Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
26. Geng Jaguar


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA-!


JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKEEE-!!



Arkhan tersenyum tipis. Lalu memberi ancang-ancang kepada mereka untuk mengucapkan motto.


"JAGUAR!!"


"MENERKAM DALAM SATU GERAKAN!!"


...❖❖❖...


Kini, para murid sedang dihebohkan dengan segerombolan anak laki-laki yang tengah melewati koridor kelas. Ya, mereka adalah geng Jaguar.


Dengan Arkhan yang memimpin barisan, dan disusul oleh anggota lainnya. Kali ini geng Jaguar tidak berisikan 6 anggota lagi, melainkan 25 anggota.


Anggota yang baru adalah murid-murid nakal yang sering bolos dan membuat onar di sekolah.


Mereka memakai jaket kebanggaan geng Jaguar, tetapi ada sebagian yang menenteng jaketnya.


Banyak siswa-siswi yang terpaku saat melihat mereka, entah karena terkejut atau kagum.


Arkhan mengarahkan langkahnya memasuki area kantin. Ia mendaratkan bokongnya di kursi yang biasa ia duduki.


Sedari tadi, banyak sekali bisikan-bisikan yang ia dengar. Memang sangat berlebihan.


"Beh traktir dong!" seru Bobby.


Arkhan melirik Bobby sekilas. Ia mengeluarkan bungkusan kecil dari saku celananya, mengambil sepuntung rokok lalu menyalakannya.


"Pesan aja!" sahut Arkhan sambil menghisap rokoknya.


"YES! WOY DITRAKTIR BABEH!!" teriak Bobby.


Anggota lainnya pun langsung kegirangan saat mendengar ucapan Bobby.


"Ckck, rusuh banget buset," keluh Rio sambil menggelengkan kepalanya. Mungkin disini hanya ia yang sedikit alim.


Arkhan melirik rombongan itu sejenak lalu terkekeh pelan. Memang semenjak bertambahnya anggota, geng Jaguar sedikit lebih rusuh daripada sebelumnya.


"Lo nggak pesan juga?" tanya Arkhan. Ia kembali menyembulkan asap rokoknya.


Rio melirik Arkhan. "Nanti aja lah," sahutnya.


Arkhan mengangguk.


Saat sedang asyik bermain ponsel, tiba-tiba Rio menyikut pelan lengan Arkhan.


"Beh, doi lo tuh!" ucap Rio.


Arkhan mendongak, mengikuti arah tatapan Rio. Ia melihat Acha yang tengah memasuki area kantin bersama Nabila.


"Nggak lo panggil, Beh?" tanya Rio.


Arkhan menggeleng pelan.


"Yeuu, menyia-nyiakan kesempatan!" ketus Rio.


Arkhan melirik tajam mata Rio.


Flashback on.


Sedari tadi Acha selalu mendengar bisikan dari murid-murid yang melewatinya. Tetapi, ia mendengar nama 'Geng Jaguar'.


Ada apa dengan geng Jaguar?


"Acha!!"


Acha tersentak, ia menolehkan pandangannya lalu mendengus sebal.


"Nabila, ngagetin aja sih!" ketus Acha.


Nabila menaikan kedua jarinya membentuk huruf V. "Hehehe, maaf," ucap Nabila sambil cengengesan.

__ADS_1


Acha memutar bola matanya jengah.


"Bil,"


"Iya?" Nabila menolehkan pandangannya.


"Lo tau nggak kenapa anak-anak pada heboh sama geng Jaguar?" tanya Acha sambil sesekali melirik Nabila.


Nabila mencoba mengingat-ingat. "Hmm.. Oh! kaya'nya karena geng Jaguar nambah anggota deh!" jawabnya.


Acha mengerutkan dahinya. "Nambah anggota?"


Nabila mengangguk. "Iya nambah anggota, lo tau nggak?"


Acha menggeleng.


Nabila memegang pundak Acha. "Anggota baru geng Jaguar ganteng-ganteng banget!" hebohnya.


Acha mengerucut bibirnya. "Masih gantengan Arkhan!" ucapnya.


Nabila mendatarkan ekspresinya. "Arkhan mah punya lo!" ketusnya.


Acha hanya terkekeh pelan.


"Cha, ayo ke kantin!" ajak Nabila yang langsung dibalas anggukan oleh Acha.


Mereka pun berjalan menuju kantin. Tetapi saat ingin memasuki area kantin, Acha dikejutkan oleh rombongan anak cowok yang sedang berkumpul.


"Bil, kita balik aja ya, banyak anak cowok!" bisiknya.


"Udah tenang aja, mereka itu anggota baru geng Jaguar," sahut Nabila santai.


"Lo lihat kan, mereka keren banget!" sambung Nabila sambil sedikit heboh.


Acha mendengus pelan. Dengan terpaksa ia mengikuti Nabila memasuki kantin.


Mereka pun memesan dua mangkuk mie ayam dan es jeruk.


"Duh, Cha, kaya'nya kita nggak kebagian tempat duduk deh," ujar Nabila sambil melirik kursi kantin yang sudah penuh.


Nabila menghela nafas kecewa lalu mengangguk pelan.


Flashback off.


"Acha!" panggil Rio sambil sedikit mengeraskan suaranya.


Sang empu pun menoleh.


Rio mengayunkan tangannya, menyuruh Acha untuk menghampirinya.


Acha dan Nabila pun menghampiri Rio sambil membawa nampan berisikan pesanannya tadi.


"Mau kemana, Cha?" tanya Rio.


"Mau ke kelas soalnya nggak kebagian tempat duduk," sahut Acha.


"Yaudah lo gabung sama kita aja," ajak Rio.


Acha melirik Arkhan dengan ragu. "Emm, nggak-"


"Gabung aja, jarak kantin sama kelas lo juga lumayan jauh," ujar Arkhan tiba-tiba.


Rio tersenyum pada Acha dan Nabila. "Santai aja kali," ucapnya.


Acha mengangguk pelan, lalu mereka pun bergabung bersama Arkhan dkk.


Acha memakan mie ayam pesanannya tadi sambil sesekali melirik kearah Arkhan.


Saat tengah asyik menikmati pesanannya, tiba-tiba ada seorang siswi yang menghampiri Arkhan dan duduk di sampingnya.


Acha sangat ingat dengan cewek itu, ia menundukkan kepalanya saat melihat Arkhan yang tak merespon.


"Hai, Arkhan," sapa cewek itu.


Arkhan melirik Acha yang tengah menundukkan kepalanya. Ia tau bagaimana perasaan gadisnya itu.

__ADS_1


"Arkhan!" panggil cewek itu dengan nada kesal.


"Apa sih, Din!" jawab Arkhan. Ya, cewek itu adalah Dinda.


Dinda tersenyum saat Arkhan meresponnya. Ia bergelayutan manja di lengan kekar Arkhan.


"Kamu nggak kangen aku?" tanya Dinda dengan nada yang sedikit dibuat-buat.


Arkhan yang merasa risih pun menjauhkan tangannya dari Dinda.


Merasa tak mendapat jawaban yang ia mau, Dinda kembali bertanya.


"Arkhan kamu nggak kangen aku? aku udah bela-belain buat pindah sekolah supaya bisa bareng kamu lagi lho," ujar Dinda.


Rasanya Arkhan ingin muntah saat mendengar suara Dinda yang sengaja dibuat-buat seperti itu.


Lagi-lagi tak mendapat jawaban. Dinda mendengus sebal. "Arkhan! kamu nggak-"


"Apaan sih, Din! gue risih!" sentak Arkhan. Ia sudah jengah melihat tingkah cewek di sampingnya ini.


Dinda mengerucutkan bibirnya sambil melirik Arkhan kesal. Tiba-tiba pandangannya jatuh pada Acha yang tengah memakan mie ayam sambil menunduk.


"Dia siapa?" tanya Dinda.


Acha sedikit mendongakkan kepalanya, lalu ia pun tersenyum kaku.


"A-acha," jawabnya gugup.


"Ohh Acha, kenalin gue Dinda." Dinda menjulurkan tangannya dan dibalas oleh Acha.


"Dia pacar gue," ucap Arkhan tiba-tiba.


Dinda terkejut saat mendengar ucapan Arkhan. Ia menatap tajam Acha, mencoba untuk meneliti wajah gadis culun di depannya itu. Dan ia baru ingat, kalau gadis ini adalah orang yang bermesraan dengan Arkhan kemarin.


Emosinya memuncak. "Pacar?" tanya Dinda sambil menatap Arkhan.


Sebagai jawaban, Arkhan hanya berdeham.


Dilain sisi, Acha mencoba sekeras mungkin untuk tidak menangis. Entahlah, tiba-tiba matanya memanas saat melihat Dinda yang bermanja-manja dengan Arkhan tadi.


Dinda terkekeh sinis. "Jadi lo pacaran sama cewek cupu kaya' dia?" tanya Dinda sambil menatap Acha dengan tatapan meremehkan.


Acha semakin menundukkan kepalanya.


"Ternyata selera lo rendahan juga ya," sarkas Dinda sinis.


"Jaga ucapan lo!" ucap Arkhan pelan.


Dinda tertawa pelan, ia berdiri dari duduknya lalu menghampiri Acha dan membisikkan sesuatu.


"Lo nggak bakal bisa bahagia sama Arkhan, karena dia adalah milik gue, selamanya," bisik Dinda sambil terkekeh pelan, ia pun meninggalkan tempat itu dan kembali ke kelasnya.


Acha tak bisa lagi membendung tangisnya. Ia terisak pelan saat mendengar ucapan Dinda barusan.


Sedangkan Nabila mencoba untuk menenangkan Acha sambil mengelus pelan pundaknya.


Arkhan terkejut saat melihat Acha yang tiba-tiba menangis. Pasalnya ia tak mendengar apa yang Dinda ucapkan pada Acha tadi.


Arkhan menghampiri Acha lalu duduk di samping gadis itu. "Are you okay?"


Acha tak menjawab, ia masih terisak.


Arkhan segera membawa Acha ke dalam dekapannya, ia mengelus pelan surai hitam milik gadis itu. Tak peduli lagi kalau mereka sudah menjadi pusat perhatian.





**Hai, aku balik lagi


Maaf ya klo banyak typonya, aku lagi gak mood nulis, hueee:((


jangan lupa like dan komen, makasiii**^^

__ADS_1


__ADS_2