Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Episode 7


__ADS_3

"Jadi, kamu bermain dengan So Jung."


"Hah? Kim Se Jung?"


Walau begitu, Park Jin Hyun hanya bisa menebak. Dia tidak bisa membedakan orang kerana mabuk.


Hp Park Jin Hyun sekali lagi di rampas oleh seseorang. Dia mencuba mengambilnya kembali namun gagal.


"Kembalikan hp ku."


"Kamu mengambil nombor nya."


Dengan cepat Kim Se Jung menghapus nombor Han So Jung beserta gambar yang ada di hp itu.


"Apa yang kamu lakukan!? Kamu banjingan! Aku tidak pernah menghapus contact ku! Aku tidak akan memaafkan mu!"


Park Jin Hyun yang marah hanya mengatakan apa saja yang berada di kepalanya kerana mabuk.


"Aku akan lakukan apa saja. Jadi, maafkan aku."


"........"


Kim Se Jung mendekat kan wajahnya hingga mereka bertatap mata.


"Baik, kamu perlukan hukuman! Kamu akan menjadi kendaraan ku!"


"Apa kamu ingin aku jadi kuda?"


Park Jin Hyun mengerutkan alisnya.


"Apa kamu kuda? Kim Se Jung, kamu masih banjingan manusia sekuat apa pon kamu. Dukung aku di belakang hingga di dekat tempat tinggal ku. Akan gawat jika ayah ku melihat ku bersama dengan hunter."


Kim Se Jung tersenyum lembut dan berjongkok dan Park Jin Hyun membiarkan dirinya di angkat Kim Se Jung.


"Kamu banjingan yang baik."


Park Jin Hyun bergumam dan tertidur di punggung Kim Se Jung.


Kim Se Jung yang melihat wajah tidur Park Jin Hyun yang cukup indah hanya tersenyum lembut.


Buk.


Ke dua orang yang berlanggar itu kesakitan.


"Ouh, Se Jung. Apa yang di belakang mu itu Park Jin Hyun?"


"Min Hae? Iya."


Kim Se Jung bisa melihat Yoo Min Hae tersenyum lega.


"Ini, berikan ini padanya saat dia terbangun. Ini hadiah permintaan maaf ku kerana sudah mencuba menyakitinya."


Yoo Min Hae pon bergegas pergi dan membiarkan Kim Se Jung bingung di situ dengan kotak kecil di tangannya.


"Kamu pasti menusuknya juga kan."


Namun setelah melihat senyum di wajah Yoo Min Hae, Kim Se Jung percaya yang Park Jin Hyun memulihkan emosi Yoo Min Hae.


.


.


.


Tiba di dekat tempat tinggal Park Jin Hyun, Kim Se Jung membangunkannya.


Park Jin Hyun membuka matanya dan turun dari punggung Kim Se Jung.


"Terima kasih. Jumpa lagi."


Park Jin Hyun langsung meninggalkan Kim Se Jung sendiri.


"Iya, akan aku pastikan kita bisa bertemu kamu lagi."


.


.


.


Park Jin Hyun bangun di pagi harinya dan ingin membentur kepalanya ke dinding.


"Terima kasih pada Kim Se Jung, Aku bisa berpura pura tidak tahu yang aku mengenalnya."


Tok, tok, tok.


Ring~


Pesan masej dan surat nya tiba pada waktu yang sama.


Park Jin Hyun membuka jendela dan membiarkan merpati itu masuk.


Dia membuka pesan masejnya.


[Pagi.]


[Apa kamu mengenal ku?]


Park Jin Hyun pasti itu Han So Jung. Dia menghela nafas dan membalas.


[Tidak.]


[Aku mabuk dan tidak mengingat apa pon.]


[Enyahlah.]


Park Jin Hyun hanya menghela nafas dan mengambil surat itu.


[Pagi. Hari ini cerah. Kamu bisa memberikan nama pada merpati itu.]


Park Jin Hyun hanya tersenyum dan melihat merpati itu bermain dengan air.


"Dia sangat suka bermain air."

__ADS_1


Park Jin Hyun mengambil pensil dan kertas.


"Nama, bagaimana dengan, Hayan."


-Furrl-


Merpati itu sepertinya menyukainya.


.


.


.


.


.


Di kantor Han So Jung


"Setiap kali kamu kembali, kamu pasti akan lebih gebu lagi."


Han So Jung membuka suratnya.


[Aku menamainya dengan Hayan. (putih). Kamu banjingan, kamu bahkan tidak memberi merpati mu nama? Kamu benar benar kejam.]


Han So Jung terkekeh sejenak.


[Aku tidak akan keluar rumah untuk hampir seminggu. Aku harus bersiap untuk party. Sangat menyebalkan.]


Han So Jung tersenyum dan menyimpannya dengan baik.


.


.


.


.


.


.


.


Seminggu berlalu dan saatnya party pertemuan itu di adakan.


Park Jin Hyun melihat kotak kecil pemberian Yoo Min Hae dan membukanya.


Di dalamnya ada jam tangan berjenama terkenal. Dia tersenyum dan memakainya.


Dia tiba di party dan duduk di kursi dengan namanya dan mendengar seorang atasan berucap.


"Kita semua di sini berkumpul untuk mendiskusikan tentang duengon rank S yang muncul beberapa waktu lalu. Kami selaku pemerintah dan para jabatan lainnya akan memberikan penyelidikan dan menghantar banyak hunter lainya."


Park Jin Hyun menguap dan bersandar dengan santai.


.


.


.


"Kami akan menyerahkan duengon rank F yang sudah di selesaikan itu pada pemerintah China. Duengon itu tidak bermakna sama sekali dan kita bisa menemukannya di mana saja."


Mendengar itu Park Jin Hyun mengerutkan alisnya.


'Menyerahkannya pada pemerintah China untuk membentuk ikatan persahabatan? Itu tidak masuk akal sama sekali. Pemerintah China menginginkan duengon rank F yang sudah di selesaikan sebagai hadiah?'


Park Jin Hyun mula duduk tegak dan mendengarkan dengan lebih teliti.


"Kita memberikan itu kerana pihak China menginginkan mereka. Kita juga tidak kehilangan apa pon. Duengon yang diinginkan berlokasi di dekat area 6 yang kini sudah bisa di tempati semula."


Kerana perubahan dunia, berbagai kawasan di ubah menjadi nombor untuk memudahkan penyelidikan dan pengungsian penduduk.


'Area 6? Itu bukan area yang aman. Itu sudah bisa di tinggali semula? Apa kamu bercanda!? Aku tidak peduli tentang hunter, tapi kita tidak bisa membuat rakyat yang tidak bersalah terluka!!!'


Park Jin Hyun mengingat area 6 yang tidak bisa di duduki kerana retakan duengon yang membuat para monster itu masuk ke dunia manusia.


"Terima kasih pada para hunter itu bisa terselesaikan dan banyak penduduk bisa kembali ke rumah mereka. Duengon rank F itu akan di berikan pada pemerintah China dan area 6 akan bebas dari para monster."


Pembawa bicara yang berbicara itu tersenyum dengan ramah seperti sangat gembira.


"Hah..... Kalian benar benar sampah."


Park Jin Hyun bergumam sendiri dan menatap para atasan yang bertanggung jawab atas maklumat ini bertepuk tangan.


Suara gumaman nya di tutup oleh suara tepuk tangan.


Semua orang mula bangun dan memasuki aula party dengan makanan yang berkelas.


Seperti biasa, Park Jin Hyun akan mengambil cawan vine dan berkeliling atau berdiri di satu tempat.


Namun matanya kali ini cukup dingin.


Kim Se Jung mendekatinya.


"Hai, tuan, apa ada masaalah? Kamu terlihat seperti kesulitan."


"Aku baik baik saja."


Park Jin Hyun bahkan tidak melirik Kim Se Jung dan otaknya yang sudah lama di tidak gerakkan sedang bergerak dengan cepat memprotes informasi.


'Skill ku sama sekali tidak berguna. Tidak ada yang bisa aku lakukan sendirian.'


Walau dia berpikir seperti itu, Park Jin Hyun terus menggerakkan otaknya hingga bahkan dia tidak memerhatikan orang di sekelilingnya.


'Area 6 adalah area merbahaya yang di duduki monster rank A+++ yang berarti mereka hampir mencapai rank S. Penduduk yang tidak terlalu ambil tau akan segera kembali dan kerana membahayakan nyawa mereka dan bisa membuat mereka terbangun. Tapi peluangnya adalah 50%.'


Ya, 50%. Jika mereka tidak terbangun, mereka akan mati.


'Apa kene mengena dengan penyerahan ke pihak pemerintah China? pasti ada sesuatu di sebalik itu.'

__ADS_1


Park Jin Hyun menghela nafas dan minum vine yang berada di tangannya.


"Hah.... Mari berkerja sedikit keras."


Kim Se Jung yang berdiri di sebelahnya mendengar itu dan melihatnya dengan tatapan aneh.


Menggabungkan peta, kehadiran duengon, cuaca dan semua pengetahuan yang sudah ia peroleh.


"Shit! Jadi itu tujuan mereka!"


Park Jin Hyun berkata sedikit keras dan ingin bergerak dan berlanggar dengan badan yang besar di sebelahnya.


"Aduh..... Tubuh batu ini lagi.... Kim Se Jung?"


Kim Se Jung memandang Park Jin Hyun dengan aslinya yang sepertinya akan menyatu tak lama lagi.


"Apa yang kamu pikirkan dengan sangat keras?"


"Ahh.... tidak ada.... hanya berpikir tentang game yang baru saja aku mainkan dan kalah."


Park Jin Hyun dengan cepat mengambil jarak dan menjauhi Kim Se Jung.


.


.


.


"Hai, kamu memakai jam yang aku berikan."


"Ouh, hai cik Yoo Min Hae. Terima kasih atas hadiahmu. Ini hadiah yang bagus."


Park Jin Hyun yang menjauh dari Kim Se Jung hanya menjawab dengan refleks.


"Bisa aku meminta nombor hp peribadi mu?"


"Iya. Ini."


Park Jin Hyun mengeluarkan hp nya dan memberikan nombor hp nya dengan mudah kerana dia lagi kaget.


"Terima kasih. Kamu sepertinya tidak seperti biasa. Apa kerana kamu berada di party ini?"


"Ah, kita harus menjaga cara kita berbicara saat lawan bicara kita orang yang bisa memenjarakan kita seumur hidup."


Setelah itu Park Jin Hyun melarikan diri lagi dan mengambil vine lain pula. Dia berjalan dan melanggar Han So Jung dan menumpahkan vine miliknya ke bajunya.


"Ahhh.... Maaf."


"Tidak ada. Apa yang kamu pikirkan? Kamu terlihat lain dari selalunya."


'Tentu saja! Aku harus ke area 6 secepat mungkin! atasan sialan!'


Park Jin Hyun menggertak giginya menahan diri dari mengeluarkan itu.


Dia meminta maaf dan pergi menjauh dan-


Spalsh.


Seseorang menumpahkan vine pada dirinya.


"Kamu berani berkeliaran di sini hah?"


'Ahhh.... akhirnya......'


Park Jin Hyun menjatuhkan cawan vine nya dan berjalan keluar dengan tenang.


Kreeek...


Setelah pintu tertutup dia langsung berlari.


Dia mengganti pakaian mahalnya itu dengan baju bandel.


Dengan hudy dan masker dia berlari dan menaiki mobil miliknya yang dia beli secara rahasia menuju area 6.


.


.


.


Di lampu merah.


Seorang cewek dengan baju serderhana dan pedang besar di punggungnya menghampiri mobil Park Jin Hyun.


Hanya ada seorang hunter yang tidak hadir hari ini.


Hunter rank S ke 4, Lee Kang Dae.


Tuk, tuk, tuk.


Dia mengetuk jendela mobil dan Park Jin Hyun membuka jendela kaca mobil itu.


"Bawa aku ke area 6. Sangat menyebalkan untuk ke sana dengan kaki saat polisi menjaga di sana."


"Naiklah. Aku juga ingin ke sana."


Lee Kang Dae dengan cepat naik dan Park Jin Hyun menekan pedal gas dan melaju di jalan yang kosong ke area 6.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...............

__ADS_1


__ADS_2