Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
24. Munculnya Orang Baru


__ADS_3


"Dasar bayi gede!"


"Biarin!" ketus Arkhan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Acha.


Saat sedang asyik menyuapi Arkhan. Tiba-tiba Varrez lewat dan melihat mereka dengan tatapan geli. "Dasar bucin! GELAY!" ucap Varrez.


"Apa lo!" ketus Arkhan sambil melirik tajam Varrez.


...❖❖❖...


"Rez, bentar lagi lo ujian ya?" tanya Fadli.


Varrez hanya berdeham sebagai jawaban.


"Yahh, gue bakal kesepian dong setahun ini," ucap Fadli tak bergairah. Pasalnya, ketiga temannya itu berada satu tingkat diatasnya, dan sebentar lagi mereka akan segera lulus.


Varrez, Rey, dan Arga refleks menatap Fadli sendu.


"Jangan melas gitu lah mukanya, udah burik malah nambah burik!" goda Varrez berniat menghibur Fadli. Ia tau bagaimana perasaan temannya yang satu ini.


"Nanti gue ribut sama siapa kalau nggak ada Arga, nanti gue gangguin siapa kalau nggak ada Rey," ucap Fadli lesu. Sekarang, ia hanya ingin mengeluarkan isi hatinya.


Varrez, Rey, dan Arga saling menatap, lalu mereka merangkul pundak Fadli. "Udah jangan sedih, kan kita tetap sahabat," ucap mereka tulus.


Fadli menatap mata mereka satu persatu. "Makasih ya udah mau temenan sama gue, maaf kalau selama ini gue sering nyebelin."


"Iya nggak apa, walaupun lo nyebelin tapi lo itu mood banget!" sahut Varrez yang dibalasi anggukan oleh Rey.


"Ih jadi mewek kan!" seru Arga sambil mengunyah makanannya.


Rey menoyor kepala Arga. "Dasar babon!"


Varrez pun tertawa keras, sedangkan Fadli hanya tersenyum tulus saat melihat tingkah ketiga sahabatnya ini, kejadian seperti inilah yang akan ia rindukan nanti.


"Oh iya, by the way kalian udah tau belum kalau nanti ada murid baru?" tanya Arga mengalihkan topik.


Yang ditanya pun hanya mengernyit sambil menggelengkan kepala.


"Katanya sih kelas sebelas," lanjut Arga.


"Siapa namanya?" tanya Varrez.


"Kalau namanya gue nggak tau, tapi gue pernah dengar gosip katanya tuh cewek pindah kesini karena ngejar-ngejar cowok," jawab Arga.


"Ngejar-ngejar cowok?" Kini Rey yang bertanya.


Arga hanya manggut-manggut.


"Gila banget, sampai pindah sekolah cuma karena cowok, itu suka atau terobsesi!" sergah Fadli.


...❖❖❖...


Upacara bendera telah selesai. Pagi ini langit sedikit mendung, sepertinya nanti akan turun hujan.


"Cek 1, 2, 3."


"Baik, anak-anak, disini saya mau mengenalkan murid baru kepada kalian semua." Guru itu sedikit mundur lalu membisikkan sesuatu kepada seorang cewek. "Silahkan perkenalkan diri," bisiknya.


Cewek itu hanya mengangguk lalu mensejajarkan mulutnya dengan mic. "Hai, perkenalkan saya Adinda Feresya, saya pindahan dari SMA Mulya Sakti." Cewek itu memperkenalkan diri sambil menyunggingkan senyuman angkuhnya.


Cewek itu mengamati murid-murid yang berdiri di lapangan, lalu pandangannya berhenti pada seorang cowok. "Aku datang, sayang!" gumamnya sambil tersenyum sinis.


Sedangkan disisi lain, Fadli tampak terkejut saat melihat murid yang baru saja memperkenalkan dirinya. "Dinda," lirihnya.


...❖❖❖...


Sedari tadi, Fadli tak fokus dengan pelajarannya, ia terus saja memikirkan kejadian tadi pagi.


"Jadi yang dimaksud Arga tadi si Dinda," gumam Fadli.


Bisa-bisanya dia pindah kesini. -Fadli.


Fadli berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar kelas, meninggalkan Guru yang meneriaki namanya dengan nada marah.

__ADS_1


Ia merogoh sakunya untuk mengambil benda pipih yang biasa ia mainkan.


^^^Fadliakbar^^^


^^^Temuin gue di aula lama^^^


__


"Kenapa?"


Fadli mengamati wajah seorang cowok yang berada dihadapannya.


Sang empu yang risih karena terus-terusan ditatap pun langsung mengeluarkan suara. "Tudep!"


Fadli menghembuskan nafasnya gusar. "Dinda pindah sekolah!"


"Apa?!"


"Lo nggak tau?"


Cowok itu menggelengkan kepalanya.


"Lo nggak dengar tadi pagi dia ngenalin diri didepan?" tanya Fadli tak menyangka.


Lagi-lagi, cowok itu menggeleng.


"Lo harus hati-hati sama tuh cewek. Ingat! dia orangnya nekatan!" ketus Fadli lalu meninggalkan cowok itu sendirian.


...❖❖❖...


Adinda Feresya, seorang gadis yang memiliki sifat angkuh dan licik. Ia terobsesi dengan ketua geng Jaguar, siapa lagi kalau bukan Arkhana Al-Malik. Bahkan, dengan sifat keangkuhannya itu, ia rela menyakiti orang yang berani mendekati laki-laki yang ia cintai.


"Jadi, Arkhan kelas X IPS 3?" monolog Dinda.


Gadis itu setia menatap foto Arkhan yang terpampang jelas di layar ponselnya. "Kau sangat tampan, Ar!" serunya.


Saat sedang menatap foto Arkhan, tiba-tiba gadis itu dikejutkan dengan pemandangan tak biasa yang berada di depannya. Mata gadis itu menyiratkan amarah yang memuncak.


Ya, ia melihat Arkhan yang tengah berjalan bersama seorang cewek. Tak hanya itu, ia juga melihat Arkhan yang menggandeng erat tangan cewek itu.


...❖❖❖...


"Arkhan!" panggil Acha sedikit keras.


Arkhan tersentak dari lamunannya, ia menghela nafas pelan. Entah apa yang sedang ia pikirkan.


"Lagi mikirin apa sih?" tanya Acha. Pasalnya, sedari tadi ia melihat pasangannya ini terus-terusan melamun, sampai-sampai tak menyahut saat dipanggil.


"Nggak apa kok," jawab Arkhan tenang, ia mengelus surai hitam milik Acha.


"Oh iya, kamu mau makan apa?" tanya Arkhan.


Acha tampak berpikir. "Hmm, aku pengin bakso," jawabnya sambil sedikit mengerucutkan bibirnya. Dan itu sangat terlihat menggemaskan dimata Arkhan.


"Oke, aku pesanin dulu ya, tunggu disini!" Arkhan pun beranjak dan menghampiri penjual bakso.


Acha hanya mengangguk dan menunggu Arkhan di bangku kantin yang ia tempati sekarang.


Tak lama, Arkhan kembali dengan membawa dua mangkuk bakso dan juga es jeruk.


"Makasih ya!" seru Acha. Ia meraih mangkuk itu lalu segera melahap baksonya sambil sesekali menyeruput kuah bakso yang sangat nikmat.


"Pelan-pelan makannya," tegur Arkhan lembut.


Acha hanya terkekeh pelan dan mengangguk, lalu mereka pun melanjutkan makan siangnya.


__


"Huh kenyang!" seru Acha sambil menepuk-nepuk perut ratanya.


Arkhan melirik gadis di sampingnya ini dengan tatapan menggoda. "Auto buncit nggak tuh perut," goda Arkhan.


Acha mengerucutkan bibirnya. "Ih nggak ya!" sahut Acha sebal.


Arkhan hanya terkekeh. "Serius? orang tadi nambah dua kali kok!" timpal Arkhan yang langsung dibalas jeweran oleh Acha.

__ADS_1


"Aduh ampun, ampun sakitt!" melas Arkhan yang masih sedikit tertawa.


Acha semakin menjewer kuping Arkhan dengan lebih keras. "Rasain!" sebalnya.


"Lepasin dongg," mohon Arkhan dengan nada dibuat-buat supaya Acha mau melepas jewerannya.


Akhirnya, Acha melepaskan jewerannya lalu berjalan sambil bersedekap dada.


Arkhan mengelus kupingnya yang tampak memerah akibat jeweran itu, tetapi ia tak marah dengan apa yang Acha lakukan barusan.


Arkhan melirik gadisnya yang tampak cemberut itu, ia mencium pipi Acha dengan cepat dan langsung berlari meninggalkan Acha yang sedang berteriak kesal.


"ARKHAN NYEBELIN!" teriak Acha.


Arkhan terus-terusan tertawa puas saat mendengar teriakan Acha. Sampai akhirnya ia harus memberhentikan larinya saat seorang cewek menabrak dadanya.


"Buta lo!" seru Arkhan sambil menatap tajam cewek di hadapannya ini.


Sang empu pun mendongakkan kepalanya dan menatap Arkhan sambil tersenyum licik. "Hai, sayang!"


Arkhan tampak terkejut saat melihat cewek di hadapannya ini. Benar-benar gila.


Dinda, cewek itu adalah Dinda.


Dinda langsung menyambar tubuh kekar Arkhan dengan memeluknya erat. "I miss you," ucapnya disamping telinga Arkhan sambil sesekali meniup leher Arkhan.


Saat itu juga, murid-murid yang lain termasuk anggota geng Jaguar juga Varrez dan temannya langsung menatap heran kearah Arkhan dan Dinda yang sedang berpelukan di tengah lapangan.


Disisi lain, Acha mematung dan hanya dapat menyaksikan kejadian itu dalam diam. Tak terasa, air matanya pun sudah membasahi kedua pipinya.


Nabila segera menghampiri Acha lalu mendekap pundak sahabatnya itu. Ia sangat tau bagaimana perasaan Acha sekarang.


Sedangkan Arkhan, ia mendorong Dinda dengan kuat. Tak peduli akan ringisan cewek itu karena terjatuh.


"ARKHAN!" teriak Dinda tak terima. Ia segera berdiri dan merapihkan penampilannya yang terlihat acak-acakan.


"Berani-beraninya lo!"


"Apa?!" sambar Dinda. Ia menghampiri Arkhan lalu meraba rahang tegas miliknya dengan lembut.


"Singkirin tangan kotor lo itu sekarang juga!" titah Arkhan dengan nada pelan namun terdengar sangat menyeramkan bagi murid-murid lainnya.


Dinda tak menggubris perkataan Arkhan, ia masih membelai lembut rahang tegas milik Arkhan. Terlihat seperti wanita penggoda bukan.


Arkhan yang sudah habis kesabarannya pun langsung menepis tangan Dinda secara kasar. "GUE BILANG SINGKIRIN TANGAN KOTOR LO!" bentak Arkhan. Murid-murid yang menyaksikan kejadian itu langsung terkejut saat mendengar suara Arkhan yang menggema.


Dinda memejamkan matanya sejenak saat mendengar bentakan yang berhasil lolos dari mulut Arkhan.


"Why, babe?" ucap Dinda sambil tersenyum menggoda.


Arkhan memejamkan matanya. Rahangnya mengeras, wajahnya sudah merah padam dengan tangan yang terkepal kuat.


Anggota geng Jaguar yang menyadari akan ada keributan disini pun langsung menghampiri Arkhan.


Riki dan Aldi menghampiri Acha yang sudah bergetar ketakutan, disana juga sudah ada Varrez dan lainnya yang mencoba untuk menenangkan Acha.


Varrez mendekap adiknya dengan erat. "Sstt, udah tenang, Cha."


Sedangkan disisi lain. Rio, Bobby, Ilham, dan Adam tengah sibuk menenangkan Arkhan. Mereka membujuk Arkhan untuk tidak bermain fisik, karena bagaimana pun Dinda adalah seorang cewek. Dan hal itu bukan menjadi lawan untuk geng Jaguar.





Haii, gimana buat part ini? ikut deg-degan nggak?


jangan lupa untuk dukung author terus ya-!


and, maaf klo ada typo🙌🏻


...Adinda Feresya...


__ADS_1


__ADS_2