Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Episode 14


__ADS_3

[Ibu ku akan menghantar mobil lain untuk menjemput ku dari guild Saint kerana Yoo Chung He membuat ayah ku kesal pada ku.]


[Terus?]


Dengan cepat Park Jin Hyun mendapat balasan.


[Bagaimana ya.....]


[Ayah ku pasti menyuap driver itu untuk mencelakai ku.]


Sekali lagi Park Jin Hyun berhenti memikirkan apa yang perlu ia taip.


[Jika tidak, dia mungkin merosakkan mobil itu seperti memotong tali breck. Jadi bisakah kamu datang seperti hero yang kebetulan lalu? Aku akan memberikan nombor flat mobil itu.]


[Baik. Aku sudah bergerak ke guild Saint.]


Yoo Chung He terbatuk membaca balasan itu.


'Dia langsung ke sini? Benarkah? Kamu tidak pernah membalas masej kami semua kecuali masej tentang kerja!'


Yoo Chung He benar benar kesal dengan Kim Se Jung.


Yoo Chung He bisa melihat Park Jin Hyun yang tersenyum pada balasan Kim Se Jung.


[Banjingan! Apa kamu bercanda!? Langsung datang ke sini!? Kamu berengsek yang mudah di ajak bicara! Itu mengapa aku selalu ingin meminta bantuan mu! Jangan membuat ku selalu memanggil mu!]


Yoo Chung He mengangguk pada masej itu. Kim Se Jung tidak pernah langsung datang saat di minta bantuan.


Sekarang dia paham mengapa Park Jin Hyun selalu memanggilnya duluan dari yang lain.


Lalu masej suara di kirim Kim Se Jung.


-Bagaimana mungkin aku tidak datang membantu mu walau itu adalah permintaan nyeleneh. Aku ingin selalu dekat dengan mu.-


Yoo Chung He ternganga.


'Di mana Se Jung yang dingin itu?'


Park Jin Hyun menghela nafasnya mendengar itu.


Dia juga mengirim pesan suara pada Kim Se Jung.


"Banjingan. Kamu hanya ingin memulihkan emosi mu lebih cepat bukan. emosi mu lebih cepat sembuh saat bersama ku dan bebas beremosi bersama ku. Aku tahu niat mu."


Dengan cepat balasan muncul.


[Tentu saja. Namun menghabiskan masa bersama mu sangat menyenangkan dari pria yang mungkin mengintip perbualan kita ini.]


Yoo Chung He terbatuk lagi membaca balasannya.


'Bagaimana dia tahu?'


Park Jin Hyun hanya menggelengkan kepalanya.


[Kalian semua memang suka melihat masej ku. Apa aku pacar kalian atau apa? Well, aku tidak peduli.]


'Kamu setidaknya harus peduli tentang privasi mu.'


Park Jin Hyun menutup hp nya dan Yoo Chung He kembali duduk di meja kerjanya.


Sebenarnya selama seminggu Park Jin Hyun demam tinggi, dia selalu masej bersama Kim Se Jung. Kerana yang lain mengatakan Park Jin Hyun tidak membalas masej mereka, Kim Se Jung merahsiakan itu.


Selama Park Jin Hyun demam, dia selalu meminta hal nyeleneh dan tidak masuk akal. Namun Kim Se Jung akan mengirimkan apa yang dia minta dengan menyamar sebagai pengirim barang.


Bermula dari teh hitam yang paling mahal di dunia, hingga ke pasta gigi. Kerana Kim Se Jung selalu menghantarnya, Park Jin Hyun selalu meminta berbagai hal.


Pernah juga dia meminta Kim Se Jung membetulkan penghangat ruangannya kerana itu rusak. Sangat tepat setelah memikirkan penghangat itu, Kim Se Jung masej dirinya.


Awalnya hanya untuk menjauhkan Kim Se Jung darinya kerana masej dirinya dari pagi sampai malam kerana dia pergi ke area 6. Namun lama kelamaan itu menjadi kebiasaan memintanya melakukan sesuatu.


.


.


.


Tidak lama kemudian, mobil yang di kirim ibunya tiba. Park Jin Hyun berpamitan dengan Yoo Chung He dan memberikan nombor flat pada Kim Se Jung.


Park Jin Hyun memerhatikan driver mobil itu sepertinya tidak punya niat jahat.

__ADS_1


Dia menghela nafas dan memegang sambuk pengaman dengan erat.


Dia tahu ada tikungan di depan sana dan mereka perlu mengurangi kecepatan mereka.


Driver itu menekan breck namun itu tidak berfungsi.


Driver yang panik melakukan segala cara untuk menghentikan mobil itu. Namun itu hanya sia sia.


Mereka tiba ke tikungan dengan kecepatan 80 km/j.


Duang!!!


Park Jin Hyun mendengar bunyi pembatas di langgar dan kepalanya terbentur ke pintu mobil menyebabkan kepalanya berdarah.


'Apa aku akan mati?'


Park Jin Hyun mula berpikir jika Kim Se Jung tidak sempat menyelamatkannya. Dia akan terbunuh.


[Skill: Tebasan sempurna. (S) Menggunakan 10 mana]


Kim Se Jung menebas mobil itu di bahagian tengah menjadi 2 dengan sempurna. Dia dengan cepat menarik Park Jin Hyun dan driver mobil itu keluar.


Mobil itu jatuh ke jurang.


Duaar!!!


Mobil itu langsung meledak kerana tangki minyak bocor.


Kim Se Jung menghela nafas dan mematikan skill nya. Dia tidak perlu pedang untuk itu kerana itu seperti pedang mana.


Driver mobil itu pingsan kerana shock dan Park Jin Hyun menyeka darah di wajahnya.


"Apa kamu baik baik saja? Aku akan membawa mu ke rumah sakit."


Park Jin Hyun hanya mengangguk. Kepalanya pusing kerana benturan tadi.


Melihat Park Jin Hyun bahkan tidak membalas, Kim Se Jung langsung membawanya dan driver mobil itu ke rumah sakit terdekat.


.


.


.


"Kalau begitu, aku pergi dulu"


Kim Se Jung mengatakan itu dan ingin pergi. Namun Park Jin Hyun menarik lengannya dan merangkul lehernya.


"Hei, kamu pahlawan ku hari ini."


Klik.


Park Jin Hyun mengambil gambar dirinya seperti sangat bersyukur dan gembira sedang Kim Se Jung bingung.


"Aku pikir akan mati hari ini. Terima kasih datang menyelamatkan ku seperti seorang pahlawan."


Kim Se Jung perasan dengan tangan Park Jin Hyun yang memegang hp bergetar.


Kim Se Jung membuka jasnya dan memakaikannya pada Park Jin Hyun.


"Aku lega kamu baik baik saja. Jangan melakukan hal yang merbahaya seperti ini lagi di masa depan. Kamu membuat jantung ku hampir copot tadi."


Park Jin Hyun yang melihat Kim Se Jung mengatakan itu dengan tulus tersenyum.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk tidak melakukannya di masa depan."


"Aku akan menghantar mu pulang."


Park Jin Hyun mengangguk dan masuk ke mobil Kim Se Jung. Dia membuka hp nya lagi dan post gambar yang di ambilnya tadi.


di bawah gambar tersebut dia menulis.


[Hari yang melelahkan. Aku hampir mati namun hunter Kim Se Jung datang menyelamatkan ku seperti pahlawan. Mobil yang aku naik jatuh ke jurang kerana masalah breck. Sayangi nyawa kalian. Aku mengucapkan terima kasih sebesar besarnya pada Kim Se Jung atas menyelamatkan nyawa ku. Umur panjang hunter Kim Se Jung.]


Park Jin Hyun tidak pernah post apapon di akun media sosialnya. Ini pertama kali dan semua orang langsung melihatnya.


Orang orang mengenal Park Jin Hyun dari televisi atau akun media sosial orang lain.


Dia dengan cepat mendapat komentar dari followernya.

__ADS_1


[Wau, postingan pertama mu adalah ucapan terima kasih? Kamu benar benar berbeda dari yang di rumorkan akun lain. Benar, umur panjang untuk kalian!]


[Jika ada yang mengatakan wajah terima kasih dan penuh syukur itu palsu atau editing, aku akan memblokir akun mereka! Wajah Park Jin Hyun yang imut itu tidak bisa di palsukan!]


[Benar! Kamu seharusnya lebih menonjolkan diri! Post gambar imut mu lebih sering! Aku akan melapor semua komentar kasar dari pembenci mu!]


Seketika tangan Park Jin Hyun kaku membaca semua komentar itu.


'Ah, aku menggali kuburan ku sendiri.'


Selama ini Park Jin Hyun menutup dirinya dari dunia media sosial kerana ayahnya mungkin merasa terancam dan menyingkirkannya.


"Aku membuat kesalahan besar. Apa aku akan mati sebentar lagi?"


Kim Se Jung mendengar itu dan melihat postingan di hp Park Jin Hyun dan tersenyum.


"Panggil aku kapan pon itu. Aku akan segera tiba melainkan aku berada dalam duengon."


Park Jin Hyun mendecakkan lidahnya mendengar itu.


"Itu aku juga tahu."


Dan postingan itu dengan cepat menjadi hal viral pertama di media sosial.


.


.


.


.


.


Tiba di rumah.


Di kamar Park Jin Hyun.


"Benar juga. Aku belum mengirim balasan dari tuan mu. Apa lagi yang dia tanyakan? Ah persetanlah"


Park Jin Hyun mengambil kertas dan dengan cepat mengirim balasan dan Hayan langsung terbang pergi mengharap Han So Jung tidak merebusnya.


.


.


.


Di kantor Han So Jung.


'Mengapa aku masih tidak mendapatkan balasan ku!?'


Semua orang saat ini menghindari kantor Han So Jung kerana dia dalam suasana hati yang buruk.


-Criiip!-


Mendengar suara merpati, Han So Jung langsung mengambil surat di kakinya.


[Maaf lambat mengirim balasan. Aku melupakannya kerana migrain dan harus pergi ke guild Saint bersama keluarga ku. Kemudian hampir mati jatuh gaung dan di rawat di rumah sakit. Aku lupa apa yang kamu tanyakan di pagi hari. Maaf. Aku lelah dan ingin tidur segera. Maaf sekali lagi.]


Han So Jung ternganga dan langsung membuka akun media sosialnya dan melihat hal viral pertama.


Itu ada gambar Kim Se Jung dan Park Jin Hyun dengan kepala berbalut.


"Aku harap dia baik baik saja. Padahal esok hari lahirnya."


Han So Jung hanya bisa menghela nafas panjang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....................


__ADS_2