
Kim Se Jung dan Han So Jung membuat keputusan untuk berpecah. Namun mereka hanya berputar di jalan yang sama walau sudah memasuki jalan yang berbeda.
Mereka buntu saat ini. Sambil membunuh para semut untuk membuat jejak, mereka hanya bisa maju.
.
.
.
.
.
Park Jin Hyun membuka matanya dan melihat status tubuhnya.
[Status tubuh: 49]
Angka itu terhenti di 50 dan dia melihat bola berbulu yang bersembunyi di balik tembok tadi.
Itu hanya sebesar bola lempar peluru dan itu hanya bulunya.
Memiliki sayap kelelawar kecil dan ekor iblis. Taring di mulutnya juga membuat makhluk itu imut.
Namun makhluk imut itu tercungap seperti kelelahan.
[Skill penjinakan berjaya.]
'Apa?'
Park Jin Hyun yang bingung melihat status skill miliknya.
[Skill: Pemotong bawang (F)
Skill: Ancaman si pengecut (E)
Skill: Bahasa kasar (F)
Skill: Penjinak monster (D)]
Melihat skill penjinak monster, Park Jin Hyun langsung melihat detail nya.
[Skill: Penjinak monster (D)
Anda bisa menjinakkan monster dengan 2 mana yang meningkat setiap rank. Target bisa di jinakkan saat target merasa tersentuh dengan kata kata anda.]
Park Jin Hyun melihat bebola berbulu itu.
[Flufy: (F)
Masih dalam pertumbuhan. Dia bisa menjadi rank S dalam 2 bulan. Hanya penjinak yang bisa membesarkan nya.
Mampu menyembuhkan seseorang sebesar 50 dalam sekali jalan. Jumlah bertambah seiring tumbesaran.
Kemampuan: Penyembuhan
Elimen: Tumbuhan
Makanan: Kandungan gula dalam tumbuhan
Status tubuh: 50]
Park Jin Hyun mengeluarkan permen dari inventorinya. Dia memasukkan makanan ke dalam inventori supaya jika lapar di malam hari, dia tidak perlu bangun dari kasurnya.
Melihat Park Jin Hyun memberikan permen, Flufy bersemangat dan mengambilnya. Bulu bulunya bergerak menempatkan permen itu ke mulutnya.
[Memberi nama untuk efek tumbesaran yang lebih baik.]
Park Jin Hyun melihat Flufy yang sangat senang dengan permen itu dan melihat stiker permen di tangannya.
[Sweet]
Sweet yang berarti manis. Park Jin Hyun tersenyum pada stiker itu.
"Nama mu, Flufny saja. Itu cocok untuk mu."
[Flufny di tambah pada senarai monster yang di jinakkan.]
-Pa, ah....
Flufny berbunyi seperti menyukainya.
Park Jin Hyun tersenyum dan mengangkatnya di lengannya.
Park Jin Hyun melusuri jalan berliku itu dan berhenti saat status tubuhnya 40.
__ADS_1
Flufny yang sudah kenyang menyambung menyembuhkan Park Jin Hyun.
[Makan akan mempercepat penyembuhan mu.]
Park Jin Hyun melihat notis itu dan mengambil roti dari inventori nya. Dia juga mengambil permen lainnya dan memberikan itu pada Flufny.
Flufny dengan gembira mengambil permen itu sambil terus menyembuhkan Park Jin Hyun.
.
.
.
Park Jin Hyun meneruskan perjalanannya saat Flufny selesai pada penyembuhan yang ke 2 itu.
Flufny hanya bisa menggunakan itu 2 kali dalam sehari.
Namun itu cukup untuk membuat status Park Jin Hyun berada di 90.
Saat sakit sudah tidak mengganggunya dan racun menghilang, Park Jin Hyun mula menggerakkan otaknya.
Mengingat dari mana dia masuk, berjalan, arah angin, kelembapan, dia mula menciptakan peta di dalam pikirannya.
Di dalam labirin, yang terpenting adalah peta. Jadi membuat lakaran peta di otaknya adalah pilihan terbaik.
Dia mula bangun dan berjalan mengikuti lakaran peta yang dia buat berbasis dari pengetahuannya.
Dia akhirnya mencapai awal mula dirinya. Dia melihat mayat semut di mana mana dan mengikutinya. Dia tahu ada hunter yang ke sana.
Namun untuk jaga jaga, dia mengeluarkan pedang rank A pemberian Lee Kang Dae. Dia tidak tahu itu teman atau musuh.
Dalam duengon ilegal, selalunya adalah hunter yang bertipe assasin yang menyerangnya.
Park Jin Hyun akhirnya melihat sumber cahaya dan menggenggam erat pedangnya.
"Aku benar benar tidak bisa berkerjasama dengan mu!"
"Aku juga sama!"
Dia bisa mendengar pembicaraan hunter itu bergema di seluruh gua. Pedang di tangannya terlepas dan ke 2 hunter itu menoleh dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Sebagai rank F, tekanan sekuat itu bisa membuatnya pingsan. Namun dia hanya jatuh terduduk saat menerima tekanan itu.
Namun tekanan itu langsung menghilang saat mereka melihat Park Jin Hyun.
Kim Se Jung membulat matanya melihat kondisi Park Jin Hyun dan langsung memeluknya.
"Ahh..... Sungguh, aku pikir kamu sudah mati..... Aku sungguh lega melihat mu."
Merasakan pelukan hangat itu, Park Jin Hyun merasa dirinya sekarang benar benar selamat. Air matanya mengalir lebih deras dan membalas pelukannya.
Han So Jung yang melihat itu hanya menghela nafasnya. Dia lega Park Jin Hyun selamat. Namun dia tidak ingin merusak suasana itu.
.
.
.
Setelah sedikit lebih baik, Park Jin Hyun mundur kerana malu.
"Baik, bagaimana kamu bisa selamat?"
Han So Jung bertanya dengan nada lembut untuk membuat Park Jin Hyun merasa tertekan menjawab pertanyaan itu.
Park Jin Hyun tersenyum lembut dan menunjukkan Flufny.
"Aku mendapatkan skill penjinak monster. Ini Flufny. Dia monster tipe penyembuhan. Berkat dia, aku bisa selamat."
Han So Jung mengangguk paham dan mengelus Flufny dengan lembut seperti mengatakan terima kasih.
"Baik, mari kita selesaikan duengon ini segera."
Kim Se Jung mengangguk. Park Jin Hyun menunduk dan wajahnya memerah.
"Kim Se Jung, angkat aku. Lepas terkena tekanan kalian, kaki ku tidak punya kekuatan lagi."
Mereka berdua terdiam seketika. Kim Se Jung tersenyum dan mendukungnya.
"Sekarang, kemana kita akan pergi?"
Mereka sedari tadi berputar di tempat yang sama hingga mereka berbalah.
"Kiri."
__ADS_1
Mendengar Park Jin Hyun mengatakan dengan yakin, mereka berdua melihatnya.
"Jika mengikuti lakaran peta yang aku buat mengikut perkiraan yang aku buat, itu kiri. Jalan kanan hanya akan memutar ke jalan awal."
Mereka mengunci mulut untuk seketika. Mereka ikut saja apa yang di ucapkan Park Jin Hyun.
Dan mereka tiba di ruangan boss dalam sekali coba.
Kim Se Jung dan Han So Jung tidak bisa membantu tapi kaget melihat kejeniusan Park Jin Hyun dalam perhitungan.
Ratu semut yang sebesar 5 meter menampakkan sosoknya.
Park Jin Hyun turun dari punggung Kim Se Jung.
"KEEEEEEEEKKKK!!!!!"
Ratu semut itu memekik dan antenanya bercahaya.
"Itu ilusi."
Han So Jung mengatakan itu. Namun mereka berdua tidak merasakan apa pon.
Meremas.
Namun Park Jin Hyun meremas lengan Kim Se Jung saat itu. Itu ilusi yang hanya berkerja pada rank E ke bawah.
Park Jin Hyun meremas lengan Kim Se Jung sekuat tenaganya hingga kukunya mengalirkan darah.
Namun remasan itu tidak menyakiti Kim Se Jung yang merupakan rank S.
"Kamu jaga dia. Aku akan urusan ratu semut itu sendiri."
Telur di sekeliling ratu semut menetas dan menghalangi jalan Han So Jung.
.
.
.
Di mata Park Jin Hyun saat ini, dia melihat ayah dan ibunya bertengkar. Di tangan kirinya dia menggenggam pensel dengan erat.
Dia melihat dirinya yang berumur 5 tahun di pantulan kaca di hadapannya.
Dia melihat ibunya di tampar dan ayahnya mendekatinya.
Park Jin Hyun menggigit bibir bawahnya hingga mengalirkan darah.
Tangan yang meremas tangan Kim Se Jung melemah. Tangan itu melepaskan pensel yang di pegangnya dan tangannya jatuh ke bawah.
"Ya, aku mengingat hari ini, ayah. Ini hari yang tidak akan aku lupakan."
Park Jin Hyun bergumam dengan senyuman putus asa di wajahnya. Walau dia tahu itu ilusi, memory itu terus menghantuinya hingga saat ini.
"Ini adalah hari di mana aku memutuskan untuk melindungi ibu, dari sampah seperti mu, ayah."
Air mata mengalir lagi dari matanya yang sudah lebam. Dia sudah tidak punya kekuatan untuk memikirkan apa pon lagi. Memiliki mental yang lemah sungguh menyebalkan.
"Aaaaahhhhh!"
Dia hanya berteriak kerana dia sudah tidak mahu memikirkan apa pon lagi.
Kim Se Jung yang melihat Park Jin Hyun menangis dan berteriak mencuba menenangkannya walau dia gagal.
Park Jin Hyun hanya semakin histeris seperti menjadi gila.
"Park Jin Hyun, itu hanya ilusi!"
Walau begitu, teriakan itu tidak mencapainya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........................
__ADS_1