
Varrez mendekap adiknya dengan erat. "Sstt, udah tenang, Cha."
Sedangkan disisi lain. Rio, Bobby, Ilham, dan Adam tengah sibuk menenangkan Arkhan. Mereka membujuk Arkhan untuk tidak bermain fisik, karena bagaimana pun Dinda seorang cewek. Dan hal itu bukan menjadi lawan untuk geng Jaguar.
...❖❖❖...
"Ar, kenapa Dinda bisa pindah kesini?" tanya Rio serius.
Hening. Tak ada jawaban yang terlontar dari mulut Arkhan.
"Jawab, Ar!"
"Gue nggak tau!" sentak Arkhan.
Rio mendengus sebal. "Lo tau kan? Dinda tuh bisa bikin semuanya balik kaya' dulu lagi, Ar." Kali ini, Rio berucap dengan nada sedikit tenang.
"Gue tau," lirih Arkhan.
"Dan lo juga tau kalau tuh cewek bahaya," sambung Rio.
Arkhan terdiam, apa yang dikatakan Rio ada benarnya juga. Apalagi sekarang ia sudah resmi berpacaran dengan Acha, dan bisa saja gadisnya itu menjadi incaran si Dinda.
Arkhan menatap anggotanya satu persatu. "Kita harus tetap jaga-jaga!" ujarnya.
"Dengan cara?" tanya Bobby sambil sesekali melirik ponselnya.
Arkhan menaikkan alisnya sebelah. "Dengan cara, kita perbanyak anggota!" sahut Arkhan tegas.
Para anggota geng Jaguar mendongak saat mendengar ucapan Arkhan.
"Maksud lo nyari anggota baru?" tanya Adam.
Arkhan mengangguk. "Jadi, kalian cari orang, siapa pun itu yang mau gabung geng Jaguar. Tapi ingat, jangan sembarangan masukin orang dan kalian harus tetap jaga-jaga!" kata Arkhan.
Anggota geng Jaguar kompak mengangguk. "Siap, Beh!" sahut mereka berbarengan.
Mereka mendekati Arkhan lalu menjulurkan tangannya. Saling menumpuk satu sama lain dengan tangan Arkhan yang berada diposisi paling atas.
"JAGUAR, MENERKAM DALAM SATU GERAKAN! HAA!!" Teriak mereka mengucapkan motto bersama, lalu mengayunkan tangan keatas.
...❖❖❖...
Kini, Acha sedang termenung sendirian di kursi taman belakang rumahnya, dengan tangan yang memeluk lututnya erat.
"I miss you."
Ungkapan cewek kemarin masih terngiang-ngiang dipikiran Acha. Apalagi saat cewek itu mengelus pipi Arkhan. Rasanya ia tak ingin melihat kejadian itu.
Bahkan, ia tidak mengenali siapa cewek itu, dan kenapa dia bisa seberani itu untuk menyentuh Arkhan.
Dadanya sesak saat mengingat kejadian itu. Apalagi saat melihat Arkhan yang langsung pergi ketika para anggotanya sedang menenangkannya.
Ia kira, saat masalah itu selesai, Arkhan akan langsung menghampirinya dan menenangkannya. Tapi sepertinya ia terlalu berharap.
Acha tersenyum kecut.
Tes
Tak terasa, mata indahnya mulai mengeluarkan cairan bening. Ia menangis dalam diam.
Kenapa Arkhan nggak nenangin Acha?
Kenapa Arkhan cuma diam saat cewek itu nyentuh Arkhan?
Apa mereka saling kenal?
Atau bahkan dulu mereka pernah menjalin hubungan?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus menghantui pikirannya. Dadanya semakin sesak, ia tak bisa lagi menahannya.
"Hiks." Isakan tangisnya terdengar sangat memilukan.
Acha memukul pelan dadanya yang terasa sakit sambil terus terisak. Ia duduk meringkuk dikursi taman itu, sendirian.
Tiba-tiba, ia merasakan sebuah elusan lembut dikepalanya. Acha mendongak, mencoba untuk mencari tau siapa pelakunya.
"Abang," gumam Acha.
Ternyata, tangan tadi adalah milik Varrez.
Varrez menghampiri Acha lalu duduk disampingnya.
Varrez memegang dagu Acha, menyuruh sang Adik untuk menatapnya. Ia menelisik wajah Acha dengan teliti, dan tatapannya terfokus pada mata Acha yang mulai sembab.
"Habis nangis, hm?" tanyanya.
__ADS_1
Acha terdiam, lalu menggeleng pelan.
"Jangan bohong, gue tau lo habis nangis," ucap Varrez, ia menyentuh mata sembab Acha. "Mata lo sembab," sambungnya.
Acha segera menepis pelan tangan Varrez, lalu ia menundukkan kepalanya.
"Lo nangisin Arkhan?" tanya Varrez kembali.
"Nggak," jawab Acha dengan suara seraknya.
"Lagi-lagi lo bohong!" Varrez menatap jengah Adiknya.
"Siapa sih yang bohong!" sentak Acha sebal.
"Gue kemarin aja kaget lihatnya, apalagi lo!" ungkap Varrez.
Acha menunduk, mendengar ucapan Varrez, membuatnya kembali terisak.
"Hiks."
Varrez segera mendekap Adiknya dengan erat, ia sangat paham kalau Adiknya ini memiliki sifat yang sensitif.
Acha membalas pelukan Varrez, tangisnya semakin deras, bahkan ia sudah tidak peduli dengan ingusnya yang mengotori baju Varrez.
"Awas tuh ingus nanti kena baju gue," ucap Varrez.
"Emang udah kena daritadi!"
Varrez mendelik, ia melepaskan pelukannya lalu menatap Acha dengan sebal.
"Tuh kan kena ingus! lo sih kenapa pakai ingusan segala coba!" gerutu Varrez.
Acha mengerucutkan bibirnya sambil sesekali menghisap ingusnya. "Abang ngeselin ih?"
Ia segera bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Varrez sendirian di taman.
...❖❖❖...
Hari ini, Arkhan berniat untuk menemui Acha setelah kejadian kemarin yang membuatnya tak sempat untuk menghampiri gadis itu.
Didalam lubuk hatinya, ada rasa takut kalau nanti Acha akan marah padanya.
Arkhan memasuki kelas Acha yang ajaibnya murid-murid lain disana langsung terdiam saat melihatnya. Ia melihat Acha tengah mengobrol dengan Nabila, senyum yang tercetak dibibir gadis itu berhasil membuat pikirannya menjadi lebih tenang.
"Acha,"
Arkhan memberi kode ke Nabila untuk meninggalkan mereka berdua.
Nabila yang paham kondisi itu pun langsung berdiri. "Cha, gue keluar dulu ya."
Acha menggeleng pelan, memohon agar Nabila menemaninya disini.
Nabila tersenyum kecil. "Guys, ayo!" Nabila memberi kode kepada murid lainnya, lalu mereka pun keluar kelas membiarkan sepasang kekasih itu berbicara berdua. Mungkin mereka memang butuh waktu.
Saat kelas sudah sepi, Arkhan segera duduk di samping Acha.
"Maaf,"
"Maaf?" tanya Acha pelan.
"Maaf karena kemarin aku langsung pergi,"
Acha belum berniat untuk menjawab, ia masih ingin mendengarkan penjelasan dari Arkhan.
"Kemarin aku nggak bisa ngontrol emosi, Maaf," ujar Arkhan sambil menatap Acha sendu.
Acha meraih tangan Arkhan, mengelusnya pelan. "Udah, lupain aja masalah kemarin," sahut Acha tulus.
Arkhan menatap Acha dengan sangat dalam, kemudian ia mengelus pipi gadis itu.
"Makasih," ucapnya.
Acha tersenyum manis lalu mengangguk.
Bahkan, Arkhan pun ikut tersenyum saat melihat tingkah laku pacarnya yang sangat menggemaskan ini.
"Jadi, kita baikan kan?" tanya Arkhan.
Acha mengerutkan dahinya. "Emangnya kita musuhan?" Bukannya menjawab, Acha malah kembali bertanya.
"Aku kira kamu marah," ungkap Arkhan.
Acha menggeleng.
Saat sedang asyik bicara berdua, tiba-tiba ponsel Arkhan berbunyi.
Arkhan berdecak, ia mengambil benda pipih itu lalu mengangkat teleponnya.
__ADS_1
"Hm?"
"Gue sama anak-anak udah ngumpul di Rooftop."
"Gue kesana." Arkhan memutuskan sambungan secara sepihak.
"Ada apa?" tanya Acha.
"Itu anak-anak ngajak ngumpul," sahut Arkhan.
Acha hanya membulatkan bibirnya.
"Ya udah, aku ke Rooftop dulu ya, mau ngumpul," pamit Arkhan.
Acha kembali mengangguk.
Arkhan tersenyum manis, lalu ia segera beranjak pergi dari sana.
...❖❖❖...
"Jelasin."
"Kemarin ada sekitar 50 orang yang ikut seleksi, dan cuma mereka yang lolos!" jelas Rio. Ia menunjuk segerombolan barisan. "Mereka 14 orang satu SMA sama kita."
Arkhan menatap barisan itu lalu mengangguk.
Rio menunjuk barisan yang lain. "Sedangkan mereka, 5 orang dari luar. Buat jaga-jaga kalau ada musuh yang mantau kita," jelas Rio sambil sesekali melirik Arkhan.
Arkhan kembali mengangguk.
"Kalian udah saling kenalan?" tanya Arkhan.
"Udah, Beh!" sahut Bobby.
"Sip."
Arkhan beranjak, mengambil sebuah kantong plastik besar yang telah ia siapkan.
"Apaan tuh?" tanya Rio penasaran.
"Lo mau ngasih kita hadiah, Beh?" tanya Adam.
"Hadiah apa tuh?" heboh Riki.
Arkhan membuka kantong itu.
"Hah, jaket?" tanya Bobby kebingungan.
"Sstt, diam dulu!" timpal Rio sambil menatap Bobby sinis.
"Karena anggota geng ini makin banyak. Jadi, gue ada inisiatif buat bikin jaket, jaket ini jadi lambang bangkitnya geng Jaguar!" jelas Arkhan.
Arkhan pun membagi jaket itu ke setiap anggota. Jaket hitam yang dihiasi logo kepala Jaguar di lengan kanan.
Mereka memakai jaket itu dengan senyum yang merekah.
"Wihh, bagus banget, Beh!" seru Bobby.
"Iya buset, gila parah!" ujar Adam sambil merapihkan jaketnya.
"Ganteng nggak gue?" tanya Ilham sambil berpose.
"Pede banget lo curut!" ketus Aldi sambil menatap Ilham jengah.
Arkhan tersenyum tipis. Lalu memberi ancang-ancang kepada mereka untuk mengucapkan motto.
"JAGUAR!!"
"MENERKAM DALAM SATU GERAKAN!!"
•
•
•
•
Gimana, gimana, gimana?
Seru nggak?
Jangan lupa like dan komen ya-!
makasiii
note : maaf klo ada typo ya🙌🏻
__ADS_1