
Keesokan harinya, Park Jin Hyun terbangun dari tidurnya dan melihat Kim Se Jung tidur di sampingnya.
Dia tersenyum dan pergi mandi. Semua barang mandi di sana ada 2 kerana Park Jin Hyun pernah menetap di sana waktu dia menjadi gila.
Hanya satu yang tidak ia gunakan. Pencuci muka. Itu terlalu kuat untuk kulitnya yang mulus. Yang terjadi mungkin kulitnya akan tegang sepanjang hari. Dia selalunya memakai pencuci muka wanita atau pelembab kerana kulit wajahnya cukup sensitif.
Setelah selesai mandi, dia mengambil hp dan berpikir untuk memesan makanan.
Namun malah paranoid kerana kali pertama dan terakhir nya dalam membuat seseorang membelikan makanan adalah, air mangga yang membuatnya berakhir mengenaskan.
Kim Se Jung yang bangun melihat Park Jin Hyun tidak ada di tempat tidur, melihat sekeliling.
Dia melihat Park Jin Hyun di sofa dengan rambut yang basah dan mendekat.
"Apa yang kamu lakukan? Jika kamu ingin memesan makanan, kamu bisa saja."
Park Jin Hyun menatapnya dan meletakkan hp nya kembali.
"Kali pertama dan terakhir adalah saat aku memesan air mangga dan di hidangkan dalam cawan dengan extra racun rank F yang enak lagi menggiurkan."
Park Jin Hyun hanya berbicara dengan nada bercanda. Namun itu tidak kedengaran bercanda untuk Kim Se Jung. Dia mendengar semua yang terjadi di kamar Park Jin Hyun saat dia berkerjasama dengan Han So Jung untuk menyelamatkan Park Jin Hyun.
Pagi pagi saja sudah di buat sakit hati.
"Aku akan mencicipinya dulu."
Kim Se Jung mengatakan itu dan Park Jin Hyun mengambil kembali hp nya.
"Aku menjemput yang lain. Hyung Lee mu juga."
"Baik.... Akan ku pesan lebih banyak."
.
.
.
.
.
Tidak lama kemudian, semua temannya datang juga membawa makanan.
"Park Jin Hyun!!!!!"
Lee Kang Dae menerobos masuk saat pintu terbuka dan memeluk erat Park Jin Hyun.
"Aku sangat khawatir!!!"
Park Jin Hyun menepuk punggung Lee Kang Dae untuk menenangkannya.
"Flufny juga merindukan mu."
-Pa..... Ah.... Pah...-
Flufny terlihat sedih sambil menggosok dirinya pada Park Jin Hyun.
"Maaf Flufny."
Park Jin Hyun merasa agak aneh memanggilnya Flufny saat tahu dia adalah jantan.
'Lain kali, saat memberi nama, akan aku pastikan jantinanya.'
Yoo Min Hae matanya berkaca sedang Hyung Lee dan Yoo Chung He menggelengkan kepalanya.
Mereka mula merayakan kepulangan dan kesembuhan Park Jin Hyun. Mereka semua khawatir dengan kehidupan yang ia miliki.
.
.
.
"Aku berencana ingin mengambil lisensi hunter."
Seketika ruangan itu menjadi sunyi.
"Aku tidak benarkan."
Hyung Lee yang baru mengetahui kebangkitan Park Jin Hyun tidak menyetujui itu.
Semua mengangguk setuju.
"Tapi hyung Lee, aku hanya ingin mengambil lisensi saja. kamu tahu, syarat untuk masuk duengon adalah rank D ke atas."
Sejenak mereka semua melupakan itu.
"Juga aku tidak bisa melakukan itu kerana ayah ku pasti mengawasi pergerakan ku. Jadi, aku harus berkerja."
Mereka agak bingung dengan kata 'kerja'.
"Mengapa kamu harus berkerja?"
Park Jin Hyun memutar mata malas saat Han So Jung menanyakan itu.
"Anak presiden yang membesar dengan kekayaan, bagaimana dia bisa berkerja? Tidak mungkin anak yang membesar dengan banyak pembantu bisa melakukan itu."
Semua orang mulai memahaminya. Itu membuat dirinya tidak di target ayahnya yang sedang memburunya. Dia belum bisa melawan Park Kin Ho dengan statusnya saat ini.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Beberapa hari kemudian, Park Jin Hyun mengambil lisensi secara rahasia di jaga peribadi oleh Kim Se Jung bersama Flufny di tangannya.
Tentu saja tidak ada yang berubah. Dia tetap saja rank F bagaimana pon dia mencuba menyangkalnya.
Park Jin Hyun mulai berkerja. Namun kerana dia tidak mahu yang lain tahu kerja apa yang ia lakukan, dia merahasiakannya dari mereka.
Well, kerjanya bukanlah sesuatu yang memalukan.
"Selamat datang...."
Park Jin Hyun menyambut pelanggan yang masuk.
Dia berkerja sebagai pelayan di sebuah cafe kue yang serderhana namun cukup ramah pelanggan.
Dia menikmati perkerjaan itu kerana bisa melihat rakyat yang datang makan dan tersenyum setiap hari.
.
.
.
.
.
Sebulan berlalu dan rutinitas Park Jin Hyun sama saja. Namun yang berbeda, saat ini Kim Se Jung tidak ada di rumah.
Dia sedang menjalankan misi penyerangan duengon rank A+ yang mungkin akan memakan waktu seminggu atau kurang.
Park Jin Hyun pergi kerja dan masuk di jam sama seperti biasanya. Dia cukup populer di sana kerana rekomendasi kue dan air yang sangat enak jika di kombinasikan.
Kling.
bel pintu masuk cafe itu berbunyi.
"Selamat datang-"
Park Jin Hyun kaget melihat Pria yang berbadan besar masuk.
Namun, sebagai karyawan, dia menghilangkan keingintahuan dari wajahnya dan menunduk.
Pria itu menatap Park Jin Hyun dengan tatapan dingin.
"Bukan kah itu rank S dari Amerika? Aku dengar, semua pelayan yang melayaninya langsung berhenti kerana trauma dengan tatapannya."
"Yang benar saja."
Beberapa karyawan berbisik sesama sendiri. Namun Park Jin Hyun mahupon pria di depannya bisa mendengarnya.
'Kalian berengsek! Mau di pecat atau gimana!?'
Park Jin Hyun menelan semua kutukan yang ingin keluar dari mulutnya.
"Tuan?"
Pria itu menghela nafas.
"Sedia kan meja untuk 2 orang."
"Baik, ikuti saya."
Park Jin Hyun dengan mudah membawa pria itu ke meja dengan 2 kursi.
"Tuan, ini menu di toko kami. Silakan memesan dengan tenang."
Park Jin Hyun memberikan menu dengan sopan. Lalu dia berdiri menunggu pria itu mengambil pesanan.
Tidak lama dia melihat menu, dia menunjukkan beberapa gambar pada Park Jin Hyun.
"Baik, saya akan membawanya segera. Mohon tunggu sebentar."
.
.
.
Masuk saja ke dapur, kaki Park Jin Hyun langsung kehilangan kekuatannya.
Semua yang melihatnya memahaminya. Bahkan sebenarnya Park Jin Hyun cukup kuat untuk bertahan hingga masuk dapur.
Semua yang melayani atau bahkan hanya menatap mata pria itu saat ingin melayaninya, akan terduduk penuh ketakutan.
Pria itu adalah Izack Rein, rank S terkuat di Amerika.
Dengarnya, dia datang ke Korea dengan tujuan bisnes antara produk duengon Amerika dan Korea.
Orang yang dia tunggu pasti orang yang memiliki rank atas juga.
__ADS_1
'Banjingan! Apa kamu tidak bisa mengendalikan tekanan rank S mu!? Pantas saja tidak ada yang bisa berdiri saat melayaninya!'
Park Jin Hyun mengutuk di dalam dan beberapa saat kemudian, bangun kembali.
Dia memberikan pesanan pada koki dan dia dengan cepat memotong kue kue itu dan memberikan itu pada Park Jin Hyun.
Park Jin Hyun menarik dan menghembus nafas. Dia membuka pintu dan pergi ke meja Izack.
Dia meletakkan pesanannya di atas meja dan melangkah mundur.
"Tuan, bisakah kamu tidak memberikan tekanan rank S mu. Sangat sukar melayani mu dengan tekanan itu."
Park Jin Hyun masih tersenyum manis sambil mengatakan itu.
Pria itu mengangkat 1 alisnya.
"Sepertinya kamu tidak pernah melayani atau tahu banyak tentang rank S."
"Tentu saja tidak. Apa saya terlihat seperti teman rank S?"
Park Jin Hyun masih mempertahankan senyumannya.
"Itu harus di lakukan supaya tidak ada yang meracuni makanan kami. Itu cara kami melindungi diri."
Park Jin Hyun melangkah lebih jauh. Tekanan rank S itu bisa membuatnya pingsan. Juga dia bingung.
'Kim Se Jung tidak pernah melakukan itu setiap kali kami makan di luar bersama.'
Park Jin Hyun semakin bingung kerana semua rank S kenalannya tidak pernah menggunakan tekanannya saat bersama dengannya.
Kling.
Bel pintu masuk cafe berbunyi dan masuk seorang wanita dengan tekanan yang sama dengan Izack.
"Selamat da-"
Park Jin Hyun terdiam dan menutup wajahnya dengan talam.
Wanita itu ternganga dan terus menghilangkan tekanannya.
"Park Jin Hyun? Ka, kamu kerja di sini?"
Benar, wanita itu adalah Yoo Min Hae.
"Tidak. Aku tidak kerja di sini."
Park Jin Hyun menyembunyikan wajahnya dan ingin lari. Namun Yoo Min Hae menariknya masuk ke dalam pelukannya.
"Mengapa kamu tidak mengatakannya? Maaf, apa kamu baik baik saja? Apa tekanan ku tadi melukai mu?"
"Ti, tidak. Aku akan baik baik saja jika kamu melepaskan ku sekarang."
Yoo Min Hae menatap tajam Izack yang di sampingnya.
"Hilangkan tekanan mu, Izack."
Melihat mata dingin Yoo Min Hae yang berbeda jauh dari yang dia tampilkan pada Park Jin Hyun membuat Izack menghilangkan tekanannya.
Dia tidak di sini untuk berkelahi.
"Yoo Min Hae, aku harus berkerja. Bisakah kamu melepaskan ku?"
Mendengar Park Jin Hyun mencoba untuk tidak mengutuknya, Yoo Min Hae tersenyum dan melepaskannya.
"Berikan aku kue dan air terbaik di toko ini."
"Si, ah.... Baiklah."
Park Jin Hyun ingin mengutuk namun berhenti dan pergi ke dapor.
Melihat Park Jin Hyun yang sedikit kesal membuatnya tersenyum. Namun saat kelibat Park Jin Hyun menghilang masuk ke dapur, Yoo Min Hae kembali dingin.
"Apa kenalan mu?"
Izack bertanya dan Yoo Min Hae menatapnya dengan dingin.
"Jika kamu menyentuhnya, 5 rank S terkuat di Korea tidak akan melepaskan mu. Sebaiknya kamu jangan meletakkan mata padanya."
Yoo Min Hae memperingatkan Izack untuk tidak mengganggu Park Jin Hyun.
Namun itu hanya membuatnya penasaran dengan pria yang berani berhadapan dengan tekanan rank S.
"Mari ke topik pembicaraan kita."
Yoo Min Hae memotong rasa penasaran Izack dan ingin memulai diskusi produk mereka.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......................
__ADS_1