Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Chapter 1


__ADS_3

Kisah ini tidak bertujuan menyakiti mana mana negara melainkan hanya imajinasi author pribadi setelah membaca terlalu banyak manhwa seperti ini.


Jika nama Korea nya aneh, harap di maklumi, aku selalu ke nama jepang.


Selamat membaca.


.


.


.


.


Di dunia ini, kekacauaan terjadi. Dunia seperti berada di game yang akan ada monster datang menyerang.


Di saat keputusasaan, muncul manusia yang bisa terbangkit, yang kini di panggil hunter.


Tentu, perangkat mereka menentukan kehidupan mereka.


5 tahun telah berlalu setelah kesemua itu. Dunia mula stabil dan manusia mula beradaptasi dengan dunia yang mengandalakan kekuatan.


Para pemimpin tidak lain. Namun mereka semua di butakan keserakahan dan membunuh banyak hunter hanya untuk kesenangan mereka semata.


Pemerintah dan banyak atasan menekan para hunter untuk bertarung kerana ketenaran dan kekayaan.


Mereka memang sampah.


Seorang pria tersenyum pada artikel yang beredar di internet.


"Apa masalah mu? Kami sampah, terus kalian apa? Hahaha. Benar benar artikel yang lucu."


Park Jin Hyun, anak tunggal presiden korea selatan.


Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Benarlah kata itu. Park Jin Hyun, anak presiden yang paling di benci para hunter kerana memperlakukan hunter dengan kasar.


Si pemabuk Park Jin Hyun, tidak ada bedanya dengan ayahnya.


Dia bersenang senang dengan kekayaan dari keluarganya yang menindas para hunter. Walau dia secara pribadi tidak pernah melakukan itu dan menjauh dari dunia perhunteran.


"Hahahaha! Apa itu!? Hahahahahaha!"


Buk!


Park Jin Hyun yang tertawa sangat keras terjatuh dari kursi nya.


"Aduh! Sialan!"


[Park Jin Hyun. (F)]


Jendela status muncul di depannya.


"Apa apaan ini? Apa aku terbangun akhirnya?"


Park Jin Hyun masih menatap jendela statusnya.


[Nama: Park Jin Hyun.


Umur: 23 tahun


Kekuatan: 24


Kelincahan: 5


ketangkasan: 5


Mana: 3


keberuntungan: 25


Status tubuh: 100]


"Apa aku rank F!? Aku harus menyembunyikan ini! Ayah ku akan membuang ku!"


Seorang anak yang di besarkan dalam kekayaan, mana bisa hidup bahkan sehari tanpa uang.


Walau begitu, Park Jin Hyun masih memeriksa jendela statusnya.


[Skill: Pemotong bawang. (F)


Anda bisa membuat lawan anda mengangis dengan menatap mata lawan selama 3 detik untuk rank F. Semakin tinggi rank, akan menaikkan 1 detik. Tidak menggunakan mana.


[Skill: Ancaman si pengecut. (E)


Anda bisa memberikan rasa takut pada musuh anda. Tidak akan berhasil jika musuh rank lebih tinggi dan mengetahui anda takut. Tidak menggunakan mana.


[Skill: Bahasa kasar. (F)


Anda bisa menusuk lawan dengan bahasa kasar anda. Tidak berlaku pada seseorang yang berhati kuat. Penggunaan mana 1 setiap 1 tusukan.


Park Jin Hyun hanya bisa ternganga.


"Bahkan skill ku seperti lelucon."


Park Jin Hyun mendesah dan menghilangkan jendela statusnya.


'Mari hidup seperti biasa saja. Bukan masalah aku jika aku terbangun atau tidak.'

__ADS_1


Park Jin Hyun hanya melupakan apa yang baru saja dia lihat.


.


.


.


.


.


Park Jin Hyun hidup seperti biasa. Bermabuk mabukan.


Spalsh.


Setidaknya itulah yang dia pikir.


"........."


Pria itu menatapnya dengan dingin.


"Hei banjingan, apa yang kamu lakukan pada tuan Kim."


'Tuan Kim, dari banyak banyak orang? Benarkah? Keberuntungan ku benar benar buruk.'


Park Jin Hyun yang sedikit mabuk menumpahkan alkohol pada pria itu.


Tuan Kim. Itu tidak lain adalah Kim Se Jung, ketua gulid nombor 1 di korea, Ahyung. Dia juga rank S tingkat pertama di pertandingan rank S terkuat.


Pria berbadan besar, berambut perang, bermata biru terlihat seperti orang asing itu berdiri dan menatapnya dengan niat membunuh.


[Seorang sampah menumpahkan alkohol pada ketua guild Ahyung.]


Itulah yang di pikirkan Park Jin Hyun tentang situs di internet esok hari.


'Aku harus lari!'


Park Jin Hyun menggigit bibir bawahnya menahan tekanan dari niat membunuh Kim Se Jung.


Mereka bertatapan hingga 9 detik.


Menitis, menitis.


Semua anggota Ahyung ternganga. Rank S Kim Se Jung, baru saja menitiskan air mata. Seorang hunter yang dingin dan tabah bahkan tidak menangis saat ke 2 kakak nya mati dalam penaklukan duengon, menangis di depan anak kepada alasan ke 2 kakaknya mati. Itu sulit di percaya.


'Apa yang baru saja aku-'


Bahkan Kim Se Jung sendiri bingung.


'Kesempatan!'


"Tuan, tuan baik baik saja?"


Seorang anggota nya bertanya namun Kim Se Jung tidak membalas.


'Apa ini, aku, menangis? aku menangis?'


Matanya tidak pedih. Dia mengingat dirinya yang tidak bisa menangis di pemakaman Ke dua saudaranya.


Menjadi rank S memiliki bayaran juga. Perasaan rank S di kuliti supaya mereka menjadi seorang yang tabah dan dingin. Tapi sekarang, dia baru saja menangis.


'Apa ini perasaan, menjadi manusia?'


Dia tidak merasa itu memalukan menangis di depan banyak anggota gulid nya. Dia merasa dirinya manusia untuk seketika.


[Efek skill telah habis.]


Dia melihat jendela status di depannya. Air matanya kini berhenti mengalir dan wajahnya kembali dingin.


'Efek skill? Aku tidak pernah tahu ada skill yang bisa membuat seseorang beremosi.'


Dia kembali menatap anggota gulid nya.


"Cari tahu tentang pria tadi."


"Baik tuan!"


Mereka khawatir tentang Kim Se Jung. Namun melihat dia kembali pada nada biaranya yang biasa, membuat mereka merasa lega.


.


.


.


Di kamar Park Jin Hyun.


"Uwah..... Aku iri. Dia memiliki badan yang sempurna."


Park Jin Hyun yang kini mabuk melihat dirinya di kaca.


Rambut hitam dan mata cokelat umum juga tubuh yang kecil dan imut.


Tipical badan rakn F adalah mereka kecil dan imut.


"Mengapa aku merasa aku bertambah imut dari selalu? Aku mau jadi tampan! Dunia benar benar aneh!"

__ADS_1


Park Jin Hyun hanya berteriak sendiri di dalam kamarnya.


Dia memang terkenal imut. Namun kerana dia sampah yang suka mabuk mabukan dan memaki orang, keimutan nya menghilang.


Park Jin Hyun akhirnya tertidur di sofa.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya.


"Aku sangat bosan........"


Kim Jin Hyun berbaring di kasurnya yang empuk dan mewah.


Kerana bosan, dia hanya menscroll hp nya.


[Ketua guild Ahyung ingin mengetahui tentang Park Jin Hyun.


⬇️Komen di komentar jika kalian tahu.]


Tangan yang memegang hp itu bergetar.


"Apa apaan? Apa dia semarah itu dengan ku?"


Buk.


Hp nya jatuh ke wajahnya.


Dia memegang hp itu dengan 2 jari sedang tangan lainnya mengelus hidung dengan lembut.


"Hp sialan ini juga. Argh!"


Park Jin Hyun hanya bisa kesal.


Tok, tok, tok.


Ada bunyi ketukan di jendela dan Kim Jin Hyun melihatnya.


Ada seekor merpati yang mengetoknya.


'Hem... Mari biarkan saja. Dia akan pergi nanti.'


.


.


.


Tok, tok, tok, tok, tok, tok, tok, tok, tok, tok, tok, tok, tok.


Burung itu terus saja mengetuk jendela kamar Park Jin Hyun.


Bang!


"Barung sialan! Apa kamu ingin ku bakar!?"


-Criip!-


Burung merpati itu kaget saat Park Jin Hyun membuka jendela dengan kasar.


Park Jin Hyun melihat sepucuk surat terikat di kaki merpati itu.


"Banjingan. Apa kamu tidak punya hp!? Ingin ku rebus burung sialan mu ini!? Kamu hidup di zaman apa!?"


Sambil berteriak marah, Park Jin Hyun mengambil surat itu.


[Aku sedang melatih merpati ku. Tolong berikan ku balasan jika dia mencapai siapa saja yang membaca ini.]


Level marah: max.


"Hahhhhhhhhh!!!?


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.............


Nulho: Baik, aku hanya ingin mengatakan cover buku ini aku ambil dari google dan itu adalah fanart dari cerita trash of the count's familly.

__ADS_1


Komen jika kalian ingin kelanjutannya. Jika tidak, besar kemungkinan aku tidak update.


#penulisdepress.


__ADS_2