Raja Pembunuh Melawan Takdir!

Raja Pembunuh Melawan Takdir!
Chp 08, Meneyelsaikan peroyek besar


__ADS_3

"Kau cukup jantan untuk memborong seorang yang tidak memiliki bakat sihir." Ejek Olav.


"Jadi kau ingin aku menghajar mu langsung." Ucap Bonar maju menghentikan anggota nya.


"Maju lah." Ucap Olav.


"Kau menganggap diri mu hebat- ukh"


Buk!


Baru saja Bonar ingin maju namun pukulan Olav sudah bersarang di perut nya engan rasa sakit yangcukup hebat.


"Tuan muda!" Teman temannya langsung mem bopong nya.


"Ayo Erica." Ucap Olav bersama Erica berjalan melewati Bonar dan geng nya.


"Sialan kau Olav, tunggu saja aku akan segera membalas mu." Ucap Bonar.


"Datang lah kapan saja." Ejek Olav.


...


Mansion bangsawan Villea


"Mulai sekarang dia akan menjadi pelayan ku, berikan dia upah setara dengan kesatri tingkat kedua." Ucap Olav pada kepala pelayan mansion.


"Baik tuan muda, saya akan segera memberi tahu tuan Fergar." Ucap pelayan tersebut.


"Apa makan siang sudah siap?" Bertanya Olav.


"Sudah tuan muda, saya akan segera mengantar ke kamar tuan muda." Ucap pelayan tersebut.


"Tidak perlu, siapkan untuk dua orang di atas meja." Ucap Olav karena akan makan bersama Erica.


...


Meja makan


"Hmm apa kau memiliki keluarga Erica?" Bertanya Olav setelah menelan makanan nya.


"Tidak, saya berasal dari perbatasan kerajaan dan keluarga saya meninggal saat terlibat dalam perang di dalam kota." Jawab Erica.


"Lalu kau menjadi perajurit untuk bertahan hidup dan mengejar pangkat untuk mendapat uang lebih." Ucap Olav melanjutkan cerita Erica.


"Ya.. begitu lah." Ucap Erica tidak menyangkal meskipun sebenar nya itu tidak sepenuh nya benar.


"Aku selesai." Ucap Olav melap mulut nya setelah makan siang nya selesai.


"Saya juga." Ucap Erica walaupun ia tidak makan banyak.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau akan tinggal di sini dan menemani ku kemana pun aku pergi, makanan dan semua kebutuhan mu akan di sediakan jadi kau tidak perlu repot." Ucap Olav berjalan kembali ke kamar nya.


...


Keesokan hari nya Olav kembali ke toko Gilbert untuk kembali mempelajari teknik pandai besi dan pembuatan senjata, tentu Erica selalu mengikuti nya meskipun sebenar nya masih ada rasa kesal di hati Erica karena bocah ini sudah mengakhiri perjuangan nya namun ia tetap mengikuti nya karena hanya itu pilihan nya.


Selain itu Erica juga memiliki firasat bahwa mengikuti Olav bukan lah hal yang salah.


Setelah satu minggu akhir nya Olav dapat menyelesaikan pedang normal dengan kualitas yang sangat baik bahkan tanpa ada kecacatan dalam masalah bengkok maupun ketajaman nya.


...


"Kau belajar telalu cepat Olav." Ucap Gilbert melihat buatan Olav.


"Aku ingin segera mempelajari teknik percetakan karena itu lah yang aku butuhkan." Ucap Olav.


"Kalau begitu kau harus menyelesaikan semua lempeng besi ini menjadi pedang sebelum mempelajari teknik percetakan." Ucap Gilbert.


"Uhh padahal kaki ku sudah terasa sangat sakit terus mengayung selama seminggu bahkan tangan ku sampai kebas karena gaya gesek batu ini." Ucap Olav bersuara aneh.


Namun Olav mulai bekerja dengan cepat dan berhasil menyelesaikan nya dalam waktu satu hari.


Gilbert kemudian mengajarkan Olav cara menempa percetakan tentu yang paling utama adalah wadah percetakan, bentuk dan kualitas tergantung dari cara pandai besi membuat percetakan nya.


Setelah membuat percetakan, Olav kemudian memasukkan besi ke dalam tungku tertutup yang hanya memiliki cerobong kecil agar dapat memaksimal kan suhu untuk melelehkan besi menjadi cair.


Butuh waktu hingga tiga jam meskipun Olav harus terus mengayun roda khusus untuk terus memberikan angin pada tungku agar suhu nya semakin panas.


Setelah besi di pastikan mencair, Olav langsung menuangkan nya ke percetakan dan harus menunggu waktu satu hari agar bisa benar benar sempurna.


"Setelah itu kau cukup mengasa nya menggunakan tangan dengan batu asah kecil dan selesai." Ucap Gilbert.


"Ternyata ini memakan waktu lama." Ucap Olav.


"Belum lagi kau harus membuat gagang nya." Tambah Gilbert.


"Aku akan membuat cetakan lain." Ucap Olav mengambil alat dan membuat cetakan untuk senjata yang sebenar nya dia incar dari dulu.


"Oke." Ucap Gilbert.


Dengan ketelitian yang sangat tinggi Olav membentuk cetakan dengan sangat hati hati, ia berniat untuk membuat cetakan sebuah psitol tentu hanya contoh saja.


Banyak cetakan aneh yang di bentuk oleh Kevin yang semua nya merupakan alat atau bagian untuk membuat pistol kuno yang di gunakan oleh orang orang ingris dulu yaitu pistol tipe SG.


"Tuan muda ingin membuat apa?" Bertanya Erica.


"Senjata." Jawab Olav tersenyum.


"Kok bentuk nya aneh." Ucap Erica.

__ADS_1


"Lihat saja besok." Ucap Olav.


Setelah susah payah membentuk cetakan, Olav kemudian mulai memanaskan ingot mencairkan ingot besi sebelum menumpahkan nya pada semua cetakan.


"Hoss untuk hari ini cukup besok pasti sudah kering, pak tua tolong jaga karya ku." Ucap Olav pamit.


"Oke!" Balas Gilbert.


Keesokan hari nya Olav kembali datang bersama Erica.


...


Toko Gilbert


"Apa yang sebenar nya kau buat bocah, jangan membuang buang ingot." Ucap Gilbert.


"Tenang saja aku akan memperlihatkan mu senjata yang lim abad lebih canggih dari pada senjata di dunia ini." Ucap Olav mulai membongkar cetakan.


"Dasar mulut besar." Gilbert sudah terbiasa dengan omongan besar Olav.


"Hanya perlu di amplas dikit." Ucap Olav mengambil berbagai macam amplas dan batu asah atau pun palu untuk membuat jya lebih baik.


Setelah dua jam membersihkan akhir nya semua bagian pistol susah terlihat lebih baik dan Olav siap untuk memasang nya.


"Hahaha! Meskipun per dan peluru nya belum ada tapi aku tidak menyangka bisa membuat nya." Ucap Olav tertawa keras.


Olav mulai memasang nya namun entah ia sudah menduga nya atau tidak namun.


Ting!


"Ha?"


Tak! Tak! Ting!


"Oi kenapa ukuran nya tidak sama!?" Berteriak Olav saat ia tidak bisa memasang semua bagian karena perbedaan ukuran pada cetakan.


"Gagal?" Bertanya Gilbert.


"Seperti nya begitu." Ucap Erica.


Prang! Ting!


"Sial! Akan ku perbaiki!" Teriak Olav kembali membuat cetakan dengan sangat hati hati ia juga membentuk banyak agar tidak perlu terus mengulangi melelahkan Ingot yang sangat melelahkan.


'Ah dia bersemangat lagi.' Batin Gilbert kadang merasa terhibur dengan tingkah Olav yang selalu bersemangat saat mencapai kegagalan atau batas nya.


Setiap hari Olav terus mengalami kegagalan dan kegagalan namun ia tetap merakit dan membuat cetakan yang lebih baik dan lebih sempurna dan akhir nya hampir satu bulan kemudian Olav menyelesaikan proyek terbesar nya.


"Hahaha! Mulai sekaran nama ku sebagai pembunuh terhebat akan kembali bangkit!" Teriak Olav tiba tiba.

__ADS_1


__ADS_2