Raja Pembunuh Melawan Takdir!

Raja Pembunuh Melawan Takdir!
Chp 24, Memulai perjalanan


__ADS_3

Angse City


Mansion bangsawan Villea


"Baik Olav siap berangkat untuk membasmi mereka." Ucap Olav.


"Aku belum menyuruh mu Olav." Ucap Fergar. "Ayah akan membentuk pasukan perajurit yang tersisa kemudian mengirim mereka." Sambung nya.


"Bagaimana dengan Olav?" Bertanya Olav.


"Kamu diam saja di mansion mulai lah belajar, sebentar lagi kau akan berusia lima belas tahun jadi kau akan segera sekolah di akademi kesatria." Ucap Fergar.


"Tenang saja ayah, Olav akan menyelesaikan misi pembantaian dengan baik." Ucap Olav seakan sudah dapat perintah.


"Sudah ayah bilang ayah tidak menyuruh mu untuk pergi membantai mereka!" Ucap Fergar.


"Tapi Olav akan tetap pergi." Ucap Olav.


"Haih.. baik lah tapi kau hanya akan ke kota dan desa ter dekat saja, saat sampai kau harus tinggal di desa dan jangan kemana mana sebelum perajurit kembali dari pembasmian monster dan bandit." Ucap Fergar seakan memiliki tujuan lain.


"Siap ayah." Ucap Olav langsung keluar dan menutup pintu.


"Seperti nya tidak ada salah nya juga menyuruh nya untuk belajar memimpin desa." Ucap Fergar.


Saat ini Olav sangat terancam sebagai penerus kepala keluarga karena kebanyakan pendukung lebih mendukung Bonar, jadi lebih baik mengajari Olav cara memimpin masyarakat mulai dari sekarang agar nanti ia bisa menjadi lord kota jika gagal sebagai Duke.


Selain itu memimpin masyarakat juga sangat berguna untuk mendukung nya menjadi kepala keluarga jika Olav memimpin dengan baik dan di cintai masyarakat.


Fergar juga menganggap Olav akan aman karena di temani oleh seorang kesatri tingkat kedua yaitu Erica dan seornag penyihir yang cukup kuat untuk mengerjakan misi tingkat B sendirian yaitu membunuh Fire Salamander.


Padahal Olav sengaja mengerjakan misi sulit dengan nama Hestia memang untuk memalsukan informasi yang di terima ayah nya.


...


Angse City


Keesokan hari kemudian tiga puluh perajurit berkuda atau lebih tepat nya kesatria tingkat kedua berkuda berkumpul di depan mansion keluarga Villea.


"Misi kalian kali ini sangat lah penting, bandit dan monster terus merajalela menyerang pedagang bahkan merampok desa desa, masa depan warga berada di depan kalian jadi lakukan misi ini dengan baik, berangkat!" Ucap Duke Fergar Von Villea memberangkatkan kan perajurit tentu ia tidak ikut.

__ADS_1


Sementara itu di dalam kereta Olav sedang berbaring di atas paha Erica karena selain empuk ini juga lebih hangat dan nyaman dari pada bantal.


"Saya kagum tuan muda bisa mendapat izin, tuan muda memang hebat." Puji Erica menyuapi Olav anggur bagaikan seorang pangeran.


"Ini hanya hal kecil, cukup bertingkah manis saja di depan ayahanda maka selesai." Ucap Olav mengunyah anggur nya.


"Tapi kau di larang ikut dalam pembasmian kan, Untuk apa kau ikut?" Bertanya Hestia.


"Kau seharus nya sedikit lebih senang Hestia, kita akan menuju kampung halaman mu loh, kita akan menuju desa Cornell." Ucap Olav.


Desa Cornell yang merupakan asal Hestia sebelum datang ke kota adalah sebuah desa yang penghasilan utama nya kebun apel juga merupakan desa di bawah naungan keluarga bangsawam Duke Villea.


"Aku senang tapi.. aku tidak tau harus bilang apa pada ibu." Ucap Hestia memegang kepala nya.


"Bilang saja aku di pelihara anak bangsawan." Ucap Olav dengan santai nya.


"Kalau begitu aku akan terlihat seperti perempuan dari rumah bordil." Ucap Hestia.


"Ya.. nanti juga kau akan tau harus bilang apa saat berhadapan dengan ibu mu, tidak perlu di pikirkan." Ucap Olav.


"Baik lah." Hestia berusaha untuk memikirkan hal lain.


"Meskipun kita berjalan bersama dengan para perajurit tapi sebenar nya tidak, ini hanya sekedar jalan bersama, tujuan berbeda." Ucap Olav mengalihkan topik.


"Tentu kita harus ikut pembasmian, aku ingin melihat segala jenis monster di dunia ini." Ucap Olav.


Selain itu Olav juga lebih mudah mendapatkan skill jika melawan monster.


"Para perajurit juga seperti nya tidak ada niat untuk mengawasi tuan muda." Ucap Erica melihat kearah jendela.


"Fergar memiliki rencana lain yang aku tidak ketahui, yang pasti nya entah apapun itu pasti berhubungan dengan ku." Ucap Olav karena Fergar tidak akan mengizinkan nya pergi begitu saja.


"Aku juga berpikir begitu." Ucap Hestia. "Siapa yang akan membiar kan bocah sebelas tahun pegi sendirian, aku saja butuh waktu lama untuk meyakin kan ibu ku." Sambung Hestia sudah merasakan nya.


'Yang aku khawatirkan adalah desa mu Hestia.' Batin Olav.


Sebelum Olav pergi dari ruang kerja Fergar, Olav sempat melihat data beberapa tempat yang menjadi tempat para bandit berburu harta dan salah satu nya adalah desa Cornell.


Sebelum tiba di kota selanjut nya mereka perlu singgah dan beristirahat semelaman sebelum melanjutkan perjalanan di pagi hari dan akhir nya tiba di kota selanjut nya saat siang hari.

__ADS_1


Namun kota tersebut bukan lah wilyah milik bangsawan Duke Villea jadi mereka hanya melewati nya dan berhasil tiba di kota selanjut nya keesokan hari nya tepat sore hari, tentu setelah beristirahat semalam di perjalanan.


Alasan tidak melanjutkan perjalanan saat malam tentu hanya lah alasan biasa, aktifitas monster lebih aktif saat malam, bisa di sergap kapan saja, penglihatan pendek dan masih banyak bahaya lagi.


Namun setelah melewati perjalanan yang begitu jauh akhir nya mereka tiba di kota pertama wilayah kekuasaan keluarga bangsawan Duke Villea.


...


Malam hari


Mansion Lord kota


"Jadi aku hanya akan duduk di sini?" Bertanya Olav saat setelah makan malam di mansion penguasa kota sekarang ia beristirahat di kamar.


"Seperti nya begitu tuan muda, para perajurit juga langsung beristirahat karena besok akan memulai ekspedisi pencarian markas bandit." Ucap Erica.


"Usah mansion nya sempit sampai hanya menyediakan satu kamar untuk dua orang." Ucap Olav berjalan kearah jendela kemudian membuka nya.


'Kurasa itu karena menganggap tuan muda membutuhkan pengasuh.' Batin Erica tidak bisa mengatakan nya.


Klack!


Olav mengangkat senapan tipe sniper nya dan menggunakan teleskop nya untuk melihat area hutan, tentu di bantu penglihatan malam.


"Teleskop ini dapat men scope sejauh lima kilo meter, meskipun tidak sejernih buatan di bumi tapi ini masih lebih baik dari mata telanjang." Gumam Olav.


"Apa yang kau lakukan Olav?" Bertanya Hestia.


"Sial tidak kelihatan." Olav tidak menjawab pertanyaan Hestia dan menurunkan sniper nya serta menutup jendela. "Apa di mansion ini ada menara nya?" Bertanya Olav.


"Ada dua tuan muda." Ucap Erica.


"Antar aku ke yang paling tinggi." Ucap Olav.


"Dua dua nya memiliki tinggi yang sama tuan muda." Ucap Erica.


"Kalau begitu di mana aku bisa melihat semua isi kota?" Bertanya Olav.


"Manara di sebelah kanan tuan muda." Jawab Erica.

__ADS_1


"Antar aku kesana." Ucap Olav.


"Baik tuan muda." Ucap Erica dan mereka mulai berjalan ke arah menara yang di maksud.


__ADS_2