
Park Jin Hyun akhirnya bangun dan melihat dirinya di paha Kim Se Jung. Dia memusing wajahnya dan mengenai perut berotot Kim Se Jung.
"Kamu sudah bangun?"
Kim Se Jung bertanya sambil memainkan rambut Park Jin Hyun.
Park Jin Hyun duduk dan merangkul leher Kim Se Jung.
"Maaf. Aku tidak ingin melakukan semua itu."
Park Jin Hyun bergumam seperti menyesal semua perbuatan yang ia lakukan.
Kim Se Jung tersenyum dan membalas pelukannya.
"Tidak ada siapa pon yang menyalahkan mu. Mari kita keluar dari sini segera. Aku ingin segera kembali bersama mu."
Wajah Park Jin Hyun memerah dan melepaskan pelukannya dan berdiri menjauh darinya. Mengambil air mineral dan mencampakkan itu pada Kim Se Jung.
"Jangan haus di sini berengsek. Kendalikan itu, bodoh."
Kim Se Jung tersenyum dan dengan cepat minum air yang Park Jin Hyun berikan.
Setelah habis setengah botol, dia menutupnya kembali dan Park Jin Hyun mengambilnya.
"Aku juga haus berengsek. Tekak ku kering tidur di sini."
Park Jin Hyun menghela nafas dan minum dari bekas mulut Kim Se Jung. Seketika dia mengingat adanya kata ciuman tidak langsung.
Dia melihat botol minuman itu dan Kim So Jung tersenyum tidak bersalah.
Park Jin Hyun mengabaikan itu kerana dia sedang haus. Dia lupa yang dalam inventori miliknya ada beribu kerana otaknya sedang kacau sekarang.
Baru saja bergerak, mereka bertemu dengan Han So Jung dan Flufny yang tidur di tangannya.
Bau menyengat masuk ke hidung mereka.
"Yang benar saja!? Aku tahu kalian pacaran.... Tapi di duengon...."
Park Jin Hyun menatap Han So Jung tidak percaya sambil menutup hidungnya. Itu sama untuk Kim Se Jung yang deria baunya lebih tajam.
Park Jin Hyun mengeluarkan spray penghilang bau produk terkenalnya dan spray mereka berdua hingga botol itu habis.
Dia menghidu dan baunya sudah hilang. Dia menghela nafas lega.
"Apa kamu punya 2 botol lagi? Deria bau ku terlalu tajam pula hari ini."
Kim Se Jung mengatakan itu dan Park Jin Hyun tampa ragu mengeluarkan 2 botol.
"Berapa kali kalian lakukan hingga Flufny seperti ini?"
Park Jin Hyun bertanya sambil agak khawatir melihat Flufny yang sangat letih.
"2 kali untuk ku."
Park Jin Hyun ternganga dan melihat Kim Se Jung.
"Apa ajal ku mendekat?"
Mengingat Kim Se Jung juga rank S membuat Park Jin Hyun ragu. Apa dia juga akan berakhir seperti Flufny jika dia melakukannya.
Habis 2 botol itu, akhirnya Kim Se Jung bisa bernafas dengan lebih baik.
Dia menghilangkan pemikiran itu secepatnya dan terus berjalan.
"Bagaimana keadaan yang lain ya?"
Han So Jung bertanya sambil melihat tembok labirin itu.
"Baru mahu memikirkan itu saat kamu melakukan itu mungkin lebih sejam!? Pasti ada yang cedera atau bahkan mati. Benar benar menyebalkan!"
Han So Jung hanya memberikan senyuman nakal pada Park Jin Hyun yang kesal itu. Park Jin Hyun merinding dengan senyuman itu dan menjauh.
"Apa kamu lapar?"
__ADS_1
Kim Se Jung mengatakan itu dan mengeluarkan daging panggang monster. Makanan yang bisa di simpan pada inventori.
"Aku mana bisa makan hal seperti itu. Mana kecil ku tidak bisa mengkonsumsi nya. Itu akan menjadi racun."
Park Jin Hyun dengan lembut menolak.
Dia mengeluarkan sandwich dari tasnya dan memberikan satu pada Kim Se Jung juga.
"Apa aku tidak ada?"
Han So Jung bertanya dan Park Jin Hyun melihat tasnya kosong.
Baru saja Han So Jung ingin mengatakan 'Tidak ada tidak mengapa juga.' namun terhenti kerana satu sandwich muncul di tangan Park Jin Hyun.
Dia mengulurkan itu pada Han So Jung yang ternganga.
"Bagaimana kamu bisa menyimpan itu?"
Han So Jung tidak bisa tidak bertanya.
Sandwich yang di hulurkan Park Jin jatuh ke tanah.
"A, ahahaha...."
Tawa canggung keluar dari mulut Park Jin Hyun.
"Sial..."
Park Jin Hyun tidak punya pilihan selain mengatakan yang sebenarnya pada mereka.
"Inventori milik ku bisa menyimpan barang dari duengon atau tidak. Aku menyembunyikannya kerana aku akan di buru hunter jika itu terbongkar. Penjinakan dan inventori. Keduanya bisa membuat ku di incar."
Mereka berdua mengangguk kerana itu hal yang wajar. Dia tidak salah untuk menyembunyikannya.
"Apa itu benar benar bisa menyimpan apa saja?"
Kim Se Jung bertanya lagi untuk kepastian. Park Jin Hyun mengangguk dan mengeluarkan penyapu, sikat gigi dan bahkan boneka anak cowok yang di berikan Yoo Chung He padanya.
Kim Se Jung menghentikan Park Jin Hyun mengeluarkan sesuatu lagi.
Park Jin Hyun menyimpan semula semua barang itu.
Dia mengambil sandwich lagi dan memberikan itu pada Han So Jung juga air minuman.
"Ini memang keterampilan yang mengagumkan. Aku rela menukar 1 keterampilan ku untuk inventori milik mu."
Han So Jung mengatakan itu dengan rasa iri.
Namun dia hanya mengatakan itu dengan nada bercanda.
Mendengar suara orang berbicara, Flufny membuka matanya.
-Pah....?-
Flufny yang letih membuka matanya sedikit dan melihat papa nya tersenyum seperti biasa.
-Pah, pah...-
Flufny memanggil Park Jin Hyun dan Park Jin Hyun melihat ke arahnya.
"Kamu sudah bangun, Flufny?"
Han So Jung bertanya dengan lembut dan Flufny menjauh dari Han So Jung pergi ke pelukan Park Jin Hyun. Dia merindukan papanya.
-Pah....-
'Kamu tidak membuang ku, benarkan.'
Flufny tidak ingin papa nya membuang nya. Park Jin Hyun membelai Flufny lembut dan suara perlahan mencapai kupingnya.
"Maaf. Aku tidak seharusnya mengatakan itu. Aku juga tidak ingin membuang mu yang sudah seperti keluarga ku."
Park Jin Hyun meminta maaf dan Flufny dengan hati yang ringan menutup matanya kembali.
__ADS_1
[Masuk ke ruang penjinak untuk memulihkan diri.]
Park Jin Hyun memasukkan Flufny ke dalam ruangan khas seperti inventori tapi untuk monster.
"Dia akan mendapatkan tenaganya lebih cepat di sana. Kerana seseorang, dia masuk ke fase h*rny nya. Dan itu tidak bagus untuk tubuh monster. Dia mungkin akan tidur selama 3 hari jika bukan kerana ruang penjinak ini. Kamu jangan terlalu keras padanya."
Park Jin Hyun memarahi Han So Jung seperti ibu ibu.
"Baik, maaf. Aku tidak akan melakukan itu lagi. Jika tidak aku akan putus dengannya."
"Fttt...."
Kim Se Jung ingin tertawa mendengar itu. Kerana itu alasan yang sama Park Jin Hyun berikan padanya untuk menghentikannya.
Park Jin Hyun melirik tajam Kim Se Jung yang menahan tawanya.
"Aku beneran akan memutuskan mu jika kamu berani macam macam pada ku."
Tatapan Park Jin Hyun dingin dan Han So Jung tersenyum mendengar kata putus. Pantas saja si Kim Se Jung itu ingin tertawa mendengarnya. Dia juga mendapatkan peringatan yang sama persis.
Seorang pria dengan senjata rank S datang dan langsung menyerang mereka.
Park Jin Hyun melirik pria itu dengan dingin. Dia ingin maju namun malah di tarik masuk ke pelukan Kim Se Jung.
"Jin Hyun, kamu tidak sendirian lagi. Biarkan kami mengurus ini."
Wajah Park Jin Hyun memerah dan jantungnya berdetak dengan cepat.
"Oi, oi. Jangan bermesra di depan ku, ok?"
Han So Jung memberi amaran awal.
Kim Se Jung tersenyum dan melepaskan Park Jin Hyun dan tekanan rank S keluar dari tubuhnya.
"Mari ku kerat kau menjadi 100 bahagian."
Park Jin Hyun menatap mereka dan melangkah mundur.
"Jangan berdarah, tolong...."
Park Jin Hyun sudah terbiasa dengan darah monster setelah berkerja 4 bulan. Namun dia belum terbiasa dengan darah manusia. Lihat betapa panik Park Jin Hyun melihat Kim Se Jung terluka?
"Hah......"
Kim Se Jung dan Han So Jung sama sama menghela nafas mendengar itu.
"Park Jin Hyun, tutup mata mu. Ini tidak akan berdarah."
Kim Se Jung dengan lembut tersenyum dan menyuruh Park Jin Hyun menutup matanya.
Park Jin Hyun menutup mata dan telinganya.
Walau tidak perlu sebenarnya kerana Han So Jung bisa membuat sebuah kawasan menjadi kedap suara.
"Mari mulakan."
Mereka bersiap mencincang pria itu.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.........................
__ADS_1