Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
2. First Sight


__ADS_3

Bang varrez beruntung punya sahabat kaya' mereka - Acha.


"Udah ah, langsung kumpul aja." Kata Acha yang langsung masuk ke barisan.


"Ayo kalian baris dulu, baris yang rapih ya anak-anak." Kata Bu Herlina.


Saat Acha berjalan menuju barisannya, ia tiba-tiba ditabrak oleh seorang laki-laki.


Brukkk


"Ehh maaf." Kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Acha yang terjatuh. Acha menerima uluran tangan itu lalu berdiri dan membersihkan seragamnya.


"Maaf ya." Mohon laki-laki itu sekali lagi. Acha yang mendengar perkataan itu langsung melihatnya dan ia pun terdiam.


Ganteng -Acha.


Acha masih tertegun saat melihat laki-laki yang menabrak nya tadi. Laki-laki itu pun melambaikan tangannya tepat di hadapan Acha. "Heyy."


Acha tersadar. "E-ehh iya gak apa kok gak apa." Kata Acha yang terbata-bata.


"Yaudah gue duluan ya!" Ucap laki-laki itu yang langsung meluncur pergi.


"I-iya." Lirih Acha yang masih melihat laki-laki itu.


Dia siapa? kok jadi penasaran gini sih -Acha.


Acha yang dari tadi terdiam diri di lapangan itu pun tersentak kaget.


"Ya Allah udah ramai, gue gak mau kepanasan." Sontak Acha yang langsung masuk ke dalam barisannya.


Bu Herlina melihat barisan siswa baru kelas X "Baik anak-anak, apa semua sudah kumpul di lapangan?"


"Sudah.." Jawab anak-anak yang berada disitu.


"Yakin?" Tanya Bu Herlina sekali lagi. Anak-anak terdiam sambil melihati sekelilingnya.


Ia terkekeh kecil saat melihat anak muridnya yang celingak-celinguk. "Sudah-sudah, Ibu hanya bercanda." Anak-anak yang paham akan maksud dari sang kepsek itu pun ikut tertawa bersama.


"Baik, langsung saja ya. Ibu akan menyebutkan nama-nama yang akan masuk ke-kelas X IPA 1. Buat yang merasa namanya terpanggil, nanti segera angkat tangan dan langsung menuju kakak senior yang berada disebelah perpustakaan." Jelas Bu Herlina.


Hampir 10 menit berlalu yang Bu Herlina pakai untuk menyebutkan nama-nama siswa kelas X IPA 1, dan Acha pun belum mendengar namanya terpanggil.


"Kelas X IPA 1 yang jumlah muridnya 32, 15 anak laki-laki dan 17 anak perempuan." Jelasnya.


"Lanjut kelas X IPA 2 ya." Kata Bu Herlina sambil melanjutkan membaca nama-nama siswa. Acha masih setia menunggu namanya untuk disebut. Tak sia-sia ia menunggu, hingga di urutan abjad terakhir, akhirnya namanya disebut juga.


"Zevancca Monica." Acha langsung mengangkat tangan kanannya dan segera menuju senior yang berada di sebelah perpustakaan.


"X IPA 2 sini dek, kurang satu siswa lagi." Kata kak Andra. Senior kelas XII.


Acha menghampiri kumpulan itu dan segera baris. Tak lama menunggu, satu siswa terakhir pun datang dan segera baris dibelakang Acha.


Andra melihat barisan para juniornya yang sudah lengkap. "Sudah dek? Ayo ikutin kakak." Ajaknya.


Acha pun mengikuti langkah tiap langkah dari senior nya itu hingga sampai dikelas yang bertuliskan 'X IPA 2'.


"Masuknya satu persatu, supaya gak rebutan." Jelas Andra.


Dan lagi, Acha menunggu bagiannya untuk memilih tempat duduk.


Bisa-bisa duduk di belakang - Acha.


Saat selesai memilih tempat duduk, mereka pun melanjutinya dengan perkenalan, game, lalu mengelilingi sekolahan.


"Ayo dek, kita keliling dulu. Tas nya ditinggal aja, terus bawa satu buku sama pulpen, siapa tau nanti ada yang mau dicatat." Kata Andra yang baru selesai kumpul perwakilan OSIS.


Acha dan anak-anak lainnya pun menyiapkan buku dan sebuah pulpen, lalu segera mengikuti seniornya untuk mengelilingi sekolahan. Kali ini, Acha ditemani oleh Nabila, teman satu bangku nya. Nabila yang berparas cantik yang memiliki hidung mancung serta alis yang tebal, sungguh akan menjadi idaman bagi laki-laki yang memilikinya kelak.


Mereka pun mulai berjalan menelusuri sekolahan.

__ADS_1


"Jadi satu barisan ini dari kiri paling pojok sana sampai kanan pojok sana itu kelas IPA X, terus di pojokan kanan terus belok kiri itu ada toilet. Nah, IPS X nya ada di tingkat dua, pas diatas kalian, urutan nya juga sama." Kata Andra menjelaskan kepada junior nya. Mereka pun mengangguk paham.


"Lanjut ya dek." Kata Andra berjalan ke tengah lapangan sambil diikuti oleh junior nya.


"Nah disitu mushola, terus sebelahnya itu kantor guru. Kalau kantin ada di deket kelas XI." Jelasnya lagi.


"Ter-" Ucap Andra terpotong.


"Andra!" Panggil seorang laki-laki yang sedang berlari kecil menuju Andra.


Andra merubah pandangannya. "Apa?"


"Waktunya habis, Ndra." Kata laki-laki itu yang ternyata teman organisasi Andra.


"Oh oke." Sahut Andra yang langsung memberi arahan kepada junior nya. "Dek, waktu kelilingnya habis, jadi sekarang kita masuk kelas dulu."


Saat telah berada dikelas, mereka menunggu jam istirahat sambil mengobrol dan bermain permainan yang dipimpin oleh Andra. Tak lama menunggu, jam istirahat pun telah tiba.


Kringg kringg


"Oke, sekarang kalian istirahat dulu, nanti habis istirahat kita lanjut lagi." Kata Andra sambil menyusun data-data mpls yang ada diatas meja guru. "Inget kan kantinnya dimana?" Tanya Andra.


"Inget dong kak!" Jawab mereka bersama-sama.


Andra terkekeh pelan. "Yaudah, kakak keluar dulu ya, Assalamu'alaikum." Pamit Andra sambil keluar dari kelas yang diawasinya itu.


"Wa'alaikumsalam."


Acha POV


Aku berdiri di depan teras kelas sambil melihat kesana-kesini untuk memastikan akan kedatangan kakak tersayang ku, siapa lagi kalau bukan bang Varrez.


"Bang Varrez dimana si, kan Acha istirahat sendirian." Ucapku sambil berdecak kesal.


"Mana Acha belum punya teman, emangnya bang Varrez gak tau apa kalau teman SMP Acha tu gak sekelas sama Acha." Lanjutku sambil mengerucutkan bibir.


Flashback on.


"Bila!"


Nabila pun menoleh. "Kenapa, Cha?"


Aku tiba-tiba merasa deg-degan saat ingin mengajak Nabila untuk pergi bersama. "Eumm gak jadi deh, hehe."


"Beneran?" Tanya Nabila memastikan.


"Iyaa."


"Yaudah, gue mau ke kantin dulu. Bye, Cha!" Kata Nabila sambil berjalan ke arah kantin bersama dua temannya.


Flashback off


Acha POV end.


❖❖❖


"Ga, lo tadi dengar gak Acha masuk kelas berapa?" Tanya Varrez pada Arga yang masih merapihkan buku dimeja nya.


Arga menoleh sekilas. "Bentar, Zevancca Monica kan?" Tanya Arga sambil memastikan ucapannya itu. Varrez menjawab Arga dengan anggukan.


"Kelas X IPA 2." Kata Arga sambil melanjutkan pekerjaan yang sempat berhenti sejenak karena temannya bertanya.


"Lo yakin?" Varrez bertanya kembali.


"Iyee."


"Rez, susulin adik lo sono, dia didepan kelas X IPA 2 sekarang, kaya' nya dia masuk kelas situ." Kata Rey yang baru kembali dari toilet.


Arga melirik Varrez sekilas sambil berdeham. Varrez yang menyadari hal itu hanya menggaruk kepalanya yang bahkan tak terasa gatal.

__ADS_1


Arga tertawa saat melihat teman sebayanya itu. "Lo kenapa, Rez? Tegang amat." Kata Arga.


"E-eh hehe."


"Udah ayo buruan samperin adik lo, kasian dia disana cuma celingak celinguk." Ajak Arga pada Varrez yang masih diam ditempat tanpa melakukan sesuatu, kecuali menggaruk kepala yang sama sekali tidak terasa gatal.


Rey yang melihat kedua teman anehnya itu terus berfikir keras tentang kejadian apa yang terjadi sebelumnya.


"Udah ayo!" Rey dan Varrez yang dari tadi diam pun sontak terkejut.


"I-iya ayo." Kata Varrez sambil melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Mereka bertiga pun akhirnya menyusul Acha untuk diajak ke kantin bersama.


❖❖❖


"Gimana tadi ngawas anak-anak mpls?" Tanya Kevin. Adik kelas Andra yang tepatnya sedang menduduki bangku kelas XI IPA 1. Kevin Ilham, laki-laki tampan yang memiliki sifat humoris, maka sebab itu ia dekat dengan siapa saja, termasuk guru dan penjaga sekolahan.


"Ya gitu, capek." Kata Andra. Mereka baru saja kembali dari kantin dan akan menuju keruangan OSIS untuk mengambil materi selanjutnya.


Kevin mengangguk pelan sambil meminum air putih botolan yang baru saja ia beli.


Andra melihat seorang gadis sedang berdiri sendirian didepan kelas yang ia awasi tadi. "Vin." Panggil Andra.


Kevin menutup kembali botol minumnya. "Hm?" Jawabnya.


"Mampir kelas yang gue awasin tadi ya." Kata Andra sambil menujuk kearah kelas X IPA 2.


"Oke." Mereka pun berjalan menuju kelas yang Andra tunggu tadi.


"Dek.. Dek Acha ya? Benar gak?" Kata Andra yang sudah berada di dekat Acha.


"Iya benar kok. Eumm.. ini kak Andra ya?" Tanya Acha balik.


"Iya ini kakak yang ngawasin kelas kamu tadi." Kata Andra.


Kevin POV.


Aku terpesona saat melihat gadis cantik yang sekarang berada di depanku. Entah kenapa, terasa seperti air yang mengalir, rasanya sangat damai.


Acha? cantik namanya -Kevin.


Aku hanya mendengarkan percakapan dua orang di depanku sambil tersenyum dan melirik Acha sekilas.


Sungguh senyum yang manis -Kevin.


End POV.


Rombongan Varrez sudah mendekati Acha. Kali ini mereka sudah bersama Fadli.


Varrez melihat adiknya yang mengobrol dengan laki-laki tak asing baginya. "Dek!" Panggil Varrez sambil melambaikan tangannya. Acha membalas lambaian tangan itu yang diiringi dengan tengokan dari Andra dan Kevin.


Varrez dan rombongannya pun segera menghampiri Acha.


"Lo sama siapa dek?" Tanya Varrez sambil merubah pandangannya kearah dua laki-laki didepan adiknya itu.


Varrez dan Andra saling menyipitkan matanya untuk mengingat-ingat kembali.


"Andra!"


"Varrez!"






Maaf ya author nya baru update lagi, soalnya tugas nya istighfar banget, ngerangkum satu bab satu bab:D

__ADS_1


Dan maaf part 1-3 aku revisi dulu, soalnya ada kesalahan bahasa:(


Tapi jangan lupa like nya ya, makasihh..


__ADS_2