
Setelah itu mereka mula berkeliling taman tema itu hingga Park Jin Hyun kelelahan.
"Aku rasa aku tidak akan minum hari ini. Hah..... Aku sangat lelah.... Terima kasih sudah menemani ku."
"Tidak apa. Bisa minta nomor hp peribadi mu."
Park Jin Hyun mengangguk dan menyerahkan hp nya pada Yoo Chung He.
"Kamu mengatakan masa kecil mu sudah hancur, apa yang terjadi?"
Yoo Chung He bertanya kerana penasaran.
"Ayah dan ibuku selalu bertengkar saat mereka bersama. Aku tidak pernah menerima hadiah dari santa juga. Yah, ayah ku tidak akan memeriksa kartu yang aku letak di kaus kaki itu dan ibuku tidak terlalu memikirkan tentang itu."
Park Jin Hyun dengan santai mengatakan itu kerana dia sudah mengenal Yoo Chung He cukup baik.
"Apa boneka anak kecil cowok yang kamu lihat di toko mainan tadi menarik perhatian mu?"
Park Jin Hyun hanya menganggukkan kepalanya.
"Permainan yang aku mainkan sejak aku kecil adalah alat tulis. Aku di suruh belajar di waktu lapang hingga aku tidak punya satu pon mainan yang bisa aku ingat. Pengasuh ku juga tidak pernah membelikan ku mainan sejak aku lahir. Juga aku akan di biarkan menangis satu malam kerana tidak ada yang menjaga ku."
Yoo Chung He ternganga mendengar itu.
"Bagaimana kamu bisa mengingat itu?"
"Aku anak presiden. Tentu saja banyak cctv di sana sini. Aku melihat semua rakaman cctv sejak aku lahir di umur 15 tahun. Kerana itu, aku bisa melihat apa yang terjadi di rumah itu dalam 15 tahun aku hidup."
Park Jin Hyun berkata dengan santai sambil minum air yang di belinya.
"Aku bukan bodoh untuk terus di kekang ayah ku. Tapi ibuku cukup bodoh untuk terus di kekang. Mengapa tidak minta cerai saja!? Aku harus berkorban demi melindunginya!"
Park Jin Hyun mula kesal dan dengan cepat menyingkirkan pemikiran tidak berguna itu.
Yoo Chung He menggelengkan kepalanya mengelus kepala Park Jin Hyun lembut.
"Bagaimana jika kamu pulang sekarang? Aku akan menghantar mu."
"Baik. Setelah aku beli gantungan kunci untuk kenangan."
Yoo Chung He mengangguk dan mengikutinya.
Park Jin Hyun membeli dua gantungan kunci kembar berbentuk bunga ros berwarna pink.
"Pink?"
"Apa? Hanya kerana itu warna yang lembut bukan berarti pria tidak bisa menggunakannya. Satu untuk mu sebagai kenangan."
Yoo Chung He dengan cepat menerima itu tampa protes.
Dia menghantar Park Jin Hyun di dekat apartemen miliknya dan membuka hp.
Dia membuka poster yang mengatakan Park Jin Hyun menyiramnya.
[Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa Park Jin Hyun lah korban di sini! Park Jin Hyun selalu diam kerana semua orang membela orang yang salah! Dia bahkan lega bahwa gadis remaja yang mengutuknya terlihat senang dengan itu dan berhenti memikirkan tentang monster! Kamu yang membulinya dan bahkan menarik simpati warga netizen!? Kamu keterlaluan! Bahkan keluarganya tidak menyambut ulang tahunnya dan keluarganya mendanai party untuk banjingan seperti mu dan bahkan melupakan hari ulang tahunnya sama dengan mu! Kamu tahu dia hampir bunuh diri jika tidak bertemu dengan ku hari ini!]
Kerana kesal Yoo Chung He meluahkan segala yang di luahkan Park Jin Hyun padanya.
Dengan cepat balasan menimpa komentarnya.
[Apa itu benar? Dia selalu di rumor kan sebagai pembuli. Apa kamu punya bukti?]
[Apakah begitu!? Aku tertipu! Aku minta maaf kerana telah menjelek jelekkannya! Katakan padanya untuk tidak bunuh diri!]
[Palingan kamu hanya ingin mencari sensasi bukan.]
__ADS_1
Namun beberapa saat kemudian, komentar milik Yoo Chung He di hapus.
Kerana itu membuat para netizen mula curiga dengan itu.
Yoo Chung He tersenyum dan memposting sebuah video di taman tema.
[Mengapa kamu tidak mempertahankan diri saat di buli?]
Suara dari balik layar terdengar mengajukan soalan pada Park Jin Hyun yang fokus menembak dan tidak sadar dirinya di rekam.
[Kerana menyebalkan melawan banjingan yang hanya akan mengadu pada ayahnya dan membuat ku di pukuli ayah ku kerana tidak sopan. Hei, dia bahkan mengambil hari ulang tahun ku dan memaksa ku datang di depan ayah ku seperti teman yang sangat baik. Aku tidak menyukainya. Jadi aku anggap saja dia-]
Park Jin Hyun terhenti kerana melihat ke arah kamera.
[Kamu merekam ku!? Kamu banjingan! Hapus itu segera!]
[Baik.]
Itu adalah end dari satu video.
Di bawahnya tertulis-
[Aku hanya mendapatkan satu video. Dia sangat tajam. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ’¥]
Namun hanya kerana satu video itu, pria yang mengaku di buli Park Jin Hyun di buli kembali.
[Wau, dia benar benar berbeda dari yang terlihat di televisi! Aku mula bersimpati padanya.]
[Bagaimana kalian bisa mengatakan wajah imut itu pembuli!? Dia benar benar terlihat tidak bersalah!]
[Dirinya kaget itu sangat imut!]
Berbagai riaksi komen pada video itu. Namun tidak ada yang berkomentar kasar kerana yang kasar pergi ke akun pria yang memfitnah Park Jin Hyun membulinya.
Ramai juga yang pergi memeriksa keaslian foto pria itu dan mendapati semua foto itu adalah editing.
Yoo Chung He tersenyum dan memberikan alamat sebuah restoran mewah untuk berjumpa jam 9 malam.
"Akan aku pastikan kamu menyesali perbuatan mu. Sebelum itu, mari beli boneka yang di lihat tadi."
.
.
.
.
.
Di restoran mahal, ruang VIP.
Pria itu masuk dengan wajah bengis dan melihat penolong kanan Yoo Chung He.
Namun kerana tidak mengenalnya, dia langsung saja berteriak marah pada penolong kanan itu.
"Apa kamu tahu siapa aku!? Hapus postingan kamu itu! Aku tidak punya waktu untuk semua ini!"
"Apa kamu bahkan tahu siapa kami?"
Pria itu menggertak giginya kesal.
Crash!
Pria itu mengambil piring makanan di atas meja dan melemparnya di sebelah kepala penolong kanan Yoo Chung He.
__ADS_1
"Apa kamu tidak kenal ayah ku!? Aku akan memasukkan kalian ke penjaga seumur hidup!"
"Kamu benar berpikiran dangkal."
Penolong kanan Yoo Chung He menggelengkan kepalanya dan bangun dari kursinya.
Pria yang di tutupi pakaian putih dari hujung rambut hingga hujung kaki memasuki ruangan itu.
"Apa guild Saint selemah itu di mata mu?"
Guild Saint adalah guild spesialisasi penyembuhan. Namun mereka juga kuat dalam pertarungan dan pertahanan yang membuat mereka cukup di kagumi.
Yoo Chung He berkata dengan dingin dan duduk di tempat penolong kanannya duduk tadi.
Wajah pria itu langsung pucat setelah melihat pria serba putih itu.
"Selama aku bersama Park Jin Hyun, dia selalu mengatakan dirinya sampah. Tapi ternyata seseorang yang terlihat suci lebih kotor dari kotoran manusia. Kamu mengambil hari ulang tahunnya dan berlagak seperti teman yang baik di depan ayahnya. Jika dia mati hati ini, akan ku pastikan kamu juga mati. Sayangnya, dia masih hidup."
Wajah pria itu semakin pucat saat Yoo Chung He berbicara.
"Ini adalah deklarasi tersembunyi guild Saint kerana Park Kin Ho tidak menyukai hunter. Siapa pon yang menyakiti Park Jin Hyun, tidak akan menerima perawatan dari guild Saint. Jika kamu berani lagi mengganggunya, kalian rawat saja sendiri luka kalian."
Yoo Chung He menghidupkan laptopnya.
[Apa kamu tahu siapa aku!? Hapus postingan kamu itu! Aku tidak punya waktu untuk semua ini!]
Terdengar suara pria itu dari laptop.
"Juga aku akan menyiarkan ini jika kamu berani menjelek jelekkan guild Saint. Jangan mengganggu guild Saint."
Yoo Chung He bangun dan berjalan pergi membiarkan pria itu terduduk di lantai sendirian.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya, Park Jin Hyun hanya menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya.
[Park Jin Hyun sangat imut! Dia terlihat seperti pupy yang marah!]
[Aku bersalah kerana mengutuk makhluk yang imut sepertinya.]
[Aku ingin memeluknya! Datang ke rumah ku! Aku akan menyambut ulang tahun mu jika keluarga mu tidak mau!]
Dia melihat banyak komentar pada hal viral nombor 1 di media sosial saat ini. Itu adalah video dirinya di taman tema.
"Apa apaan ini!?"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.................