
Park Jin Hyun akhirnya duduk di kursi kerana lelah memberi kutukan.
"Apa kamu baik baik saja?"
Park Jin Hyun menatap tajam Yoo Chung He.
"Aku baik baik saja. Bagaimana aku tidak baik baik saja saat aku mendapat skill penyembuhan dari skill S? Juga penyakit ku tidak seteruk itu untuk menerima perawatan sebagus itu. Apa aku terlihat akan mati?"
Yoo Chung He batok palsu untuk menyembunyikan tawanya.
"Bawa keluarganya yang lain masuk."
Kemudian masuklah Park Kin Ho dan Lee Sun Ha.
"Hei, kamu berani duduk seperti itu? Mana sopan mu?"
Park Kin Ho yang melihat Park Jin Hyun duduk sambil menahan dagunya ingin memarahinya.
'Dia baru saja pingsan dan itu yang kamu pikirkan!? Berengsek benar ini orang.'
Park Jin Hyun memutar matanya malas dan kembali duduk tegak.
"Jin Hyun, kamu baik baik saja? keringat mu sepertinya tambah parah?"
Lee Sun Ha bertanya sambil memegang tangan Park Jin Hyun. Park Jin Hyun tersenyum lembut dan mengangguk perlahan.
'Walau terlambat, ibunya memberikan kasih sayang walau itu anak dengan darah sampah itu. Aku tertanya bagaimana Park Jin Hyun memiliki otak yang cerdas saat orang tuanya bodoh? Apa kakeknya atau keturunan lainnya?'
Yoo Chung He memikirkan itu sambil melihat orang tua Park Jin Hyun yang jelas bodoh.
'Seorang ingin menguasai dan seorang ingin memulai pemberontakan. Mereka tidak tahu bahaya yang mereka ciptakan.'
Yoo Chung He menghela nafas panjang.
"Saya sudah memutuskan untuk terus berkerja sama dengan ahli politik."
"Apa kamu memikirkan kesepakatan yang aku berikan? Aku yakin kerana itu."
Yoo Chung He menatap Park Kin Ho dengan tatapan benci. Lee Sun Ha sedikit kecewa namun tetap menyetujui itu. Park Jin Hyun, yah.... Dia bahkan tidak peduli.
"Maaf, tuan Park Kin Ho, saya memutuskan untuk terus berkerja sama bukan kerana kesepakatan yang anda berikan. Semua kesepakatan itu tidak berguna di mata kami. Bahkan tampa kesempatan yang kamu berikan, kami bisa terus hidup dengan nyaman."
Park Kin Ho memerah kerana malu.
"Kamu berani!-"
Park Kin Ho ingin berteriak marah. Namun Yoo Chung He mengangkat tangannya dengan niat membunuh sebelum Park Kin Ho bahkan bisa memulainya.
"Aku tidak berniat mendengar omong kosong dari orang seperti mu. Kami para hunter tunduk rendah kerana anda adalah pemimpin negara. Tidak lebih dari itu. Alasan aku meneruskan kerjasama ini kerana anak mu. Aku menyembuhkan dirinya sebentar tadi."
"Uhuk!"
Park Jin Hyun batuk dengan kuat saat mendengar itu. Dia langsung menatap tajam Yoo Chung He.
"Jin Hyun, kamu sakit?"
Lee Sun Ha langsung memeriksa keadaan Park Jin Hyun.
"Memangnya seteruk apa sakitnya hingga kamu menyembuhkannya."
Yoo Chung He dan Lee Sun Ha menggertak gigi mereka mendengar itu.
Park Jin Hyun tidak peduli kerana dia tidak pernah memikirkan Park Kin Ho sebagai ayahnya.
__ADS_1
"Apa kamu bahkan tahu dia demam tinggi minggu lalu? Apa kamu bahkan tahu kapan hari lahirnya? Dia pingsan sebentar tadi dan bahkan datang ke sini tampa sarapan atau mengambil obatnya. Keracunan alkohol menyebabkan migrain dan dia bahkan tetap datang dan duduk seperti dia baik baik saja. Kamu seharusnya malu sebagai ayah."
Park Kin Ho hanya memutar matanya seperti itu bukan masalah dirinya.
"Jin Hyun, jika kamu sakit, bilang pada ibu. Ibu tidak akan memaksa kamu datang."
"Ibu, Jin Hyun baik baik saja."
Park Jin Hyun mengatakan itu dengan lembut namun matanya seperti ingin membunuh Yoo Chung He.
"Hemp, kerana kamu memutuskan untuk terus berkerjasama, urusan ku di sini sudah selesai."
Park Kin Ho mengatakan itu dan langsung pergi dari sana.
Lee Sun Ha juga bangun.
"Terima kasih sudah menyembuhkan Jin Hyun."
Lee Sun Ha menundukkan kepalanya tanda terima kasih.
"Jika tidak masalah, bisakah kamu membantu ku sedikit."
"Iya, bicaralah dengan bebas."
Pandangan Yoo Chung He melembut pada Lee Sun Ha. Mungkin dia sedikit gagal sebagai ibu. Namun melihat Park Kin Ho bahkan tidak peduli saat mengetahui Park Jin Hyun pingsan, Lee Sun Ha cukup baik sebagai ibu dengan suami seperti itu.
Tidak heran Park Jin Hyun mencuba melindungi ibunya.
Dia pasti Lee Sun Ha memiliki masalah tersendiri dengan suami seperti itu hingga melupakan hari lahir Park Jin Hyun.
"Bisakah saya menitip Jin Hyun di sini untuk sementara hingga driver lain datang? Saya tidak bisa membawa dia di dalam mobil yang sama dengan Park Kin Ho saat dia marah pada Jin Hyun yang membuatnya malu."
"Ibu, Jin Hyun baik baik saja."
Lee Sun Ha menggelengkan kepalanya dan mengelus kepala Park Jin Hyun.
Lee Sun Ha berhenti seketika dan menatap Yoo Chung He.
"Itu bagus kamu membuatnya malu. Namun lain kali, jangan menyebut nama Jin Hyun untuk membuatnya kesal. Dia sudah selalu di pukuli sejak kecil membuatnya takut untuk melawan ayahnya. Saya cukup bersyukur bahwa dia duduk di apratmen mewah jauh dari ayahnya walau saya tahu itu hanya mengisolasinya."
Park Jin Hyun menarik lengan baju ibunya supaya ibunya berhenti berbicara.
Namun Lee Sun Ha malah berpikir Park Jin Hyun merasa takut untuk berada di sana sendirian.
"Jin Hyun, semuanya baik baik saja. Kamu tinggal di sini sendirian untuk seketika. Jadi, tuan Yoo Chung He, saya titipkan Jin Hyun pada mu. Ibu pergi dulu."
Lee Sun Ha mengatakan itu dan berjalan pergi.
Park Jin Hyun merasa lega bahwa ibunya tidak terus menceritakan masa lalunya. Yoo Chung He sedikit kecewa bahwa dia tidak dapat mendengar masa lalu Park Jin Hyun lebih detail.
"Kamu, kamu Chung He yang semalam bukan? Sangat kebetulan bahwa kalian sama sama punya nama Chung He."
Yoo Chung He tersenyum dan membuka kain yang menutupi kepalanya.
"Anda benar."
Park Jin Hyun menghela nafas panjang dan bersandar di kursinya.
"Kamu benar benar akan membuat ku di pukuli ayah ku hari ini. Dasar berengsek."
Yoo Chung He mengerutkan alisnya mendengar itu. Jadi apa yang di katakan ibunya benar. Dia bersyukur tidak membiarkan dia pulang dalam mobil yang sama.
"Mengerti mengapa aku ingin melindungi ibuku? Bagaimana dia bisa menyayangi ku dengan darah banjingan seperti ayah ku? Saat ini, ibuku menggantikan diri ku di pukuli ayah ku."
__ADS_1
Park Jin Hyun berkata dengan tenang saat dia bermain dengan hp peribadi nya.
Yoo Chung He berjalan ke belakang Park Jin Hyun untuk tahu apa yang di lakukannya.
[Kim Se Jung, apa aku bisa meminta bantuan mu jika kamu tidak sibuk?"
"Kamu minta bantuan Se Jung?"
Yoo Chung He agak kecewa bahwa dia tidak meminta bantuan dirinya yang sudah berada di depannya.
"Jika aku meminta bantuan guild Saint, itu sama saja dengan bunuh diri sendiri. Kamu menyembuhkan ku dan akan membantu ku kali ini juga?"
Park Jin Hyun menggelengkan kepalanya seperti itu adalah hal yang sangat salah untuk di lakukan.
"Jika hunter lebih menyukai aku dari ayah ku, apa yang akan ayah ku lakukan?"
Satu kata muncul di benak Yoo Chung He mendengar soalan itu.
'Menyingkirkan.'
Wajah Yoo Chung He menegang untuk seketika.
Melihat riaksi Yoo Chung He, Park Jin Hyun tahu dia memahaminya.
"Benar. Itulah mengapa ayahku tidak bisa mengetahui yang aku sudah terbangun walau aku hanya rank F. Ayahku hanya melihat ku sebagai alat. Jika dia tahu aku terbangun, dia akan menghantar ku masuk ke duengon untuk menyingkirkan ku. Jadi aku tidak bisa meminta bantuan mu saat ini dan membuatnya ingin menyingkirkan ku."
Yoo Chung He mengangguk walau tidak mahu memahami itu. Dia melihat hp Park Jin Hyun lagi dan melihat balasan.
[Tentu saja. Katakan apa yang kamu perlukan.]
Yoo Chung He merasa kesal seketika melihat balasan Kim Se Jung.
'Banjingan ini....... Saat aku meminta bantuannya, dia hanya membacanya!'
Yoo Chung He menghela nafas dan melihat jari jemari Park Jin Hyun yang kurus itu menaip.
[Bisakah kamu menjadi hero yang kebetulan lalu dan menyelamatkan ku hari ini?]
Yoo Chung He sedikit bingung dengan ayat itu.
[Atau aku akan terbunuh.]
Yoo Chung He terbatuk membaca itu.
'Apa? Terbunuh!?'
[Apa berlaku?]
Yoo Chung He bisa melihat balasan yang langsung di kirim Kim Se Jung. Dia merasa bisa melihat Kim Se Jung yang memancarkan niat membunuh yang kuat.
Sementara Park Jin Hyun berpikir untuk balasannya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......................