Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Episode 27


__ADS_3

Penyerangan itu berhasil dan semua bahagian bos monster itu di ambil si kacamata hitam itu.


Tapi yang menguntungkan, tidak ada korban jiwa dalam penyerangan itu.


Orang orang mula mengikuti asosiasi kerana tidak memiliki korban jiwa.


3 minggu 6 hari, sudah hampir sebulan tidak ada kabar dari mereka yang masuk ke duengon rank SS.


Namun dalam pemergian mereka, seorang politikus menaiki posisi yang menarik banyak hunter ke arah politik.


.


.


.


Di jalan sepi.


"Papa! Ini sudah keterlaluan! Apa kamu sekarang menjadi anjing kepada babi itu!? Jika kamu meneruskan ini, kamu akan mati dalam kesendirian!"


Flufny yang dalam bentuk manusianya marah pada Park Jin Hyun. Park Jin Hyun semakin sering di perhatikan dan semakin tidak punya waktu berbicara mengikuti kehendaknya.


Matanya yang melihat Flufny sangat dingin.


"Ini cara ku bertahan hidup. Ada kalanya, ibu burung juga membuang anaknya. Apa kamu paham maksud ku?"


Park Jin Hyun langsung ke pokok masalahnya.


"Apa kamu sekarang membuang ku?"


Park Jin Hyun hanya menunjukkan lirikan dingin di matanya. Tidak ada tanda emosi di matanya.


Tangan Flufny terkepal erat dan melepas.


"Kamu tidak ada bedanya dengan babi itu. Darahnya masih mengalir dalam darah mu, hah. Aku tidak akan melihat mu lagi!"


Flufny terbang meninggalkan tempat itu dengan kesal.


Setelah kelibat Flufny menghilang, Park Jin Hyun terduduk di jalan.


Dia menyapu wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ini baik baik saja. Sedikit saja lagi."


.


.


.


.


.


Flufny terbang ke arah bar milik hyung Lee.


Dia masuk dan Hyung Lee yang tahu semua kisahnya dari awal hanya memberikan permen pada Flufny.


"Hyung Lee, papa sudah gila! Dia membuang ku untuk babi sialan itu!? Dia benar benar gila! Apa yang babi sialan itu lakukan pada papa ku!"


Hyung Lee juga memegang dagunya.


"Di mana kamu bertemu dengannya? Aku akan ke sana."


"Hemp! Dia tidak akan mendengar apa pon lagi! Dirinya yang dulu seperti sudah mati!"


Walau begitu, Flufny memberikan alamat padanya. Itu tidak jauh dari sana juga.


.


.


.


.


.


Hyung Lee turun dari mobilnya dan Park Jin Hyun juga melihat kedatangannya.


"Park Jin Hyun, apa semua ini? Kamu membuang segalanya?"


Hyung Lee mebegurnya dengan lembut.


"Mengapa kamu ke sini? Kamu cari mati."


Park Jin Hyun menodongkan pistol ke arah hyung Lee.


"Apa kamu pasti bisa menarik pelatuk pistol itu?"

__ADS_1


"Itu bukan masalahnya. Pergi sekarang atau aku akan menembak mu."


Hyung Lee malah semakin mendekatinya.


Selangkah demi selangkah. Nafas Park Jin Hyun terhenti seketika.


Bang!


Bunyi ledakan tembakan yang memekakkan memenuhi jalan sempit itu.


Namun tembakan itu hanya melukai pipi hyung Lee.


"Ini amaran."


Park Jin Hyung masih menodongkan pistol itu ke arah hyung Lee.


"Tidak akan ada ke 2 kalinya. Pergi sekarang."


Hyung Lee menghela nafas melihat itu.


"Tangan mu gemetaran. Kamu tidak akan bisa membunuh ku. Apa yang membuat mu melakukan ini? Kamu membuang segalanya? Mengapa kamu mengenakan sepatu yang di berikan Kim Se Jung? Mengapa kamu mengenakan jam tangan pemberian Han So Jung? Mengapa kamu mengenakan gelang pemberian Yoo Min Hae? Mengapa kamu mengenakan sarung tangan separuh jari pemberian Lee Kang Dae setelah kamu menghilangkan pedangnya? Dan aku pasti kamu masih memiliki boneka anak kecil cowok itu. Aku mencari boneka itu di seluruh tempat sampah yang ada di area 1, 2, 4 dan bahkan 6. Tidak ada 1 pon boneka yang mirip dengan milik mu di sana."


Tangan Park Jin Hyun semakin gemetaran. Dia mungkin bisa menipu Flufny, namun bukan hyung Lee nya yang berada di sisinya sejak dia berusia 11 tahun.


"Jika bukan kerana kamu, aku tidak akan melakukan ini! Kamu sekarang barada dalam genggaman babi tua itu!"


Park Jin Hyun menurunkan pistolnya. Dia tidak bisa mengucapkan itu pada hyung Lee nya. Dia akan merasa bersalah dan mungkin akan bunuh diri kerana rasa bersalah.


"Ini cara ku membalas dendam. Dia memberikan ku kesempatan emas untuk bersinar. Dan dia membuka kesempatan ku untuk membalas dendam ibuku."


"Dan rencana mu adalah mengorbankan diri mu, iya kan?"


Memang itu rencananya. Namun Park Jin Hyun menggelengkan kepalanya. Dia pasti akan di paksa menghentikan rencananya jika dia mengatakan ya.


"Rencana ku adalah menggunakan kalian semua. Membuat kalian semua benci pada ku dan akhirnya membuat kalian membenci keluarga kami seutuhnya. Keluarga Park tidak bisa di biarkan bebas dengan semua uang penuh air mata darah ini. Tolong jangan menghalangi jalan ku, hyung Lee."


Park Jin Hyun menunjukkan sisinya yang benar benar membenci darah terkutuk itu mengalir dalam darah dagingnya.


"Aku hanya melakukan segalanya demi dendam ku. Tidak lebih dari itu. Tidak ada keuntungan bagi mu mencampuri urusan ku."


Park Jin Hyun mengatakan itu dan menolak hyung Lee hingga terjatuh di jalan.


Dia melempar pistol miliknya ke arah hyung Lee nya.


"Kamu menghentikan ku, sama saja dengan membunuh ku. Ambil pistol itu dan bunuh saja aku."


Hyung Lee tidak bisa percaya bahwa Park Jin Hyun berani bersikap seperti ini padanya. Dia tidak pernah menggunakan kekerasan fisik walau mulutnya kasar.


"Tembak saja aku jika kamu berani, kamu banjingan tidak tahu diri."


Park Jin Hyun berjalan pergi mengikuti ke 2 pria berkacamata hitam itu hingga dia berjalan di depan mereka.


"Kamu tidak mengatakan apa apa pada dia, kan?"


Pria berkacamata itu menusuk pistol ke pinggang Park Jin Hyun.


Hyung Lee yang melihat itu membulat matanya.


"Apa kamu tidak mendengar apa yang aku bilang? Dia banjingan tidak tahu diri."


Pria berkacamata hitam yang melihat hyung Lee kaget, mempercayainya. Dia tidak tahu yang hyung Lee kaget akan pistol yang tersembunyi di tusuk ke pinggang Park Jin Hyun.


"Berambuslah. Atau akan ku ambil bar milik mu itu."


Hyung Lee memahami yang Park Jin Hyun menyuruhnya pergi kerana bahaya. Dia langsung bangun dan pergi dengan wajah kecewa dan melempar pistolnya kembali ke kaki Park Jin Hyun.


"Menyesal aku berteman dengan mu."


Mata Park Jin Hyun mendung mendengar itu. Dia benar benar tidak di izinkan memiliki teman.


Dia tidak tahu Hyung Lee nya hanya berpura pura.


.


.


.


Hyung Lee berjalan mondar mandir di bar sambil menggigit kuku jempolnya.


"Hyung Lee, kamu kenapa?"


Flufny juga pusing melihat hyung Lee mondar mandir gak jelas.


"Kapan teman Park Jin Hyun yang kuat itu akan pulang!? Park Jin Hyun di ugut akan sesuatu. Dia tidak mungkin mahu melakukan sesuatu seperti itu jika tidak di paksa! Park Kin Ho adalah orang seperti itu!"


[Pintu duengon rank SS mula tertutup. Rank S negara kita akan kembali lagi tidak lama lagi.]


Berita mengumumkan itu dan mata hyung Lee sedikit berbinar.

__ADS_1


"Setidaknya akan ada yang bisa melindunginya."


Flufny juga berbinar kerana akan dapat bertemu Han So Jung. Namun dia sedikit mendung mengingat Kim Se Jung.


.


.


.


.


.


Flufny terbang ke arah duengon rank SS itu dan melihat banyak wartawan yang ingin memotret gambar bersejarah ini.


Dia bersatu dalam kerumunan dan satu persatu orang keluar dari duengon.


Bermula dari mereka yang terluka dan akhirnya watak utamanya yaitu rank S negara itu.


Flufny yang sudah sebulan tidak melihat Han So Jung langsung berlari memeluknya.


Han So Jung kaget melihat Flufny di situ namun membiarkan dirinya memeluknya.


"Apa serindu itu kamu pada ku?"


Han So Jung memeluk anak itu kembali. Namun anak itu tidak membalas atau menghiraukan wartawan yang tertanya siapa dia.


"Pa, papa ku membuang ku! Ini tidak adil! Babi sialan itu, apa yang dia lakukan pada papa ku hingga dia membuang ku!"


Flufny merengek dalam pelukan Han So Jung. Mata mereka semua mendung mendengar itu. Mereka langsung pergi ke hyung Lee kerana dia memiliki informasi yang lebih meyakinkan.


.


.


.


Di bar hyung Lee.


"Baik, setelah pemergian kalian, Park Jin Hyun menaiki jabatan pemimpin asosiasi. Pemerintah sudah pernah mencobanya namun gagal. Kamu tahu itu kan."


Hyung Lee menerangkan apa yang terjadi.


"Park Jin Hyun memenangkan hati banyak hunter dengan memasuki duengon tampa korban jiwa. Asosiasi meroket dalam sebulan di mana kalian juga tidak dapat mendekat dengan mudah."


Hyung Lee berhenti seketika dan mengambil beberapa barang duengon yang sedang hangat di pasaran.


"Semua produk ini adalah produk yang meroket di pasaran juga. Semua ini dari asosiasi dan mereka 5 persen lebih murah dari produk guild. Namun kualiti mereka hampir sama."


Hyung Lee memberikan produk itu pada mereka untuk memastikan sendiri. Dia tidak bisa memastikannya kerana dia bukan orang yang terbangun.


"Alasannya pasti kamu. Dari tadi aku melihat pria berbaju hitam dengan senjata api mengawasi bar mu."


Kim Se Jung mengatakan itu sambil melihat pria berjaket hitam.


"Seperti dugaan ku. Tapi aku tidak bisa lari kemana mana lagi. Aku bertemu Park Jin Hyun semalam dan mereka menodongkan pistol ke pinggangnya. Jika aku pergi sekarang, mereka pasti pikir Park Jin Hyun mengatakan sesuatu dan mengakhirinya."


Semua mengangguk seperti mengharapkan itu.


"Bagaimana jika kita buat saja seperti ini. Hyung Lee, kamu kebetulan memenangi tiket ke luar negara, jadi kamu pasti senang dan meninggalkan bar pada seseorang untuk di jaga."


Semua menatap Lee Kang Dae dengan tidak percaya.


"Siapa kamu? Kamu orang lain. Kamu tidak mungkin bisa sepintar itu!"


Yoo Chung He yang pertama berbicara dan kepalanya langsung di hantam ke lantai.


"Aku memikirkannya kerana aku memenangi tiket pergi ke luar negara! Aku pikir akan mengajak mu namun aku tukar pikiran."


"Baik maaf. Aku kan cuma bercanda."


Yoo Chung He mengelus wajahnya yang memiliki serpihan lantai.


"Baik, itu ide yang bagus. Tapi persoalannya sekarang, bagaimana mendekatinya? Aku pasti Park Jin Hyun tidak akan melirik kita sekalipon."


Yoo Min Hae bertanya dan semua terdiam.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.........................


__ADS_2