
Angse City
Mansion keluarga Bonar
Saat beberapa orang mulai berdatangan untuk sekedar menyapa atau bersalaman dengan duke Fergar Von Villea, anggap saja beberapa kepala desa dan pak camat ingin membuat koneksi dengan menteri negara.
'Sial keberadaan ku sudah benar benar menghilang.' Batin Olav saat ia memasuki dimensi yang lebih besar ia langsung musnah.
"Tuan tuan semua nya! Karena sudah datang ke pesta ulang tahun putra saya Bonar Von Villea, saya sebagai ayah nya Jodnar Von Villea sangat berterima kasih." Ucap seorang laki laki botak di atas lebat di samping dengan perut super buncit memgambil alih perhatian.
"Dia saudara ayahanda?" Bertanya Olav saat muka benar benar beda dan tidak ada ke miripan sama sekali.
"Saudara beda ibu." Ucap Fergar.
Jodnar kembali berpidato. "Saya sangat senang hari ini putra saya Bonar Von Villea sudah mencapai usia lima belas tahun dan sudah mencapai usia kedewasaan, untuk itu sebagai putra pertama maka ia akan secara resmi menjadi penerus keluarga Villea." Ucap Jodnar seketika membuat semua orang terdiam sementara sebelum mulai berbisik.
"Bukan kah kepala keluarga memiliki putra? Seharus nya dia yang menjadi kepal keluarga berikut nya."
"Kau tidak tau? Dia tidak bisa sihir loh."
"Huwaa... pantas saja orang orang memanggil nya sampah."
"Ssst diam kepala keluarga Villea mendengarkan nya."
Beberapa bangsawan mulai berbisik dan menjadikan Olav sebagai pusat perhatian.
'Ini ternyata lebih baik dari pada tidak diperhatikan sama sekali.' Batin Olav meskipun dari luar ia di lihat sebagai sampah.
"Kau memiliki keberanian yang cukup tebal untuk mengatakan itu di depan ku Jodnar." Ucap Fergar tentu merasa geram karena pidato baru di lamukan saat ia datang namun ini di atur untuk mempermalukan nya.
"Ohoohohoik... maaf tuan kepala keluarga, saya kira anda tidak berada di sini." Ucap Jodnar meminta maaf namun lebih terlihat mengejek dengan suara yang hampir mirip dengan muka babi nya.
"Hahaha!" Beberapa pendukung Jodnar tentu menganggap hal tersebut lucu.
"Bonar memang memiliki bakat sihir tapi prioritas keturunan adalah hal yang utama." Ucap Fergar.
__ADS_1
"Maaf tuan kepala, saya tidak ingin melihat keluarga besar yang di bangun nenek moyang kita hancur di tangan bocah sampah itu." Ucap Bonar menunjuk Olav.
"Ha! Sampah?" Entah kenapa saat Olav mendengar kata kata itu di tujukan pada diri nya ia menjadi sangat emosional.
"Ini adalah masalah keluarga, jangan membuat keributan di depan orang banyak Jodnar." Ucap Fergar menegur.
"Aku hanya mengumumkan saja Fergar, kenapa kau menganggap ku membuat keributan?" Ucap Jodnar seakan berada di atas langit.
"Lanjutkan saja debat kalian, aku lapar." Ucap Olav merasa lapar setelah berhasil menahan amarah nya.
"Bahan anak mu saja tidak tertarik." Ucap Jodnar.
"Hentikan semua ini Jodnar, kau membuat malu keluarga Villea!" Ucap Fergar.
"Oi sampah! Lihat pembalasan ku!" Teriak Bonar seakan bangga setelah mempermalukan Olav.
Olav tiba tiba berhenti mengunyah apel yang baru saja ia gigit. "Oh iya entah beberapa bulan lalu kau mengatakan akan membalas ku setelah aku menghajar mu yah.." Ucap Olav berjalan mendekat ke arah Bonar yang jarak nya masih sejauh dua puluh meter.
"Kenapa? Kau marah! Ha? Jika memang sampah maka jadi sampah saja!" Teriak Bonar.
"Barrier!" Refleks Bonar memasang sihir pertahanan.
"Sial!" Ucap Jodnar karena Bonar lebih dulu mengaktifkan sihir yang arti nya apapun yang terjadi selanjut nya adalah kesalahan Bonar.
"Bodoh bodoh! Itu lah kalau kau tidak bisa sihir maka kau hanya bisa melempar apel dan tidak akan bisa menembus pertahanan mu!" Teriak Bonar semakin memprovokasi.
Dor!
Klang!
Tiba tiba saja sihir pertahanan Bonar pecah dan semua orang terkejut akan suara ledakan tersebut saat Bonar jatuh terduduk dengan rasa sakit di dada nya.
"Tenang saja itu hanya peluru karet, ingat aku bisa membunuh mu kapan saja jadi datang lah kapan pun kau ingin mati." Ucap Olav mengarahkan pisau dan aura nya kearah depan mata Bonar.
"Sejak kapan?" Fergar pun bingung padahal ia selalu memperhatikan Olav namun tanpa ia sadari Olav sudah berada di depan Bonar.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan Olav!? Ini pesta ulang tahun Bonar jangan membuat keributan di sini!" Teriak Jodnar pada Olav.
"Ah maaf, tadi Bona mengaktikan sihir padahal saya hanya mengoper apel, karena saya kira dia akan menyerang saya jadi saya reflek menyerang balik." Ucap Olav membuat alasan.
"Apa kau bilang?" Bertanya Jodnar tidak tau harus berkata apa.
"Lagian saya tidak menyangka ternyata kakak sepupu saya sangat lemah!" Ucap Olav mengeraskan suara nya.
"Awas kau bocah." Geram Jodnar namun saat ini hanya bisa menggigit jari saat melihat putra nya pingsan.
"Selanjut nya ku serahkan pada ayah." Ucap Olav melewati Fergar.
"Haih.. kali ini aku kalah oleh anak kecil." Fergar membuang napas 0ankang setelah menerima bantuan dari putra kecil nya.
Fergar maju dan menghadap kesegala tamu yang sedang memandangi nya.
"Sungguh saya sebagai kepal keluarga Villea memohon maaf atas kekacauan yang di lakukan oleh anggota keluarga saya, berikut nya silahkan menikmati hidangan dan biarkan masalah tadi berlalu." Ucap Fergar sedikit menunduk namun tetap tulus meminta maaf.
Meskipun masalah selesai namun acara berjalan sangat canggung saat semua orang berusaha menikmati makanan atau sekdar berbincang untuk mencairkan suasana.
"Sudah lama aku tidak menikmati anggur, ku rasa di sini tidak akan ada yang melihat ku." Ucap Olav mengambil segelas wine.
Di mansion Olav tidak dapat menemukan bir sama sekali sedangkan saat keluar Erica selalu mengawasi nya untuk tetap jauh dari bir sementara Olav tidak akan bisa marah pada Erica jika itu demi kebaikan nya sekeras apapun Olav mencoba tetap saja tidak bisa memarahi Erica.
Saat Wine tersebut hampir menyentuh bibir nya tiba tiba saja seorang perempuan atau lebih tepat nya gadis kecil seusia dengan nya yang memiliki rambut biru sedikit yang seakan transparan karena bercampur putih, gadis kecil tersebut mengambil gelas Olav dan menyiram kan nya ke sepatu Olav.
"Gadis kecil apa yang kau lakukan?" Bertanya Olav.
"Gadis kecil? Jangan bertingkah dewasa setelah mencoba untuk meminum bir." Ucap gadis kecil tersebut.
"Tidak, ini bukan bir ini wine." Ucap Olav meralat ucapan gadis kecil itu.
"Sama saja, pokok nya sebagai kesatria aku harus menegur orang orang seperti mu yang melanggar aturan kebangsawanan." Ucap nya tidak ingin salah.
'Seperti dia tidak mengenal ku, apa dia tidak melihat pertunjukan sebelum nya, kemana dia pergi tadi?' Batin Olav.
__ADS_1