Raja Pembunuh Melawan Takdir!

Raja Pembunuh Melawan Takdir!
Chp 06, Kesatria Erica


__ADS_3

Ruang makan


'Aku benar benar di remehkan, tunggu saja aku akan membuat senjata yang melampau lima peradaban dunia ini.' Batin Olav mulai makan dengan cara aneh seakan sedang kesal.


"Kalau kau membutuhkan sesuatu maka katakan saja." Ucap Fergar.


"Kalau begitu aku butuh uang dan pelayan pribadi." Ucap Olav langsung meminta.


Saat Olav mengunjungi toko toko maka dia akan di perlakukan seperti bocah kecil jadi dia memerlukan orang dewasa untuk menggantikan nya dalam membeli item.


"Uang ayah mungkin bisa memberikan nya, jika pelayan, apa yang ada di mansion ini tidak cukup?" Bertanya Fergar.


"Baiklah aku akan mencari nya sendiri, sekarang aku hanya butuh uang." Ucap Olav.


"Oh baiklah kurasa lima ratus koin emas cukup kan?" Bertanya Fergar mengejutkan seluruh pelayan yang ada di ruang makan.


"Seharus nya masih kurang tapi sudah lah aku tidak ingin merepotkan ayahanda lebih jauh lagi." Ucap Olav.


Para pelayan terkejut karena hanya jajan untuk bocah sepuluh tahun seperti nya tuan mereka mengeluarkan uang lima ratus koin emas.


Menurut Olav sendiri satu koin emas dunia ini setara dengan satu juta rupiah di indonesia jadi bayangkan saja jadi anak bangsawan tertinggi dapat uang jajan perhari sebesar satu juta.


"Baik lah uang nya ada di dalam cincin penyimpanan ini, ayah tidak tau akan pulang kapan lagi jadi baik baik lah menggunakan uang itu." Ucap Fergar memberikan cincin penyimpanan pada Olav setelah ia makan.


"Terima kasih ayahanda." Ucap Olav menerima nya.


Cincin penyimpanan adalah item untuk menyimpan berbagai benda di dalam nya, sama hal nya dengan Invertory namun cincin penyimpanan Olav saat ini adalah tingkat terendah dengan luas satu kubik sementara untuk Infertory Olav masih belum mengetahui nya.


Untuk berjaga jaga, saat Olav tiba di kamar ia langsung memindahkan semua uang yang ada di dalam cincin penyimpanan menuju Invertory nya dan hanya mengantongi cincin penyimpanan nya karena terlalu besar untuk ia kenakan.


Keesokan hari nya Olav kembali ke toko Gilbert namun entah memang di rencanakan atau tidak, seorang perampok mencegat nya di tengah jalan yang tujuan nya adalah untuk mengambil cincin penyimpanan nya.


"Serahkan cincin penyimpanan mu bocah." Ucap pria yang membawa pisau di depan nya mengancam Olav.


"Seperti yang paman lihat, di jari ku tidak ada cincin sama sekai." Ucap Olav.


"Hng! Jangan membodohi ku, kau baru saja menerima lima ratus gold." Ucap pria tersebut.


Dengan begitu Olav langsung mengetahui seseorang di mansion nya telah membocorkan hal tersebut.


"Maaf paman saay sedang buru buru, dah." Ucap Olav berusaha untuk lewat namun tangan nya di tangkap oleh pria tersebut.

__ADS_1


"Bocah kau mempermainkan ku? Serahkan uang mu sebelum aku memotong telinga mu." Ucap nya penuh ancaman.


"Kurasa memotong tangan pencuri kecil tidak lah masalah." Ucap Olav mengeluarkan pisau dari Invertory nya dan siap menebas namun seorang kesatria kebetulan lewat dan melihat mereka.


"Oi apa yang kalian lakukan!?" Teriak kesatria tersebut yang ternyata adalah seorang kesatria wanita.


"Sial kenapa sekarang aku harus berhadapan dengan Erica, kabur adalah cara terbaik untuk menghindari nya." Ucap pencuri tersebut melepaskan tangan Olav dan kabur.


"Kau tidak apa apa?" Bertanya kesatria berambut pendek berwarna coklat tersebut pada Olav.


"Tidak apa apa terima kasih." Ucap Olav segera menyembunyikan pisau nya.


"Syukurlah kau baik baik saja, aku tidak menyangkan di ibu kota masih ada orang yang berani mencuri di jalanan seperti ini." Ucap kesatria wanita tersebut.


"Pencuri tadi seperti nya ketakutan padamu, siapa nama mu?" Bertanya Olav.


"Nama saya Erica, baru saja di angkat menjadi kesatria tingkat kedua kerajaan Bougainvi." Ucap Erica memperkenalkan diri.


"Usia?" Bertanya Olav.


"Kenapa saya harus menjawab nya?" Bertanya Erica.


"Sudah lah jawab saja." Ucap Olav.


"Dua puluh tahun sudah mencapai kesatria tingkat kedua, berarti kau memiliki kemampuan yang cukup hebat." Ucap Olav menyimpulkan.


"Haha begitu lah." Ucap Erica sedikit malu saat di puji oleh bocah berusia sepuluh tahun di depan nya.


"Sempurna, kau ku angkat menjadi pelayan pribadi ku." Ucap Olav menunjukkan lencana kebangsawanan nya sebagai putra Duke Fergar Von Villea.


"Eh putra duke? Anu tunggu ... menjadi pelayan? Serius!?" Erica sulit untuk memahami.


"Berbanggalah." Ucap Olav meskipun ia tahu ini bagaikan penyiksaan bagi Erica.


"Tunggu tunggu, saya tidak mau saya menolak!" Ucap Erica langsung menolak.


Tentu Erica menolak karena untuk mencapai pangkat kesatria tingkat kedua Erica bukan hanya harus jungkir balik cium tanah tapi juga ia mempertaruhkan nyawa nya dalam misi.


"Atau kau lebih memilih kehilangan pekerjaan." Ancam Olav memamerkan lencana nya.


"Tuan muda Olav yang terhormat tolong lah hamba ini dan lepaskan hamba, biarkan hamba menjadi kesatria yang melayani kerajaan selama nya." Ucap Erica hampir bersujud untuk memohon.

__ADS_1


"Baiklah." Olav tiba tiba menyetujui nya.


"Terima kasih tuan muda Olav, hamba akan menghormati mu selama nya." Ucap Erica mengangkat kepala nya.


"Tapi mungkin kau mungkin bukan hanya berhenti sebagai kesatria tapi juga di usir dari kerajaan jika aku mengatakan hal ini pada ayahanda." Ucap Olav.


"Tuan muda?" Erica menjadi sangat cemas akan posisi nya.


"Jadi pilih satu, menjadi pelayan ku." Olav mengangkat dagu Erica yang sedang terduduk di jalan sampai wajah mereka sangat berdekatan. "Atau di usir dari kerajaan." Ucap Olav penuh ancaman.


"..." Erica terdiam karena kedua nya adalah pilihan paling sial bagi karir nya sebagai kesatria namun satu pilihan yang lumayan baik dari pada di usir daei kerajaan yaitu. "Saya Erica akan menjadi pelayan tuan muda Olav Von Villea." Ucap Erica seakan ingin menangis mengakhiri karir nya sebagai kesatria.


"Hm jawaban yang bijak." Olav melepaskan dagu Erica. "Cepat lah berdiri, sekarang kau harus mengawal ku kemana pun aku pergi." Ucap Olav.


"Baik tuan muda." Jawab Erica dengan pandangan kosong mulai mengikuti langkah Olav karena tidak terpikir oleh nya perjuangan menjadi jendral wanita akan berhenti saat menolong seorang bocah.


Setelah berjalan beberapa meter akhir nya mereka tiba di toko Gilbert yang memang jarak nya tidak terlalu jauh dari tempat kejadian.


...


Kring! Kring!


"Pak tua! Kau ada di dalam!" Teriak Olav masuk keruang kerja Gilbert.


"Aku tidak tuli bocah!" Balas Gilbert berteriak saat baru saja menyelesaikan item yang ia buat selama satu minggu.


"Oh pedang sihir baru." Ucap Olav sangat kagum.


"Ada apa dan siapa nona ini?" Bertanya Gilbert menunjuk Erica yang berjalan layaknya boneka dengan pandangan kosong.


"Oh dia pelayan baru yang kupungut di jalan." Jawab Olav memperhatikan pedang sihir buatan Gilbert.


...----------------...


(TL note : Tingkat perajurit terdiri dari beberapa tingkatan yaitu.


- Kesatria tingkat pertama.


- Kesatria tingkat kedua.


- Komandan pasukan.

__ADS_1


- Jendral.


- Bangsawan Baron.)


__ADS_2