Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Episode 21


__ADS_3

Mereka akan mula menjalani jalan mereka sendiri......


Apa anda yakin?


Park Jin Hyun ternganga saat tidak sadar berjalan ke arah rumah Kim Se Jung.


Yah, setidaknya dia bertahan selama 2 minggu.


Mari ke sebelum kejadian.


.


.


.


.


.


Park Jin Hyun menyewa kamar kosan murah dan bisa beradaptasi dengan kehidupan biasa dengan mudah.


Dia sudah selalu mengemasi kamarnya sendiri dan sebagainya. Namun ada satu hal yang dia lupakan.


'Bagaimana aku bisa hidup tanpa uang?'


Park Jin Hyun yang di lahirkan dalam keluarga kaya raya tidak pernah berkerja sama sekali. Dia selalu di beri uang jajan oleh ibunya.


Namun yang mempersulitnya adalah bahwa dia tidak memiliki sijil pelajaran.


Park Kin Ho sialan itu tidak membenarkan dia lulus sekolah dan dia hanya belajar di rumah dengan tutor peribadi yang di sewa ibunya.


Bagaimana dia mahu mencari kerja?


Park Jin Hyun berbaring di kasur dan memikirkan cara untuk mendapatkan uang.


Dia bisa dengan mudah menang judi atau dari taruhan lomba kuda. Namun dia tidak ingin melakukannya. Dia takut akan kecanduan seperti dia candu akan alkohol.


Jadi dia mula berkerja sambilan. Dari menjaga kaunter dan sebagainya dia coba. Namun entah mengapa, kesialan selalu menimpanya.


Saat jaga kaunter, malah pembeli dari kongsi gelap yang datang. Kerana membuat ahli kongsi gelap yang bergengsi itu kesal bahkan saat tidak membuka mulutnya, dia di pecat.


Saat kerja di industri pengeditan foto, sistemnya malah di heck dan mereka menutup kompeni untuk sebulan untuk menyelesaikan hal itu.


Dan berbagai kesialan lainnya dalam kerja hingga dia bingung mau kerja apa.


Itu bertahan hingga 2 minggu. Dia ketiduran dan malah kereta berhenti di area 1.


Dia menghela nafas dan mencoba mencari taxi. Dia tinggal di area 4 yang cukup jauh dari area 1.


Dan saat itulah dia tidak sadar dia berjalan ke arah rumah Kim Se Jung.


2 minggu yang melelahkan.


Dia panik dan langsung ingin berlari. Namun dia malah melanggar seseorang berbadan besar dengan otot keras.


"Aduh.... Kenapa aku selalu sial!? Banjingan! Mengapa kulit bisa sekeras ini!"


Dia mengingat deskripsi seseorang. Dia perlahan menoleh dan melihat Kim Se Jung dengan wajah dingin.


Park Jin Hyun menelan ludahnya.


"Ah, maaf melanggar mu."


Park Jin Hyun tersenyum dan menepuk pundak Kim Se Jung 2 kali. Lalu ingin kabur.


Namun tidak berjaya kerana Kim Se Jung memegang tangannya.


"Kim Se Jung yang kuat dan perkasa, bisakah anda melepaskan saya."


Park Jin Hyun tidak meronta kerana dia tahu itu sia sia.


Melihat Park Jin Hyun sepertinya semakin kurus, Kim Se Jung memegang tangannya semakin erat.


Dia sudah salah orang lebih dari 100 kali. Dan sekarang orang yang dia cari tepat di depannya.


"Apa kamu tahu segila apa aku mencari mu?"


Mata Kim Se Jung sedikit berkaca. Dia menarik Park Jin Hyun masuk ke pelukannya.


"Kim Se Jung? Hei, apa kamu baik baik saja? Kamu semakin kurus."


"Lihat saja diri mu."


Mereka berdua memang kehilangan berat badan untuk 2 minggu.


"Hei, aku harus berdepan dengan kongsi gelap dan kekurangan uang! Tentu saja aku akan lebih kurus! Yang kamu ini kenapa!? Mana aku harus mengganti ganti kerja kerana kesialan tidak berguna!"


Mendengar apa yang di lalui Park Jin Hyun 2 minggu terakhir, Kim Se Jung memeluknya lebih erat.

__ADS_1


"Aku mengkhawatirkan dirimu. Aku tidak bisa tidur mengkhawatirkan dirimu. Kamu meninggalkan Flufny pada Han So Jung kerana dia lebih menyukainya dan kamu meninggalkan hp mu. Bagaimana bisa aku tidak khawatir? Tidak ada cara untuk menghubungi mu. Kami semua khawatir tentang mu."


Park Jin Hyun tersentak mendengar itu.


Dia sedikit merasa bersalah kerana menghilang tampa jejak.


"Baik, aku salah. Maafkan aku. Lepaskan aku sekarang. Aku tidak akan lari."


Mendengar itu, Kim Se Jung melepaskannya.


Park Jin Hyun menghela nafas dan menunjuk kedai makan dengan jempolnya.


"Bagaimana kita makan? Kamu traktir."


Kim Se Jung tidak memberi reaksi namun mengikut dari belakang. Dia masih ingin memeluk Park Jin Hyun sehingga dia tidak akan pergi lagi.


.


.


.


Di kedai makan.


"Hah.... Aku sudah lama tidak makan burger. Ini enak."


"Jangan katakan itu sejak 2 minggu lalu."


Kim Se Jung menatap tajam Park Jin Hyun dengan tajam. Park Jin Hyun tersenyum sambil menjilat jarinya yang ramping dan sexy.


"Hemp. Jika itu 2 minggu lalu, aku akan bersyukur untuk 1 kali. Terakhir kali aku menikmati burger adalah saat aku berumur 7 tahun. Ibuku membawa itu sebagai hadiah ulang tahun ku."


Crash!


Gelas yang di pegang Kim Se Jung hancur berkeping keping.


Park Jin Hyun mengalihkan pandangannya tidak bersalah.


Kim Se Jung menghela nafas dan membiarkan Park Jin Hyun menatapnya dengan pandangan mengejek.


Park Jin Hyun terlihat lebih baik dari saat dia menjadi gila.


"Baik, aku benar benar sampah yang tidak bisa melakukan apa pon tampa siapa pon. Aku akan mengambil lisensi hunter dan mengambil uang kompensasi untuk uang sementara. Hah.... Hidup benar benar menyebalkan."


Park Jin Hyun bersandar dan mengatakan rancangan yang ia buat untuk dirinya.


"Kamu tinggal di mana?"


"Aku tinggal di kosan murah di area 4. Aku ketiduran di kereta yang membuat ku tiba di area 1 dan akhirnya bertemu dengan mu. Semuanya baik baik saja jika bukan kerna kerja."


Park Jin Hyun berbicara dengan nada sedikit bersemangat.


'Anak presiden yang kaya dan hidup di apartemen mewah setiap hari baik baik saja di kosan murah? Dia pasti bercanda.'


Kim Se Jung tidak percaya akan itu.


"Bagaimana jika kamu tinggal bersama ku. Itu akan lebih baik."


"Tidak tidak. Aku tidak mahu menyusahkan mu. Juga tidak mahu."


Kim Se Jung sedikit kesulitan. Jika Park Jin Hyun mengatakan tidak, dia pasti tidak.


Dia mengingat sesuatu.


"Aku akan membiarkan mu minum sesuka hati mu jika kamu tinggal bersama ku."


Park Jin Hyun tersentak. Dia sudah tidak minum lebih dari 2 minggu kerana menggila.


Park Jin Hyun mula memperlihatkan wajah kesulitan. Kim Se Jung sedikit tersenyum kerana dia mendapatkannya.


"Kamu akan membiarkan ku memelihara Flufny, kan."


"Tentu. Lakukan saja seperti rumah mu."


Park Jin Hyun semakin kesulitan. Dia menggigit kukunya perlahan. Dia tidak suka menyakiti diri.


Namun suka berpikir untuk mati.


"Ba, baiklah. Jika kamu memberikan kartu kredit mu!"


"Ini. Aku ada lebih dari 10 kartu kredit."


Park Jin Hyun membuat wajah yang mengatakan 'Sial!'


Park Jin Hyun mengambil kartu itu dengan kasar.


"Pulangkan hp ku juga. Aku ketinggalan dan ambil barang barang ku di kosan."


Kim Se Jung mengangguk sambil menyembunyikan wajah gembiranya.

__ADS_1


Park Jin Hyun memberi alamat kosan nya dan setelah makan di hantar ke rumah Kim Se Jung.


Sudah lama dia tidak tidur di kasur yang sangat empuk itu dan langsung tertidur saat membaringkan tubuhnya.


Kim Se Jung yang melihat itu, menyelimuti Park Jin Hyun dengan lembut dan pergi ke alamat yang di berikan Park Jin Hyun.


.


.


.


.


.


Di kosan murah.


Kim Se Jung ternganga saat melihat kosan kecil yang terlihat seperti rumah tikus di matanya.


"Park Jin Hyun yang membesar di keluarga kaya beradaptasi dengan mudah? Aku aja yang bukan lahir di keluarga kaya merasa tidak mahu masuk."


Kim Se Jung bergumam sendiri dan pergi ke kamar pemilik dan menerangkan apa yang terjadi.


"Ouh, anak yang baik itu. Syukurlah dia sudah punya tempat tinggal baru. Kamu, jaga anak baik itu dengan baik. Dia sangat ramah dengan semua orang dan suka membantu kami."


Mendengar itu, Kim Se Jung pasti Park Jin Hyun beradaptasi dengan baik.


Dia tersenyum dan mengangguk.


Dia memasuki kamar Park Jin Hyun dan itu tertata rapi. Dia berpikir itu akan sedikit berantakan atau berantakan total kerna itu kamar pria.


Dia dengan mudah mencari barangnya. Hanya perlu beberapa minit kerna semuanya sudah tertata rapi seperti Park Jin Hyun sangat bagus dalam membersihkan rumah.


.


.


.


.


.


Park Jin Hyun sekali lagi bermimpi. Dia melihat pria bertopeng. Dia tidak bisa melihat wajahnya. Namun, dirinya diikat dan-


Park Jin Hyun bangun dan memegang lehernya. Baru saja di mimpinya, lehernya di kelar pisau tajam.


Klik.


Pintu terbuka dan Park Jin Hyun kerana panik mencoba sembunyi yang alhasil hanya membuatnya jatuh dari tempat tidur.


"Apa kamu baik baik saja? Aku baru pulang dari mengambil barang barang mu."


Kim Se Jung mengatakan itu sambil memegang kepala Park Jin Hyun dengan lembut.


"Sepertinya itu sedikit benjol."


Kim Se Jung tidak memperhatikan tangan Park Jin Hyun yang bergetar.


Pupil mata Park Jin Hyun bergetar dan tangannya memegang lengan baju Kim Se Jung.


"Aku bermimpi aku mati dengan leher di kelar."


Park Jin Hyun mengatakan itu dengan perlahan dengan tidak berdaya.


Kim Se Jung yang mendengar itu memeluknya dan mencoba menenangkannya.


Park Jin Hyun tidak tidur cukup nyenyak kerna pertukaran kasur yang kasar. Namun faktor utamanya adalah dia bermimpi dia mati seperti ibunya. Dia tidak bisa menghilangkan itu dari kepalanya.


Malam itu, kerana Park Jin Hyun takut untuk kembali tidur, Kim Se Jung menemaninya hingga dia tertidur.


"Semoga mimpi indah kali ini."


Kim Se Jung mengatakan itu saat Park Jin Hyun tertidur pulas. Dia mengambil selimut dan tidur duduk di samping tempat tidur.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......................


__ADS_2