Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Episode 8


__ADS_3

Di jalan menuju area 6.


"Kamu siapa dan mengapa kamu ke sana juga? Aku rasa aku tidak perlu mengenalkan diri lagi."


"Nama ku tidak penting. Aku sudah mengenal mu, tidak usah khawatir. Yang penting adalah apa alasan kamu ke sana?"


Park Jin Hyun dengan dingin membalas.


"Anggota guild Dae yang aku kirim ke sana terputus hubungan dengan kami. Aku terlalu buru buru hingga melupakan kunci mobil ku dan kebetulan kamu juga ingin ke sana."


"Bukan ke kamu bisa berlari lebih cepat dari mobil ini?"


Lee Kang Dae terdiam sejenak.


"Aku tidak bisa memaksa masuk dan di anggap sebagai kriminal. Aku hanya memiliki otot, bukan otak untuk bermain dengan para polisi itu. Kamu pula, mengapa kamu ingin ke sana?"


"Menyelidik."


Hanya 1 kata yang di berikan pemilik mobil itu.


"Maaf, apa kamu punya lisensi hunter?"


"Tidak. Tapi aku adalah rank F. Lebih baik tidak ada yang tau aku terbangkit."


Lee Kang Dae langsung diam dan mereka tiba di area 6 dengan cepat kerana jalan yang lengang.


Di jalan masuk memiliki polisi yang membatasi jalan dan sepertinya siap untuk menghentikan mereka.


"Aku akan mula memaksa masuk."


Park Jin Hyun mengatakan itu dan Lee Kang Dae berpegang erat saat Park Jin Hyun membuka pintunya dan sitbald.


"Apa yang ingin kamu lakukan?"


Lee Kang Dae yang melihat nya kaget.


"Banjingan polisi ini bukan warga yang terbangun. Mereka rakyat yang terjebak dalam menjaga kawasan ini. Tidak ada alasan untuk mencelakai mereka."


Park Jin Hyun mengatakan itu dan memutar roda kemudi ke penghalang jalan dari para polisi yang menodongkan pistol mereka.


Setelah mebabrak penghalang itu, Park Jin Hyun langsung melompat keluar dan berlari. Dia hanya ke sini untuk mengetahui apa pemikirannya benar atau tidak. Bukan untuk bertarung dengan para polisi yang secara tidak sengaja di tugaskan berjaga.


Lee Kang Dae yang melihatnya juga ikut turun dan berlari dan bersembunyi dari polisi.


"Kamu pergi saja cari anggota guild mu. Aku di sini untuk memeriksa apa pemikiran ku benar. Aku tidak memerlukan bantuan apa pon."


Dengan itu mereka berpecah. Tak lama kemudian, Lee Kang Dae menemukan anggotanya guild nya yang terluka cukup parah.


"Apa yang terjadi di sini?"


"Ketua....."


Mereka semua menghela nafas lega saat melihat ketua mereka.


"Kami di serang oleh monster rank A+++. Kami tidak cukup kuat untuk mengalahkannya. Boss monster di sana di pikirkan setidaknya rank S."


Seorang anggota guild menerangkannya.


"Maksudnya boss monsternya masih berkeliaran.... Apa si kecil itu baik baik saja?"


Lee Kang Dae mula berpikir tentang pemilik mobil rank F itu.


Semua orang di kawasan ini setidaknya rank B.


Kerana khawatir dia pergi mencari pemilik mobil itu sambil membasmi para monster rank A.


Dia akhirnya menemukan pemilik mobil itu yang bergerak diam diam dari menarik perhatian monster di depannya.


Lee Kang Dae mendekatinya.


"Apa yang kamu lakukan? Ini bukan tempat yang bisa kamu selidiki dengan rank F milik mu."


Park Jin Hyun melompat sedikit kerana kaget.


"Kamu.... Hah.... Aku tahu. Tidak perlu mengikuti ku. Yang aku lakukan hanya menyelidik, bukan mencari masalah."


Park Jin Hyun mengatakan itu dan memasuki station kereta bawah tanah.


'Apa yang di lakukan pria ini?'


Kerana penasaran, Lee Kang Dae mengikutinya.


Sampai di hujung tangga, mereka sedikit mengintip dan mereka bisa melihat monster sebesar 6 meter sedang duduk dan makan monster lainnya.


Jendela status muncul di depan mereka berdua.


[Boss duengon : Rank S


Tanduk kematian.


Status tubuh: 10000000


Elimen: Api.]

__ADS_1


'Oi... Iri oi... Aku aja status tubuh 100...'


'Itu boss monster nya!? Ini akan sulit.'


Sudah banyak usaha di kerahakan untuk mencari boss monster dari retakan duengon itu. Tapi tidak ada yang membuahkan hasil.


'Sekarang monster itu ada di depan mata aku. Aku harus membasminya.'


Namun Park Jin Hyun tidak mempedulikan boss monster itu. Dia malah pergi ke arah berlawanan. Lee Kang Dae ingin menghabisi boss monster itu. Tapi dia khawatir tentang pemandu mobil itu.


"Berhenti mengikuti ku. Aku adalah sampah yang tidak berharga. Tidak ada yang peduli jika sampah seperti ku mati. Aku Park Jin Hyun, anak kepada Park Kin Ho."


Wajah Lee Kang Dae langsung mengeras. Setelah masker Park Jin Hyun di buka, bisa di ketahui langsung, siapa itu.


Melihat wajah Lee Kang Dae mengeras, Park Jin Hyun tersenyum lembut.


"Aku tidak peduli politik mahupon hunter. Tapi aku di sisi rakyat biasa. Aku hanya tidak ingin rakyat biasa terkena sesuatu yang tidak seharusnya mereka dapatkan. Aku bukan orang kuat yang bisa mengalahkan monster seperti itu seorang diri......"


Park Jin Hyun mengatakan itu dan pergi.


'Aku di sisi rakyat biasa.'


Selama ini tidak ada yang mempedulikan rakyat biasa. Pertempuran antara politik dan hunter membuat mereka lupa akan rakyat biasa yang malang.


Tukd.


Satu tusukan mengenai pundaknya.


"Aku layak menerima ini setelah melupakan jati diri aku."


Lee Kang Dae tersenyum tampa sadar dan ingin mengikuti Park Jin Hyun.


[Lee Kang Dae : Pemulihan emosi 0.01%]


'Apa yang?'


Lee Kang Dae bingung namun dengan cepat mengikuti Park Jin Hyun dari belakang.


.


.


.


Setelah cukup jauh berjalan, mereka tiba di sebuah duengon yang sudah di lakukan penyerangan namun masih belum tertutup.


Seperti yang di katakan, itu duengon rank F.


Pintu masuk duengon itu lemah seperti boss monsternya dalam kondisi sekarat.


Tanah seperti terkikis dan dekat pintu saja bisa menyebabkan migrain.


"Seperti yang aku sangkakan. Atasan busuk itu. Kamu ingin memberikan duengon ini pada China dan membiarkan penduduk kembali walau boss monster belum di kalahkan? Kamu sekarang ingin menjual penduduknya?"


Park Jin Hyun bergumam dengan kesal saat melihat duengon itu.


"Atasan melakukan apa!? Duengon ini belum selesai di serang lagi! Semua yang memasuki duengon ini tidak pernah kembali!"


Lee Kang Dae kaget dengan informasi yang ia dapatkan dari gumaman Park Jin Hyun.


"Tentu saja mereka tidak bisa kembali. Ini duengon dengan monster parasit yang menyerang otak. Memberikan ini ke China, itu sama saja menjual rakyat sendiri. kesan paling ringan, jaringan otak mati dan menjadikan seseorang penurut, dan paling parah, mereka akan mati."


Mendengar itu, Lee Kang Dae membulat matanya. Itu lebih teruk dari monster rank S tadi.


Tapi yang paling mengejutkan, adalah Park Jin Hyun yang terkenal suka mabuk mabukan dan bodoh mengetahui semua ini.


"Bagaimana untuk menyerang parasit yang kecil dan bisa menyerang otak dengan baik?"


Lee Kang Dae bingung mahu melakukan apa.


Park Jin Hyun menutup matanya dan memutar otaknya dengan cepat.


"Parasit lemah dengan api. Pancing Tanduk kematian ke sini. Apinya membakar parasit dan dia sendiri akan tewas."


"Itu ide yang bagus."


Lee Kang Dae dengan cepat bergerak dan memprovokasi tanduk kematian itu ke duengon rank F itu.


Saat sudah di depan pintu masuknya, Lee Kang Dae menendang bokong nya dan membuat Tanduk kematian itu memasuki duengon rank F itu.


"Apa itu akan berhasil?"


Lee Kang Dae agak ragu dengan cara ini. Mereka tidak bisa masuk dan memastikan semua parasit dan boss parasitnya di bakar.


"Jika 30 minit tidak tertutup, kita masih punya banyak monster elimen api dengan rank A+++."


Park Jin Hyun bermain dengan hp nya sambil jempolnya menunjuk beberapa monster di luar.


Lee Kang Dae tersenyum puas dan duduk di sebelah Park Jin Hyun.


"Minta nomor hp peribadi mu, bisa tidak?"


"Yah... Aku tidak masalah jika itu bukan untuk membahas tentang kerja."

__ADS_1


Lee Kang Dae mengangguk sambil tersenyum puas dan merangkul leher Park Jin Hyun.


Setelah dapat nombor peribadi nya, dia melihat apa yang di lakukan Park Jin Hyun.


[Kamu ke mana?]


[Kamu meninggalkan party sangat cepat.]


[Kamu terlihat gelisah. Kamu baik baik saja?]


Dia hanya membaca tampa membalas masej itu. Dan semua yang ada di situ adalah temannya.


"Se Jung, So Jung dan Min Hae? Mereka juga berteman dengan Jin Hyun?"


Kerana penasaran, Lee Kang Dae masej mereka dekat group chat 5 terkuat.


[Kalian berteman dengan Park Jin Hyun?]


Lee Kang Dae menghantar gambar selfie bersama Park Jin Hyun yang sibuk dengan hp nya.


[Kamu di mana!] (HSJ)


[Shit! Itu seperti area 6! Apa dia ke sana dengan mu!] (KSJ)


[Hei, mengapa dia tidak membalas masej ku!] (YMH)


[Siapa?] (YCH)


Dia mendapat balasan dengan cepat.


"Sepertinya hanya Yoo Chung He yang tidak tahu siapa dia."


Lee Kang Dae tersenyum semangat.


[Dia sebelah ku. Kami membersihkan duengon yang ingin di berikan ke China. Petinggi busuk itu ingin menjual rakyat mereka! Duengon yang ingin mereka berikan adalah duengon parasit. Untung Park Jin Hyun perasan niat para petinggi itu!"


Semua yang baca masej itu kaget.


[Kami bahkan belum membunuh boss monster dan ingin mengembalikan penduduk asal? Omong kosong yang terbaik aku pernah dengar!]


Wajah mereka yang membaca itu menjadi dingin.


[Sepertinya Park Jin Hyun menyembunyikan kejeniusan miliknya kerana ayahnya akan mempergunakannya. Dia sangat jenius! Bagaimana dia bisa berpikir untuk menggunakan monster dari retakan duengon untuk membersihkan duengon parasit! sangat jenius!]


Ke tiga orang yang mengenal Park Jin Hyun menghela nafas lega kerana Park Jin Hyun tidak memasuki duengon.


[Jika kalian berpikir kamu masuk, kalian lebih bodoh dari aku. Mana bisa aku chat kalian jika aku masuk duengon saat ini.]


[Aku tidak.]


Hanya Yoo Chung He yang membalas itu dan yang lain diam.


Mereka melupakannya kerana mengkhawatirkan Park Jin Hyun.


.


.


.


.


.


Setelah menyeret hampir semua monster rank A yang ada di area 6 itu, akhirnya pintu masuk duengon itu tertutup.


"Kita selesai."


Lee Kang Dae berkata sambil menyeka keringat di dahinya.


Dia melihat Park Jin Hyun yang tertidur pulas dan tersenyum.


[Hei, sesiapa, datang jemput aku. Park Jin Hyun tertidur dan aku tidak punya mobil.]


Ke tiga orang itu bertengkar dan Yoo Chung He silent kan group itu kerana mengganggu.


"Mereka bertengkar di group lagi. Mana aku tidak kenal lagi orangnya. Kalian buat group lain saja."


Yap, hari itu di akhirnya di akhiri dengan baik.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2