
Keesokan harinya adalah hari lahirnya. Dia bangun kerana bunyi ketukan pada pintunya.
Dia membuka pintunya kerana tidak ada perintah lain. Itu bermakna ada sesuatu yang di hantar.
"Tuan, ini hadiah dari nyonya."
Park Jin Hyun membulat matanya dan membuka kotak itu. Isinya adalah kue kecil cukup untuk di makan 2 orang.
Dia melihat surat yang di sertakan dengan kue itu.
[Ibu minta maaf tidak bisa memberikan hal yang lebih baik pada mu. Selamat ulang tahun. Ibu bersyukur kamu selamat dari kecelakaan itu.]
Park Jin Hyun tersenyum sangat senang dengan hadiah itu. Dia sudah membuat keputusan untuk menunjukkan dirinya. Jika dia terus bersembunyi, ayahnya mungkin akan membunuhnya secara diam diam.
Dia menyimpan kue itu ke dalam peti sejuk dan masuk ke kamar mandi. Entah mengapa merpatinya tidak datang hari ini.
Dia bersiap siap untuk peegi ke bar milik hyung Lee.
Dia singgah di toko berdekatan dan membeli beberapa makanan ringan dan tiba di bar.
Dia tersenyum dan menolak pintu bar. Bar itu bahkan tertulis tutup untuk merayakan ulang tahunnya.
Pop, pap, pop.
Park Jin Hyun menutup matanya mendengar bunyi ledakan perlahan. Saat dia membuka matanya, tidak hanya hyung Lee nya yang berada di sana. Namun semua teman chatnya ada di sana.
"Apa yang terjadi?"
Hyung Lee nya hanya tersenyum dan menariknya masuk. Yoo Chung He menyembuhkan kepalanya sejenak dan duduk di depan kue yang memiliki lilin angka 23.
"Hyung Lee, mari buat live streaming."
Hyung Lee membulat matanya tidak menyangka itu.
"Aku pikir kamu tidak menyukai hal itu."
"Aku tidak ingin mati muda."
Mendengar itu hyung Lee mengambil hp Park Jin Hyun dan memulai live streaming nya saat lilin di nyalakan.
"Hari ini Park Jin Hyun berulang tahun."
Hyung Lee memulai live streaming itu dengan ucapan itu.
Dengan cepat penonton melihatnya.
[Ouh! Selamat ulang tahun!]
[Selamat!]
[Semoga panjang umur!]
"Park Jin Hyun, buatlah permintaan."
Han So Jung mengatakan itu sambil menyalakan lilinnya.
Park Jin Hyun hanya meniup tampa hajat apa pon. Dia sudah lelah membuat hajat pada santa yang tidak pernah terkabul.
Jika dia menginginkan sesuatu, dia akan melakukannya sendiri.
Mereka mula bernyanyi lagu ulang tahun dan bertepuk tangan.
"Buka hadiah!"
Hyung Lee memberi Park Jin Hyun sebuah kotak. Park Jin Hyun dengan senang membukanya.
Walau dia sudah tahu apa di dalamnya.
"Hyung Lee, kamu memberikan ku botol alkohol setiap tahun setelah aku mula minum."
Hyung Lee hanya tersenyum sambil terus merakam moment itu.
Yang lain juga memberikannya hadiah. Kim Se Jung memberikannya sepasang sepatu yang berjenama mahal. Han So Jung memberikannya jam tangan. Yoo Min Hae memberikannya gelang. Lee Kang Dae memberikan pedang rank A padanya.
"Kang Dae, apa kamu menyuruhnya berburu?"
Yoo Min Hae bertanya dan Lee Kang Dae menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Bukan ke pria menyukai pedang?"
Semua orang menggelengkan kepala mereka.
"Ini hadiah dari ku."
Yoo Chung He menyerahkan sebuah kotak yang hampir sama besarnya dengan hyung Lee.
Park Jin Hyun membukanya dan melihat boneka yang pernah di lihatnya 2 hari lepas.
'Boneka?'
Semua orang melihat Yoo Chung He dengan tatapan aneh.
[Boneka?]
[Apa yang aku lihat ini benar?]
[Aku akan menerimanya jika Yoo Chung He yang memberikan nya. Tapi..... Itu tetap aneh.]
Bahkan yang melihat live streaming itu melihat Yoo Chung He dengan aneh.
Namun Park Jin Hyun tersenyum sangat menyukainya. Dia dengan cepat mengambil boneka itu dan memeluknya.
__ADS_1
"Ini boneka yang aku lihat 2 hari lepas! Kamu membelinya untuk ku!? Terima kasih!"
Park Jin Hyun tampa sadar memeluk Yoo Chung He kerana senang.
"2 hari lepas?"
Yoo Chung He tersenyum pada mereka penuh makna.
"Siapa yang membatalkan rapat kita hanya untuk berbincang tentang hadiah? Se Jung, aku harus berterima kasih kerana aku mengambil tempat mu hari itu."
Park Jin Hyun membulat matanya.
"Kalian membatalkan rapat kalian?"
"Ti, ti, tidak! Tentu tidak."
Mereka semua merespon serentak saat itu dan melihat Yoo Chung He dengan tajam.
"Apa maksud mu kamu mengambil tempat ku?"
Kim Se Jung bertanya dengan tatapan membunuh.
"Ah, hari itu aku berniat ingin mengajak mu ke taman tema. Namun kamu ada rapat. Aku mengajak Yoo Chung He yang berada di belakang ku saat itu."
Park Jin Hyun mengatakan itu dengan polos sambil memeluk boneka yang membuatnya tambah imut, membuat Kim Se Jung tidak jadi ingin marah.
"Apa kamu suka boneka?"
Yoo Min Hae dengan senang menerima kenyataan itu.
"Ini boneka pertama yang aku terima sejak aku lahir. Pengasuh ku kejam dan mengambil dana untuk maianan ku dan hari natal ku selalu hancur dengan pertengkaran."
Kemudian Park Jin Hyun membuat wajah malas untuk menyambung.
"Hari lahir ku tidak pernah di sambut."
Kemudian dia melihat hpnya pada hyung Lee. Dia lupa yang dia sedang live streaming.
Wajahnya langsung memerah dan berjongkok menutupi wajahnya.
Semua orang membujuk Park Jin Hyun yang malu untuk mengangkat wajahnya.
Hyung Lee sedikit takut untuk melihat respons komentar dari penonton.
[Dia tidak pernah menerima mainan bahkan di keluarga kaya!? Hidup ku lebih indah darinya! Park Kin Ho ayah yang teruk! Aku dengar dia bahkan tidak peduli saat Park Jin Hyun kecelakaan!]
[Lihat betapa imutnya dia saat malu!? Ahhhh! Aku teriak kayak orang gila!]
[Tidak pernah!? Akan ku donorkan semua boneka ku padanya!]
Hyung Lee bisa melihat komentar yang mengasihani Park Jin Hyun dan ada yang ingin membunuh Park Kin Ho.
Akhirnya Park Jin Hyun mengangkat wajahnya. Masih terlihat merah. Namun semua mengabaikan itu.
Semua mengangguk pada cadangan hyung Lee.
Dan yang pertama adalah dirinya sendiri di cabut Park Jin Hyun.
"Hyung Lee, true or dare?"
"True."
Park Jin Hyun tersenyum nakal.
"Hyung Lee, apa kamu sudah pacaran?"
Wajah hyung Lee mengeras.
"Kau banjingan! Aku baru putus bodoh!"
Hyung Lee menendang kursi Park Jin Hyun duduk hingga hp yang ada di tangannya bergetar.
Park Jin Hyun tertawa dan mengambil kertas lain.
Itu Kim Se Jung. Dia memilih dare.
"Pumping 30 kali dengan aku di atas mu."
Kim Se Jung tersenyum dan mula pumping dengan Park Jin Hyun di belakangnya.
"Kamu sangat ringan seperti bulu. Kamu harus makan lebih banyak."
Mendengar itu, Park Jin Hyun merasa harga diri sebagai pria tercoreng.
"Hei, banjingan! Aku tidak seringan itu!"
Park Jin Hyun marah sambil memukul kepala Kim Se Jung.
Kim Se Jung hanya tertawa saat di belasah Park Jin Hyun kerana dia tidak merasakan sakit sama sekali.
Yang lain menyuap Park Jin Hyun dengan kue saat dia mencekik Kim Se Jung dengan lengannya.
Yang lain juga memilih dare. Han So Jung menjadi kursi untuk 5 minit, Yoo Chung He berlari dari area 1 ke area 2 dan kembali dalam 10 minit dengan gambar. Lee Kang Dae menyebut huruf alfabet dari z ke a dan dia gagal harus minum. Yoo Min Hae berdiri dengan tangan selama 5 minit.
Dan giliran Park Jin Hyun tiba dan yang menanyakan soalan adalah hyung Lee.
"True or dare?"
"True aja. Aku tidak sanggup melakukan dare."
Hyung Lee menggelengkan kepalanya tidak percaya. Dia bisa minum jika tidak bisa.
__ADS_1
"Baiklah, siapa di antara ke 5 hunter di depan mu itu, yang paling kamu suka?"
"Hyung Lee!!?"
Park Jin Hyun melihat hyung Lee dengan tidak percaya.
Hyung Lee melihat komentar.
[Aku tentu saja tim Kim Se Jung!]
[Yoo Min Hae yang terbaik!]
[Han So Jung paling ramah!]
[Yoo Chung He adalah penyembuh terbaik!]
[Lee Kang Dae yang paling kuat dalam kekuatan!]
Di komentar berbagai kubu ada di sana. Kerana di depannya adalah 5 hunter terkuat di korea.
Park Jin Hyun memegang erat boneka dalam pelukannya.
Bukan hanya hunter yang menantikan jawabannya, para komentar juga sama.
Wajah Park Jin Hyun memerah memikirkan jawabannya.
"Kim Se Jung. Kerana dia adalah pahlawan ku."
Park Jin Hyun menyembunyikan wajahnya di balik boneka yang dia pegang.
"Tapi aku menyukai yang lain juga. Aku tidak membenci mereka."
Mendengar Park Jin Hyun bergumam kesulitan membuat yang lain melepaskan Kim Se Jung.
Hyung Lee melihat sesi komentar.
[Benar! Kim Se Jung adalah pahlawannya!]
[Ahh!!!! Dia sangat imut!]
[Aku kasihan pada Kim Se Jung. Yang lain sepertinya akan membunuhnya sebentar lagi.]
'Ouh, komentar itu cukup tajam.'
Hyung Lee melihat yang lain ingin membunuh Kim Se Jung saat Kim Se Jung tersenyum gembira kerana dia yang di sebut.
.
.
.
"Baik, pahlawan, hantar dia pulang."
Hyung Lee mengatakan itu kerana itu sudah jam 12 siang. Dia harus membereskan kekacauan itu dan membuka bar di malam hari.
"Baik, terima kasih sudah menonton hari ulang tahunnya. Bay, bay."
Sebelum menghentikan live streaming, hyung Lee melihat komentar.
[Sudah? Selesai? Tidak! Aku masih ingin melihat Park Jin Hyun yang imut!]
[Ahh.... Itu terlalu sebentar! Aku ingin melihat wajah imutnya lagi!]
[Shit! I want more!!!]
Hyung Lee tersenyum dan mematikan live streaming itu. Dia memberikan hp itu semula pada Park Jin Hyun.
Park Jin Hyun bahkan lupa hp nya ada di tangan Hyung Lee.
Mereka semua berpamitan dan Park Jin Hyun di hantar dengan selamat oleh Kim Se Jung ke apartemen mewahnya.
.
.
.
.
.
Park Jin Hyun terbaring dengan mulutnya berdarah di lantai.
'Banjingan!'
Itu pemikiran terakhir Park Jin Hyun sebelum kehilangan kesadaran.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tamat..... Eh, eh, eh.....
Bersambung.....................