Raja Pembunuh Melawan Takdir!

Raja Pembunuh Melawan Takdir!
Chp 11, Berburu di hutan utara


__ADS_3

Hutan Utara.


"Siapa mereka?" Bertanya Olav saat melihat beberapa orang yang menggunakan senjata dan armor juga memasuki hutan seperti nya.


"Mereka adalah Hunter tuan, mereka berburu monster untuk menjual nya ke guild." Jawab Erica.


"Oh jadi item monster yang sering di gunakan oleh pak tua Gilbert untuk membuat senjata sihir adalah hasil dari buruan mereka." Ucap Olav.


"Seperti itu lah tuan muda." Ucap Erica.


Mereka berjalan semakin dalam masuk ke hutan hingga menemukan beberapa makhluk hijau yang membawa kayu pemukul ada juga yang membawa pedang rusak atau pedang bagus namun sangat jarang.


"Ini kah yang nama mya goblin, aku pernah membaca nya di buku tapi aku tidak menyangka mereka se menjijikkan ini jika di lihat langsung." Ucap Olav saat melihat beberapa Hunter mulai bertarung dengan Goblin.


"Kita pindah ke tempat lain tuan muda." Ucap Erica.


"Kenapa, bukan kah itu adalah target yang bagus untuk menguji senjata ku?" Bertanya Olav.


"Mencuri buruan orang lain melanggar aturan Hunter tuan, jadi sebaik nya kita pindah ke tempat lain." Ucap Erica menjelaskan.


"Tapi kita bukan Hunter, kurasa tidak ada masalah." Ucap Olav tetap mengikuti Erica.


"Setidak nya kita harus menghormati aturan mereka." Ucap Erica.


"Baik lah." Olav hanya bisa menurut.


Setelah berjalan beberapa menit akhir nya mereka kembali menemukan sekelompok goblin namun kali ini berbeda karena senjata mereka terlihat memiliki darah manusia.


"Ternyata cukup sulit juga untuk menemukan monster hijau ini." Ucap Olav.


"Ini dekat dengan ibu kota tuan jadi bajyak Hunter yang bertaruh hidup untuk memburu mereka." Ucap Erica.


"Seperti pemilik darah itu." Ucap Olav menunjuk senjata para Goblin yang berlumur darah.


"Itu hanya darah hewan buruan goblin tuan, pasti." Ucap Erica.


"Kenapa kau seyakin itu?" Bertanya Olav.


"Ini dekat dengan ibu kota kerajaan, setiap bulan perajurit selalu melakukan ekspedisi untuk memeriksa kedalaman hutan untuk mengetahui pergerakan monster jadi sudah pasti tidak ada monster kuat." Ucap Erica.


"Belum tentu juga, aku mencium bau darah manusia." Ucap Olav tersenyum tetap maju memperlihatkan diri nya pada para Goblin.


"Hati hati tuan muda." Ucap Erica mengeluarkan pedang nya untuk melindungi Olav.


"Kau terlalu baik untuk melindungi ku Erica." Ucap Olav mengambil satu pistol dari pinggang nya.

__ADS_1


Kryaa!! Kyk...!


Para Goblin langsung berlari kearah Olav dan Erica terutama pada Erica yang jelas adalh perempuan.


"Mereka sangat bersemangat." Ucap Olav mengangkat pistol nya.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


"Satu tersisa." Ucap Olav saat berhasil memberikan Headshot di enam kepala Goblin dan hanya menyisahkan satu meskipun ia masih memiliki satu peluruh tersisa.


"Kenapa tuan muda tidak membunuh nya?" Bertanya Erica saat goblin tersebut lari terbirit birirt setelah seluruh anggota nya mati.


"Dia sudah tidak ada niat untuk bertarung, membunuh makhluk seperti itu tidak seindah membunuh makhluk yang masih memiliki perlawanan." Ucap Olav berjalan mengikuti Goblin yang melarikan diri.


"Tidak perlu naif di depan saya tuan, saya yakin tuan hanya ingin menemukan mangsa yang lebih besar." Ucap Erica mengambil kesimpulan karena Olav berjalan mengikuti goblin tadi.


"Dari buku yang aku baca goblin lebih sering berkelompok jadi dia pasti akan membawa kota ke kelompok yang lebih besar dan kalau tidak salah mereka sangat menyukai wanit kan." Ucap Olav.


"Mereka berkembang biak dengan rahim makhluk lain dan jika dengan manusia maka akan menciptakan goblin yang lebih kuat." Ucap Erica.


"Sempurna, jika kita belum menemukan sarang nya maka kau bisa menjadi sandera mereka dan pasti mereka akan membawa mu ke sarang nya." Ucap Olav.


"Tuan muda bercanda kan?" Bertanya Erica karena ia tahu Olav sangat nekat jika ia mengatakan begitu maka akan begitu.


"Tolong yah dewa semoga goblin ini memiliki sarang dan goblin tadi membawa kami ke sarang nya." Ucap Erica benar benar memohon karena tidak ingin hamil anak goblin.


Mereka berdua berlari mengikuti jejak goblin tadi meskipun sebenar nya Olav hanya mengikuti bau nya saja sementara Erica mengikuti Olav.


Namun Olav tiba tiba terhenti saat goblin tersebut menghampiri kelompok goblin lain nya.


"Hwaaa!" Cepat Erica maju dan menebas semua goblin dan hanya menyisahkan satau kemudian goblin tersebut kembali berlari.


"Apa yang kau lakukan Erica? Akan lebih mudah jika kau membiarkan mereka menangkap mu dan membawa mu ke sarang nya." Ucap Olav.


"Tenang saja tuan muda, kali ini kita pasti akan langsung ke sarang nya." Ucap Erica merasa telah menyelamatkan kewanitaan nya dari tuan muda gila nya ini.


"Aku harap begitu." Olav kembali mengikuti goblin tadi.


Dan keselamatan ada pada Erica saat mereka melihat goblin tersebut menggali masuk ke dalam lubang.


"Aku selamat." Ucap Erica merasa sangat lega.


"Apa goblin memang sepintar itu?" Bertanya Olav memasang pengedap suara pada ujung pistol nya.

__ADS_1


"Tidak tuan, Goblin adalah makhluk ter bodoh sedunia setelah slime." Ucap Erica.


"Aku harap begitu." Ucap Olav mengangkat pistol nya dan menembaki beberapa goblin yang membawa panah di atas pohon.


Piu! Piu! Piu!


"Ternyata ada yang berjaga di atas sana." Ucap Erica.


"Tidak hanya itu." Olav menembak satu tali.


Burst! Shac!


Sebuah perangkap aktif dan menjatuh kan kayu kayu runcing yang siap menusuk apapun yang berada di bawah nya.


"Apa kah goblin sepintar ini?" Bertanya Erica.


"Itu pertanyaan ku Erica." Ucap Olav kemudian maju kelubang setelah memastikan wilayah sekitar aman.


"Apa tuan akan masuk?" Bertanya Erica melihat lubang tersebut sedikit berbahaya.


"Pastikan dulu." Olav tiba tiba mengelurkan obor kemudian membakar nya lalu melempar nya masuk ke dalam lubang.


Kryaa! Kyaa!!


"Ada bsberapa goblin yang menunggu kita." Ucap Erica langsung mengekurkan pedang nya.


"Seharus nya kau mengeluarkan senjata mu saat kita mengejar goblin tadi." Ucap Olav.


"Ini berat loh tuan muda." Ucap Erica memperlihatkan pedang nya.


"Terserah." Olav melemparkan geranat rakitan nya masuk dan lubang tersebut.


Bom!


"Tuan muda, kalau ingin meledakkan nya maka berikan aba aba!" Teriak Erica yang tiarap di samping Olav yang hanya menunduk saja.


"Lihat." Ucap Olav menunjuk ke arah depan.


"Gua buatan? Tidak ini jebakan." Ucap Erica.


Lubang tanah tadi ternyata sangat panjang dan di tutupi oleh tanah yang dilapisi oleh kayu, dengan di ledakkan granat tadi memicu kerusakan tiang nya dan mengubur semua goblin meskipun masih banyak yang selamat.


"Kalau begini mungkin ada orang yang akan terjatuh di dalam nya." Ucap Erica.


"Bukan mungkin lagi tapi sudah ada." Ucap Olav membuka pengedap suara pada pistol nya.

__ADS_1


...----------------...


Jika kalian bertanya "Erica kok gak guna?" Maka jawaban author "Olav hanya butuh orang dewasa untuk menggantikan nya membeli bubuk peledak dan ingot besi karena pedagang tidak menjual nya pada bocah seperti nya." Sekian.


__ADS_2