
Seminggu berlalu setelah kejadian itu di mana Park Jin Hyun bahkan tidak keluar dari kamarnya atau membalas masej mereka semua.
Satu satunya yang dia balas adalah surat yang di hantar oleh merpati sialan, Hayan.
"Apa dia baik baik saja?"
Yoo Min Hae bertanya pada Han So Jung.
"Dia bilang dia sudah pulih. Kerana berlebihan dalam berolahraga membuatnya demam tinggi."
Han So Jung mengatakan itu sambil menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya dia tidak bisa kelebihan beban."
Lee Kang Dae juga menimpali saat itu.
"Park Jin Hyun mengajak kita ke bar hyung Lee nya. Dia mengatakan dua hari lagi akan menjadi hari lahirnya. Dia selalu sambut hari lahirnya bersama hyung Lee nya."
Kim Se Jung mengatakan itu sambil menunjukkan layar hp nya.
Mereka mula berbincang tentang hadiah.
"Hei, sekarang kita kan ingin berbincang."
Yoo Chung He mengetuk jari telunjuknya ke meja.
"Batalkan saja! Aku ingin berbincang tentang hadiah!"
Mereka mengatakan hal yang sama serentak membuat Yoo Chung He sedikit kesal.
Dia bangun dan keluar membiarkan mereka berdiskusi sesama mereka.
.
.
.
Setelah tiba di rumahnya yang biasa di perumahan, dia membuka semua baju putih dan bertukar ke pakaian kasual sehari hari.
Yoo Chung He adalah tipe yang mengasingkan dirinya dari diri hunter dan dirinya sebagai penduduk.
Walau begitu, dia tidak punya teman dalam sosoknya sebagai manusia.
Berambut kelabu dan bermata emas membuat dirinya lain dari yang lain sejak lahir.
Kemana pon dia pergi, dia akan mengenakan kacamata hitam untuk menutup mata emasnya.
Wajah yang tampan membuat banyak cewek yang melekat padanya hanya kerana wajah dan membuat para cowok yang iri membuli dirinya.
Dia lelah dengan kehidupan itu. Namun hidup sebagai hunter tampa emosi juga melelahkan.
Dia berjalan di jalanan dengan ramai orang berjalan. Dia melihat pria yang bergambar bersama Lee Kang Dae seminggu lepas.
Dia mengingat pria itulah yang membuat rapat mereka di batalkan.
Kerana itu, dia tidak ingin terlibat dengan dirinya.
Park Jin Hyun dengan jas terlihat mahal dan kemas sepertinya sedang keluar dengan teman politik nya.
__ADS_1
"Hah..... Mengapa ayah menyuruh aku bermain dengan pria bodoh seperti mu? Kamu hanya ingin minum, bukan? Jas itu tidak cocok untuk pria bodoh seperti mu."
Yoo Chung He yang mendengar itu mengerutkan alisnya.
'Itu bukan cara berteman.'
Namun dia merasa kesal saat Park Jin Hyun hanya diam tanpa kata kata seperti orang bodoh.
"Mengapa kamu tidak menjawab? kamu bisu!?"
Park Jin Hyun terus saja diam dan pria itu menggertak giginya dan menyiram nya dengan air mineral yang di beli Park Jin Hyun kerana di suruh olehnya.
"Apa? Kamu ingin kembali dan mengadu pada ayah mu? Hanya itu yang bisa di lakukan oleh orang bodoh seperti mu."
Pria itu melempar botol plastik itu sembarangan dan pergi meninggalkan Park Jin Hyun sendirian.
.
.
.
Setelah melihat pria itu menghilang, Park Jin Hyun mengutip botol plastik kosong itu dan membuangnya di tempatnya.
'Apa ini Park Jin Hyun yang di rumor kan sebagai sampah dan tidak pernah mengenal erti berbaik hati dan membuli orang lain?'
Namun di depan matanya, Park Jin Hyun yang sedang di buli dan diam saja. Dia masuk ke tandas awam dan mengganti pakaian.
'Berkat inventori, aku bisa membawa baju ke manapon aku pergi. Ini satu satunya yang berguna bagi ku.'
Park Jin Hyun keluar semula dari tandas awam dengan baju kasual yang tidak terlihat mahal sama sekali. Dan mungkin saja itu adalah bandel.
"'Hei, kamu lihat ini. Park Jin Hyun menyiram air mineral pada anak atasan lainnya. Dia benar benar sampah!"
Yoo Chung He mendengar itu mengerutkan alisnya dan membuka hp nya.
[Park Jin Hyun baru saja meyiram air mineral untuk merendahkan ku.]
Ada sebuah gambar di mana itu sebenarnya adalah Park Jin Hyun yang di siram air mineral tadi. Namun itu di edit menjadikan pria tadi yang berada di posisi Park Jin Hyun.
Yoo Chung He pasti Park Jin Hyun mendengar perbualan gadis remaja itu.
Namun dia agak kaget melihat Park Jin Hyun tersenyum lembut pada gadis remaja itu.
"Sekurangnya itu menghibur. Mereka tidak bisa terus stres kerana para monster yang tidak tau kapan akan muncul."
Park Jin Hyun bergumam perlahan hingga untuk orang yang tidak terbangun atau rank rendah tidak bisa mendengarnya.
Namun untuk rank S seperti Yoo Chung He terdengar cukup jelas.
'Apa dia serius? Menjadi bahan hujatan hanya kerana itu menghibur?'
Namun di wajah Park Jin Hyun, dia sangat menikmati waktunya sekarang walau terlihat cukup sedih.
Dan saat berada di depan sebuah toko maianan, dia terpaku pada sebuah boneka anak kecil untuk seketika. Yoo Chung He menatap boneka yang sama dengan Park Jin Hyun hingga dia berada hampir tepat di belakangnya.
"Apa ini akan menjadi hadiah hari natal ku tahun ini? Santa tidak akan datang pada ku tahun ini juga? Masa muda ku sudah hancur, mari tidak pikirkan itu."
Walau begitu, Park Jin Hyun masih menatap boneka itu dan akhirnya melangkah mundur.
__ADS_1
Buk.
Dia melanggar pria berambut kelabu dengan kacamata hitam.
"Maaf. Kamu pasti hunter bukan."
"Bagaimana kamu tahu?"
Yoo Chung He mengerutkan alisnya lagi saat Park Jin Hyun langsung menangkap dia adalah hunter.
"Kamu memiliki aura seperti hunter lainnya saat bertemu dengan ku. Kalian benar benar tidak menyembunyikan niat membunuh kalian."
Yoo Chung He tersentak mendengar itu. Dia tidak sadar dia terus melepaskan niat membunuh.
"Mari teman aku bermain hari ini? Kamu sepertinya sendirian juga. Aku mengalami hari yang teruk."
Park Jin Hyun tersenyum sayu saat itu.
"Kim Se Jung juga sedang rapat. Aku tidak bisa memanggilnya."
Park Jin Hyun bergumam perlahan namun Yoo Chung He dapat mendengarnya.
'Kerana kamu, rapatnya di batalkan.'
Yoo Chung He menggelengkan kepalanya.
"Mengapa aku ingin bermain dengan kamu? Kamu tahu hunter tidak menyukai mu."
"Mengapa pon? Aku adalah pembuli kamu tahu. Aku suka memaksa orang untuk mendengarkan perkataan ku."
Mendengar itu, Yoo Chung He mengerutkan alisnya lagi.
'Pembuli? Kamu lah yang di buli.'
Park Jin Hyun mengeluarkan 2 tiket taman tema dari inventori miliknya.
"Aku sudah membeli dua tiket dan teman yang aku ingin ajak sedang rapat. Aku tidak bisa mengajaknya. Jadi, bisakah kamu menemani ku hari ini?"
"Iya, baiklah."
Yoo Chung He mengalah dan mengikuti Park Jin Hyun ke taman tema itu.
'Hemp, aku akan membuat mu menunjukkan wajah asli mu.'
Yoo Chung He merasa diri Park Jin Hyun saat ini adalah palsu dan ingin mengorek semua yang ia sembunyikan.
Bagaimana dia bisa menjadi sampah jika dia seperti itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....................