
Di pandangan Park Jin Hyun saat ini, ayahnya berada di depannya ingin memukulnya.
Walau itu ilusi, tidak bisakah dia mengubahnya?
Namun dengan tubuh 5 tahun, tidak ada yang bisa ia lakukan.
Setelah di lempar ke dinding dengan keras hingga kepalanya berdarah, dan ibunya berdiri di depannya untuk melindunginya.
"Tidak! Tidak! Tidak! Aku tidak ingin melihatnya! Jangan tunjukkan itu pada ku! Tidak!!!"
Walau Park Jin Hyun menutup matanya, itu tidak berguna. Ilusi itu tertanam ke otaknya.
"Tidak! Tidak!"
Park Jin Hyun menutup kupingnya dan air mata mengalir terus tampa jeda.
Kim Se Jung tidak tahu bagaimana ingin membantunya. Dia hanya bisa berharap Han So Jung bisa menyelesaikannya lebih cepat.
Saat itu rambut ibunya di tarik menjauh dari Park Jin Hyun ke ruang yang lebih terbuka.
"Tidak..... Tidak..... Adik ku.... Adik ku....."
Kata adik membuat Kim Se Jung bingung. Dia tidak pernah tahu Park Kin Ho memiliki 2 anak.
Saat melihat ibunya ingin di pukuli dengan pemukul baseboll, Park Jin Hyun secara tidak sadar berdiri dan ingin berlari ke arah ibunya. Namun itu hanya membuatnya menghala ke arah monster.
Kim Se Jung menghentikannya dengan memeluk dada Park Jin Hyun.
"Park Jin Hyun, itu ilusi!"
Park Jin Hyun yang mendengar itu tahu. Dia tahu itu ilusi. Dia tahu lebih dari siapa pon.
Namun.....
"Lepaskan aku! Aku tidak bisa membiarkannya! Aku tidak ingin melihat ibuku keguguran lagi! Lepaskan aku!"
Mendengar itu, Kim Se Jung tersentak.
'Jadi itu maksudnya adik.... Park Kin Ho, banjingan itu.....'
Kim Se Jung tidak bisa menghentikan dirinya dari terus menggertak giginya. Melihat Park Jin Hyun yang selalu mengumpat dan mengutuk menangis dengan menyedihkan, itu sangat sulit untuk di lihat.
Untuk Park Jin Hyun yang di besarkan dengan banyak trauma, dan bisa tertawa dan hanya mabuk mabukan, itu sangat luar biasa. Dia tidak pernah melihat Park Jin Hyun sekalipon merokok atau mengkonsumsi obat obatan terlarang.
"Biarkan aku pergi! Aku lelah tidak bisa melakukan apa pon! Ibuku.... Hisk.... Hisk.... Ibuku sudah keguguran 5 kali!"
Urat nadi terlihat di leher Kim Se Jung. Dia benar benar kesal sekarang.
'Tidak hanya sekali, tapi 5 kali?'
Itulah mengapa Lee Sun Ha selalu putus asa saat melihat ke arah Park Jin Hyun. Dia hanya bisa meletakkan memory mengerikan padanya. Bukan kerana membencinya tapi rasa bersalah yang menghantuinya.
Park Jin Hyun berdepan dengan adegan kekerasan setiap hari dan bahkan di pukuli juga. Lee Sun Ha tidak bisa menyerahkan surat penceraian kerana di suap oleh Park Kin Ho. Jika masuk ke pengadilan, namanya akan kotor atas kekerasan rumah tangga.
Lee Sun Ha sangat putus asa. Seseorang tanpa saudara atau tempat curhat sangat membebaninya. Keluarga Lee Sun Ha tewas dalam bencana alam yang menewaskan semuanya kecuali dirinya yang sedang berada di luar negara.
Saat itu ada pesta ulang tahun adiknya dan di hadiri semua saudara maranya dan terjadi gempa bumi dahsyat yang menghancurkan bangunan itu hingga berkeping keping.
Tinggal dirinya sendiri dan suaminya yang sudah di tentukan keluarganya baru menikah minggu lalu dan semua itu terjadi.
Menekan Lee Sun Ha yang sendirian hingga menyerahkan semua aset miliknya dan kekerasan itu berlanjut hingga saat ini.
Dengan semua itu, Park Jin Hyun lahir. Bahkan walau dia di tendang atau di pukuli, Park Jin Hyun berjaya lahir dengan selamat.
Baginya Park Jin Hyun adalah keajaiban yang di berikan tuhan padanya. Satu satunya yang bisa memahaminya dan berada di sisinya.
Selagi Park Jin Hyun ada, dia bisa terus bertahan dalam rumah neraka itu.
Namun seiring bertambahnya usia Park Jin Hyun, dia menyesali melahirkannya.
Dia menyesal melahirkannya masuk ke keluarga neraka ini. Dia ingin menghantar Park Jin Hyun jauh dari rumah nya. Tidak peduli bagaimana akibatnya.
Dia pasti anaknya sangat membencinya melahirkan dirinya ke dalam rumah neraka itu. Namun apa yang bisa dia lakukan? Dia hanya orang bodoh yang terbodoh dalam keluarganya dan di jual ke babi sialan itu.
Namun melihat anaknya sekalipon tidak pernah di menangis seberapa kali ia di pukuli, sakit dan sebagainya, dia merasa malu menangis pada anak itu.
Setelah suatu keajaiban muncul, dia berpikir untuk membuat para hunter memusuhi Park Kin Ho dan dia akan bebas dari tangan pria banjingan itu. Namun itu selalu tidak mulus dan semakin menambah kekayaan Park Kin Ho yang membuatnya lebih putus asa.
__ADS_1
Dia selalu menangis terus menerus. Keguguran sangat berat baginya. Itu membuat dia melihat Park Jin Hyun yang tidak menangis seteruk apa pon yang dia dapatkan. Dia merasa kuat dengan dorongan Park Jin Hyun.
Park Jin Hyun bukanlah kuat. Namun dia tidak meneteskan air mata pada orang yang tidak memahami makna air mata. Dia lebih memilih menangis dalam kesendirian dari menangis bersama ibunya.
Ibunya menderita lebih lama darinya juga dia tidak ingin menangis dan membuat ibunya merasa bersalah melahirkannya.
Mereka saling membantu tampa mereka sadari. Dengan kehadiran ke 2 nya ada, mereka akan terus melangkah maju. Lee Sun Ha hidup untuk Park Jin Hyun dan Park Jin Hyun hidup demi ibunya.
Itulah mengapa, Park Jin Hyun sangat putus asa saat ibunya seperti tidak mengingat hari lahirnya. Jika ibunya tidak memerlukan dirinya lagi, untuk apa dia hidup.
Namun hingga saat akhir, dia mengingat ibunya dan teman untuk membuat alibi bersalah. Juga ibunya akan bunuh diri sepertinya. Juga dia takut untuk mati.
Semua niat untuk bunuh diri di kurung. Dia harap dia bisa minum dan melupakan segalanya. Itulah metodenya untuk bertahan selama ini.
Dia tidak ingin merusak tubuhnya untuk sesuatu yang dia tidak butuh. Itu hanya merusak dirinya. Walau alkohol sama merusak, dia merasa baik untuk melupakan dunia untuk beberapa saat.
Juga efek alkohol paling rendah di banding penggunaan obat obatan terlarang dan rokok yang bahkan tidak membantunya melupakan dunia.
Walau itu tidak berguna juga kerana Park Jin Hyun akan mengingat apa yang dia lakukan saat dia mabuk. Namun sekarang, itu menjadi kecanduan.
Tidak ada yang memeluk atau di peluk. Mereka berjalan di jalan berbeda memikirkan mereka sendiri. Namun dalam jalan yang berbeda, memiliki takdir yang sama.
Semua fakta itu ada dalam kepala Park Jin Hyun. Park Jin Hyun hanya bisa melihat pemandangan berdarah itu untuk ke 6 kalinya.
Park Jin Hyun putus asa dengan situasi di depannya. Dia bisa merasa dadanya di peluk tangan yang berotot.
Park Jin Hyun memutar tubuhnya dan merangkul leher Kim Se Jung. Dia tidak tahu mau melakukan apa lagi. Mungkin sudah saatnya melepaskan segalanya.
Park Jin Hyun bisa merasakan kulit keras kerana otot. Namun dirinya ingin terus membenam wajahnya ke kulit keras itu.
"Huah!!! Aku sudah tidak sanggup!"
Park Jin Hyun mula meraung dalam tangisannya. Kim Se Jung membalas pelukan itu.
.
.
.
Chung!
Kim Se Jung ingin melepaskan tangan itu, Namun Han So Jung menghentikannya.
"Dari yang aku dengar, Park Jin Hyun menerima ilusi yang mengerikan. Jika kamu melepaskannya, dia mungkin akan mengalami mimpi buruk."
Kim Se Jung bingung awalnya. Namun iyakan sajalah Han So Jung itu. Dia ingin cepat cepat keluar bersama Park Jin Hyun.
Kim Se Jung mengangkat Park Jin Hyun bride style kerana dia tidak ingin melepaskan lehernya.
.
.
.
.
.
Setelah keluar, Han So Jung langsung group video call.
-Apa sudah selesai?-
Yoo Min Hae adalah yang pertama angkat bicara.
Han So Jung mengangguk dan menunjukkan kondisi Park Jin Hyun yang mengerikan saat ini.
Di perut Park Jin Hyun ada Flufny yang juga tidur.
-Hei, dia sangat mengerikan!-
Lee Kang Dae yang melihat kondisi Park Jin Hyun tidak bisa tidak frustrasi.
-Dia sepertinya banyak menangis.-
Yoo Chung He melihat mata Park Jin Hyun yang bengkak.
__ADS_1
"Yang kami lihat, dia menangis 2 kali. Tapi tidak tahulah."
Kim Se Jung mengatakan itu sambil melihat Park Jin Hyun yang menyedihkan.
Mereka masuk ke dalam mobil dan anggota guild yang sebelum Han So Jung masuk duengon panggil tiba sejak lama dan menyetir mobil itu.
-Bagaimana dia bisa menangis hingga 2 kali bersama kalian? Bukan seharusnya sekali saja? Saat merasa lega dan selamat?-
Yoo Min Hae bertanya dengan penasaran. Mana Park Jin Hyun benar benar tidak ingin melepas leher Kim Se Jung.
Han So Jung menghela nafas.
"Untuk pikiran ku, dia menangis 3 kali. Satu saat dia hampir mati dan di tolong makhluk kecil ini."
Han So Jung mengelus Flufny yang tidur dengan lembut.
"Kedua saat bertemu kami seperti yang kalian pikirkan."
Lalu wajah mereka berdua menjadi dingin mengingat apa saja yang mereka dengar.
"Ketiga saat Park Jin Hyun terkena ilusi ratu semut. Dia melihat adegan di mana ibunya keguguran."
Suara Han So Jung dingin dan wajah yang mendengar menjadi gelap.
"Dan itu menjadi yang ke enam kalinya."
Mata penuh kemarahan muncul di wajah mereka berdua.
"Setelah ilusi itu terlepas, dia langsung tertidur dan tidak ingin melepaskan leher ku."
Kim Se Jung mengatakan itu sambil mengelus mata Park Jin Hyun yang bengkak.
-Itu bermakna, ibunya keguguran, 5 kali kerana kekerasan rumah tangga, iya kan?-
Yoo Chung He yang paling tahu ibu Park Jin Hyun dari yang lain merasa sangat marah. Keguguran hingga 5 kali? Dia berharap bisa membuat Park Kin Ho mengandung dan gugur 5 kali.
Namun itu mustahil kerana dia pria.
Tapi kemarahan Yoo Min Hae dan Lee Kang Dae berbeda. Mereka tidak marah kerana mengenal ibu Park Jin Hyun. Mereka marah dalam segi wanita. Mereka juga wanita dan pria seperti Park Kin Ho adalah sampah yang harus di hapuskan di mata mereka.
Park Jin Hyun bangun di tengah tengah aura kemarahan itu merasa dingin tampa sadar.
Dia membuka matanya dan merasa tangannya mati rasa. Dia mengangkat wajahnya dan matanya bertemu dengan mata Kim Se Jung sangat dekat.
Dia berada dalam pelukan Kim Se Jung dan berada di atas kakinya. Wajahnya memerah. Namun dia mengingat ilusinya dan hanya melepas leher Kim Se Jung dan menyelam ke dada Kim Se Jung.
Pengalaman hari ini adalah yang paling mengerikan baginya. Kim Se Jung bisa merasa tubuh Park Jin Hyun bergetar.
"Mari tidak bahas ini."
Kim Se Jung mengelus kepala Park Jin Hyun dan menatap layar hp mengatakan itu.
Mereka semua paham riaksi Park Jin Hyun. Dia pasti sangat trauma hari ini.
Mereka semua mengangguk dan end video call itu.
Hanya keheningan memenuhi mobil itu saat video call di matikan.
Kim Se Jung memegang Park Jin Hyun sedang Han So Jung membelai Flufny di pahanya. Mereka saling melihat jendela berbeda seperti mereka tidak kenal satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......................
__ADS_1
Nulho: Eh? Kok malah flashback? Sedih banget bung.... Kau tunggulah PKH! Aku akan bunuh kau secara sadis! Muahahahaha! 😅😂ðŸ˜