Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Episode 16


__ADS_3

30 minit sebleum kejadian.


Park Jin Hyun pulang ke rumah dengan aman di hantar Kim Se Jung.


Dia mandi dan membersihkan dirinya dari semua makanan yang melekat padanya.


Dia membuka jendela membiarkan udara luar masuk dan membuka peti sejuk.


Dia mengambil kue yang di hadiahkan ibunya dan makan sepotong sambil menonton televisi.


Dia meminta pembantunya membelikan air mangga di cafe terdekat dan terus saja menonton televisi.


.


.


.


Tuk, tuk.


Pintu di ketuk dan Park Jin Hyun mengizinkan dia masuk. Pembantunya mengambil gelas dan memasukkan air mangga itu.


Park Jin Hyun mengambil gelas itu dan mematikan televisi nya berpikir untuk tidur siang setelah minum air mangga itu.


Dan beberapa saat dia minum.


"Uhuk."


Park Jin Hyun batok darah dan terbaring di lantai.


"Apa ini baik baik saja?"


Seorang pembantu lainnya masuk memeriksa ruangan itu.


"Tenang saja. Racun rank F lemah namun membunuh orang yang tidak terbangkit dengan mudah dan tidak meninggalkan jejak."


Pembantu yang memberikan air mangga pada Park Jin Hyun dengan tenang mengatakan itu.


"Mari sediakan mobil untuk membawanya ke duengon rank F ilegal itu."


Duengon ilegal adalah duengon yang belum di tanda pada mana mana pemberitahuan.


Mereka dengan tenang keluar dari ruangan itu.


Park Jin Hyun membuka matanya perlahan melihat status tubuhnya.


[Status tubuh : 96]


Dan angka itu perlahan menurun.


Dia kehilangan kesadaran setelah melihat angka 80.


'Banjingan!'


Dengan itu, Park Jin Hyun hilang kesadaran. Hayan yang menjadi saksi mata di sana panik.


Hayan dengan cepat terbang ke wajah Park Jin Hyun dan mematuk pipinya. Namun itu tidak membangunkannya.


Hayan terbang kembali ke tuannya untuk bantuan.


Namun Ke 2 pembantu tadi mengangkat Park Jin Hyun masuk ke dalam mobil tampa nombor flat.


Mereka tiba di duengon ilegal itu dan melempar Park Jin Hyun yang tidak sadarkan diri ke dalamnya.


Mereka berdua melepaskan topeng mereka dan ingin kembali untuk menghapus bukti.


.


.


.


-Criiiip!-


Hayan kembali dengan cemas. Han So Jung yang melihat tidak ada balasan ingin marah.


Namun Hayan tidak peduli dan tetap berkicau dengan cemas.


Melihat ke anehan itu, Han So Jung memutuskan untuk meliriknya.


Dia melihat warna merah di surat yang di ikat pada kaki Hayan.


Dia dengan cepat mengambil surat itu dan menghidunya. Dan tekaannya benar. Itu adalah bau darah.


Han So Jung langsung bangun dari rapat guildnya saat itu dan bergegas pergi ke apartemen Park Jin Hyun.


Bukan Han So Jung yang perasan akan kejanggalan itu. Kim Se Jung yang meletakkan alat pelacak pada jam yang ia kenakan terputus di area yang cukup jauh dari rumahnya.


Kim Se Jung pergi ke sana untuk mengecek apa yang terjadi.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Di kamar Park Jin Hyun.


Han So Jung memegang gelas yang memiliki sisa air mangga di lantai yang mana ada darah di karpet.


Dia call Yoo Min Hae.


-Iya, apa yang saya bisa bantu, tuan hipokrit?-


Yoo Min Hae bertanya dengan nada bercanda.


"Tutup semua jaringan komunikasi yang ingin mengatakan Park Jin Hyun menghilang."


Mendengar suara dingin Han So Jung, Yoo Min Hae duduk tegak.


-Apa yang terjadi?-


"Aku sekarang ada di kamar Park Jin Hyun yang kosong. Ada gelas air mangga dengan racun rank F dan jejak darah di karpet."


Yoo Min Hae menutup matanya mendengar itu. Baru saja mereka bersenang senang, Park Jin Hyun langsung di racuni!? Yoo Min Hae mencuba yang terbaik untuk tidak menghancurkan hp yang ada di tangannya saat ini.


Walau begitu, hp nya masih retak.


-Baik, akan aku laksanakan.-


Yoo Min Hae menutup panggilan itu dan call Yoo Chung He.


-Iya, ada yang bisa saya bantu, ratu lautan?-


Yoo Chung He mengatakan seperti itu kerana dia ada di dalam rapat.


Jadi dia sedikit kesal.


"Park Jin Hyun menghilang mungkin di bawa ke duengon. Ada jejak darah dan racun rank F di kamarnya di jumpai So Jung. Aku akan mengendalikan media sosial dari maklumat itu keluar. Kamu mengurus para polisi bersama Kang Dae."


Yoo Chung He yang mendengar itu langsung bangun. Kebetulan rapat saat itu adalah kerjasama antara guild Saint dan guild Dae.


"Kang Dae, kita ada kerja dengan para polisi."


-Akan ku serahkan media sosial pada mu.-


Dengan itu Yoo Chung He menutup panggilan itu dan berjalan keluar bersama Lee Kang Dae.


"Apa yang terjadi?"


Lee Kang Dae bertanya kerana dia tidak mendengar apa yang di bicarakan Yoo Min Hae di hp.


Lee Kang Dae mengangguk setuju. Dia kuat dalam bertarung. Namun caranya bertarung adalah bar bar. Dia tidak sesuai dalam misi menyelamatkan seseorang.


Membuat kekacauan adalah kepakaran Lee Kang Dae. Mengalihkan tumpuan semua polisi padanya supaya kasus tentang hilangnya Park Jin Hyun tidak di selidiki terlebih dahulu.


.


.


.


Beberapa saat Han So Jung menutup panggilan, 2 pembantu yang ingin menutupi jejak masuk kamar itu.


Mereka kaget dengan kehadiran Han So Jung.


Han So Jung menggunakan tekanan rank S pada mereka.


Secara naluriah, mereka menunduk seperti mereka di depan monster kernivora.


"Aku tidak ingin tahu siapa yang menghantar kalian. Aku sudah menebak itu siapa. Di mana Park Jin Hyun?"


Ke 2 pembantu itu tidak bisa bernafas di bawah tekanan itu dan membicarakan semuanya.


Han So Jung dengan cepat pergi ke lokasi sama dengan Kim Se Jung.


"Apa yang kamu buat di sini?"


Soal Han So Jung dingin.


"Jejak terakhir dari alat pelacak Park Jin Hyun berakhir di depan pintu masuk duengon rank F ilegal ini."


Mereka bukan tim yang baik. Namun untuk sekarang, mereka tiada pilihan selain berkerjasama.


.


.


.


.


.


Clang.


Bunyi air menitis memenuhi gua yang berliku itu. Titisan air itu mengenai wajah Park Jin Hyun yang membuatnya terjaga.

__ADS_1


Dia merasa tubuhnya berat dan melihat status tubuhnya.


[Status tubuh: 61]


Pandangannya kabur namun dia tahu dia pasti di dalam duengon yang setidaknya rank E atau F.


Dia dengan seluruh tenaga yang tersisa bangun dari tempatnya.


Pintu duengon tidak akan tertutup hingga duengon di selesaikan. Namun saat sudah masuk, mereka hanya bisa terus maju hingga mengalahkan boss monster duengon itu.


Dia melangkah dengan perlahan saat badannya di sandar ke dinding gua. Dari jalan yang berliku, dia pasti duengon ini di penuhi monster semut. Jadi boss monsternya pasti ratu semut.


Sekelompok semut sebesar 2 meter muncul di depannya yang membuat Park Jin Hyun membulat matanya.


Dia mengerahkan seluruh tenaga untuk menjauh dari sana.


Namun seekor semut melihatnya dan menanduknya.


Park Jin Hyun terpental dan batok darah. Kepalanya juga mengalirkan darah cukup banyak.


Dia mengoyak bajunya dengan pisau dari inventori nya dan membalut luka di kepalanya.


Dia berjalan dengan nafas berat hingga para semut itu tidak mengejarnya lagi.


Dia duduk bersandar pada dinding gua dengan tidak berdaya.


"Sial! Aku bahkan belum punya pacar! Aku belum bisa mengalahkan boss di game terakhir ku! Aku belum memakan semua makanan yang aku mau! Aku belum mengucapkan selamat tinggal pada ibu dan teman teman ku! Takdir! Kamu berengsek! Aku baru saja mendapatkan teman baru dan kamu akan mengambil nyawa ku!?"


Park Jin Hyun yang kesakitan tidak bisa berpikir apapon. Otaknya kosong kerana kesakitan.


Dia mula meringkuk di gua yang luas itu seperti menyembunyikan dirinya.


Air mata mengalir keluar dari matanya. Air mata sakit dan putus asa bercampur dalam tangisan itu.


[Status tubuh: 15]


Status tubuhnya sudah menampilkan angka merah.


Tubuhnya berat, pandangannya kabur dan tubuhnya mengerikan saat ini.


[Status tubuh: 8]


Dia mula kesulitan bernafas. Dia jatuh terbaring ke tanah dengan mata yang mengalirkan air mata.


Saat dia jatuh ke tanah, matanya yang kabur melihat bola berbulu putih yang sedang bersembunyi di balik tembok.


[Status tubuh: 3]


Seluruh tubuh Park Jin Hyun mati rasa.


[Status tubuh: 2]


Dengan air mata mengalir tidak ada hentinya, dia bergumam seperti kata kata terakhirnya.


"Aku tidak ingin mati."


[Status tubuh: 1]


.


.


.


.


.


Kim Se Jung dan Han So Jung memasuki duengon itu dan menggertak gigi marah.


Duengon semut adalah duengon paling mengerikan walau rank apapon itu! Apa lagi dalam misi menyelamatkan seseorang.


10 jalan bersambung dengan 1 jalan yang membuatnya sangat sulit mencapai ratu semut. Juga sangat membingungkan membuat misi penyelamatan sangat rumit.


"Sial!"


Kim Se Jung dan Han So Jung tidak bisa membantu tapi menyumpah saat itu juga.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......................


Nulho: Aku teringat nessie judge saat membaca bahagian awal pasal kronologi kasus. 😅😂

__ADS_1


__ADS_2