
"Dia pelayan baru yang kupungut di jalan." Jawab Olav memperhatikan pedang sihir buatan Gilbert.
"Tapi dia tidak terlihat seperti kau pungut, dia iniw Erica loh, kesatria wanita yang cukup terkenal." Ucap Gilbert setelah mengenali Erica.
"Oh kau mengenal nya ternyata, aku hanya meminta nya menjadi pelayan ku daan saat ia setuju penampil nya sudah seperti itu." Ucap Olav.
"Tidak tidak tidak, kau pasti memaksa nya." Ucap Gilbert.
"Sedikit." Olav mengaku.
"Selama dia tidak menimbulkan masalah padaku maka tidak masalah." Ucap Gilbert tidak ingin terlibat.
"Jadi apa yang harus aku lakukan hari ini pak tua?" Bertanya Olav.
"Aku sebenar nya ingin mengajari mu teknik percetakan besi tapi itu masih sangat cepat untuk mu jadi kau mulai lah belajar pembentukan senjata." Ucap Gilbert.
"Oh.. akhir nya." Olav langsung bersemangat.
"Kurasa kau sudah tahu cara nya karena sering melihat ku tapi aku akan tetap mengajari mu." Ucap Gilbert mengambil lempeng besi yang sudah Olav pukul selama satu bulan.
Olav juga ikut mengambil satu.
"Gunakan batu asah silinder ini untuk membentuk senjata melalui lempeng besi nya." Ucap Gilbert mulai memutar baru berdiameter dua meter itu menggunakan pedal.
Cara kerja nya hampir mirip dengan pedal sepeda namun ini menggunakan gir sebagai penghubung untuk memutar batu asah atau lebih tepat nya pengasah super besar tersebut.
"Jika kau ingin mendapatkan senjata yang lebih kuat maka pukul lebih lama lagi untuk memper padat dan menghilangkan kotoran hingga kutulang tulang nya atau gunakan ingot baja sekalian, namun ini hanya contoh jadi kau bisa mengasah nya seperti ini." Ucap Gilbert mulai mengasah besi untuk membentuk senjata.
Shiiing... shig...
Percikan api mengarah kebawah saat Gilbert mulai memutar roda menggunakan kaki nya bersamaan dengan batu bundar besar di depan nya yang berputar mengikis lempeng besi di tangan nya.
"Bentu senjata sesuai yang kau ingin kan tapi sebenar nya tidak semudah itu untuk membantuk nya." Ucap Gilbert. "Baiklah sampai disitu saja sekarang giliran mu."
"Aku hanya perlu duduk begini kan." Ucap Olav duduk dan menyelaraskan kaki nya pada pegal yang lumayan jauh.
"Coba lah putar roda nya." Ucap Gilbert.
"Begini- eh hmm..." Olav tiba tiba terkejut karena ternyata memutar roda tersebut bukan lah hal mudah.
Perlahan berputar dan akhir nya Olav sudah mulai lebih baik dalam mengikuti ayunan nya meskipun masih terasa sangat berat.
__ADS_1
"Daya tolak nya lumayan kuat jadi hati hati saat mengasah besi mu." Ucap Gilbert.
"Oke." Perlahan Olav mendekatkan lempeng besi nya hingga muncul cerpikan api karena daya gesek antara kedua nya.
Shing.. sing...
"Bagaimana?" Bertanya Gilbert.
"Ini tidak sesulit yang aku bayangkan." Ucap Olav malah menikmati nya.
"Pemula tetap lah pemula, bagian tersulit nya adalah di sini." Gumam Gilbert.
Satu jam kemudian
"Jadi apa yang mau buat?" Bertanya Gilbert saat melihat senjata buatan Olav bengkok sana sini dan entah mana ujung dan mana pegangan.
"Tadi nya aku ingin membuat pedang, aku tidak menyangka akan sesulit ini." Ucap Olav.
"Latihan lagi aku yakin kau akan bisa membuat nya dengan cepat." Ucap Gilbert mengacak rambut Olav.
"Baik." Olav kembali mengambil lempeng besi lain dan mulai mengasah nya.
Olav terus berusaha untuk membuat sebuah pedang dalam dari pagi hingga siang, saat siang Olav kembali lebih cepat karena hari ini ia perlu mengurus Erica.
"Ya!" Balas Gilbert berteriak.
"Kita kembali kemansion Erica." Ucap Olav.
"Baik." Saat ini wajah Erica sudah lebih baik dari pada tadi pagi namun tetap saja ia terlihat sedih.
"Kau tidak perlu se sedih itu Erica, kau akan segera tahu bahwa melayani ku seribu kali lipat lebih baik dari pada melayani kerajaan." Ucap Olav.
"Baik." Erica hanya bisa menjawab itu dan tidak menganggap perkataan Olav serius.
"Erica, apa kesatria tingkat kedua memang sangat hebat bertarung?" Bertanya Olav yang juga tidak tahan saat orang yang mengikuti nya selalu memasang wajah lesu.
"Tentu saja sangat hebat, saya sudah berjuang keras untuk naik ke pankat ini tapi kenapa?.." Erica sejenak mengubah ekspresi nya sebelum kembali lesu.
"Kalau kau memang sehebat itu kenapa kau bisa mati semudah ini?" Bertanya Olav saat ujung pisau nya sudah melukai leher Erica.
Seketika Erica tersadar dan darah sudah menetes di leher nya. "Tuan muda? A0a yang tuan muda lakukan?" Bertanya Erica.
__ADS_1
"Aku bertanya kenapa kau bisa mati semudah itu Erica?" Olav mengulangi pertanyaan nya.
"..." Erica tidak dapat menjawab.
"Dari pada memperhatikan pangkat mu sekarang kau lebih baik memperhatikan kekuatan mu, kau adalah seorang perajurit, setinggi apapun pangkat mu kau tidak akan lolos dari kematian jika kemampuan mu rendah." Ucap Olav menarik pisau nya dan setiap ucapan nya penuh penekanan.
"..." entah kenapa ucapan Olav langsung menembus batin Erica bagaikan bukan ucapan dari seorang bocah berusia sepuluh tahun namun ini seperti seorang yang telah berkecimpung dalam dunia hidup dan mati selama puluhan tahun.
"Dengar, nyawa mu hanya satu, kau di perintahkan untuk bertempur bukan menjadi tameng daging untuk kaisar." Ucap Olav sedikit ingin mengubah cara pandang kesatria wanita satu ini.
"Maaf tuan muda." Ucap Erica menundukkan kepala nya karena merasa terintimidasi untuk waktu sesaat oleh Olav.
Shuk!
"Aku tidak butuh pelayan yang dengan mudah menundukkan kepala nya, angkat kepala mu, kau adalah kesatria ku mulai saat ini." Ucap Olav setelah ia menarik kerah Erica.
"Erica akan menuruti segala perintah tuan muda." Entah kenapa namun Erica pun bingung akan kata kata yang ia keluarkan seakan semua nya terjadi begitu saja dan ia tidak dapat menahan diri untuk tunduk pada Olav.
"Bagus." Ucap Olav melepaskan kerah Erica dan melanjutkan perjalanan nya.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan namun entah ke sialan apa yang menimpa Olav hari ini ia malah bertemu dengan bocah bocah yang membully nya bulan lalu.
"Yo Olav, lama tidak bertemu." Ucao bocah yang terlihat memimpin.
"Ya bombon, kau semakin gemuk setelah satu bulan apa kau menggunakan uang jajan mu hanya untuk membeli babi?" Balas Olav menyapa.
"Nama ku Bonar sialan! Kau sudah cukup berani untuk mengejek ku yah, kalian beri dia sedikit pelajaran." Ucap Bonar kesal.
"Kau cukup jantan untuk memborong seorang yang tidak memiliki bakat sihir." Ejek Olav.
"Oh jadi kau ingin aku menghajar mu langsung." Ucap Bonar maju menghentikan anggota nya.
...----------------...
(TL note : Tingkat perajurit terdiri dari beberapa tingkatan yaitu.
- Kesatria tingkat pertama.
- Kesatria tingkat kedua.
- Komandan pasukan.
__ADS_1
- Jendral.
- Bangsawan Baron.)