuat saat jumlah perajurit yang tertulis sangat banyak?" Bertanya Olav.
"Hampir semua perajurit sedang bersiap di perbatasan, saat ini kita masih konflik ringan dengan kerajaan tetangga jadi sering kali ada perang di perbatasan." Jawab Fergar.
"Jadi karena itu mulai banyak muncul bandit bandit yang bahkan masuk ke dalam kota." Ucap Olav.
"Kenapa kau bisa tau itu Olav?" Bertanya Fergar bingung dari mana putra nya ini mendapatkan informasi.
"Ayahanda, kurasa orang orang itu adalah bandit." Ucap Olav menunjuk beberapa kereta kuda melalui jendela kereta nya di mana kereta yang ia tunjuk di tutup kain.
"Kenapa kau berpikir begitu Olav?" Bertanya Fergar.
__ADS_1
"Olav tidak tau untuk apa tapi yang mereka bawa di dalam kereta itu adalah manusia loh ayahanda, selain itu wajah mereka jelek jelek." Ucap Olav menambahkan hal konyol agar Fergar tidak terus mempertanyakan nya.
"Kalau di perhatikan baik baik itu memang manusia ya." Meskipun gelap dengan sedikit penerangan namun Fergar dapat melihat tangan yang tersalip di antara kain yang menutupi mereka.
"Mereka berbelok ke arah pasar budak, ah jelas sudah mereka adalah bandit." Ucap Olav.
"Ahh sial kenapa ada bandit di ibu kota." Fergar langsung melompat dari kereta dan mengejar kereta bandit tersebut.
Dengan sedikit serangan angin langsung me dorong tubuh Fergar melaju dan menghentikan dua kereta kuda.
"Punya sihir ternyata sangat efisien." Gumam Olav.
"Apa yang kau lakukan!? Minggir kau bisa di tabrak!" Ucap salah satu bandit.
"Aku duke Fergar Von Villea, perlihatkan apa yang kalian bawa." Ucap Fergar memperkenalkan diri.
"Tidak mungkin, saat ini seluruh bangsawan sedang berkumpul di rumah bangsawan Jodnar, serang dia!" Teriak nya pada anggota nya karena dia tidak ingin berhenti di sini dan ketahuan perajurit.
"Hyaa minggir!" Seorang bandit membawa pedang langsung menyerang ke depan.
"Menyerang bangsawan maka pantas untuk di hukum." Ucap Fergar mengaktifkan sihir yang entah Olav tidak tau namun Fergar langsung berada di dekat bandit yang menyerang nya dengan tangan menembus jantung si bandit layak nya sednag berteleportasi.
"Dasar cheater." Olav yang mencintai kekuatan tentu merasa iri pada orang orang yang memiliki sihir.
"Jangan taku kita juga memilki penyihir." Ucap salah satu dari mereka lalu muncul seorang kakek kakek yang membawa tongkat sihir.
"Jangan dendam pada ku, wahai api yang membakar segala nya, bakar lah musuh ku dengan api besar mu." Ucap kakek tersebut memunculkan kobaran api yang kemudian melaju ke arah Fergar.
"Saat tua seharus nya kau lebih menghargai sisa waktu mu." Ucap Fergar yang sudah berada di sebelah kanan nya.
"Apa-" kakek kakek sihir itu tiba tiba tumbang atau lebih tepat nya meninggal.
"Apa kah masih ada yang mau melawan? Cepat perlihatkan barang bawaan kalian! Ini perintah." Ucap Fergar.
"Sial! Lari semua nya lari!" Para bandit memilih kabur karena tidak akan ada harapan bisa lolos jika duke Fergar melihat barang bawaan mereka.
Shing!
Bruk!
Tiba tiba saja semua kaki mereka terpotong dan terjatuh secara bersamaan.
__ADS_1
"Empat bandit berhasil di lumpuhkan." Ucap Olav mengibaskan pisau nya untuk menghilangkan noda darah.
"Apa Olav mengikuti jejak ibu nya?" Fergar terkejut dengan putra yang berusia sebelas tahun namun tanpa ampun dan tidaj berperasaan memutus kaki orang lain.
"Bagaimana kemampuan ku ayahanda?" Bertanya Olav ingin di puji.
"Nn kau hebat." Untuk sekarang Fergar harus memuji perkembangan putra nya.
"Uwaa... mereka adalah pedagang batu bara yang sering Olav kunjungi toko nya." Ucap Olav yang sebenar nya sudah tau dari tadi maka nya ia tau bahwa itu adalah bandit.
"Apa kau tidak berbohong Olav?" Bertanya Fergar melihat beberapa orang yang tidur karena sebuah sihir penidur.
"Ayahanda.. apa guna nya Olav berbohong." Ucap Olav menyimpan pisau nya.
"Bandit semakin merajalela akhir akhir ini." Ucap Fergar muli membangun kan mereka menggunakan sihir nya.
"Ku rasa ayahanda harus membuat quest di guild untuk pembasmian bandit." Ucap Olav berjalan masuk ke kereta kuda nya.
"Nanti ayah akan memikirkan nya." Fergar juga ikut masuk ke dalam kereta kuda meninggalkan korban yang mulai terbangun.
...
Pagi hari
Saat Olav mengetahui Fergar belum juga berangkat istana ia pun langsung bergegas keruang kerja Fergar karena merasa akan mendengar kabar baik.
Ruan kerja Fergar
Bruk!
"Ayahanda! Ternyata benar ayahanda belum berangkat." Ucap Olav langsung membuka pintu dengan keras.
"Ad apa Olav ayah sedang sibuk." Ucap Fergar tidak meladeni Olav bahkan setelah membuat keributan.
"Apa yang ayahanda lakukan?" Olav bertanya dengan semangat.
"Ini tidak ada hubungan nya denga-" Fergar tiba toba terhenti saat melihat Olav bagaikan anak anjing yang minta makan dengan ekor yang terus mengibas ibas. "Beberapa wilayah kekuasaan ayah mendapat masalah." Fergar menjawab pertanyaan Olav.
"Bandit? Monster?" Olav bersemangat untuk melakukan pembasmian.
"Kedua nya, beberapa aktifitas monster mulai tidak terkendali sedangkan bandit semakin memanfaatkan kesempatan dengan memotong jalur perdagangan." Ucap Fergar menjelaskan.
__ADS_1
"Baik Olav siap berangkat untuk membasmi mereka." Ucap Olav.