Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
27. Jaguar vs Vogers


__ADS_3


Arkhan terkejut saat melihat Acha yang tiba-tiba menangis. Pasalnya ia tak mendengar apa yang Dinda ucapkan pada Acha tadi.


Arkhan menghampiri Acha lalu duduk di samping gadis itu. "Are you okay?"


Acha tak menjawab, ia masih terisak.


Arkhan segera membawa Acha ke dalam dekapannya, ia mengelus pelan surai hitam milik gadis itu. Tak peduli lagi kalau mereka sudah menjadi pusat perhatian.


...❖❖❖...


Semenjak mendengar ancaman yang Dinda berikan padanya, ia melihat gadis itu yang semakin hari semakin mendekati Arkhan.


Entahlah, mungkin ia harus ekstra sabar untuk menghadapinya. Tapi apa boleh buat, dan jangan lupakan fakta kalau dirinya ini manja dan cengeng.


Acha, gadis itu sedang menikmati sarapannya sambil memikirkan Arkhan dan Dinda. Oh ayolah, ia sangat rindu dengan Arkhan.


Acha melahap habis roti tawar yang ia pegang, lalu ia menolehkan pandangannya. "Bil, kenapa sih si Dinda tuh dekatin Arkhan terus?" tanyanya.


Nabila yang memang sedang fokus mengerjakan tugas itu tak mendengar ucapan Acha dengan jelas.


Acha menggerutu sebal. "NABILA!" pekiknya.


Nabila menutup kedua telinganya, ia terkejut saat mendengar teriakan Acha, ia menatap Acha dengan tatapan sebal. "Apa Achaaaa!!" geramnya.


Acha mengerucutkan bibirnya. "Jawab dulu!" sewot Acha yang masih meninggikan suaranya.


"Jawab apa?" tanya Nabila yang kini sudah kembali tenang.


"Kenapa si Dinda itu nempel terus sama Arkhan?" Acha mengulangi pertanyaannya.


Nabila terdiam sejenak.


Acha menunggu jawaban Nabila sambil terus menatap wajah sahabatnya itu.


"Gue nggak tau," singkat Nabila.


Acha menghela nafas berat. "Acha cemburu tau," gumamnya sambil tertunduk lesu.


Nabila menatap Acha sejenak. "Kenapa nggak langsung nanya aja sama Arkhan?" tanyanya sambil melanjutkan tugasnya.


Acha menggeleng pelan. "Nggak berani," lirihnya.


Nabila mengerjakan tugasnya sambil sesekali melirik Acha. Sebenarnya ia juga tidak tega melihat temannya jadi seperti ini, ia ingin memberi tau hal itu, tapi ia takut kalau Arkhan akan marah padanya.


...❖❖❖...


"BOS!!" Terlihat seorang laki-laki menghampiri temannya dengan nafas yang memburu.


"Ehh kenapa, ada apa?" tanya Ilham, ia juga terkejut saat melihat Abas yang tiba-tiba datang.


Ya, laki-laki itu adalah Abas. Salah satu anggota baru geng Jaguar yang memantau lawan dari jauh.


"Kok lo bisa masuk kesini?" tanya Rio.


"G-gue sembunyi-sembunyi," jawab Abas sambil mengatur nafasnya.


"Ada apa?" tanya Arkhan.


Abas mengalihkan pandangannya menatap Arkhan. "Gawat, Bos!" ucapnya.


Arkhan menaikkan sebelah alisnya. "Gawat?"


"Geng Vogers mau nyerang kita. Dia udah tau kalau Dinda sekolah disini, dan dia ngiranya kita yang buat Dinda pindah sekolah," lapor Abas.


"****." Arkhan mengeraskan rahangnya dengan tangan yang terkepal kuat. Ternyata benar dugaannya selama ini, Dinda akan menciptakan permasalahan baru.


Arkhan menatap lurus. "Kita ke depan sekarang!" tegasnya.


Mereka pun segera berlari menuju halaman depan. Dan benar saja, disana sudah terjadi kericuhan, banyak siswa-siswi bahkan guru yang berlari masuk untuk melindungi diri.

__ADS_1


Pasalnya, Geng Vogers sedang membuat kegaduhan di depan gerbang sekolah, mulai dari memblayer motor bahkan mereka tak segan-segan untuk melemparkan batu dan kayu ke dalam sekolah.


"KELUAR LO, ARKHAN!!!" teriak Haikal, ketua Geng Vogers.


Sedikit penjelasan. Geng Vogers merupakan salah satu Geng motor yang paling disegani setelah Geng Jaguar. Geng ini beranggotakan 25 orang dengan Haikal yang merupakan ketua Geng dan Leon, Danis, Ares, Raka, serta Samuel sebagai inti Geng.


Sebelumnya Geng Vogers memang sempat bermusuhan dengan Geng Jaguar, sebab mereka merasa tak suka Geng Jaguar lebih terkenal dan lebih disegani, tetapi mereka kembali berdamai dan sekarang lihatlah hanya karena sebuah konflik mereka kembali saling menyerang.


"PENGECUT LO!!"


Arkhan masih diam dengan tangan yang terkepal kuat.


Haikal semakin emosi saat tak mendapatkan jawaban. Ia memberi kode kepada para anggotanya untuk mendobrak gerbang yang menjulang tinggi di hadapannya.


Dengan sigap mereka pun mendobrak gerbang itu.


"Satu!"


"Dua!"


"Tiga!"


Brakkkk


Gerbang itu terjatuh dan meciptakan suara yang cukup keras. Mereka kembali mensejajarkan tubuh saat berhasil mendobrak gerbang itu.


Haikal melangkahkan kakinya mendekati Arkhan. Kini, mereka hanya berjarak satu meter.


"Dimana lo sembunyiin, Dinda?!" tanya Haikal pelan.


"JAWAB!!"


"Gue nggak nyembunyiin cewek murahan itu!" jawab Arkhan, suaranya pun naik satu oktaf.


"JAGA UCAPAN LO!!" teriak Haikal sambil menunjuk wajah Arkhan.


Haikal dan Arkhan saling melempar tatapan mematikan.


"Jangan pernah lu coba-coba buat nyentuh Dinda." Haikal menatap nyalang mata Arkhan.


Haikal menggeram. "Gue tau lo lagi ngejar-ngejar Dinda!"


Arkhan tersenyum remeh, ia mendekatkan wajahnya ketelinga Haikal untuk berbisik. "Nggak salah? coba lu tanyain sama cewek lo, siapa yang ngejar-ngejar duluan, gue atau dia?"


Haikal mengeraskan rahangnya. "Sial*n," umpat Haikal.


Arkhan menjauhkan wajahnya sambil tersenyum miring


Haikal menatap tajam mata Arkhan, tangannya terkepal kuat. "SERANGGGG!!"


Geng Vogers mulai menyerang anggota Geng Jaguar, dengan cekatan Geng Jaguar membalas bogeman yang mereka berikan.


Bughh


Bughh


Bughh


Mereka saling memberi tinjuan keras pada sang musuh.


Sedangkan di dalam sana, guru dan para murid lainnya sudah berteriak histeris saat disuguhkan pemandangan yang sangat menegangkan itu.


Haikal dan Arkhan masih sibuk adu jotos, wajah mereka sama-sama memerah akibat tersulut emosi. Sedangkan yang lain sibuk dengan lawannya masing-masing.


Haikal tersungkur kebelakang saat mendapat pukulan yang tepat mengenai perutnya. Ia menatap tajam saat Arkhan mulai mendekatinya. Lagi-lagi, pria itu mendapat bogeman mentah dari Arkhan.


Arkhan tak memberikan jeda sedikitpun, ia terus memukuli musuhnya. Dengan cepat Haikal menangkis tangan Arkhan saat pukulan keras hampir mendarat di pipinya.


Haikal bangkit lalu ia maju untuk mendorong Arkhan, ia membalas bogeman yang tak kalah keras untuk pria didepannya.


Arkhan mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan cairan kental. Ia tersenyum remeh.

__ADS_1


"Segitu doang?" tanya Arkhan sambil menaikkan satu alisnya.


Haikal semakin tersulut emosi, ia kembali maju untuk memberikan pukulan kepada Arkhan. Mereka berdua pun sibuk saling menyerang.


Saat kepalan tangan Arkhan hampir mengenai wajah Haikal, tiba-tiba ia mendengar seseorang meneriaki namanya.


"Arkhan!"


Arkhan menoleh, ia membelalakkan mata saat mengetahui orang yang memanggilnya adalah Acha. Gadis itu sudah berada dipinggir lapangan dengan mata yang berair dan tubuh yang bergetar hebat.


Tak buang-buang kesempatan, Haikal meraih batu yang berada didekatnya, ia menatap batu yang berada di genggamannya sambil tersenyum smirk. Dengan tak berperasaan ia segera melempar batu itu kearah Acha.


Arkhan sangat terkejut saat melihat Acha terkena lemparan batu, orang-orang yang menyaksikan itu pun langsung meneriaki gadis itu.


Batu itu tepat mengenai pelipis mata Acha. Tubuhnya gontai saat tak siap untuk mendapati hantaman keras, kepalanya serasa ingin pecah.


Dengan pandangan yang mulai berkunang-kunang ia berjongkok sambil memegangi kepalanya. Ia meringis, tangannya masih setia meremas rambut hitamnya.


Arkhan menatap Haikal, matanya tersorot akan kemarahan. Tanpa babibu ia melayangkan pukulan-pukulan diwajah Haikal. Wajahnya merah padam, buku-buku tangannya pun terlihat memutih.


Ia menghajar Haikal habis-habisan, ia tidak akan memberi ampun kepada lelaki iblis dihadapannya sekarang.


Wajah Haikal sudah babak belur, Arkhan menghajarnya dengan membabi buta. Ia tidak sanggup lagi untuk mengelak.


"Baj*ngan!"


Bughh


"Anj*ng lo, Haikal!"


Bughh


"Ini buat lo yang udah berani nyakitin cewek gue!"


Bughh


Bughh


Bughh


Arkhan terus membogem wajah Haikal. Matanya terus menyorot akan kemarahan.


Menyadari Arkhan yang terlalu tersulut emosi, Rio dan Bobby pun akhirnya menarik Arkhan untuk menghentikan aksi gilanya. Mereka memisahkan Arkhan dan Haikal.


Arkhan memberontak ingin dilepas, mata merahnya masih setia menatap tajam musuh didepannya.


"STOP ARKHAN, DIA BISA MATI!" sergah Rio, ia masih menahan tubuh Arkhan.


Tubuh Haikal tergeletak lemah dengan wajah yang sudah babak belur. Raka dan Ares menghampiri Haikal, mereka memapah tubuh ketuanya. Ares memberi aba-aba kepada anggota yang lain untuk segera bubar.


"Sadar, Ar!" Rio mengguncang pelan lengan Arkhan.


Arkhan tersadar, ia menolehkan pandangannya kepada gadis yang sudah tergeletak lemah. "Acha," lirihnya.


Dengan cepat Arkhan menghampiri Acha, ia meletakkan kepala gadis itu dipangkuannya. Arkhan menyingkirkan rambut Acha, ia melihat pelipis Acha yang terus mengeluarkan darah segar. Arkhan kalang kabut, tapi ia berusaha untuk tetap tenang.


Arkhan menggendong tubuh kecil gadis itu ala bridal style. Ia berjalan menuju anggotanya sambil sesekali melirik mata Acha yang tertutup rapat.


"Ham, gue bawa mobil lo dulu, nanti lo bawa motor gue pulang, kuncinya ada di tas," ujar Arkhan.


Ilham mengangguk menyetujui ucapan Arkhan. Ia memberikan kunci mobilnya pada Arkhan yang langsung diterima oleh pria itu.


Arkhan berjalan mendekati mobil Ilham, ia membuka pintu mobilnya lalu meletakkan tubuh lemah Acha didalamnya.


Arkhan segera membawa Acha ke rumah sakit terdekat. Ia menggenggam tangan kanan gadis itu sesekali mengecupnya.


"Bertahan demi gue."



__ADS_1


Akhirnya update lagi setelah sekian lama ngegantung🤏🏻


maaf klo feel nya kurang ngena and maaf klo banyak typo🙌🏻


__ADS_2