
Mereka memasuki taman tema itu dan melihat banyak permaianan yang menyenangkan.
"kamu ingin mula dengan apa?"
Yoo Min Hae bertanya dan Park Jin Hyun menunjuk roller coster.
Mereka pon mula beratur dan menaikinya.
Dan setelah turun, Park Jin Hyun langsung saja muntah.
"Jika kamu begini teruk dengan roller coster, mengapa kamu naik?"
"Uwek..... Hanya penasaran. Uhuk."
Setelah itu mereka berehat di kursi taman dan Yoo Chung He membelikan air mineral untuknya.
"Terima kasih."
"Seriusly, mengapa kamu bermain dengan sesuatu yang membuat mu muntah?"
Yoo Chung He merasa kesal kerana harus menjaga orang lain.
"Maaf. Kamu tidak perlu untuk merawat diriku. Aku bisa merawat diriku sendiri. Juga, aku tidak punya masa untuk bermain walau aku berkunjung ke tempat seperti ini."
Yoo Chung He sedikit bersalah mengatakan itu namun mengabaikannya.
"Apa seterusnya?"
"Rumah hantu."
Yoo Chung He mengangkat satu alisnya.
"Kamu pasti?"
.
.
.
"Waaaarg!!!"
Park Jin Hyun kini bahkan tidak berani untuk membuka matanya berpegangan pada Yoo Chung He yang membuatnya semakin kesal.
"Jika kamu takut, mengapa kamu tetap masuk!?"
Mendengar itu, Park Jin Hyun langsung melepaskan pegangannya.
"Maaf. Aku hanya kaget."
Yoo Chung He melihat Park Jin Hyun membuka matanya dan memeluk tubuhnya ssndiri dengan erat.
Yoo Chung He mengabaikannya dan berjalan menjauh.
Park Jin Hyun ingin mengikutinya namun berhenti kerana di kaget kan sosok yang mengerikan.
Dia langsung terduduk dan menutup matanya. Namun berpikir tidak ada yang akan membantunya membuatnya membuka matanya dan kembali berdiri.
"Sial, Banjingan, keparat, menyesal aku masuk rumah hantu! Tidak akan aku masuk lagi selamanya!"
Kemudian saat berjalan, kakinya di pegang dengan erat hingga dia tidak bisa melangkah.
"Berhenti mengganggu ku keparat! Kamu ganggu saja banjingan di depan itu!"
Park Jin Hyun ingin menangis di sana membuat Yoo Chung He kembali.
"Lagi kamu takut, lagi suka mereka menggangu mu."
Yoo Chung He mengatakan itu dan menarik Park Jin Hyun.
__ADS_1
"Tutup saja mata mu."
Mendengar itu, Park Jin Hyun menutup matanya dan ikut saja kemana tangannya di tarik.
.
.
.
.
.
"Apa kamu baik baik saja? Mengapa kamu bermain sesuatu seperti itu jika kamu tidak cocok dengan permainan itu."
Sekali lagi Yoo Chung He memberikan air mineral pada Park Jin Hyun.
"Hyung Lee tidak membenarkan ku mabuk di siang hari. Aku harus mencari jalan lain selain mabuk kerana dokter mengatakan aku harus mengurangi minum juga. Jika tidak, aku sekarang berada di bar, bukan di sini."
'Jadi rumor dia suka mabuk mabukan itu benar.'
Park Jin Hyun menghela nafas dan melihat roda paris yang berputar.
"Mari naik itu saja."
Mendengar itu, Yoo Chung He mengangguk dengan cepat kerana itu tidak menakutkan kecuali seseorang yang takut tinggi.
.
.
.
Mereka mula beratur dan menaiki roda paris itu. Kerana itu siang hari, itu tidak begitu indah pemandanganya.
"Apa kamu sedang dalam masalah atau susah hati?"
Yoo Chung He mula tidak tahan dengan helaan nafas yang berlanjutan itu.
Park Jin Hyun diam seketika dan membuka mulutnya.
"Hari lahir ku lagi 2 hari."
Yoo Chung He hanya mengangguk kerana dia sudah tahu itu.
"Namun aku harus mendengar bahwa hari itu adalah hari party sebuah hari lahir pria yang aku siram hari ini."
Yoo Chung He langsung tutup mulut kerana dia tahu bahwa Park Jin Hyun lah yang di siram.
"Bahkan ayah ku mengingat hari lahir anak itu. Ibu ku juga. Aku lelah dengan keluarga ku. Mereka tidak pernah menyambut hari lahir ku dan mereka mengatakan mereka akan mendanai party untuk banjingan itu? Aku hanya lelah. Apa mereka bahkan mengingat hari itu adalah hari lahir ku? Aku tidak ingin mereka menyambutnya sama sekali. Aku tidak pernah berharap sekali pon. Tapi setidaknya, apa mereka tidak bisa mengingatnya. Aku cukup kecewa dengan ibu ku hari ini."
Park Jin Hyun yang mudah melepaskan emosinya dengan cepat menceritakan apa saja yang ada dalam kepalanya.
"Aku ingin minum namun di usir hyung Lee ku mengatakan dokter ku mengatakan alkohol terlalu banyak dalam darah ku."
Yoo Chung He hanya mendengar nya. Tidak ada yang bisa dia katakan pada saat ini.
"Aku sangat menyayangi ibu ku. Walau ibu ku berpikir aku tidak menyukainya, tapi aku menyayanginya. Itulah mengapa aku terus bertahan berada di apartemen mewah yang di buat hanya untuk mengisolasi ku dari dunia luar kerana aku anak yang bodoh. Bertahan sendirian di sana sejak 15 tahun dan mempertahankan kewarasan ku."
Park Jin Hyun mensandarkan kepalanya pada jendela sambil melihat pemandangan di luar.
"Maaf, sebagai hunter, kamu pasti sangat kesal untuk menemani ku hari ini. Aku baik baik saja. Aku lebih baik dari para banjingan miskin di luar sana."
Yoo Chung He melihat mata Park Jin Hyun yang terlihat ingin berkaca namun di tahan.
"Lepaskan segalanya. Aku akan mendengarnya. Kamu setidaknya memiliki emosi untuk di tunjukkan."
Park Jin Hyun menghela nafas lagi setelah mendengar itu.
__ADS_1
"Kamu pasti banjingan rank S itu."
'Sial!'
"Hei, aku sudah baik mengatakan itu!"
Yoo Chung He menjadi kesal.
"Aku tidak memerlukan simpati dari siapa pon. Aku baik baik saja sendiri. Kehidupan yang aku jalani dan makanan yang aku makan berjalan di atas nyawa para hunter. Orang seperti itu tidak layak untuk di beri belas kasihan."
Mendengar itu, Yoo Chung He menelan semula semua perkataan kesal yang dia akan beri.
"Bersimpati pada ku hanya kerana aku adalah anak mereka, itu bukan pilihan yang baik. Membiarkan seluruh dunia membenci ku untuk mengalihkan perhatian mereka dari ibuku. Ibu ku berjuang untuk hunter dan selalu di pukuli ayahku kerana berbeda pendapat. Untuk itu, aku membuat seluruh dunia membenci ku. Ahli politik, hunter atau bahkan rakyat sekalipon. Tapi aku berjuang untuknya, dia bahkan melupakan hari lahir ku. Aku benar benar kecewa."
Park Jin Hyun benar benar tampak putus asa.
"Dan aku di suruh hadir pada party banjingan itu saat aku sendiri sedang berulang tahun? Bahkan ibu ku menyuruh ku. Masa kecil ku sudah hancur dan mereka tetap ingin mengikat ku ke satu sisi? Aku, benar benar putus asa sekarang."
Park Jin Hyun terus melihat pemandangan di luar jendela.
"Padahal aku sudah mengatakan untuk tidak Bersimpati pada ku, aku yang bercerita tentang kisah ku. Aku benar benar sampah yang hebat. Maaf. Mengapa juga aku mengajak mu. Aku rancang untuk bunuh diri di sini, taman tema ayah ku di mana aku bahkan tidak di diperbolehkan untuk bermain saat berkunjung."
Mendengar Park Jin Hyun ingin bunuh diri membuat Yoo Chung He tersentak.
"Aku ingin melakukannya di roller coster yang kita naiki tadi dengan alasan kecelakaan. Namun aku malah datang bersama mu dan mungkin Kim Se Jung kerana aku membeli 2 tiket hanya untuk alibi."
"Mengapa kamu bersusah payah hanya untuk bunuh diri? Kamu bisa menusuk dirimu sendiri."
Park Jin Hyun akhirnya mengalihkan pandangannya pada Yoo Chung He dengan senyum sayu di wajahnya.
"Kerana jika aku bunuh diri, ibuku akan merasa bersalah dan mungkin akan bunuh diri juga. Jika itu kecelakaan, ibuku tidak akan terlalu memikirkannya."
Senyuman sayu dan matanya yang jujur dan terlihat sedih menusuk hatinya kerana sudah bersikap dingin.
Tukd.
Dia kaget saat dirinya tertusuk sebuah jarum.
"Ah, apa perkataan ku kasar? Aku tidak berniat menusuk mu."
"Ah.... Aku kalah."
Yoo Chung He tersenyum sambil mengerutkan alisnya saat roda itu berhenti.
[Yoo Chung He : Pemulihan emosi 0.01%]
"Aku akan menemani mu bermain dan melupakan keluarga berengsek mu itu. Lupakan saja mereka dan kamu tidak perlu hadir party banjingan yang mengfitnah diri mu."
Park Jin Hyun membulat matanya saat dirinya di tarik keluar dan melihat senyum rumit di wajah Yoo Chung He.
"Panggil saja aku Chung He."
Yoo Chung He mengatakan itu sambil tersenyum ramah.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung................
__ADS_1