Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
EPISODE 4


__ADS_3

"A, aku baru saja memberikan contant ku pada Kim Se Jung? Apa aku gila? Aku tidak berani buka hp."


Park Jin Hyun hanya melihat hp nya yang berada di meja dari kasur dengan cemas.


Tok, tok.


Dia menjadi lebih kesal saat mendengar suara ketukan dari jendela.


"Hahh! Kamu lagi!"


Buk.


Park Jin Hyun membuka jendela kamar dengan sedikit keras.


-Criiip!-


"Diam lah."


Merpati itu sepertinya marah Park Jin Hyun dan dia hanya mengabaikan nya.


[Selamat pagi. Aku dengar dari berita cuaca, hari ini cerah.


Bagaimana dengan hari mu?]


"Cerah?"


Kwangbom!


Park Jin Hyun melihat cuaca di luar jendela nya. Itu ribut petir.


[Aku tidak tahu mahu menulis apa, jadi, kamu bisa membalas apa saja.]


Park Jin Hyun hanya melempar kertas itu seperti sampah.


Dia pergi ke arah merpati itu.


"Masuklah. Aku tidak sekejam tuan mu untuk membiarkan burung kecil seperti mu meredah ribut petir."


-Criip?-


Park Jin Hyun hanya menarik merpati itu masuk dengan kasar dan mengeringkan nya dengan handuk.


"Merpati sialan, kamu sepertinya mendapat kebiasaan kasar seperti tuan mu!"


-Criiip! Criiip!-


Merpati itu bercicip dengan keras kerana Park Jin Hyun mengeringkannya dengan kasar.


"Tunggu hingga ribut itu berhenti. Kemudian kamu ingin mati sekalipon, aku tidak akan peduli."


Tampa sadar, Park Jin Hyun membuka hp nya.


Ada 1 contact yang merah di sana.


"Ah, sial. Padahal aku hanya ingin membuka ig. Hah...."


Park Jin Hyun pon membuka masej itu.


[Hai, kamu tidak akan memblokir nombor ku kan?]


"Sekarang aku mahu. Kamu banjingan sialan."


Park Jin Hyun ingin melempar hp nya itu ke dinding.


[Hari ni akan ada pertemuan antara 5 hunter rank S terkuat pada jam 10 pagi. Aku hanya ingin memberitahu mu.]


Park Jin Hyun hanya menghela nafas pada masej itu.


[Apa kamu baik baik saja setelah mabuk begitu berat?]


Park Jin Hyun mengangguk. Dia tidak membalas namun bereaksi pada masejnya. Kerana seorang pecandu alkohol, dia entah bagaimana secara ajaib tidak merasakan pusing atau menerima efek apapon dari alkohol.


[Kamu tidak keberatan dengan masej kan?]


"Pfff...."


Park Jin Hyun terkekeh sambil tangannya menutup mulut nya.


"Rank S ragu untuk masej seorang rank F? Kamu sungguh bercanda."


Park Jin Hyun mengetik balasan untuk Kim Se Jung.


Setelah menghantar, dia melihat jam di dinding. Saat itu jam 9:35 pagi.


"Aku tidak mengganggu pertemuan mereka, kan?"


Park Jin Hyun memutuskan untuk mengabaikan pikiran itu dan membalas surat Han So Jung.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Di ruang pertemuan.


"Bukan ke kita akan mengadakan pertemuan pada jam 10? Masih ada 30 minit sebelum itu bermula."


Han So Jung berbicara dengan senyum palsu di wajahnya.


"Singkirkan senyum palsu tidak berguna itu So Jung.


Juga, di mana merpati sialan mu itu?"


Yang berbicara adalah wanita berambut biru laut, mata merah, berseluar pendek ketat, memakai pakaian ketat yang menutupi dadanya hingga leher dan mantel hitam hingga lantai.


Yoo Min Hae, Hunter rank S ke 3 di korea.


Skill nya tidak berguna di darat dan hanya berguna di air. Itu menjadikannya ratu lautan.


"Benar kata Min Ho. So Jung, kamu keseringan memakai wajah munafik mu."


Pria dengan jubah putih menutupi seluruh tubuhnya berbicara pada Han So Jung juga.


Yoo Chung He, Hunter rank S ke 5 di korea. Tidak ada yang pernah melihat wajahnya di sebalik seluruh pakaian putihnya itu.


Skill penyembuhannya sangat kuat dan langka juga bisa mempertahankan diri dengan skill perlindungan. Dia juga memiliki kekuatan yang cukup untuk membalik mobil dengan tangan kosong.


"Kita di sini semua tahu tentang skill topeng emosi mu."


Seorang wanita dengan pakaian sederhana namun memiliki pedang besar di punggungnya dan beberapa bekas parut di lengannya.


Berambut cokelat diikat ponytali dan mata cokelat umum.


Lee Kang Dae, rank S ke 4 di korea. Satu pukulannya bisa meruntuhkan sebuah rumah.


Kim Se Jung hanya mengabaikan mereka.


"Hei, Se Jung, katakan sesuatu pada saudara Jung mu."


Kim Se Jung hanya mengabaikan Lee Kang Dae.


"Lagi?"


[Skill: Topeng emosi. (Di matikan)]


Ring~


Hp Kim Se Jung berbunyi dan dia melihatnya.


[Halo, aku baru bangun sialan!]


[Aku tidak punya waktu untuk memblokir nombor banjingan sialan seperti mu!]


[Siapa peduli bahkan jika kamu pergi ke neraka sekali pon!?]


[Aku tidak mabuk!!!]


[Apa kamu perlu izin untuk masej seseorang!? Aku baru tahu itu hari ini! Terima kasih!]


Setiap masej Park Jin Hyun memiliki tanda serunya seperti dia sedang marah.


Tapi melihat kepribadian nya malam tadi, itu hanya seperti caranya berbicara.


"Pfff.."


Kim Se Jung tersenyum lembut dan sedikit terkekeh.


Semua yang ada di ruang pertemuan itu, memandang nya.


"Se Jung, apa kamu juga memiliki topeng emosi seperti saudara Jung mu?"


Tatapan Kim Se Jung kembali dingin dengan sapaan itu.


"Jangan samakan aku dengan dia."


Kim Se Jung kembali ke layar hp nya.


Dia tidak membalas namun senyuman terukir di bibirnya walau sedikit.


"Apa emosi mu di perbaiki?"


Han So Jung mengatakan itu dan Kim So Jung menatapnya dengan tajam.


"Sepertinya kamu mengenal teman bertukar surat ku. Aku terkena tusukan yang bagus semalam."

__ADS_1


"Jadi kamu adalah kemana 1 mana nya menghilang."


Kim Se Jung dan Han So Jung saling menatap.


Mereka bukan teman bicara yang baik dan selalu bertengkar lewat mata. Sangat jarang mereka berbicara tentang sesuatu yang sama.


"Baik, sebelum kalian mula berperang lewat mata, mari mulakan pertemuan ini."


Semua menganggukkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


.


"Baik, kita akhiri pertemuan kita sekarang."


Yoo Chung He mengatakan itu dan yang lain mula merelexkan tubuh mereka.


-Criip!-


Merpati Han So Jung memasuki ruangan itu dari jendela yang terbuka.


"Sangat lama. Kemana kamu pergi?"


Han So Jung yang sedikit kesal mengambil surat dari kaki merpati nya.


[Cerah? Ribut petir di luar itu banjingan! Aku yang sampah ini saja tidak sekejam diri mu membuat burung kecil ini meredah ribut petir!]


Han So Jung melihat merpatinya yang menjadi lebih gebu.


"Sepertinya dia merawat mu dengan baik. Aku pikir kamu sudah di bakar."


Senyum lembut terukir di wajahnya. Namun merpati itu merasa merinding di tubuhnya.


-Criiiip~?-


Semua orang di situ kaget melihat senyum lembut pria hipokrit itu. Matanya di penuhi emosi tidak seperti dia sedang menggunakan topeng emosi.


[Apa merpati sialan mu itu tidak punya nama? Apa kamu menjaganya dengan baik? merpati mu seperti baru pulang dari neraka. Jadi aku membersihkannya. Aku ragu kamar mu bersih jika kamu menjaga merpati mu seperti tikus.]


"Hnm? Bahasanya terlalu baik. Apa dia dalam suasana hati yang baik?"


Kim Se Jung mendekati Han So Jung dan melihat surat itu.


"Terlalu baik."


Kim Se Jung mengatakan itu dan menunjukkan masej dari orang yang sama.


Nama contact nya PJH. Hanya 3 huruf tidak seperti contact nya yang lain.


"Iya, dia seperti ini. Agak mencurigakan bahagian ini. Apa bahagian ini dia yang tulis? Tapi tulisannya sama."


Kim Se Jung bisa melihat ada satu lagi surat di sayap merpati itu. Dia mengambilnya.


[Aku sudah bilang hanya 1 surat satu hari, jadi, jangan membalas yang ini. Kamu tahu berapa banyak surat yang di robek merpati sialan mu itu!? Aku mengeluarkan semua caci maki pagi ku kerana itu! Tuan dan peliharaannya sama saja tidak sopan! Aku akan mendakwa mu kerana peliharaan mu membuat kamar ku berantakan! Bayar tuntutan ku!]


"Pfff....."


Ke dua pria besar itu sama sama terkekeh.


"Jadi, ini ulah mu hah? Kamu merpati sialan, cocok untuk mu."


Semua orang di sana kaget dengan mereka berdua yang saling memahami untuk seketika.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...............

__ADS_1


__ADS_2