
Malam hari
Mansion bangsawan Villea
Meja makan
"Jadi apa sekarang kamu sudah bisa memperkenalkan nya pada ku?" Bertanya Fergar setelah menyelesaikan makan malam nya juga memastikan Olav dan Hestia telah selesai.
"Hestia." Jawab Olav singkat.
"Olav, bisa kah kau lebih serius menjawab saat ayah bertanya?" Ucap Fergar seakan memohon.
"Dia Hestia." Jawab Olav menambahkan kata dia di depan nya.
"Olav." Fergar habis pikir dengan putra satu satu nya ini.
"Yah mau bagaimana lagi ayahanda, Hestia tidak memiliki nama belakang dan nama nya hanya Hestia." Ucap Olav menjelaskan.
"Yah setidak nya beritahu ayah hubungan kalian, bagaimana kalian bertemu atau asal Hestia." Ucap Fergar memang salah bertanya namun ia tidak mengira putra nya itu tidak akan memahami pertanyaan nya.
"Kenapa pertanyaan ayahanda seperti saat menghadapi anak yang ingin memperkenalkan calon istri nya?" Olav bertanya balik.
"Sudah lah Olav tolong jawab pertanyaan ayah dulu." Ucap Fergar tambah pusing.
"Dia Hestia, kami bertemu di hutan utara yah kurasa ayahanda sudah mendengar kabar nya." Ucap Olav sedikit memperkenalkan.
"Ayah memang sudah mendengar kau menyelamatkan beberapa korban dari sarang goblin tapi kenapa harus membawa nya pulang dan kenapa hanya dia, apa kah ada alasan khusus?" Bertanya Fergar secara terus terang karena malas mengulangi nya jika Olav tidak paham.
"Karena dia adalah warga biasa yang bisa sihir." Ucap Olav memberikan jawaban yang mungkin bisa di terima ayah nya.
"Tidak tidak, warga biasa yang bisa sihir itu bukan langkah, ada banyak di guild dan lagi kau pernah mengatakan nya pada ayah sampai ayah pun merasa terhina, 'sihir hanya untuk orang lemah' kau mengatakan itu dulu." Ucap Fergar menunjuk nunjuk wajah Olav saat mengingatkan nya.
"Oh aku pernah mengatakan itu yah." Olav kembali mengingat ingat padagal ia ingat.
"Ah sudah lah, ayah tidak akan mencampuri urusan mu lagi, selama kau tidak membuat masalah bagis ayah maka terserah kau saja." Fergar mempercayakan segala keputusan pada Olav karena ia juga melihat perkembangan Olav selama satu tahun ini.
"Terima kasih ayahanda, Olav tidak akan mengecewakan ayahanda." Ucap Olav.
"Jadi.. Hestia kan?" Fergar memastikan nama Hestia.
"Iya tuan duke." Jawab Hestia.
"Olav memang sangat keras kepala namun dia adalah anak yang baik jadi tolong jaga dia." Ucap Fergar seakan menyerahkan putra nya pada orang lain.
"Baik tuan duke." Jawab Hestia sebelum tersenyum sombong ke arah Olav.
'Sial! Hestia sudah punya koneksi dengan ayah sekarang aku tidak bisa sembarang mengendalikan nya lagi." Batin Olav.
__ADS_1
"Besok ayah akan kembali sibuk jadi Olav apa kah ada hal yang kau inginkan dari ayah?" Bertanya Fergar.
"Tidak ada." Jawab Olav.
"Apa kau tidak membutuhkan uang? Terakhir kali aku memberikan mu uang adalah lima ratus koin emas tahun lalu." Ucap Fergar seakan ingin putra nya itu bermanja dengan nya.
"Tidak perlu ayahanda, uang tahun lalu masih tersisa banyak." Ucap Olav meskipun sebenar nya hanya tersisa seratus koin emas karena Olav menghabiskan banyak koin emas membeli ingot besi untuk belajar menempa atau membuat senjata.
"Sebenar nya ayah ingin kau mengatakan ini meskipun hanya bohongan 'aku menginginkan kasih sayang ayah' begitu." Ucap Fergar memperagakan ekspresi Olav seandai nya Olav mengatakan hal tersebut.
"Jijik-_-." Hanya itu tanggapan Olav.
"Baiklah kalau memang sudah tidak ada ayah ingin ke kamar dulu untuk beristirahat :(." Ucap Fergar berjalan dengan lesu menuju kamar nya.
"Kau yang terlihat sulit menghormati orang lain lalu kenapa kau menghormati ayah mu?" Bertanya Hestia.
"Karena dia memberikan ku uang jajan." Ucap Olav berdiri meninggalkan tempat duduk namun alsan sebenar nya bukan lah itu.
"Bukan kah kau hanya menghormati orang yang pantas di hormati?" Bertanya Hestia mengikuti Olav drngan slogan yang sering di gunakan oleh Olav.
"Fergar Von Villea adalah salah satu nya." Ucap Olav.
"Salah satu yah? Aku tidak tau kau ternyata masih punya orang lain yang kau hargai." Ucap Hestia seakan mengejek.
"Gilbert." Ucap Erica tiba tiba menjawab.
"Siapa?" Bertanya Hestia.
"Mungkin aku harus kembali ke sana segera." Ucap Olav ingin berkunjung.
"Tuan muda kita belum satu hari meninggalkan toko tuan Gilbert sekarang tuan muda ingin berkunjung lagi." Ucap Erica.
"Mungkin karena kebiasaan ku setiap hari kesana, ah lupakan aku ingin latihan jadi jangan mengganggu ku." Ucap Olav masuk ke kamar nya dan menutup pintu.
Krieet!
"Tolong antar Hestia ke kamar sebelah." Ucap Olav kembali membuka pintu sebelum menutup nya.
"Tenru saja lah yah." Ucap Erica padahal berharap malam ini tuan mudah kecil nya itu dapat melepaskan keperjakaan nya.
...
Kamar Olav
[Status
18:57
__ADS_1
Nama : Olav Von Villea
Ras : Manusia
Mp : 0/0
Title : (Reincarnation) (Prince Noble).
Class : (Noble) (Blacksmith) (Ranger).]
[Skill
-Teknik pernapasan.
Skill Regen, Buff : Tingkat satu, meregenerasi luka dan mengumpulkan stamina.
Skill Buff : Tingkat dua, mengumpulkan energi untuk membentuk kekuatan tubuh.
Skill Damage : Tingkat tiga, melepaskan energi tubuh dan menyalurkan nya pada pukulan atau sesuatu untuk memperparah kerusakan pada target.
Skill Buff : Penglihatan malam
-Pandai besi.
Skill Buff : Enhance, Memberikan 50% peningkatan pada senjata yang di buat.
Skill Buff : Blacksmith Hand, Dapat mengubah wujud material apapun.]
"Meskipun aku belum berhasil memaksimalkan teknik pernapasan tingkat kedua tapi aku sudah berhasil membuka tingkat ketiga." Ucap Olav kembali menggunakan teknik pernapsan tingkat dua untuk memperkuat tubuh nya lagi.
Tubuh Olav memang sudah menjadi lebih kuat dari pada anak seusia nya karena telah melakukan teknik pernapasan tingka kedua sejak beberapa bulan lalu namun tetap saja itu belum maksimal karena tubuh Olav masih terus berkembang dan kapasitas energi yang di perlukan terus bertambah.
Olav setiap malam selalu melakukan meditasi tiga jam sampai lima jam sebelum tidur, ini merupakan teknik yang di ajarkan seorang pembunuh yang dulu mengajak nya masuk ke dunia pembunuhan.
...
Pagi hari
"Tuan muda kita akan kemana hari ini?" Bertanya Erica karena selama satu tahun hari libur nya bersama Olav hanya saat Olav mendapatkan patah tulang rusuk jadi Erica hanya tahu bahwa tidak ada hari yang akan di sia siakan oleh Olav termasuk hari ini.
"Aku sedikit penasaran dengan guild di sini." Ucap Olav berjalan keluar dari mansion.
"Kalau begitu hari ini kota akan ke guild tuan muda." Ucap Erica.
"Hestia kau Hunter kan? Pasti pernah ke guild, seperti apa guild itu?" Bertanya Olav sambil berjalan.
"Tempat berkumpul nya orang orang yang tidak memiliki pekerjaan." Padangan Hestia tentang guild lebih parah dari pada yang Olav duga.
__ADS_1
...----------------...
(TL note : lupa menuliskan karena terlalu seru dalam melanjutkan cerita, bahasa di dunia ini entah kenapa Olav secara langsung mengerti, ia memanfaatkan buku di mansion untuk memperlajari huruf dan kadang bertanya pada Gilbert.)