
Park Jin Hyun merasa pusing kerana dia belum sepenuhnya pulih dari alkohol.
Bukan salahnya sudah minum sejak usia 16 tahun kerana keluarga yang seperti itu.
Tok, tok, tok.
Jendela nya di ketuk dan dia membukanya sambil memegang kepalanya yang pusing.
Merpati itu masuk dan memasuki bekas penuh makanan burung.
Park Jin Hyun mengambil surat di kakinya dan membiarkan burung itu bermain di sana.
[Bagaimana hari mu? Apa kamu baik baik saja? Aku akan menghantar hadiah jika kamu memberikan alamat mu pada ku. ^.^]
Park Jin Hyun tersenyum lemah dan ingin mengambil kertas.
Tuk, tuk, tuk.
Pintu kamar nya di ketuk.
"Tuan, Ayah Tuan menyuruh anda untuk bersiap dan mengikutinya ke guild Saint."
"Ah, baik."
Kerana pusing, Park Jin Hyun melupakan kertas yang ingin dia hantar dan masuk ke kamar mandi.
-Frull?-
.
.
.
Hayan melihat Park Jin Hyun pergi meninggalkan ruangan itu tampa pesan di kakinya.
-Criiip!!!-
Hayan membayangkan dirinya akan di panggang Han So Jung kerana tidak membawa balasan.
Kerana itu dia tetap tinggal dan bermain di sana.
Sebenarnya di kamar Park Jin Hyun lebih menyenangkan dari di rumah Han So Jung. Hayan lebih suka berada di kamar Park Jin Hyun kerana sangat di manja kan olehnya.
Ada satu ruangan khas memang untuk Hayan bermain sampai dia pikir balasan untuk di hantar.
Hayan terkadang sampai tidak mahu pulang. Namun mengingat tuannya yang cukup kejam membuat dia tetap kembali.
-Criip.....-
.
.
.
.
.
"Apa yang berlaku?"
Tanya Park Jin Hyun yang berpura pura baik baik saja saat kepalanya sangat pusing saat ini.
"Guild Saint ingin menarik bantuan mereka! Sekarang kita harus meyakinkan nya semula untuk berkerja sama!"
Park Jin Hyun bisa melihat ayahnya yang frustrasi dan ibunya yang terlihat cukup senang dengan keadaan saat ini.
Ibunya pasti senang kerana dia berada di pihak hunter dan hunter mula melawan. Dia pasti sedang dalam suasana yang baik.
.
.
.
Tak lama, mereka tiba di guild Saint. Mereka memasuki bangunan yang cukup megah itu.
Mereka bertiga duduk di kursi yang di sediakan di depan meja kerja kantor utama bangunan itu.
Seseorang yang di tutupi pakaian putih dari hujung rambut hingga hujung kaki memutar kursinya.
'Dia terlihat pucat.'
Yoo Chung He sedikit khawatir saat melihat Park Jin Hyun yang pucat.
"Langsung saja, kami ke sini untuk menyuruh kamu untuk terus berkerja sama dengan kami."
__ADS_1
"Dan mengapa kami harus?"
Bahagian hidung ke bawah yang tidak di tutupi kain terlihat senyuman mengejek pada kata kata Park Kin Ho.
"Kamu! Kamu hanya orang randahan! Berani kamu mengabaikan ku! Tampa kami kamu tidak akan punya uang sedikit pon!"
Park Kin Ho mula berdiri kerana kesal dan meninggikan suaranya.
"Aku ingin berbicara dengan anda sekeluarga seorang demi seorang. Keputusan di tangan kami."
Yoo Chung He mengatakan itu dengan dingin.
Kerana itu, Park Jin Hyun dan Ibunya keluar terlebih dahulu.
.
.
.
"Kamu seharusnya berkerja untuk pemerintah! Kamu bahkan melupakan tanah air kamu!"
Yoo Chung He menghela nafas mendengar itu. Dia terus menerus mendengar omong kosong dari Park Kin Ho yang membuatnya ingin melemparnya ke luar.
"Tuan Park Kin Ho, sepertinya anda sudah lupa bahwa dunia saat ini sudah berubah. Bahkan jika kalian memenjarakan kami, apa kalian pikir besi di penjara itu bisa menahan kami yang rank D ke atas?"
Park Kin Ho langsung terdiam saat itu.
"Kami bisa membunuh semua orang kapan pon itu. Namun kami tidak melakukan itu kerana tidak mahu mengotori tangan kami. Aku akan berbicara dengan istri mu pula."
Dengan itu, Park Kin Ho di usir ke luar.
"Kamu jangan berbicara yang tidak tidak."
Park Kin Ho berbisik di telinga Lee Sun Ha dengan nada marah. Lee Sun Ha mengangguk namun dia sudah merancang untuk tidak mendengarkannya kali ini.
.
.
.
"Terus pada pendirian kalian untuk tidak membantu kami. Kalian akan menjadi contoh para hunter lain yang di kekang."
Yoo Chung He terdiam seketika.
Tidak heran mengapa Park Jin Hyun mengatakan dia bodoh. Ibunya selalu mencuba membuat kerusuhan yang akan mengakibatkan dirinya sendiri.
"Aku paham. Aku akan memikirkannya setelah berbicara dengan anak mu."
Lee Sun Ha bangun dan menunjuk sedikit hormat dan Park Jin Hyun pon memasuki ruangan itu.
.
.
.
5 minit kemudian.
"Apa kamu tidak punya suara untuk di katakan?"
Park Jin Hyun melihat Yoo Chung He dengan bingung.
"Tidak berbicara adalah cara ku mengikuti kehendak mu. Aku tidak peduli manapon yang kamu pilih. Aku hanya ingin cepat pulang."
Kepalanya pusing dan dia bahkan belum sarapan saat di tarik ke situasi ini. Dia lapar dan pusing.
"Aku saat ini ingin mendengar semua pendapat yang di berikan kalian sekeluarga."
Park Jin Hyun menghela nafas saat mendengar itu.
"Aku tidak peduli ahli politik mahupon hunter bertempur dan mati. Itu bukan urusan ku. Namun setidaknya, jangan melibatkan warga yang belum bangkit. Aku juga tidak pernah menerima perawatan dari para hunter. Sama ada terus membantu kami, atau kamu langsung berhenti, itu tergantung kamu."
Park Jin Hyun menutup matanya saat seluruh ruangan berputar kesana ke mari.
Dia benar benar ingin muntah saat ini.
"Di dunia ini tidak ada pepatah yang kuat membantu yang lemah. Bahkan yang lemah akan mengkhianati yang kuat hanya kerana ada yang lebih kuat. Namun itu tidak bermakna semua orang tidak tahu terima kasih. Aku lebih merekomendasikan kamu membatu warga dari politikus yang menyebalkan ini."
Park Jin Hyun mengatakan itu tampa membuka matanya.
Jadi dia tidak bisa melihat senyuman di bibir Yoo Chung He.
"Baik, aku akan memikirkannya."
Yoo Chung He mengatakan itu dan Park Jin Hyun membuka matanya. Ruangan itu sepertinya berputar lebih teruk dari yang tadi.
__ADS_1
Park Jin Hyun yang ingin berdiri akhirnya malah berlutut di lantai.
"Hei, kamu baik baik saja!?"
Yoo Chung He langsung bangun dan membantu Park Jin Hyun kembali duduk di kursi.
"Ahh..... Maaf. Aku hanya pusing kerana terlebih alkohol dalam darah. Kerana aku juga belum sarapan sebelum ke sini, aku juga belum mengambil ubat. Aku tidak bisa membuat ayah ku menunggu."
Park Jin Hyun tersenyum lemah dan Yoo Chung He bisa merasakan pundak Park Jin Hyun basah oleh keringat.
Yoo Chung He menggertak giginya saat melihat kondisi Park Jin Hyun.
"Apa keluarga mu bahkan tahu kamu sedang sakit?"
"Mereka bahkan tidak tahu aku demam teruk minggu lalu. Ini sudah biasa. Terima kasih sudah membantu ku."
Park Jin Hyun mengatakan itu sambil menolak Yoo Chung He tampa energi.
"Aku akan menyembuhkan mu."
Yoo Chung He mengatakan itu dan ingin menyembuhkan Park Jin Hyun. Namun tangannya di tolak Park Jin Hyun dengan lembut.
"Ahhh... Kamu tidak bisa menyembuhkan ku saat kamu belum memikirkan apa yang kamu akan lakukan. Aku ahli politik, Yoo Chung He."
"Apa itu penting sekarang!?"
Yoo Chung He menjadi kesal kerana Park Jin Hyun terus menolaknya.
"Benar, tidak penting. Tapi itu hanya akan merepotkan mu saat ingin memilih tidak meneruskan kerjasama dengan politikus."
Park Jin Hyun mengatakan itu dan hilang kesadarannya. Yoo Chung He yang melihat itu rasa sangat kesal. Lebih baik dia mengumpat dari memberinya sebuah nasihat.
Dari seminggu yang dia dengar dari teman yang lain, Park Jin Hyun memiliki mulut yang kasar. Namun sekarang dia tersenyum lembut dan semuanya penuh dengan kata kata baik.
Semalam Park Jin Hyun baru saja sangat depresi dan hari ini kesakitan dan keluarganya bahkan tidak tahu dia sakit!?
"Ahhh.... Kamu menyebalkan."
Yoo Chung He mengabaikan pemikirannya dan menyembuhkannya.
[Skill: Menetral racun. (S) Aktif]
Tangan Yoo Chung He bercahaya dan wajah Park Jin Hyun semakin membaik.
Kerana itu racun rendah, daripada racun monster, itu hanya memakan sedikit mana.
beberapa saat kemudian, Yoo Chung He mematikan skillnya dan Park Jin Hyun membuka matanya.
Dan dia mendapati dirinya berada dalam pelukan seseorang dengan pakaian serba putih.
Dia langsung bangun dan menjauh kerana kaget.
"Hah..... Ku pikir banjingan malaikat mana yang ingin membawa ku. Kamu mengagetkan ku."
Park Jin Hyun meletakkan tangannya di dada kiri merasakan jantungnya berdetak dengan cepat kerana kaget.
"Pfff.... Hahaha...."
Kerana Yoo Chung He tertawa, Park Jin Hyun menjadi kesal dan mengutuk.
Ruangan itu di penuhi tawa dan kutukan dari mulut Park Jin Hyun. Penolong kanan yang ingin masuk ruangan itu untuk membantu menjadi ragu.
'Aku tidak pernah melihat dia tertawa. Mari biarkan dia menikmati waktunya.'
Penolong kanan Yoo Chung He dengan senang hati melangkah mundur untuk tidak mematikan suasana itu.
Dia agak ragu pada awalnya saat Yoo Chung He mendeklarasikan kebencian pada yang menyakiti Park Jin Hyun dan berpikir Park Jin Hyun memanipulasinya.
Namun hari ini, dia melihat diri asli Park Jin Hyun yang baik dan jujur. Dia melihat dari balik pintu kerana penasaran.
Mari biarkan suasana ini untuk sementara.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....................
__ADS_1
Maaf kalau typo sebab aku malas cek. Hanya ingin menaip....