
Mansion bangsawan Villea
Seketika sebuah aura yang entah di dapatkan dari mana langsung keluar dari tubuh Olav bersamaan dengan sendok besi yang meleleh di tangan nya.
"Erica." Ucap Olav penuh penekanan.
"Iya tuan muda?" Erica pun sangat gugup karena baru kali ini melihat Olav semarah itu.
"Kau tahu? Aku itu benci menyelamatkan seseorang." Ucap Olav.
"Ya t-tuan muda, saya mengetahui nya." Ucap Erica benar benar ketakutan karena mengira dia lah yang bersalah karena telah menyelamatkan mereka.
"Jadi jika aku menyelamatkan mereka itu arti nya mereka pantas untuk di selamatkan." Ucap Olav berdiri.
"Baik tuan muda." Meskipun berbeda dengan pikiran Erica namun rasa takut nya pada Olav masih ada.
"Jadi aku hanya ingin mereka harus di pastikan benar benar selamat karena aku tidak ingin ada seseorang yang menginjak orang yang berada dalam naungan ku." Ucap Olav benar benar marah karena ini bagaikan penghinaan besar pada nama raja pembunuh.
"B-baik saya mengerti tuan, saya akan segera menyelamatkan mereka." Ucap Erica.
"Erica." Ucap Olav memegang pundak Erica sambil tersenyum aneh.
"Apa tuan muda? Apa ada hal lain?" Bertanya Erica.
"Aku ini anak seorang Duke, aku ini di hormati oleh orang banyak jadi, kita tentu tidak boleh menggunakan cara ilegal, beli para korban dari pasar buda." Ucap Olav namun Erica tau bukan itu maksud dari Olav terlihat dari senyum marah nya.
"Ba-baik tuan muda saya mengerti." Ucap Erica langsung berangkat.
'Apa Olav memang semenyeramkan itu?' Batin Hestia.
"Hestia aku pergi sebentar." Ucap Olav tersenyum normal pada Hestia.
"Baiklah." Mengangguk Hestia. 'Tapi dia orang yang baik.' Tersenyum Hestia melihat Olav pergi.
Olav diam diam mengikuti Erica melalui atap perumahan warga dengan menyamarkan keberadaan nya untuk melihat apakah Erica benar benar paham dengan cara kerja nya.
__ADS_1
Erica berlari ke gerbang kota menemui perajurit tadi namun di sana sudah berganti jaga dan perajurit tadi sudah tidak berada di tempat, Erica kembali berlari dan bertemu dengan seorang kesatria wanita yang kemudian kesatria tersebut memberikan informasi keberadaan perajurit sebelum nya.
"Apa dia teman Erica yang melapor sebelum nya." Tebak Olav.
Erica akhir nya berhasil menemukan dua perajurit sebelum nya di sebuah gang sedang menikmati bir dan bermalas malasan setelah mendapatkan uang dari menjual para korban sebelum nya.
Erica terlihat berdebat dengan mereka namun karena tidak ada kemajuan dari Erica, Olav langsung turun tangan dan melumpuhkan dua perajurit tersebut.
Shuk!
"Tuan muda!?" Erica terkejut ketakutan.
"Untuk sampah seperti mereka tidak perlu di ajak bernegosiasi." Ucap Olav.
"Ma-maaf tuan muda, saya akan menyelesaikan tugas lebih baik kedepan nya." Ucap Erica seakan ingin menangis karena saat ini batin nyan benar benar di tekan dan di kuras oleh Olav sampai membuat nya sangat ketakutan.
"Nn, tugas mu adalah menjual mereka ke pasar budak dan menjual semua perlengkapan nya di mana pun selama bisa menjadi uang lalu gunakan untuk membeli para korban dari pasar budak." Ucap Olav yang sudah menggerogoti seluruh item yang ada di tubuh dua perajurit tersebut.
"Baik tuan muda saya akan melakukan nya dengan baik." Ucap Erica.
Erica mengambil sebuah gerobak yang ia lihat kemudian menaikkan kedua tubuh perajurit tersebut sebelum menutup nya lalu menarik mereka menuju pasar budak, sebelum tiba di pasar budak, Erica terlebih dahulu singgah di toko senjata untuk menjual pedang dan armor perajurit sebelum nya.
Erica kembali melanjutkan perjalanan nya hingga tiba di pasar budak dan menjual kedua perajurit tersebut dengan harga yang dukup tinggi yaitu sepuluh koin emas untuk satu perajurit karena mereka masih memiliki otot yang bagus untuk di paksa bekerja.
"Seandai nya ini bumi, kau tidak perlu menarik gerobak karena kau hanya perlu membawa boks pendingin beserta pisau, ambil ginjal ya lalu jual." Ucap Olav teringat akan masa lalu karena kebiasaan membedah perut korban ia jadi semakin mahir mencuri ginjal dan membuat nya tetap aman.
Awal nya berjalan lancar namun saat Erica mulai menawar kelima wanita korban goblin tersebut ia terlihat sangat kesulitan.
"Tidak bisa nona, nona nona ini adalah kualitas tinggi jadi kau harus membeli nya dengan harga dua puluh koin emas untuk satu orang nyaa." Ucao si pedagang budak.
"Berbisnis jangan keterlaluan." Erica mencoba bernegosiasi namun entah kenapa tulang punggung nya sekejap terasa sangat dingin bagaikan merasakan tatapan pembunuh dari seseorang.
"Aku tidak keterlaluan nona-"
"Terima lah uang ini dan berikan barang nya, lagian mereka hanya korban goblin yang kau beli dengan harga murah." Ucap Erica ingin segera menyelesaikan tugas nya.
__ADS_1
"Ahaha ternyata nona sudah mengetahui nya, baiklah saya akan mengatur segel budak untuk menuruti nona." Ucap pedagang budak terpaksa menerima uang dari Erica apa ada nya dari pada harga nya semakin turun jika lanjut negosiasi.
"Tidak perlu, cepat keluarkan barang nya." Ucap Erica.
"Kalau tidak menggunakan segel budak, kami tidak aka bertanggun jawab jika ereka tidak menuruti anda." Ucap pedagang budak.
"Terserah pokok nya mana barang nya?" Bertanya Erica lagi yang seakan tidak sabaran namun sebenar nya hanya mengkhawatirkan diri nya saja.
"Baik lah tunggu sebentar." Ucap pedagang budak masuk sebentar lalu menarik rantai yang mengika leher ke lima korban.
"Kita pergi sekarang." Ucap Erica.
Erica berjalan menyusuri gang sambil tetap memegang rantai pengikat sebelum akhir nya melihat Kevin.
"Kali ini kau bekerja dengan baik, bawa mereka kegereja dan pastikan kejadian ini tidak terjadi lagi." Ucap Olav kembali menghilang setelah melepaslan rantai para wanita tersebut.
"Saya mengerti tuan muda." Ucap Erica.
Erica melihat wajah para korban yang ia bawa sebelum menbuang napas.
"Bersemangat lah sedikit, aku tidak tau kalian punya atau tidak tapi bagi yang punya keluarga atau teman mereka pasti akan mengkhawatirkan kalian jadi cepat lah pulih, ayo jalan." Ucap Erica setidak nya memberikan sedikit dorongan.
Para korban tersebut hanya mengikuti langkah Erica.
'Uh aku lapar lagi, apa tuan muda masih mengawasi ku?' Batin Erica bertanya tanya ingin memakan roti yang ada di cincin penyimpanan nya namun merasa canggung jika di lihatin oleh Olav meskipun sebenar jya Olav sudah kembali ke mansion.
...
Malam hari
Saat malam entah hanya kebetulan atau apakah itu namun ayah Olav kembali ke mansion saat Olav membawa gadis kemansion.
...----------------...
(TL note : tentu dalam satu tahun ini ayah Olav sudah pulang ke mansion hingga puluhan kali namun tidak semua nya di rekam dalam cerita.)
__ADS_1