Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
3. Teringat


__ADS_3

"Andra!"


"Varrez!"


"Bang Varrez kenal sama kak Andra?" Tanya Acha pada kakaknya itu.


Varrez melihat kearah Acha. "Kenal lah, orang seangkatan sama abang."


Andra masih melihat dua orang yang ternyata adik kakak itu. "Adik lo, Rez?" Tanya Andra. Varrez pun menaikkan kedua alisnya untuk menjawab pertanyaan Andra.


Varrez melihat seseorang di samping Andra yang dari tadi terus-terusan menatap Acha,sehingga membuatnya penasaran. "Ndra, dia siapa?" Tanya Varrez.


Andra melirik sekilas orang yang dimaksud oleh Varrez. "Dia Kevin, anak kelas XI IPA 1." Balas Andra. Varrez dan temannya pun ber-Oh ria.


"Bang, Acha lapar!" Rengek Acha sambil bergelayutan di lengan kanan Varrez. Kevin terkekeh pelan saat melihat kelakuan gadis cantik didepannya.


Varrez menoyor kepala Acha sambil mendengus kesal. "Jangan turunin harga diri gue disini dek." Melas Varrez.


"Bang, Fadli juga lapar nih!" Kata Fadli yang ikut ber-gelendotan di tangan kiri Varrez. Orang-orang yang ada disitu hanya bisa menahan tawanya karena melihat Varrez seperti baby sitter yang sedang mengasuh dua bayi manja.


"Ya Tuhan ampuni hamba-Mu ini." Rengek Varrez. Rey dan Arga pun tak bisa menahan tawanya lagi.


"Rez, gue sama Arga duluan ya." Kata Rey sambil mengontrol tawanya.


"Jagain anak-anaknya ya bapak!" Kata Arga yang berhasil memecahkan kembali gelak tawa dari Rey, lalu mereka pun segera menuju kantin sebelum mendapat hajaran dari Varrez.


Varrez yang melihat itu hanya bisa bersabar. "Bro, gue duluan." Pamit Varrez kepada teman yang berada didepan nya sambil berjalan kearah kantin dengan tangan yang masih digelendoti oleh kurcaci-kurcaci kecil baginya.


"Yoi bro." Balas Andra sembari menuju ke ruangan OSIS bersama dengan Kevin.


Setelah sampai di kantin, Varrez segera duduk di bangku bersama teman lainnya. Acha dan Fadli pun masih setia bergelayutan di lengan Varrez.


"Abang, Acha mau siomay!" Pinta Acha sambil memanyunkan bibirnya. Varrez sangat lemah ketika melihat Acha seperti itu, dan ia pun langsung tersenyum gemas saat melihat tingkah laku adik kesayangannya. Tetapi.


"Bang, Fadli juga mau siomay!" Kata Fadli yang ikut memanyunkan bibirnya.


Seketika Varrez langsung merubah ekspresinya dan tidak segan-segan untuk menoyor kepala Fadli. "Gue geli lihat lo kaya' gitu, nying." Saat mendengar ucapan yang Varrez lontarkan, Arga dan Rey pun langsung terbahak-bahak.


Fadli yang melihat hal itu hanya mencibir. "Enyenye."


Varrez berhenti sejenak lalu melihat kearah adiknya. "Pesan aja siomay kalau mau." Kata Varrez.


"Abang yang bayarin ya?" Varrez mengangguk pelan, lalu Acha pun segera memanggil akang siomay.


"Kang siomay!" Teriak Acha sambil melambaikan tangannya keatas. Akang siomay yang merasa dipanggil oleh Acha pun segera menghampirinya.


"Hallo neng geulis, mau pesan apa neng?" Tanya kang siomay.


Acha menaruh jari telunjuk di dagu nya sambil sedikit memanyunkan bibir. "Em... Acha pesan tujuh ribu aja deh kang, dagingnya tiga, telurnya dua, kentang sama pangsit basahnya satu." Pesan Acha.


Kang siomay pun mengangkat tangan kanan nya seperti sedang hormat. "Siap neng." Jawabnya, saat ia ingin kembali untuk menyiapkan pesanan Acha, tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Kang!" Saat mendengar panggilan itu, kang siomay mengurungkan niat untuk mengambil pesanan Acha, lalu membalikkan badannya lagi.


"Kenapa mas?"


"Saya pesan sama kaya' punya Acha ya, Varrez yang bayarin." Kata Fadli.


Arga yang mendengar itu langsung ikut-ikutan. "Saya juga mas, samain." Kang siomay pun kembali memberi hormat lalu segera menyiapkan pesanan.


Varrez menatap sinis Fadli dan Arga satu persatu. "Awas kalian nanti habis ditangan gue!"


Tak lama menunggu, kang siomay pun kembali sambil membawa nampan berisi pesanan tadi.


"Ini siomay nya." Katanya sambil menaruh siomay di meja yang mereka tempati.


"Makasih kang!" Jawab Arga kegirangan.

__ADS_1


"Sama-sama." Kang siomay pun kembali ke tempatnya.


Acha melirik Arga dan Fadli yang ingin dengan langsung melahap siomay dihadapannya. "Baca do'a dulu!"


Arga dan Fadli pun tersenyum malu, lalu membaca do'a dan segera melahap makanannya. Acha yang melihat itu hanya berdecak sebanyak tiga kali sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Bang Varrez gak makan?" Tanya Acha sambil melirik sekilas Varrez.


"Udah, kamu makan aja" Jawab Varrez.


Acha melirik Rey. "Abang Rey juga gak pesan siomay? kan dibayarin sama Bang Varrez." Ucap Acha yang membuat Varrez mengekspresikan wajah kesalnya.


Rey tersenyum kecil. "Tapi abang udah makan duluan."


Acha mengangguk lalu memakan siomay yang ia idamkan sejak pagi tadi.


❖❖❖


Kevin terus tersenyum saat mengingat kejadian 10 menit yang lalu.


Acha -Kevin


"Manis banget ya." Lirih Kevin.


"Woy Kevin!" Pekik Andra sambil memukul bahu Kevin.


Kevin terkejut dengan pekikan Andra. "Ck, apaan sih!"


"Lo dipanggil malah mesam-mesem sendiri."


Kevin kembali tersenyum saat mengingat kejadian dengan Acha tadi


"Dih asli gila nih anak. Woy, bawa Kevin ke rsj sekarang!" Teriak Andra pada teman organisasinya yang lain. Teman-teman lainnya pun menoleh saat mendengar teriakan Andra.


"Jangan peduliin Andra!" Balas Kevin.


Kevin terperanjat saat mendengar ucapan Andra. "Sotoy!"


Andra dan Kevin menunggu kehadiran pembina organisasi sambil bercanda ria, tak lama sang pembina pun datang ke ruangan OSIS untuk menyampaikan tugas-tugas yang akan mereka kerjakan.


❖❖❖


Acha menyeruput es teh yang ia pesan dengan tenang.


"Hahhh, segar..."


"Enak dek?" Tanya Varrez. Acha menjawabnya dengan anggukan kecil.


Varrez merasa gemas dengan adik kecilnya itu lalu ia mengacak-acak rambut sang adik. Yang di acak-acak pun hanya bisa cemberut kesal.


Acha melanjutkan kegiatannya untuk segera menghabiskan es teh yang telah ia habiskan setengah. Seketika, jantung Acha terasa berhenti saat melihat laki-laki yang berhasil memikat fikirannya hari ini.


Laki-laki itu duduk tepat di seberang Acha, jadi bisa dengan puas ia menatap wajah tampan laki-laki tersebut.


Acha masih berdiam diri ditempat duduknya sambil terus menatap lekat wajah laki-laki itu. Tiba-tiba, Blush. Kedua pipi Acha terlihat merah bagaikan tomat segar.


Varrez dan teman-temannya yang lain pun seketika terkejut saat melihat pipi Acha yang tiba-tiba me-merah.


"Dek, lo sakit? ayo ke UKS." Panik Varrez sambil mengguncang pelan lengan Acha.


Acha pun tersentak sebab guncangan yang Varrez berikan. "Hah kenapa bang ada apa?"


"Pipi lo kenapa tiba-tiba merah gitu?" Tanya Rey tak kalah panik.


Acha segera memegang kedua pipinya. "Merah?" Seketika ia pun tersadar kalau pipinya merah karena melihat laki-laki di seberangnya tiba-tiba tersenyum.


"Udah, ayo kita ke UKS!" Ajak Varrez yang sudah siap untuk membopong badan adiknya.

__ADS_1


"E-eh bang Varrez!" Pekik Acha sambil menepis tangan abangnya. "Acha gak kenapa-kenapa." Lanjutnya.


"Gak kenapa-kenapa gimana, orang wajah lo merah gitu. Alergi lo kumat ya? gatal-gatal gak pipi nya?" Varrez masih saja terlihat panik dengan kondisi adiknya. Ia sangat takut adik kesayangannya itu kenapa-kenapa. Karena kulit Acha memang sensitif dengan debu-debu kotor.


"Acha gak kenapa-kenapa bang." Kata Acha yang masih meyakinkan abangnya. Sebenarnya, ia tidak mau ketahuan Varrez kalau pipinya merah sebab laki-laki yang bahkan tidak ia kenal.


"Beneran gak kenapa-kenapa?" Kata Varrez yang masih memastikan bahwa adiknya itu baik-baik saja. Acha pun mengangguk cepat.


"Yaudah, kita balik ke kelas aja. Lagian, bel masuk sebentar lagi juga bunyi." Ajak Varrez yang diangguki oleh ketiga temannya.


"Tapi nanti temanin Acha dikelas dulu ya." Varrez mengangguk tersenyum.


Sebelum kembali ke kelas, Varrez tak lupa untuk membayar siomay yang dipesan oleh adik kesayangannya dan kurcaci penggangu. Lalu, mereka pun segera melesat pergi dari tempat ter-Favorite selama mereka sekolah.


Diam-diam, di pojok kantin ada seseorang yang tidak suka dengan perilaku Varrez terhadap Acha.


❖❖❖


"Lo duduk dimana dek?" Kata Varrez sambil melangkahkan kaki nya menuju kelas Acha.


Sesampai dikelas, Acha pun segera duduk di bangku nomor dua urutan ketiga dari samping kanan. Varrez dan temannya ikut duduk dibangku yang dekat dengan Acha.


"Duduk sama siapa?"


"Sama Nabila." Rey yang mendapat jawaban hanya ber-Oh ria.


Mereka pun berbincang-bincang hingga bel masuk berbunyi. Lalu, Varrez dan teman lainnya kembali menuju kelas masing-masing.


Tiga jam setelah bel masuk berbunyi, akhirnya bel selanjutnya yang mereka tunggu pun terdengar. Ya, tepatnya bel pulang sekolah.


Acha membereskan buku-bukunya dan langsung menuju parkiran. Sesampainya disana, ia belum melihat keberadaan Varrez. Alhasil, ia pun harus menunggu. Tak lama menunggu, akhirnya ia melihat Varrez yang sedang berjalan kearahnya.


Titt titt


Varrez menekan tombol bergambar gembok di benda berukuran kecil yang sedang ia pegang.


"Ayo!"


"Teman abang mana?"


"Udah pada pulang, mereka bawa motor." Kata Varrez yang langsung masuk kedalam mobil. Acha pun ber-Oh ria dan juga langsung masuk kedalam mobil.


Varrez melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.






Hewwoooo, maaf author lama up nya kemarin tuh mau up tapi gak jadi, bikos tugas lg numpuk, karena author anak rajin jd author ngerjain tugas dulu. Dan maaf juga part 1-3 author revisi dulu.


Author disini juga mau nunjukin visual Acha sama Varrez. Penasaran? Lihat dibawah.


Varion Alvarrez



Zevancca Monica



Visual yang lain? nanti lah


/ketawa jahat

__ADS_1


__ADS_2