Raja Pembunuh Melawan Takdir!

Raja Pembunuh Melawan Takdir!
Chp 32, Perjalanan baru di mulai


__ADS_3

Desa Cornell


Dengan perintah Olav juga perintah langsung dari Duke Fergar para kesatria kemudian di pulangkan dari desa Cornell setelah tiga hari dan misi di anggap selesai karena cuaca akan masuk ke musim dingin dan monster dapat di pastikan tidak akan melakukan banyak pergerakan.


Olav juga secara resmi di akui sebagai kepala desa meskipun yang bertanggung jawab adalah Erica dan Duke Fergar namun penduduk desa tetap mematuhi.


Tidak ada waktu bagi warga untuk bersedih karena sedang musim panen sebelum musim dingin para warga mulai sibuk terutama yang banyak meninggal adalah kalangan laki laki jadi ini akan menjadi musim dingin yang sangat berat bagi desa Cornell.


Olav tidak memiliki pengalaman memimpin desa dan juga tidak memiliki pengalaman dalam memanen buah apel jadi keberadaan Olav benar benar hampir hilang.


Semuanya baru Olav akan pelajari namun Olav memiliki kepercayaan diri terhadap keahlian nya dalam pandai besi, Olav meminta ayah nya Fergar mengirim ingot besi yang banyak serta persediaan batu bara juga membuka jalur perdagangan yang lebih besar di dua kota yang desa Cornell menjadi penghubung nya.


Olav mulai merasakan saat ia harus membuat bangunan dari awal di zaman seperti ini dengan menggunakan pasir dan semen yang ada namun Olav yakin semen di dunia ini jauh lebih keras dari semen di bumi.


Olav membangun gudang untuk ia menempa sementara semua orang bersiap memasuki musim dingin, ia juga harus melawan dingin dan tetap berada di luar untuk menyelesaikan proyek nya.


Tentu Olav mengerjakan tugas nya sebagai kepala desa yaitu tetap mengurus segala ekonomi desa, perdagangan keluar desa, untuk pembayaran upeti Olav meminta ayah nya agar desa Cornell tidak perlu membayar upeti ke penguasa kota tetangga.


Dengan begitu warga desa tetap dapat membeli bahan makanan untuk musim dingin menggunakan hasil panen dari apel mereka.


Satu bulan kemudian Olav sudah hampir menyelesaikan gudang nya namun belum juga ada tanda tanda ia akan membuat tungku pencairan besi karena untuk sementara ia tidak memerlukan nya jika menggunakan skill Blacksmith Hand nya.


"Tuan muda Olav bekerja keras yah, bangunan nya sudah hampir jadi." Ucap seorang kakek kakek yang terus menyapa Olav di pagi hari.


"Oh kakek selamat pagi, ini akan selesai besok." Ucap Olav balik menyapa saat ia sedang membuat atap pada gudang nya.


"Ha.. maaf karena tidak dapat membantu tuan muda, kami juga sedang kekurangan orang untuk memanen apel." Ucap kakek tersebut.


"Tidak masalah, justru saya meminta maaf karena tidak dapat membantu memanen apel saat warga sedang kekurangan orang." Ucap Olav mencoba untuk bersikap layak nya kepala desa.


"Saya masih ada urusan jadi permisi dulu." Ucap kakek tersebut.


"Ya." Olav kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Yang Olav bangun hanya lah gudang persegi panjang dengan lebar enam meter dan panjang dua puluh meter, Olav berusaha untuk membuat yang sederhana saja agar cepat selesai.


"Salju mulai turun." Ucap Olav saat melihat cairan putih yang dapat mengambang mulai turun. "Seperti nya aku harus menyelesaikan nya hari ini sebelum hari esok."


Olav akan kesulitan untuk membuat atap saat salju lebat, selama seharian Olav tidak beristirahat kecuali makan siang yang di bawakan Hestia hingga malam hari dan akhir nya ia berhasil menyelesaikan gudang nya.


Malam hari..


"Ini sudah terlihat seperti tempat bekerja yang lebih baik." Ucap Olav.


Olav kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan membuat beberapa item untuk menghiasi ruang tentu dengan menggunakan ingot besi karena ia akan lebih cepat jika menggunakan ingot besi.


Saat Olav masih fokus bekerja bahkan sampai lupa menyalakan obor karena memiliki skill penglihatan malam, Erica datang membawakan nya obor.


"Tuan muda ini sudah gelap, tolong beristirahat lah." Ucap Erica mengkhawatirkan tuan muda kecil nya.


"Ya sebentar lagi." Mengangguk Olav membuat banyak item yang sama.


"Apa yang tuan muda buat?" Bertanya Erica.


"Hari sudah mulai sangat dingin, warga membutuhkan penghangat yang lebih baik." Jawab Olav.


"Tapi mereka sudah memiliki pembakaran di setiap rumah mereka." Ucap Erica.


"Dengan item pemanas ruangan ini akan lebih efisien dari pada menggunakan cerobong asap karena ini dapat untuk di pindahkan." Ucap Olav.


"Ternyata tuan muda sangat mengkhawatirkan warga." Ucap Erica.


"Aku hanya berusaha memenuhi tugas ku Erica." Ucap Olav berjalan keluar dari ruangan nya.


"Tapi sekarang sudah saat nya untuk istirahat bagi kepala desa cilik kita." Ucap Erica sedikit bercanda.


"Seperti nya begitu." Ucap Olav menanggapi candaan Erica.


"Eh? Tuan muda menanggapi candaan ku?" Erica seakan tidak percaya.


"Ah.. sudah saat nya istirahat." Ucap Olav meregangkan seluruh otot nya karena merasa puas setelah pekerjaan bulanan nya selesai.

__ADS_1


...


Keesokan hari nya Olav kembali membuat pemanas ruangan setidak nya cukup untuk seluruh warga desa baru lah Olav akan membagikan nya meskipun ia sudah memasang satu di rumah Hestia sebagai contoh untuk warga agar mereka dapat menerima nya.


Saat sementara Olav terus memproduksi item ia tiba tiba mendengar suara keributan dari luar, Olav segera mengecek nya dan melihat banyak warga yang berlarian ke arah kebun apel sambil membawa senjata seada nya.


"Apapun yang membuat kalian membawa senjata namun itu tetap tindakan ceroboh sampai wanita dan orang tua pun membawa nya." Ucap Olav segera berlari menyusul mereka untuk melihat apa yang terjadi.


Saat sampai di kedalam kebun apel, Olav melihat seekor beruang berwarna putih yang sangat tinggi dan beberapa warga yang terluka, Erica dan Hestia mencoba untuk menghentikan atau sekedar mengusir beruang es tersebut namun kekuatan mereka sangat kurang hingga beruang es terus mengamuk sana sini.


"Hati hati!" Teriak Olav saat melihat seorang warga yang akan di serang oleh beruang es.


Satu hentakan kaki Olav membawa nya langsung kedepan bagian bawah tubuh beruang es, Olav hanya sempat mencabut satu pisau dari pinggang nya karena membutuhkan waktu satu detik untuk mengekuarkan item dari Invertory, itu waktu yang cukup bagi beruang es untuk mematahkan leher warga.


"Teknik pernapasan tingkat tiga, pelepasan energi." Ov tanpa tanggung langsung melepaskan teknik pernapasan tingkat tiga dan langsung menusuk lengan beruang es untuk membelokkan serangan nya.


Lengan kanan beruang es berhasil Olav singkirkan namun lengan sebelah kiri beruang es langsung mengayun ke arah Olav.


"Agility beruang es ternyata snagat tinggi." Ucap Olav segera menunduk memanfaatkan tubuh kecil nya.


Olav melompat kebelakang atau telapat nya ke arah bawa lengan kiri beruang es yang yang menyerang nya, pisau Olav tertancap di bawah lengan nya dan langsung Olav tarik hingga membentuk garis hingga kebelakang kepala beruang es.


Groarrr!!!


Olav menjepit kepala beruang es menggunakan kedua paha nya sebelum memutar tubuh nya kedepan dan turun dengan pisa yang membuat garis di dada hingga perut beruang es.


Olav segera melompat menjauh.


"Aku pikir tangan ku sudah cukup keras kenapa masih terasa kebas, seberapa tebal sih kulit beruang es ini?" Bertanya Olav saat beruang es tumbang karena pisau Olav sempat menusuk area leher.


Para warga takjub dengan kekuatan Olav, pandangan mereka terhadap Olav memang mulai berbeda saat Olav berusaha membuat bangunan di usia nya namun mereka tidak menyangka Olav sekuat itu.


"Apa yang kalian lihat!? Cepat tolong yang terluka!" Teriak Olav. "Sial aku kehabisan potion di saat penting seperti ini." Ucap Olav dengan suara kecil segera menolong beberapa warga dengan menutup luka mereka.


Beberapa luka dapat di tutup namun ada luka cakaran yang sangat parah hingga darah terus mengalir, patah tulang dapat di tangani dengan mudah, Olav juga melemaskan beberapa ingot dan membentuk nya sesuai untuk menolong warga patah tulang.


"Apa kau memiliki potion Erica?" Bertanya Olav.


"Aku bodoh bertanya pada mu." Olav kembali fokus pada pasien nya. "Angkat warga yang terluka ke tempat kerja ku untuk beristirahat, di sana lebih hangat." Ucap Olav.


"Baik tuan muda." Jawab warga segera mengangkat warga menggunakan tandu yang baru Olav buat.


"Erica, cepat kekota dan dapatkan potion." Ucap Olav memberikan sepuluh koin emas.


"Apa perlu tuan menghabiskan uang untuk mereka, mereka akan segera sembuh ruan muda." Ucap Erica.


"Beberapa dari mereka ada yang sudah kehilangan banyak darah, kau harus kembali sebelum gelap." Ucap Olav.


"Baik tuan muda." Jawab Erica segera melaksanakan perintah saat mendapatkan limit waktu.


...


Tempat kerja Olav.


"Ambil kain bersih dari gudang persediaan musim dingin." Ucap Olav menyalakan penghangat ruangan saat empat warga yang terluka terbaring di atas tempat tidur darurat yang Olav sediakan.


"Baik tuan muda." Salah satu warga segera melaksanakan nya.


"Anu.. tuan muda Olav, terima kasih karena telah menolong kami." Ucap seorang laki laki dewasa atau tepat nya om om.


"Terlalu cepat, nyawa dua orang masih terancam." Ucap Olav memperbaiki balutan luka warga kembali.


"Tuan muda ternyata sangat hebat-"


"Jika kalian tidak membantu maka keluar saja, kalian mengganggu ku." Ucap Olav.


"Ma-maaf tuan muda." Beberapa warga mulai keluar menyisahkan empat orang bocah seumuran Olav yang terus memandangi nya.


Semenjak Olav menjadi kepala desa maka wilayah ini sudah berada di bawah naungan nama besar raja pembunuh, tentu Olav sangat kesal pada diri nya sendiri saat empat orang warga nya terluka parah akibat serangan monster.


"Apa yang kalian lihat?" Bertanya Olav pada empat kawanan bocah yang terus memandangi nya dengan wajah kagum.

__ADS_1


"Tuan muda Olav sangat keren."


"Saya melihat tuan muda melawan beruang raksasa itu."


"Bagaimana cara tuan muda melakukan nya?" Ucap bocah bocah tersebut.


"Apa yang kalian perbuat di sana, itu bahay loh." Ucap Olav.


"Kami adalah empat saudara, Ariel."


"Pino."


"Herry."


"Sophia."


Empat bocah tersebut memperkenalkan diri mereka masing masing dan mengaku saudara.


"Kalian hanya berteman kan, lagian nama kalian terlalu pasaran." Ucap Olav.


"Kami memang hanya berteman." Mereka mengakui nya.


"Jadi apa yang kalian di dalam hutan tadi?" Bertanya Olav.


"Kami adalah saudara yang akan melindungi desa ini!." Ucap mereka bersamaan kembali mengaku sebagai saudara.


"Maka nya kami datang untuk memburu monster." Ariel menjelaskan.


"Itu terllau berbahaya untuk kalian sebaik nya lain kali- tidak tunggu.., kalian ingin melindungi desa ini kan?" Bertanya Olav.


"Kami adalah saudara yang-"


"Aku bertanya kalian akan melindungi desa ini" Olav mengulangi.


"Biarkan kami meneruskan slogan kami dulu!" Teriak Sophia.


"Kami akan melindungi desa yang di selamatkan orang tua kami menggunakan nyawa nya." Ucap Herry.


"Kalau begitu kalian butuh kekuatan." Ucap Olav tersenyum merencanakan sesuatu.


"Benar tuan muda maka dari itu." Ucap Pino tiba tiba mereka semua menundukkan kepala.


"Tolong latih lah kami menjadi kuat." Ucap Mereka menundukkan kepala.


"Datang kesini setiap hari, akan ku ajari kalian cara membunuh yang baik." Ucap Olav tersneyum bahagia.


"Sungguh! Terima kasih tuan muda! Anda sangat dermawan!" Ucao mereka lagi sebelum pergi.


Anak kecil lebih mudah untuk di berikan pemahaman tambahan dan akan lebih mudah untuk menurut saat ada sesuatu yang membuat mereka tertarik, meskipun ini akan merepotkan tapi mereka akan lebih kuat jika di latih sejak dini.


"Mereka akan menjadi perajurit pertama si raja pembunuh." Ucap Olav hampir tertawa.


Dan begitu lah Oliver si raja pembunuh mendapatkan murid pertama nya untuk bisa melawan takdir nya sebagai sampah.


Perjalanan nya dalam memimpin desa mulai lancar karena para penduduk mulai menaruh hormat pada si iblis kecil sejak insiden tersebut.


Mati dan bereingkarnasi di dunia lain sebagai sampah karena di tolak oleh penjaga neraka, mengumpulkan kekuatan untuk melawan takdir sampah nya tapi ia malah memanfaatkan kekuasaan keluarga nya untuk menindas orang lain.


Menjadi bocah arogan yang menjadi iblis kecil kemana pun ia berjalan, mengintimidasi musuh dan membunuh siapapun yang menghalangi jalan nya tanpa ampun, sadis itu adalah sifat nya.


Oliver yang dulu nya merupakan raja pembunuh harus berjuang melawan takdir?


"Apa aku terlihat seperti sampah?"


Dor!


"Room Clear!"


...----------------...


...TAMAT...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2