Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
18. Dilabrak.


__ADS_3

Assalamu'alaikum temen-temen, kembali lagi ke cerita aku Rasa Sejati yeayyy ♡♡♡



Aku menghempaskan tubuhku dikasur yang empuk itu. "Hah... kok gue jadi mikirin Acha terus ya." Aku tersenyum sambil terus membayangkan wajah manis gadis itu.


Buat kalian yang bertanya-tanya kenapa sikapku berubah-ubah, kadang cuek kadang manja. Ya karena aku memang seperti itu, aku akan menjadi pribadi yang manis saat berada di dekat orang-orang yang aku sayang, dan menjadi cuek ke orang-orang yang tidak terlalu dekat denganku, apalagi dengan orang-orang yang mendekatiku hanya untuk cari perhatian. Ah, aku sangat membenci itu.


Aku terus membayangkan wajah lucu milik Acha, hingga akhirnya aku pun tertidur.


...❖❖❖...


Tak terasa matahari kembali bersinar, suara kicauan burung mulai terdengar, daun-daun hijau pun terlihat sangat damai.


Gadis manis itu tengah berdiri di depan kaca, memandangi tubuhnya sembari merapihkan seragam sekolahnya.


Ya, gadi manis itu adalah Acha.


Acha kini tengah bersiap-siap berangkat sekolah, ia memandangi tubuhnya sambil berucap. "Ternyata gue cantik ya," pujinya sambil tersenyum geli.


Acha mengambil ranselnya lalu segera menuju dapur. Seperti biasa, ia akan melakukan sarapan pagi bersama keluarga tersayangnya.


"Pagi semuanya!" sapaku riang. Aku duduk di kursi makanku sambil melihat-lihat sarapan pagi ini. Wah, makanan itu terlihat sangat enak!


"Acha, nih Mama masakin makanan kesukaan kamu, sop telur puyuh," ujar Naura sembari melihat Acha.


Acha tersenyum lebar. "Wahh pasti enak banget, duh Acha makin laper nih!" serunya.


"Yaudah ayo sarapan, nanti kalian telat pula datang ke sekolahnya," kata Naura.


Mereka pun mengambil makanan dengan porsi masing-masing. Terlihat dari setiap ekspresi wajah, sepertinya mereka sangat menikmati sarapan pagi ini.


Hingga tak terasa, sarapan berlalu begitu saja.


"Alhamdulillah kenyang," ucap Acha sambil mengelus perutnya.


"Mah, Papa berangkat kerja dulu ya," pamit Zian.


Naura menghampiri Zian lalu mencium punggung tangannya. "Hati-hati ya, Pah!"


"Iyaa." Zian mencium kening Naura dengan sayang.


"Kalau gitu, Varrez sama Acha berangkat juga ya, Mah." Varrez berdiri lalu menghampiri Naura dan mencium tangannya. Begitu juga dengan Acha.


"Yaudah kalian hati-hati ya, jangan ngebut-ngebutan bawa mobilnya."


"Siap nyonya." Mereka bertiga kompak menjawab Naura sambil tersenyum manis. Keluarga bahagia.


Mereka pun berlalu pergi ke tempat tujuan masing-masing.


...❖❖❖...


"Pagi, Bil!" sapa Acha.


"Oh, pagi juga, Cha!"


"Tumben lo baru datang, biasanya berangkat pagi," tanya Bila.


"Hehe, ya nggak apa sih agak siangan perginya." Aku menaruh ranselku.


"Cha, kantin yok, laper nih!" ajak Bila.


"Ayo, eh tapi gue nemenin doang ya, soalnya tadi gue udah sarapan di rumah," kata Acha.


"Iyaa."


Mereka berdua pun pergi ke kantin.


"Jadi gimana lo sama Arkhan, ada peningkatan nggak?" tanya Nabila.


"Hah? hm.. nggak gimana-gimana sih."


"Masa' nggak gimana-gimana, tapi kok kelihatannya kalian makin dekat gitu." Nabila menatap Acha sambil memakan nasi gorengnya.


Acha berubah menjadi kikuk. "Ya gimana, gue aja nggak tau."


"Yeu, dasar!"


Acha memainkan ponselnya, tidak ada kegiatan lain selain men-scroll instagram.


Ia memainkan ponselnya sambil sesekali menyeruput teh hangat yang dipesannya tadi.


Saat sedang fokus bermain handphone, tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampirinya.


"Pagi, Cha."


Acha dan Nabila sontak menatap cowok itu.


"Pagi juga, Bang?"


"Kevin." Ternyata cowok itu adalah Kevin.


"Ah iya Bang Kevin."


"Panggil Kakak aja," pinta Kevin ramah.

__ADS_1


"Hm.. iya Kak Kevin," ulang Acha kaku. Soalnya ia terbiasa memanggil Abang.


"Berdua aja nih?" tanya Kevin sambil memandangi Acha dan Nabila bergantian.


"Iya, ini lagi nemenin Nabila sarapan," jawab Acha.


Kevin pun ber-Oh ria lalu menatap Acha. "Cha, boleh bagi uname instagram lo nggak?"


Acha membalas tatapan Kevin. "Buat apa kak?"


"Mau gue follow, kemarin gue nyari nggak ketemu," sahut Kevin santai.


"Oh oke, 'Achacha', Cha nya dua kali."


"Sip, makasih ya, follback jangan lupa," ucap Kevin.


"Iyaa, tenang aja," balas Acha.


"Yaudah, gue ke kelas dulu, bye!"


"Bye."


Nabila melihat kepergian Kevin, lalu menatap Acha. "Cha, lo ngerasa aneh nggak sih?" tanya Nabila serius.


"Aneh kenapa? gue nggak ngerasain tuh," ujar Acha.


"Ya aneh aja, kok dia nyamperin kita cuma mau minta username instagram lo aja, terus dia tadi bilang kan kalau dia udah nyari ig lo tapi gak ketemu, berarti dia sebelumnya stalkerin lo dong," ucap Nabila panjang lebar.


Acha berpikir sejenak. "Ya biarin aja lah, nggak ada masalah kan?" tanya Acha.


"Ya nggak gitu Maemunah. Maksud gue tuh, apa jangan-jangan dia suka sama lo?"


Acha sontak tertawa kencang. "Ah, ngaco lo, Bil!" seru Acha.


Nabila memutar bola matanya malas. "Ya siapa tau."


"Udah-udah, ayo kita ke kelas, keburu bel bunyi," ajak Acha yang masih sedikit menahan tawanya.


"Yaudah, ayo!"


Mereka pun kembali ke kelas, dan menjalankan pelajaran seperti biasa.


...❖❖❖...


Tak terasa bel istirahat telah berbunyi, ramai murid-murid yang keluar dari kelasnya untuk pergi ke kantin.


"Kantin lagi nih?" tanya Acha pada Nabila yang masih membereskan buku-bukunya.


"Iya dong," jawab Nabila.


"Yeuh, tadi kan sarapan, kalau sekarang makan siang," sahut Nabila.


Acha mendengus kesal. "Dasar, bilang aja kalau masih lapar!" kesalnya.


"Yaudah, ayo sahabatku kita pergi ke kantin," ajak Nabila sambil bergelayutan manja di lengan Acha.


"Yaudah, let's go!"


Mereka pun kembali memasuki area kantin, ah disana sangat ramai dipenuhi dengan murid-murid yang membeli makanan.


Acha dan Nabila kini sudah menduduki kursi yang biasa mereka tempati. Juga dengan dua porsi cilok dan es cokelat yang sudah berada dihadapan mereka.


Saat sedang tenang menikmati makanan yang mereka pesan, tiba-tiba ada seorang cewek menggebrak meja yang mereka tempati.


"Heh lo adik kelas gak tau malu!" sentaknya. Ternyata dia Vhela, siswi kelas XI. Katanya, Vhela ini tertarik dengan Arkhan sejak smp, tapi setiap ia mendekati Arkhan, ia selalu saja ditolak dan diejek oleh teman-teman Arkhan.


"Siapa ya yang kakak maksud?" tanya Acha sopan.


"Elo!" jawab Vhela sambil menunjuk wajah Acha.


Acha terlihat bingung. Ia salah apa?


"Iya lo! maksud lo apa dekatin Arkhan kaya' gitu, mana kemarin pakai gandeng-gandengan segala, lo caper ya? eww jijik banget," ejek Vhela sambil mengayunkan tangannya didepan leher.


"Hah?"


"Jangan sok polos deh!" Vhela menekankan kata 'sok polos' nya.


"Siapa yang kakak maksud sok polos ya?" tanya Acha yang terdengar sedikit takut. Pasalnya, cewek yang ada di hadapannya ini kakak kelasnya.


Vhela tersenyum meremehkan, ia menyiramkan air putih yang ada didekat ia berdiri ke arah Acha. "Lihat guys, adik kelas macam apa ini, gak punya malu, gak ada harga diri nikung kakak kelasnya sendiri!" kata Vhela sambil mengeraskan suaranya.


Acha yang mendapat siraman itu pun hanya diam. Ia bingung harus bagaimana.


Vhela dan kedua temannya itu tertawa saat melihat Acha yang basah kuyup.


"Kasihan banget adik kelas gak tau malu jadi basah," ejek Vhela.


Dimana Nabila? ia sejak tadi sudah ditahan oleh kedua teman Vhela. Nabila sangat ingin membantu Acha, tapi bagaimana caranya.


Vhela menjambak rambut Acha. "Dengar ya cewek murahan, jangan pernah lo ngedeketin Arkhan lagi, karena dia milik gue!"


Acha menahan rasa sakit yang menjalar dikulit kepalanya. "S-sakit kak, lepasin," lirih Acha.


"Oh sakit ya, maaf." Bukannya melepaskan tangannya, Vhela semakin memperkuat jambakannya.

__ADS_1


Acha tak bisa lagi menahan air matanya, jambakan Vhela cukup kuat, rambutnya terasa akan lepas.


"Jangan harap lo bakal bisa ngedapetin Arkhan," bisik Vhela, lalu ia menghempaskan Acha hingga terjatuh ke lantai


"Aduh, maaf ya jadi jatuh," kata Vhela merubah suaranya seperti orang kasihan.


Vhela menghampiri Acha lalu melayangkan pukulan keras dipipinya. Bunyi suara tamparan menggema di area kantin, suasana semakin riuh, banyak siswa-siswi lain yang menonton adegan bully itu, tapi tidak ada satu pun yang memisahkan.


Tangisan Acha semakin deras, pipinya terasa panas.


Bang Varrez, Abang dimana, hiks, tolongin Acha. -Acha.


Vhela melihat Acha dengan tatapan remeh. "Udahlah, nggak usah sok-sokan nangis segala."


"Dasar murahan!" ejek Vhela.


"Berhenti!" suara bariton itu terdengar cukup keras. Aura di kantin langsung berubah menjadi mencekam. Laki-laki dengan keenam temannya memasuki area kantin.


Sontak kedua teman Vhela pun langsung membiarkan Nabila lepas.


Laki-laki itu memandang Vhela dengan tatapan membunuh. Ya, laki-laki itu adalah Arkhan dan gengnya Jaguar.


Arkhan membantu Acha berdiri. "Lo gak apa?" tanya nya.


Acha mengangguk pelan.


Arkhan merubah pandangannya ke Vhela. Nyali Vhela tiba-tiba menciut. Tatapan Arkhan sangat tajam.


"Maksud lo apa nampar Acha kaya' gitu?" tanya Arkhan pelan.


Vhela terdiam, lidahnya terasa kelu.


"JAWAB!" bentak Arkhan.


Tubuh Vhela tiba-tiba bergetar takut. "G-gue -" ucapnya terpotong.


"APA?!" Arkhan masih setia menatap Vhela dengan tatapan mematikannya itu. Tampaknya Vhela berhasil membuatnya naik pitam.


"D-dia udah ngedeketin lo, Ar," jawab Vhela terbata-bata.


"Hak lo apa ngelarang dia, HAH?!" teriak Arkhan.


Ayolah, orang yang berada di kantin itu langsung terdiam saat melihat kedatangan Arkhan. Ketua geng Jaguar.


"Karena gue suka sama lo, Ar. Lo bakal jadi milik gue doang." Vhela menatap Arkhan dengan wajah memelas.


"Jangan halu, *****." Suara Arkhan terdengar menusuk.


Vhela terlihat menangis saat mendengar kata '*****'. Selama hidupnya, baru kali ini ia direndahkan.


"Arkhan, kok lo jadi ngebelain dia?!" tanya Vhela tak terima. Ia mencoba untuk menarik rambut Acha, tapi Arkhan langsung menghempas tubuhnya hingga ia terjatuh.


"Jangan coba-coba tangan kotor lo itu nyentuh tubuh Acha sedikitpun!"


"Kenapa Arkhan? kenapa lo lebih belain cewek murahan itu?!" teriak Vhela.


"Karena dia milik gue, dan gue gak akan biarin milik gue kesentuh sama najis kaya' lo!"


Vhela langsung tertohok dengan ucapan Arkhan.


Arkhan menundukkan dirinya sejajar dengan Vhela, lalu membisikkan sesuatu. "Habis lo."


Arkhan memutar tubuhnya kembali, ia memegang tangan Acha, lalu membawa gadis itu pergi keluar dari kantin.


Sedangkan Vhela dibantu berdiri oleh kedua temannya.


Sebenarnya Varrez dan kawan-kawannya sudah berada di kantin sejak Arkhan datang tadi. Ia terkejut saat melihat adik kesayangannya di bully habis-habisan.


Ia sangat emosi dengan orang yang berani membully adiknya.


Hingga Rey pun harus menenangkan Varrez dan membiarkan Arkhan yang turun tangan.


Varrez dan temannya menghampiri Vhela. Ia menatap Vhela tak kalah tajam.


"Berani banget lo nge-bully adik gue," gumam Varrez yang masih terdengar oleh Vhela dan kawannya.


Varrez melihat ketiga temannya. "Bawa mereka keruangan BK sekarang juga," titah Varrez.


Varrez berjalan duluan sambil mengepalkan tangannya.


Rey menuntun Vhela, sedangkan Arga dan Fadli menuntun kedua teman Vhela.


Mereka pun membawa Vhela keruangan BK, dan gosip tentang bullyan tadi langsung tersebar dengan cepat.






Hai hai haiii~


Aku malam ini lagi mood banget nulis, jadi aku double up ya, jangan lupa di likeeee.

__ADS_1


Maaf klo ada typo ya, semua orang pasti punya kesalahan.


__ADS_2