Rank F Presiden Son.

Rank F Presiden Son.
Episode 25


__ADS_3

Kim Se Jung akhirnya merampas kaleng bir dari Park Jin Hyun. Dia selalu minum namun tidak mabuk kerana dia bersama Kim Se Jung.


"Kamu sudah terlalu mabuk. Hentikan sekarang."


"Persetanlah! Bukannya aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi esok!"


Park Jin Hyun membantah dengan keras dan ingin mengambil bir dari tangan Kim Se Jung.


"Apa yang ingin kamu bicarakan!? Pria tadi adalah Flufny! Siapa yang peduli aku bersama siapa tampa mu!?"


Kim Se Jung mengerutkan alisnya.


"Aku peduli. Juga ini rumah ku. Bagaimana jika dia adalah pria dari musuh ku atau siapa saja yang bisa menyakiti mu?"


Park Jin Hyun memalingkan wajahnya dari Kim Se Jung.


"Aku sangat marah! Kamu tidak di rumah 2 minggu dan mengatakan aku bersama pria lain! Kamu banjingan!"


Park Jin Hyun yang mabuk menarik kerah Kim Se Jung dan membuat dirinya terangkat.


Ciuman sesaat dengan pandangan marah Park Jin Hyun.


"Aku menyukai mu, mengapa kamu begitu pelit dengan ku!?"


Park Jin Hyun pergi ke tempat tidur dan tidur tampa masalah.


Jantung Kim Se Jung berdetak dengan sangat cepat. Wajahnya memerah dan menyentuh bibirnya.


[Kim Se Jung: Pemulihan emosi 100%]


"Aku, mengapa dengan jantung ku?"


Dia bisa melihat wajahnya yang memerah di kaca.


"Apa aku, juga jatuh hati padanya?"


.


.


.


.


.


Park Jin Hyun bangun dan menyesali perbuatan malam itu. Dia tidak akan mabuk untuk selamanya.


Dia bangun dan melihat Kim Se Jung sedang mengerjakan tugasnya sebagai ketua guild.


Dia masih memerah mengingat kejadian malam tadi. Dia mengutuk dirinya yang mabuk.


Dia berjalan dengan perlahan masuk ke kamar mandi. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapi situasi kekok itu.


.


.


.


Selesai mandi, mereka langsung bertatap mata.


"Jin Hyun, malam tadi...."


"Hnm? Apa? Aku tidak ingat. Apa yang aku lakukan malam tadi?"


Park Jin Hyun bertanya dengan cepat sebelum Kim Se Jung bisa menghabisi ayatnya.


Kim Se Jung membuka dan menutup mulutnya beberapa kali tampa berbicara.


"Aku pergi kerja dulu."


Park Jin Hyun langsung melarikan diri. Dia sangat malu untuk membahas soal malam itu.


Seminggu berlalu tampa hasil oleh mereka. Kim Se Jung akhirnya kembali ke duengon rank SS bersama ke 5 ahli hunter terkuat di sana.


"Papa, apa kamu tidak punya perkembangan dengan Ayah? Aku dan Han So Jung sudah tidur di kasur yang sama. Yah, hanya peneman tidur."


Park Jin Hyun mengerutkan alisnya mendengar itu.


"Tidak peduli! Aku dan dia tidak bisa bersama! Dia dan aku berada di status yang berbeda!"


Flufny tahu yang Park Jin Hyun hanya membuat alasan.

__ADS_1


Tok, tok.


Pintu di ketuk dan Park Jin Hyun membukanya tanpa banyak pikir. Mungkin orang dari Guild Ahyung kali.


Namun buka saja pintunya, seorang pria gagah dengan kaca mata hitam berdiri tepat di depannya.


"Park Jin Hyun, ayah mu ingin bertemu dengan mu."


Alis Park Jin Hyun berkerut dan mengangguk.


"Beri aku masa untuk bersiap."


Dia tiada pilihan. Semua temannya ada dalam duengon saat ini.


"Flufny, tinggalkan rumah ini dan pergi ke rumah Han So Jung atau rumah siapa saja asal bukan di sini. Sudah saatnya burung meninggalkan sarang."


Park Jin Hyun memegang pundak Flufny dengan erat.


"Ini adalah keputusan ku. Kamu tidak perlu ikut campur. Kamu memiliki kehidupan sendiri."


Park Jin Hyun mengatakan itu dan Flufny memahami maksudnya. Sekarang tidak ada yang bisa melindungi diri mereka selain diri mereka sendiri.


Flufny berubah menjadi bentuk aslinya dan pergi. Park Jin Hyun tersenyum dan bersiap mengikuti pria berkacamata hitam.


.


.


.


.


.


Di kantor Park Kin Ho.


"Kamu datang, anakku."


Tatapan Park Jin Hyun dingin.


"Aku sudah menemukan mu sejak lama. Namun kamu di lindungi Kim Se Jung dan hunter lainnya. Aku berpikir, mengapa mereka melindungi kamu."


Park Jin Hyun dengan dingin membalas.


Park Kin Ho tersenyum akan itu. Anaknya tidak bodoh seperti mantan istrinya.


"Aku tidak punya kekuatan untuk mengikat hunter pada ku. Namun sekarang, aku punya kamu. Seorang atasan yang akhirnya terbangun."


Suara Park Kin Ho terdengar seperti alunan suara yang akan membuat mu kesurupan sebentar lagi di kuping Park Jin Hyun.


"Aku akan membuat mu hidup dan tidak mengincar mu lagi. Namun, kamu tidak bisa berbicara dengan teman mu secara peribadi atau aku akan langsung membunuh mu."


Mata Park Jin Hyun semakin mendung.


"Jadi, kamu hanya ingin merusak nama ku saja, iya kan."


Park Kin Ho tersenyum penuh dengan kelicikan.


"Tentu saja. Kamu merusak nama ku sekali. Aku harus membalasnya."


Park Jin Hyun sudah memutuskan. Dia pasti tidak akan-


"Apa kamu mengenal penjaga bar ini? Jika kamu menolak, dia akan terbunuh."


Gambar yang di berikan Park Kin Ho adalah hyung Lee.


"Sudah ada orang ku di depan toko itu siap membunuhnya jika kamu menolak."


"Cih."


Tangan Park Jin Hyun terkepal erat dan akhirnya di lepaskan.


Dia mengambil hp kerjanya dan menghapus semua kenalan miliknya.


Dia melempar itu ke meja.


"Baik. Aku setuju."


Park Kin Ho tersenyum lebar seperti yang dia paksa itu adalah alat semata.


"Jin Hyun, kamu tidak akan bisa mengalahkan ku jika kamu masih memiliki sikap ramah seperti ini."


Park Kin Ho mungkin bodoh dalam mengendalikan emosi. Namun dalam membuat seseorang terikat di tangannya, dia sangat mahir.

__ADS_1


"Katakan saja kapan kamu akan memulai ini. Aku selalu siap."


Park Jin Hyun berjalan keluar dari kantor Park Kin Ho.


.


.


.


Park Jin Hyun masuk ke tandas dan memegang hp pribadi nya.


'Kamu tidak akan mengalahkan ku jika kamu memiliki sikap ramah seperti ini.'


Park Jin Hyun mengingat apa yang ayahnya bilang.


Dia membuka masejnya untuk terakhir kali.


[Jin Hyun, aku menyukai mu. Bisakah aku mendapatkan jawaban setelah aku pulang.]


Itu adalah masej Kim Se Jung sesaat sebelum dia masuk ke duengon.


Air mata Park Jin Hyun mengalir membaca itu. Dia sudah membuat rencana untuk menghukum banjingan itu.


"Maaf, Kim Se Jung."


Park Jin Hyun bergumam sendiri dan melempar hp peribadi miliknya ke tandas dan menyiramnya.


Dengan itu, semua jejak akan dirinya yang dulu, menghilang.


Menghapus semua emosi yang akan membuatnya hidup.


.


.


.


.


.


Di atas pentas berucap, di pusat hunter lisensi.


Park Jin Hyun berjalan maju dengan gagah seperti tidak akan ada yang menghalangi jalannya.


"Nama ku Park Jin Hyun. Mulai saat ini, negara membuat persatuan sendiri yang di namai asosiasi. Akulah yang akan mengendalikan asosiasi. Akan ku tunjuk pada dunia bahwa rank rendah bisa melakukan lebih dari yang mereka bisa. Jadi, aku berharap ada sukarela yang akan bergabung dalam penyerangan duengon rank F untuk permulaan. Ini bukan arahan melainkan permintaan."


Park Jin Hyun diam seketika.


"Apa kalian tidak lelah di hina kerana memiliki rank rendah!? Apa kalian tidak lelah iri pada mereka yang lebih kuat!? Aku, Park Jin Hyun akan membawa kalian naik ke puncak dari tangga bawah! Aku juga lelah menjadi yang di lindungi! Akan aku pastikan tidak ada korban jiwa dalam penyerangan bersama ku."


Itu janji yang bisa di tabur Park Jin Hyun. Setiap kali penyerangan, pasti akan ada korban jiwa. Dia akan memastikan itu tidak terjadi dalam penyerangannya.


"Aku tidak minta kalian percaya pada ku. Lakukan saja apa yang kalian mahu. Selagi aku masuk bersama kalian, aku akan memastikan kalian tidak mati semampu ku."


Dia di biarkan berbicara bebas saat ini. Penjaganya yang berkacamata hitam tidak ada di sana. Dia bisa melakukan apa pon.


Beberapa orang maju untuk mengikutinya. Dan beberapa maju kerana itu kedengaran meyakinkan.


Mereka semua adalah yang terbangun menjadi EF rank. Mereka lelah menjadi lemah.


20 orang melangkah maju.


Park Jin Hyun tersenyum dengan keringat mengalir di pipi.


'Ini cukup.'


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...........................

__ADS_1


__ADS_2