
"Teman abang mana?"
"Udah pada pulang, mereka bawa motor." Kata Varrez yang langsung masuk kedalam mobil. Acha pun ber-Oh ria dan juga langsung masuk kedalam mobil.
Varrez melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
❖❖❖
Tak butuh waktu lama, Varrez dan Acha pun sudah memasuki perkarangan rumah. Varrez memarkirkan mobilnya dan langsung pergi kedalam rumah yang disusul oleh Acha.
"Assalamu'alaikum." Salam Acha dan Varrez saat memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam." Jawab oma dan sang ibunda.
Varrez langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa, sedangkan Acha masih bergelayutan di tangan oma kesayangannya.
"Ada cerita apa aja hari ini?" Tanya oma sambil mengelus kepala Acha pelan.
Acha berganti untuk memeluk sang oma. "Tadi pas disekolah seru banget, walaupun Acha agak cengo pas gak ada teman mau ke kantin, bang Varrez sih lama banget nyamperin Acha."
Varrez yang mendengarkan ucapan dari sang adik langsung terkekeh geli. "Cengo, bahasa lo dek astaga." Kata Varrez sambil menatap adiknya.
Acha melemparkan bantal ke arah kakaknya itu. "Abang sehari aja gak ngeselin gak bisa gitu?"
"Sebagai abang itu harus mengganggu adiknya." Timpal Varrez.
Acha yang terlihat kesal langsung menatap tajam ke arah Varrez, yang ditatap pun hanya mencibir.
"Acha, Varrez kalian ini pasti aja kerjaannya berantem terus, di sekolah gitu juga apa?" Tanya sang Bunda yang daritadi hanya melihat tingkah laku anak-anaknya.
"Salahin bang Varrez yang mancing terus." Ketus Acha yang masih menatap tajam ke arah Varrez.
"Mancing? oh lo ikan ya dek?" Kata Varrez yang masih menggoda adik manjanya.
Acha semakin dibuat kesal dengan perkataan Varrez. "Terserah abang!" Acha pun berlalu pergi ke kamar nya.
"Gitu aja ngambek." Sindir Varrez yang langsung mendapati tatapan tajam dari Acha yang masih berada di tengah anak tangga.
Sang oma dan ibunda pun hanya tertawa pelan saat melihat tinngkah laku anak remaja di depannya.
______________
Acha POV
Aku menaiki anak tangga dengan kaki yang agak di hentakan. Sungguh, bang Varrez sangat membuatku kesal.
Sesampainya di kamar, aku langsung mengganti seragam yang aku kenakan tadi dengan kaos polos dan celana hotpants.
"Hahh...capek banget." Ujar ku sambil menghempaskan diri ke atas ranjang empuk ku.
Aku membalikkan badan supaya menghadap langit-langit kamar. "Siapa ya dia tadi? senyumnya manis banget."
Entah kenapa tiba-tiba aku jadi bucin. Tunggu, bucin? seorang Zevancca Monica jadi budak cinta?
Aku menggelengkan kepala cepat untuk menghilangkan pikiran aneh tersebut.
End POV
Hari ini sangat melelahkan bagi Acha, walaupun tadi ia menghadapinya dengan senang hati. Saat Acha ingin memasuki alam mimpi, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
Tokk tokk tokk
Acha kembali tersadar dan langsung beranjak dari kasur untuk membukakan pintu yang di ketuk itu.
"Sebentar." Kata Acha sambil membuka knop pintu.
Acha mendengus pelan saat mengetahui orang yang berdiri di hadapannya.
"Hallo adik abang sayang."
"Abang ngapain kesini?" Ketus Acha.
"Gak boleh kalau abang main ke kamar adiknya?" Kata orang itu yang ternyata adalah Varrez.
"Emang gak boleh, bahaya abang laki-laki masuk ke kamar adik perempuan." Ucap Acha yang berhasil membuat Varrez melongo.
"Gue gak doyan modelan kaya' lo."
Acha yang mendengar itu hanya menyeringai. "Mau apa abang kesini? langsung tudep aja, Acha mau istirahat."
"Bikinin teh ya, ada teman abang dibawah."
Acha melotot menatap Varrez. "Gamau. Lagian kan ada bi Jum."
__ADS_1
Varrez menoyor kepala Acha pelan. "Lo lupa? bi Jum kan ambil cuti udah dari 2 minggu yang lalu, dan dia baru balik kesini lagi besok."
Acha seketika baru ingat kalau bi Jum, ART yang membantu bunda mengurus rumah itu sedang ambil cuti untuk pulang kampung.
"Udah, sekarang lo bikinin teh, jangan terlalu manis buatnya." Kata Varrez. "Dan, ganti celana lo yang agak panjangan." Lanjutnya yang langsung menuju ruang tamu untuk menemani temannya.
Varrez memang sudah biasa melihat Acha menggunakan hotpants, tapi ia tidak tergiur sama sekali dan akan tetap menjaga adik kesayangannya itu.
Acha memutar bola matanya malas. "Sabar Cha sabar." Kata Acha sambil mengelus dadanya.
Acha pun masuk kembali ke dalam kamarnya dan segera mengganti hotpants yang ia kenakan tadi dengan celana yang panjangnya selutut. Lalu, ia pun menuju dapur untuk membuatkan pesanan abangnya tadi.
Sesampainya di dapur, Acha langsung mengambil 2 buah gelas untuk membuat teh. Gelas untuk Varrez ia beri 1 sendok gula, karena ia tahu kalau abangnya kurang suka teh yang manis. Dan gelas untuk teman Varrez ia beri 1 setengah sendok gula.
Selesai membuat, Acha langsung menaruh gelas itu ke nampan dan mengantarkannya ke ruang tamu. Lalu ia menaruh gelas itu di meja dengan perlahan karena takut tumpah.
"Makasih adik abang yang baik." Kata Varrez sambil tersenyum jahil.
Acha hanya berdeham lalu beranjak kembali menuju dapur. Saat berada di dapur, ia mendengar Varrez mengobrol dengan temannya.
"Terus kenapa urusannya jadi sama gue, gue bukan OSIS, ndra." Kata Varrez yang terdengar memarahi temannya.
Tunggu, ndra? apa teman bang Varrez tadi adalah kak Andra? -Acha.
Acha tidak berniat untuk menguping percakapan mereka, tapi ia hanya penasaran tepatnya lagi adalah kepo.
"Udahlah Rez, bantuin gue elah." Kata Andra yang mencoba untuk membujuk Varrez.
"Gue gak paham tentang ginian. Apalagi ngurusin data-data mpls gini."
"Please ya Rez, gue yakin lo pasti bisa." Bujuk Andra lagi.
"Ck, tapi jangan marah kalau ada kesalahan." Setelah sekian lama berdebat, akhirnya Varrez pun menyetujui permintaan Andra.
"Iya Rez, makasih ya." Kata Andra. Varrez hanya berdeham.
Acha masih setia untuk mendengarkan percakapan mereka.
"Ndra, ada yang dari SMP 2 ya? itu salah satu SMP favorite di kota kita!" Heboh Varrez.
Andra yang mendengar hal itu hanya manggut-manggut sambil meminum teh yang telah di buat oleh Acha.
Andra menaruh gelas di atas meja yang berada di hadapannya.
"Iya, ada dua orang, cowok cewek." Sambung Andra.
"Arkhana Al-Malik sama... sama siapa ya." Kata Andra sambil melihat daftar nama siswa. "Oh, sama Olivia Sandrina." Lanjutnya.
Varrez pun ber-Oh ria. "Kelas berapa aja?" Tanya Varrez yang masih penasaran.
"Yang cowok kelas X IPS 3, yang cewek X IPA 4." Jelas Andra.
Varrez kembali ber-Oh ria lalu meminum teh yang dibuatkan oleh adik tersayangnya. Sungguh rasa yang pas.
Kali ini Andra yang bertanya dengan Varrez."Rez, ada yang naksir sama adik lo, tau gak lo?"
Varrez langsung terbatuk-batuk saat mendengar ucapan teman yang di berada hadapannya.
"Siapa?!"
"Manusia, hahaha." Lawak Andra yang berhasil membuat Varrez kesal.
Varrez memicingkan mata nya pada Andra. Andra langsung mendelik saat menyadari hal itu.
"Canda, Rez." Ucap Andra sambil menaikkan dua jarinya sehingga berbentuk peace.
"Bukan lo kan yang suka sama adik gue?" Tanya Varrez yang masih menginterogasi temannya.
"Bukan lah." Kata Andra yang gelagapan dengan pertanyaan Varrez.
Dari dapur, samar-samar Acha mendengar kalau dirinya sedang menjadi pembahasan mereka. Tetapi ia mengabaikan hal itu.Permasalahannya sekarang adalah, ia tidak tahu nama laki-laki yang berhasil meluluhkan hatinya, masuk kelas berapa saja ia tak tahu. Jadi pasti sangat susah untuk mencari tahu tentang orang itu.
Acha berniat untuk kembali ke kamarnya. Kini rasa kantuknya kembali hadir walaupun sebelumnya sempat hilang karena mendengarkan pembahasan Varrez dan Andra.
Acha segera menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya. Sesampai di kamar, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Mungkin, ia sangat lelah sampai-sampai ketiduran dengan posisi tengkurap.
_____________
Acha POV
Aku mengerjap pelan untuk menyesuaikan cahaya yang mulai masuk ke dalam netra mataku.
Mengucak mata dengan mulut yang menguap, aku mengambil jam weker yang berada di nakas sebelah kasurku. Jaraknya tidak terlalu jauh hingga aku bisa menggapainya tanpa meninggalkan tempat ternyaman ini.
__ADS_1
Aku melihat jam dengan mata setengah terpejam, ternyata sekarang sudah pukul 16:55. Aku menaruh jam itu ke tempat asalnya lalu kembali memeluk bantal guling yang sangat membuatku candu padanya.
Belum cukup puas beristirahat, akhirnya aku kembali memejamkan mata. Niatku hanya tidur 5 - 10 menit saja, tapi kenyataannya aku tidur melebihi waktu yang ku kira-kira tadi.
Aku dikejutkan oleh suara pintu yang diketuk sangat keras. Aku langsung membuka mata dengan cepat dan merubah pandanganku ke arah pintu. Ck, aku sangat tidak suka hal ini, membangunkan orang dengan cara mengejutkan adalah hal yang paling aku benci.
Aku membaringkan tubuhku kembali. "Siapa?!" Tanyaku parau sambil memejamkan mata, bukan untuk tidur tapi untuk me-refreshkan mata supaya tidak pusing.
"Dasar kebo, bangun buruan!"
Ya, suaranya sangat tidak asing di telingaku. "Ck, bang Varrez..." Gumamku sambil mendudukkan diri di bibir ranjang.
"Zevancca Monica adik kesayangan Varion Alvarrez ayo buruan bangun!!"
Varrez terdengar seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya karena terlambat bangun.
"Iya sebentar..." Kataku sambil berjalan ke arah pintu lalu memutar kunci yang tergantung disana.
Cklekk
Aku membuka pintu dan pemandangan pertama yang ku dapati adalah sosok laki-laki yang sudah berani mengganggu tidur nyenyak ku. Benar... bang Varrez sangat mengganggu.
Aku melihat kalau ia mengernyitkan dahi sambil menatapku. Ya memang, rambut berantakan dan wajah kusut khas bangun tidur itu berhasil membuatnya heran. Heran untuk sementara, aku yakin setelah ini ia pasti akan tertawa.
"Pinter ya... Mentang-mentang tuan putri malah enak-enakan molor. Lihat sekarang jam berapa!" Omelnya.
Aku sedikit masuk kedalam kamar untuk melihat jam. Aku langsung terbelalak saat melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 19:10. Astaga, padahal niatku melanjutkan tidur tadi tidak selama itu.
Aku kembali melangkahkan kaki menuju bang Varrez sambil sedikit menunduk. "Lama ya Acha tidurnya?" Tanyaku lirih.
Aku sadar kalau bang Varrez sekarang tengah menatapku tajam. Sungguh, walaupun aku bandel tapi aku tidak berani melawan bang Varrez, apalagi nyali ku langsung menciut kalau sudah mendapatkan tatapan tajam nya itu.
Ternyata salah! bang Varrez tidak memarahi ku!
"Capek ya pasti?" Ucapnya pelan. Aku merasakan sentuhan lembut di pucuk kepalaku. Benar sekali, bang Varrez mengelus kepalaku. Rasanya aku ingin menjerit sekarang, akhirnya aku tidak akan mendapatkan omelan darinya lagi.
"Mandi gih, abis itu kita makan malam. Jangan lama-lama, oma sama bunda udah nunggu." Sambungnya. Aku hanya menganggukan kepala pelan. Lalu, ia pun beralih dari hadapanku, melihatnya yang sudah menghilang, aku kembali masuk ke kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. 10 menit selesai, aku langsung menyisir rambut dan memberi sedikit polesan bedak di wajah, setelah itu aku bergegas menuruni anak tangga dan menuju dapur.
End POV
Acha menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa-gesa hingga akhirnya sampai di meja makan.
"Acha lama ya? Maaf..." Ucapnya lirih sambil sedikit menundukkan kepalanya, sehingga membuat orang yang berada disitu terkekeh pelan.
"Ternyata tuan putrinya papa masih sama kaya' dulu ya." Ujar pria yang duduk di sebelah Naura.
Acha sontak mendongakkan kepalanya. "Papa!" Pekik Acha. Ya, pria berumur itu adalah Zian Adinata, ayah dari kedua anaknya yaitu Varrez dan Acha.
"Kok kaget gitu sih kaya' lagi lihat apa aja." Kata Zian sambil memberi senyuman pada anak bungsunya yang manja itu.
Seketika, Acha tersenyum malu. Bagi ayahnya, Acha akan selalu menjadi tuan putri manja.
"Papa kapan pulang? kok Acha nggak tau?" Kata Acha sambil menatap ayahnya.
"Tadi sore jam 5." Jawab Zian yang dilanjut anggukan oleh Acha.
Kriukk kriukk
Seketika pandangan langsung tersorot pada oma.
Oma hanya tertawa malu. "Oma udah lapar, hehehe."
Kami pun tertawa saat mendengar jawaban dari oma.
"Ya sudah ayo kita makan dulu, kasihan cacing di perut oma udah pada teriak." Kata Naura sambil mengambilkan nasi ke piring oma.
"Cie, oma malu-malu nih ye..." Lawak Varrez yang membuat keadaan semakin seru.
"Udah ayo makan." Perintah Naura yang langsung diangguki oleh Zian, Varrez dan Acha.
Mereka pun menjalani makan malam dengan bahagia. Sesekali berbicara tentang cerita di sekolah, masalah kantor, dan yang lainnya.
•
•
•
•
Tbc...
Hai semua, maaf ya author baru up sekarang, ini aja modal hotspot dari ayah, xixixi...
__ADS_1
Jangan lupa like nya dan follow akun aku. Terimakasih atas dukungan kalian♡♡
[n] maaf klo banyak typo atau kesalahan lainnya...