Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
20. Klaim?!


__ADS_3


"Ya udah, gue ke kelas dulu, lagian bentar lagi bel mau bunyi. Lo hati-hati, kalau ada apa-apa langsung kabarin gue."


Acha mengacungkan jempolnya.


Varrez dan rombongannya pun kembali ke kelasnya masing-masing.


❖❖❖


Wanita tua itu tampak terkejut dan langsung berdiri. "Apa! siapa yang berani bully cucu Oma?!" sergahnya. Ia menghampiri cucu kesayangannya, Acha.


Oma duduk disamping Acha dan menangkup pipi gadis itu. "Mana coba sini Oma lihat lukanya. " Oma menatap pipi Acha dengan teliti.


"Udah oma, Acha nggak kenapa-kenapa kok," rengek Acha.


"Dasar anak jaman sekarang, ada masalah sedikit langsung main bully. Seharusnya anak jaman sekarang itu memberi contoh yang baik bukan malah nyusahin orang tua. Kaya' gini kan orang tuanya juga yang nanggung," cerosos Oma.


"Betul tuh Oma!" sambar Varrez.


"Kamu juga Varrez, punya Adik bukannya dijagain malah dibiarin keluyuran!" omel Oma.


"Loh, kok jadi Varrez yang disalahin?!" jawab Varrez tak terima.


"Nah, ngejawab kalau dibilangin sama orang tua, bagus kaya' gitu?!" ucap Oma yang langsung membuat Varrez terdiam.


"Maaf, Oma."


"Kebiasaan, orang nggak ngapa-ngapain malah disalahin!" batin Varrez menggerutu.


"Udah ah Oma, Acha mau ke kamar dulu, mau istirahat," ucap Acha. Ia pun langsung menuju kamarnya dan beristirahat.


❖❖❖


2 minggu kemudian.


"Ar, perasaan lo sama cewek itu gimana sih sebenarnya?" tanya Rio sambil menatap mata Arkhan serius.


"Cewek yang mana?" tanya Arkhan yang masih memainkan ponselnya.


"Cewek yang waktu itu jatuh bareng lo."


Arkhan menatap Rio. "Emangnya kenapa?"


"Nggak apa-apa sih, gue cuma heran aja sama sikap lo yang akhir-akhir ini keliatan happy gitu semenjak kenal tuh cewek," jawab Rio apa adanya.


"Emang sebelumnya gue gimana?" tanya Arkhan tanpa merubah ekspresinya.


Rio menghela nafas pelan. "Lo paham nggak sih maksud gue? happy yang gue maksud tuh memiliki artian lain."


Arkhan menaikkan alisnya sebelah. "Perasaan gue sama aja kaya' biasanya."


"Beda, Ar. Lo akhir-akhir ini keliatan kaya' orang yang lagi jatuh cinta!" ucap Rio.


"Gue sih happy-happy aja ngeliat sahabat gue bahagia. Tapi ada satu hal yang harus bikin lu berjuang," lanjutnya.


"Berjuang?" tanya Arkhan bingung.


Rio mengangguk. "Lo harus perjuangin cewek itu, karena ada orang lain yang berusaha buat nyaingin lo!"


Arkhan tampak berpikir.


"Ar, gue udah lama jadi sahabat lo, gue tau cerita tentang lo, gue bilang gini bukan cuma asal ngomong doang. Gue tau banyak cewek diluar sana yang tergila-gila sama lo, tapi cuma sama cewek itu lo bisa luluh," kata Rio yang tampak bijak.


Arkhan mengangguk pelan. Sangat pelan.


Rio tersenyum tulus, ia berdiri lalu menepuk pelan pundak Arkhan. "Fighting!"


Saat hendak meninggalkan Arkhan sendirian, tiba-tiba cowok itu memanggilnya.

__ADS_1


"Yo, jangan cerita masalah ini ke siapa-siapa," ujar Arkhan.


"Tenang, cuma gue sama Bobby yang tau permasalahan ini," jawab Rio meyakinkan.


Arkhan tersenyum kecil. "Thanks."


Rio menaikkan kedua alisnya, lalu ia pun kembali beranjak dari tempatnya dan meninggalkan Arkhan sendirian.


--


Kini Arkhan tengah berada di rooftop sendirian. Memikirkan perkataan yang Rio ucapkan padanya tadi.


"Apa benar gue suka sama cewek itu?" monolognya.


"Tapi gue belum yakin sama perasaan gue."


"Tapi benar juga kata Rio. Gue aja akhir-akhir ini ngerasa aneh sama diri gue sendiri, gue sering senyum-senyum nggak jelas kaya' orgil."


Arkhan mengambil benda pipih yang berada di saku celananya. Ia membuka galeri ponselnya dan melihat foto seorang gadis yang tengah tersenyum manis.


Arkhan menatap foto itu. "Kok lo bisa sih masuk ke kehidupan gue dengan mudah?"


Ya, selama ini Arkhan diam-diam mencari tau tentang gadis itu, Acha. Ia mengambil beberapa foto Acha yang ia dapat dari akun sosmednya.


"Tapi siapa orang yang berusaha buat nyaingin gue?" tanya Arkhan penasaran.


❖❖❖


Arkhan menghampiri Acha dan membawanya ke tempat yang biasa mereka datangi.


"E-ehh ada apa sih kok tiba-tiba narik gue kaya' gitu!" oceh Acha.


"Gue mau nanya sesuatu sama lo."


"Nanya apa?"


"Lo suka sama gue?"


Acha merasakan pipinya yang memanas. "Ng-nggak!"


"Jangan bohong," goda Arkhan.


"Lagian siapa sih yang suka sama lo, ketua geng motor, serem mana orangnya kaya' es batu!" sewot Acha yang berusaha agar tetap tenang.


Arkhan menyunggingkan smirk tipisnya. "Mulai sekarang, lo gue klaim jadi pacar gue. Tanpa penolakan!"


Arkhan meninggalkan Acha yang masih berdiri kaku karena terkejut dengan ucapannya barusan. Ia berjalan sambil tersenyum puas.


Acha sontak tersadar. "Apa-apaan sih asal ngeklaim orang sembarangan!" teriak Acha tak terima.


Sebenarnya sekarang ini jantungnya terasa ingin copot gara-gara cowok itu. Pipinya semakin memanas, ia sangat malu. Malu plus senang, keduanya ia rasakan saat ini.


Bisa-bisanya seorang Arkhana Al-Malik meng-klaim seorang Zevancca Monica jadi pacarnya!!!


❖❖❖


Arkhan menaruh semangkuk es krim durian di atas meja yang Acha tempati.


"Tuh."


Acha menatap es krim durian kesukaannya dengan mata berbinar, lalu ia menatap Arkhan.


"Gue tau lo suka es krim durian. Itu gue beliin buat lo," ucap Arkhan santai.


Acha melirik sekilas es krim yang berada di depannya lalu ia kembali menatap Arkhan. "Makasih!" ucapnya girang.


Acha langsung melahap es krim itu dengan perasaan senang.


Sedangkan Arkhan yang melihat pemandangan itu pun hanya tersenyum tulus. Perasaannya menjadi tenang saat melihat raut gembira dari gadis itu.

__ADS_1


Arkhan kembali menghampiri temannya. Ia akan memantau gadisnya itu dari kejauhan.


"Cie yang udah jadian," goda Rio.


"Sotoy!" ucap Arkhan cuek.


"Buset, masih cuek aja lo, Beh! walaupun udah ada tuan princess yang mengisi hatinya, eeaaa!" heboh Bobby sambil tertawa puas.


"Diem, atau gue gorok lo!" ancam Arkhan.


"Ampun bang jago!" jawab Bobby.


Rio menggeleng pelan saat melihat kedua sahabatnya yang sedang bercanda gurau itu. Yang satu receh, yang satu kaya' es batu.


❖❖❖


"ACHA!" teriak Varrez.


"Apa sih bang?!" sahut Acha sambil keluar kamar. Pasalnya, Abangnya ini berteriak sangat kencang.


"Sini sini sini." Varrez menuntun Acha ke kasurnya. Ia duduk disebelah Acha sambil memperhatikan gadis itu.


"Coba lo lihat ini!" titah Varrez sambil menyodorkan ponselnya.


"Ap-HAH!!" Acha terkejut saat melihat berita tentang dirinya dan Arkhan yang tersebar.


Ini ada paparazi apa gimana sih, kok bisa kesebar. -Acha.


"Lo serius jadian sama Arkhan?" tanya Varrez serius.


Acha tampang linglung, ia menggaruk belakang lehernya yang tidak terasa gatal sama sekali.


"Jawab woy!" geram Varrez.


"Emm i-itu," ucap Acha terbata-bata.


"Itu apa?"


"Jadi tadi siang Arkhan tiba-tiba ngeklaim Acha jadi pacarnya," lirih Acha malu. Pipinya kembali terasa panas.


Varrez nampak terkejut, ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wajahnya. Alay memang.


Acha menatap Varrez heran. "Abang kenapa sih?" tanyanya heran.


"OEMJI HELAWW, gue nggak bisa berkata-kata lagi!" sahut Varrez heboh. Kaya'nya Varrez ketularan virus dari Fadli.


"Dih nggak jelas. Kalau nggak ada yang mau dibahas mending sana keluar, Acha mau istirahat. Capek..." rengek Acha.


"Ceritain gimana kronologinya, Cha!" heboh Varrez.


"Ihh maless!!" Acha mendorong tubuh besar Varrez supaya keluar dari kamarnya.


Saat sudah sampai didepan pintu, Acha langsung mendorong tubuh Varrez keluar lalu dengan cepat ia menutup pintu kamarnya.


"DASAR ADEK KAGAK ADA AKHLAK EMANG!" teriak Varrez.


"Untung kagak kejengkang," omel Varrez. Ia pun kembali ke kamarnya.





**Aku ada pengumuman baru buat kalian. Jadi.. novel aku yang 'Rasa Sejati' udah tersedia di noveltoon juga ya, jangan lupa di likee


makasihh


Maaf klo ada typo

__ADS_1


Perasaan kalian gimana nih pas Arkhan ngeklaim Acha jadi milik dia? ikut deg²an juga nggak**?


__ADS_2