
"DASAR ADEK KAGAK ADA AKHLAK EMANG!" teriak Varrez.
"Untung kagak kejengkang," omel Varrez. Ia pun kembali ke kamarnya.
...❖❖❖...
Hari ini anggota geng Jaguar tengah berkumpul di basecamp seperti biasa.
"Guys guys!" panggil Riki yang masih fokus dengan layar ponselnya.
"Apaan," jawab Ilham dan Aldi berbarengan.
Riki mendekati anggota lainnya sambil menunjukkan layar ponselnya. "Nih, ada berita panas di sekolah kita!" serunya.
Anak-anak yang lain pun ikut melihat berita yang memang dari tadi sering dibahas.
Rio dan Bobby terkejut saat mengetahui isi berita itu. Mereka menatap Arkhan serius.
Disitu terlihat foto Acha dan Arkhan yang tengah bergandengan tangan di taman belakang dengan kalimat 'ketua geng motor berandalan resmi pacaran dengan seorang gadis polos!'.
Arkhan pun tak kalah terkejutnya. Sebisa mungkin ia tetap menormalkan ekspresinya.
"Lo beneran pacaran sama cewek polos, Beh?" tanya Ilham serius.
"Iya, Beh. Kalaupun betul, kenapa lo nggak cerita sama kami?" timpal Riki.
Arkhan hanya diam. Ia tak berniat menjawab pertanyaan itu satupun. Bukan apa, ia hanya ragu untuk menjelaskan hal itu pada temannya. Ia membaringkan tubuhnya di sofa lalu memejamkan matanya sejenak.
"Yeuh si, Babeh. Ditanyain malah diem!" ketus Ilham.
Akhirnya, anak-anak yang lain kembali sibuk pada urusannya masing-masing.
...❖❖❖...
Arkhanaalmalik
Acha?
Lo lagi dimana?
^^^^^^Zevanccaacha^^^^^^
^^^Gue lagi di perpus, kenapa?^^^
Arkhanaalmalik
Bisa temuin gue di kantin sekarang? ada yang mau gue omongin sama lo
^^^Zevanccaacha^^^
^^^Hm oke^^^
^^^Read.^^^
Acha segera merapihkan buku yang tadi sempat ia baca. Lalu ia segera menuju kantin untuk menemui Arkhan.
Sesampainya di kantin, langsung saja ia menghampiri Arkhan dan bertanya. "Ada apa?"
Arkhan sedikit terkejut saat Acha datang secara tiba-tiba dan langsung bertanya. Ia kembali menetralkan ekspresinya menjadi tenang.
"Lo udah tau berita tentang kita berdua?" tanya Arkhan serius.
Acha tiba-tiba menjadi kikuk, lalu ia menganggukkan kepalanya.
Arkhan menghela nafas pelan. "Kok bisa kesebar ya?" lirih Arkhan yang nampak berpikir.
__ADS_1
Acha hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Emangnya kenapa kalau kesebar, lo malu ya?" lirih Acha sambil menunduk.
Arkhan menatap mata Acha teduh. "Kenapa harus malu hm? malah gue mikirnya lo yang malu punya pacar kaya' gue," ucap Arkhan.
Acha menggeleng kuat. "N-nggak kok, gue nggak malu!"
Arkhan hanya tersenyum geli saat melihat gadis di depannya ini.
"Terus gimana?" tanya Acha.
"Gimana apanya?" Bukannya menjawab, Arkhan malah bertanya balik.
"Masalah yang kesebar itu."
Arkhan kembali menghembuskan nafasnya. "Ya mau gimana lagi, orang udah kesebar beritanya, pasti anak-anak juga udah pada tau tentang berita itu," jelas Arkhan.
"Jadi maksudnya...?" lirih Acha ragu-ragu.
Arkhan menatap Acha sambil mendengus sebal. "Ya jadi kita harus biasa aja, kaya' orang pacaran biasa."
Ck, kenapa Arkhan nggak paham-paham sama apa yang Acha maksud.
Acha merengut sebal. Sedangkan Arkhan menatap Acha sambil mengernyitkan dahinya heran.
"Lo kenapa cemberut gitu?" tanya Arkhan.
"Ya habisan lo nggak peka-peka ih!" ketus Acha.
Arkhan semakin mengernyit heran. "Nggak peka gimana?"
Wajah Acha terlihat semakin masam. "Ck, maksud gue tuh, kalau misalnya ada yang nanya berita itu ke gue, gue harus jawab apa?!" jelasnya.
Arkhan membulatkan bibirnya. "Ya lo jawab aja kalau berita itu benar."
"Kok gitu?" tanya Acha bingung.
"Oh iya," ucap Acha dengan wajah polosnya.
"Dasar -"
"Dasar apa?!" tanya Acha sinis.
"Dasar pacarnya gue," jawab Arkhan. Ia berniat untuk menggoda gadisnya ini.
Blush.
Acha tersipu malu saat mendengar ucapan Arkhan. Ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan pipinya yang sudah merona itu.
Sedangkan Arkhan hanya terkikik geli saat melihat pipi Acha yang memerah. Ia mengacak rambut Acha pelan. "Cie salting," goda Arkhan yang masih tertawa geli.
Acha mengerucutkan bibirnya sambil melayangkan tinjuan tak berharga di lengan Arkhan. "Ihh apaan sih Arkhan ngeselin!!"
"E-eh iya-iya ampun dehh... sakit tau!" ucap Arkhan sambil mengelus-elus lengannya. Sebenarnya pukulan itu sama sekali tak terasa bagi Arkhan. Ya kalian tau lah, ia hanya modus.
"Eh maaf, sakit ya?" tanya Acha panik saat melihat Arkhan yang kesakitan.
"Iya sakit banget!" ucap Arkhan sambil menahan senyumnya.
"Sini biar gue elusin." Acha mengelus pelan lengan Arkhan yang sempat ia pukul tadi.
Arkhan sudah tidak mampu lagi untuk menahan dirinya, akhirnya ia pun tertawa puas. Polos sekali gadisnya ini.
Acha yang melihat Arkhan tertawa pun hanya mengernyit bingung. Sepersekian detik, ia langsung tersadar kalau Arkhan hanya membohonginya. Lalu ia pun kembali memukuli lengan Arkhan dengan kuat.
Tawa Arkhan semakin pecah, sampai-sampai ia tak sadar kalau air matanya sedikit keluar. Ia memegangi perutnya yang terasa kaku akibat tertawa yang cukup lama.
"CIEEE YANG LAGI BERDUAAN!" teriak Fadli, Rey, Arga, Varrez, dan Nabila serempak. Mereka menghampiri Arkhan dan Acha sambil tertawa menggoda.
__ADS_1
"Cie cie, piwittt." Fadli sangat heboh dengan kejadian itu, sampai-sampai ia bersiul kencang.
"Cubit-cubitan oohh, cubit-cubitan." Tampak Arga yang menyanyikan penggalan lagu sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Sedangkan Varrez dan Rey tak henti-hentinya tertawa sambil bertepuk tangan.
"Cie pasangan baru nihh!" goda Nabila sambil mencolek dagu Acha.
Arkhan dan Acha sudah merubah ekspresinya menjadi masam saat segerombolan beban itu datang menghampiri mereka. Iya segerombolan beban, siapa lagi kalau bukan Varrez, Rey, Arga, Fadli, dan Nabila yang selalu mengganggu mereka.
"Ih ih cemberut aja nih pengantin baru," goda Fadli.
Arkhan dan Acha reflek melototkan matanya ke arah Fadli saat mendengar kalimat 'pengantin baru'.
"Ganggu banget!" gumam Arkhan malas.
...❖❖❖...
Tringgg tringgg
Akhirnya bel yang sangat dinantikan oleh para siswa sudah berbunyi. Apalagi kalau bukan bel pulang sekolah.
Arkhan menghampiri Acha yang tengah berjalan bersama Nabila. "Pulang bareng gue ya?" ajak Arkhan.
Acha hanya tersenyum kikuk sambil melirik Nabila. Nabila yang paham pun langsung tersenyum.
"Cha, gue duluan ya!" pamit Nabila. Ia merubah pandangannya ke arah Arkhan lalu mengucapkan, "Jagain sahabat gue, awal lo kalau Acha kenapa-kenapa, siap-siap tinggal nama doang!" sinis Nabila sambil memicingkan matanya.
Arkhan hanya memutar bola matanya jengah. "Emangnya gue penculik apa!" gumamnya.
"Bilang apa lo sekali lagi?!" heboh Nabila yang masih bisa mendengar ucapan Arkhan.
"Nggak!"
Buset, dasar nenek lampir. -Arkhan.
Nabila kembali melihat Acha. "Yaudah, gue duluan ya. Bye Acha!" Nabila pun segera meninggalkan kedua pasangan itu.
"Ayo!" Arkhan menarik pelan pergelangan tangan Acha. Tapi langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Bang Varrez gimana?" tanya Acha bingung.
Arkhan berbalik menatap Acha. "Tenang aja, gue tadi udah bilang ke Abang lu kok," jawab Arkhan jujur.
Acha tersenyum. "Yaudah, ayo!"
--
Saat di perjalanan, mereka saling membisu, tak ada satupun yang memulai pembicaraan, hingga akhirnya Arkhan pun bertanya.
"Mau keliling dulu nggak?" tanya Arkhan sambil melirik wajah manis Acha dari spion motornya.
Acha berpikir sejenak. "Hm, boleh!" Ia mengangguk. "Tapi jangan lama-lama ya," lanjutnya.
Arkhan hanya membalasnya dengan anggukan.
•
•
•
**Hai, aku balik lagi nihh. Karena sebentar lagi puasa, aku minta maaf sama kalian kalau aku ada salah ya... kalian yang semangat puasanya ✨
Jangan lupa terus like cerita aku ya, makasihh**
maaf klo ada typo, hehe
__ADS_1