
Nulho: Anggap aja si Park Jin Hyun udah punya perasaan ama si Kim Se Jung ya.....
Udah tinggal sebulan bersama, masa gak ada perasaan sama sekali.
PJH: Yaelah, palingan lu aja yang malas.
Nulho: Aku bisa jatuh hati dengan 1 charakter 2D dalam 1 seoson. Masa 1 bulan gak bisa.
PJH: Yaudah, mulai aja. Malas debat sama lu.
#whenpenulismalas.
.
.
.
.
.
2 minggu kemudian.
Park Jin Hyun seperti biasa pulang kerja pas jam 6 30 minit atau lebih.
Dia membuka pintu dan melihat seorang pria duduk di sofa berambut putih bergigi taring sambil memakan permen batangan.
Pria itu tersenyum ke arah Park Jin Hyun. Park Jin Hyun kaget dan menutup pintu nya kembali.
Dia melihat pintu kamar dan alamat di mana dirinya berada lewat aplikasi Gxmaps.
"Aku tidak salah rumah."
Park Jin Hyun bergumam dan mengeluarkan penyapu dari inventori.
Dia membuka pintu dengan wajah cemberut.
"Kamu siapa!? Apa kamu bawahan banjingan itu!?"
Pria itu kaku sebentar.
"Puh, Puhahahahaha! Aku mengharapkan reaksi ini! Aku Flufny, aku berevolusi setelah menjadi rank S. Aku akan berevolusi mengikuti ras yang mengasuh ku.
Yah, secara mudah, aku membesar menjadi manusia. Jadi papa, kamu tidak akan membuang ku, kan."
Park Jin Hyun melihat jendela statusnya.
[Flufny: rank S.]
"Apa ini permanen atau selamanya?"
"Aku bisa berubah sesuka yang ku mau."
Flufny berubah menjadi bola berbulu lagi.
Park Jin Hyun mengangguk paham. Flufny kembali ke bentuk manusianya. Bermata hitam dan berambut putih. Sama seperti bulu putihnya.
"Aku tidak akan membuang mu. Lagi pula, aku yang membesarkan mu."
Park Jin Hyun mengatakan itu dan melepas tas yang ia kenakan. Flufny tersenyum dan memeluk erat Park Jin Hyun.
"Papa, kamu yang terbaik."
"Baik, baik. Lepaskan aku. Aku tak bisa napas."
Park Jin Hyun menepuk punggung Flufny lembut supaya melepaskannya.
"Jadi, selama aku di duengon, kamu bersama pria lain?"
Park Jin Hyun merinding mendengar suara itu. Flufny tersenyum dan memeluk Park Jin Hyun lebih erat.
"Mengapa? Dia milik ku."
"Perangai siapa yang kamu ikuti ini? Aku tahu, Han So Jung."
Flufny tersenyum seperti dia tertangkap.
"Se Jung, ini Flufny sebagai pria. Dia tumbuh menjadi manusia kerana penjaganya manusia."
Flufny melepaskan Park Jin Hyun dan menatap Kim Se Jung dengan mata nakal milik Han So Jung.
"Ayah, apa kamu tidak akan memberi pelukan hangat pada papa?"
"Flufny!!?"
Wajah Park Jin Hyun memerah. Dia mengingat curhat pada Flufny yang dia menyukai Kim Se Jung.
"Aku akan bermain ke rumah Han So Jung. Papa, aku pergi dulu."
"Flufny!!!"
Park Jin Hyun mencoba menghentikan Flufny namun di halang oleh Kim Se Jung.
"Sepertinya kita perlu berbicara."
Park Jin Hyun melepaskan Flufny kali ini. Dia menghela nafas dan menjauh dari Kim Se Jung langsung ke peti sejuk mengambil bir.
__ADS_1
'Banjingan! Aku akan mabuk hari ini!'
Walau begitu, Kim Se Jung hanya membiarkan saja dan pergi mandi.
.
.
.
.
.
Di rumah Han So Jung.
Han So Jung sedang membelai Hayan dengan jari telunjuknya. Setelah terbongkar dia yang mengirim Hayan, Han So Jung tidak pernah menyuruh Hayan menghantar surat lagi. Namun dia masih membelanya kerana Park Jin Hyun masih terkadang datang untuk melihat nya.
Flufny mengerutkan alisnya saat terbang di jendela. Dia memiliki sayap kelelawar di punggungnya.
'Burung sialan!'
Flufny mencakar jendela dengan kukunya. Dia menyukai Han So Jung sejak pertama kali mereka bertemu. Dia tahu Han So Jung menyukai Park Jin Hyun, tapi tetap saja.......
'Aku di selingkuhin sama burung!? Aku tahu dia tidak punya peluang untuk papa! Tapi dengan burung! Tidak!'
Mungkin terdengar gila kerana dia cemburu sama burung. Namun, ingat, Flufny juga monster dan di layani seperti hewan peliharaan.
Dia hanya menatap Han So Jung dari luar jendela. Dia tahu perasaannya tidak akan di balas. Namun, dia ingin melihatnya walau tidak bisa memiliki.
Mendengar suara cakaran, Han So Jung menoleh ke arah jendela.
Namun tidak ada sesiapa di sana.
Flufny kaget langsung menjatuhkan tubuhnya. Tubuhnya bergantung terbalik seperti kelelawar yang ingin tidur.
Dia menutup mulutnya erat.
'Tidak, dia tidak bisa melihat hujud ku ini!'
Namun Flufny harus menggunakan mana untuk berubah kembali. Dia tidak punya cukup mana kerana bertukar dua kali di rumah.
Yang bisa dia lakukan adalah menahan nafasnya.
Han So Jung melihat tanda cakaran di jendelanya. Dia merasa aneh kerana itu di tingkat 30 dan tidak ada kucing di ruangannya. Burung juga sudah pada pulang.
Dia membuka jendela dan melihat sekeliling. Namun tidak menemukan apa apa.
Namun dia tidak putus asa.
Flufny bisa merasa mana mengenai dirinya.
Han So Jung merasakan kehadiran Flufny dan menusuk bahagian dinding bawah jendela dengan pedang daei inventorinya.
Flufny langsung kaget dan menjauh. Itu membuat dirinya terlihat oleh Han So Jung.
"Siapa kamu."
Han So Jung dengan dingin bertanya. Perkataan dingin itu menusuk Flufny.
"Siapa aku!? Aku hanya..... hanya.... ah..... Sial! Aku tidak pandai menipu! Papa, tingkatkan skill menipu mu!"
Pria bersayap kelelawar itu berteriak kesal tiba tiba.
"Aku salah seorang yang menyukai mu! Apa ada masalah dengan itu!? Papa ku tidak akan pernah membalas perasaan mu! Lupakan saja papa ku!"
"Aku punya perasaan sama papa mu? Siapa papa mu?"
Han So Jung sedikit tertarik dengan pria di depannya itu.
"Sial! Mengapa papa tidak pandai tutup mulut! Papa ku Park Jin Hyun! Dia tidak akan membalas mu!"
Sebagai monster yang di jinakkan, dia hanya bisa meniru kepribadian pengasuhnya.
"Dia punya anak?"
"Tidakkkkkkkkkkk!!! Bagaimana papa ku yang takut berumah tangga memiliki pasangan wanita!!? Aku Fluf..... Uhuk! Papa, belajarlah tutup mulut!"
Flufny yang stres memiliki kepribadian yang sama seperti papanya.
Park Jin Hyun yang suka berbicara sesuka hatinya dan tidak bisa menyimpan rahasia begitu di tanya.
Namun dia pelit di mana tidak akan membocorkan rahasia orang lain.
"Jadi, kamu Flufny? Kamu berevolusi mengikuti manusia kerana manusia yang mengasuh mu. Dan kamu mengikuti perangai pengasuh mu?"
Flufny mengerutkan alisnya.
"Tidak! Hanya sekadar 50%. Aku masih memiliki pemikiran ku! Jangan berpikir aku sama dengan papa ku!"
Flufny menyilangkan tangannya memeluk tubuh dan memuncungkan bibirnya.
Dia dengan marah terbang ingin pergi.
"Flufny, aku punya permen madu kesukaan mu."
Flufny dengan cepat kembali dan terhenti sesaat sebelum mengambil permen.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak akan mengambilnya!"
Flufny menolak dengan keras. Namun Han So Jung menariknya masuk ke rumahnya.
Kerana di tarik, sayap kelelawar miliknya menghilang. Itu kerana mananya menjadi tidak seimbang akibat kaget.
Dia terjatuh tepat di atas Han So Jung.
"Aku tahu aku tidak akan memenangkan hati papa mu itu. Dari awal aku sudah tahu. Dia mengandalkan Kim Se Jung lebih dari ku."
"Kalau sudah tahu, bagaimana mengalah dan lepaskan aku segera!?"
Flufny mencoba untuk melepaskan dirinya dari pelukan Han So Jung. Dia tidak kuat dalam fisik melainkan mana. Namun dia cukup kuat untuk mengangkat tong gas setidaknya.
"Tapi, bukankah kamu menyukai ku?"
"Eh?"
Flufny mengangkat wajahnya mendengar itu. Mata mereka bertemu dan wajah mereka sangat dekat.
Wajah Flufny memerah namun tersenyum nakal seperti milik Han So Jung untuk menutupi wajahnya yang merah.
"Mengapa? Apa aku salah untuk menyukai seseorang?"
Walau Flufny mencoba menutup rasa malunya, Han So Jung masih bisa melihat kupingnya yang memerah.
Han So Jung tersenyum nakal juga dan mengangkat tangan kanannya dan menyentuh dagu Flufny.
Mata Han So Jung tertutup dan.....
-Chu.
Bibir mereka bersentuhan. Flufny tidak bisa menyembunyikan wajah merahnya lagi. Itu bertahan 5 detik hingga akhirnya Flufny memukul dada Han So Jung dengan keras.
[Han So Jung: Pemulihan emosi 100%]
Detak jantung Han So Jung menjadi cepat seperti dia baru saja lari maraton. Ini pertama kali baginya untuk merasakan perasaan ini.
Flufny mengangkat kepalanya dan jatuh ke dada Han So Jung. Dia terlalu malu untuk mengatakan apa pon.
"Mengapa? Bukankah kamu memiliki senyum nakal yang sama seperti milik ku?"
Han So Jung ingin menggoda pria di depannya ini lebih lagi.
"........."
Flufny tidak menanggapinya. Pipinya panas dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Dia baru perasan akan intimnya mereka saat berpelukan. Dia sudah terbiasa dengan pelukan saat menjadi Flufny berbulu.
"Berhenti memeluk ku! Aku, aku, aku tidak siap untuk apa pon!"
Han So Jung merasa itu imut untuk melihat Flufny yang selalunya suka bergaduh dengan Hayan hanya kerana dia membelai Hayan, malu.
Hayan sudah terbang keluar saat dia menarik Flufny masuk.
Jantung mereka berdetak dengan cepat.
"Bagaimana dengan, tidak?"
Suara lembut Han So Jung menerpa kuping Flufny.
Dia memukul dada Han So Jung lagi.
"Temani aku tidur, ok?"
Flufny ragu sebentar. Namun dia melihat stat mananya. Dia kembali ke bentuk asalnya.
"Pah! Pah! Pah!"
Dia marah dan ingin pergi. Namun ekornya di pegang Han So Jung.
"Siapa yang membenarkan kamu pergi? Temani aku tidur. Aku tidak peduli kamu yang mana."
"Pah!!!!!!"
Mata Han So Jung benar benar seperti tidak akan melepaskan Flufny. Flufny hanya bisa berteriak.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......................
Nulho: I get heart attack. Help me. 😭
Mereka sangat comel! Adegan ciuman adalah kegemaran ku! Jiwa fujo ku bergelojak!
Im really excited! 😍 Ahem.
__ADS_1