Rasa Sejati | REVISI

Rasa Sejati | REVISI
22. Keliling Kota


__ADS_3


Saat di perjalanan, mereka saling membisu, tak ada satupun yang memulai pembicaraan, hingga akhirnya Arkhan pun bertanya.


"Mau keliling dulu nggak?" tanya Arkhan sambil melirik wajah manis Acha dari spion motornya.


Acha berpikir sejenak. "Hm, boleh!" Ia mengangguk. "Tapi jangan lama-lama ya," lanjutnya.


Arkhan hanya membalasnya dengan anggukan.


...❖❖❖...


Kini, kedua pasang remaja itu sedang menikmati serunya keliling kota. Senyuman bahagia itu terpancar indah di wajah mereka.


"Suka nggak?" tanya Arkhan yang masih fokus mengendarai motornya.


"Suka banget!!" seru Acha sambil tersenyum riang.


Arkhan melirik wajah Acha sambil tersenyum. Memang ya, bahagia itu sederhana, lihat orang yang kita sayang tersenyum manis aja bisa buat kita sangat bahagia.


Acha mengeratkan pelukannya di perut Arkhan, ia menyandarkan kepalanya di bahu Arkhan sambil tersenyum senang. Ia sedikit tidak menyangka kalau Arkhan orang yang seceria dan seromantis itu.


Sedangkan Arkhan yang mendapatkan sandaran dari Acha pun menahan gejolak asmara di hatinya. Rasanya sekarang juga ia ingin berteriak. Ia tidak peduli kalau ada yang mengatakan kalau ia alay sekarang.


"Mampir taman dulu ya, Cha?" ajak Arkhan


Acha pun hanya mengangguki ajakan Arkhan.


--


Arkhan dan Acha kini tengah duduk berdua di bangku taman. Taman itu terlihat sangat ramai, banyak anak kecil yang sedang bermain bersama di taman bermain.


"Lo tunggu disini bentar ya," ucap Arkhan yang langsung beranjak pergi.


Acha mengangguk dan menatap kepergian Arkhan, lalu ia kembali melihat anak kecil yang tengah bermain sambil tersenyum, ia jadi teringat pada masa kecilnya.


Tak lama, Arkhan kembali sambil membawa dua buah es krim, lalu ia berikan satu pada Acha.


Acha menerima es krim itu dengan senang hati, lalu ia memakannya.


Arkhan melirik Acha sekilas yang masih fokus melihat anak kecil di taman bermain itu. "Lo suka anak kecil?" tanyanya.


Acha mengangguk lucu. "Banget," jawabnya sambil melahap es krim vanila nya.


Arkhan tersenyum tulus. "Mereka lucu-lucu ya," kata Arkhan.


Acha beralih menatap Arkhan. "Lo juga suka anak kecil?" tanya Acha tak menyangka.


Arkhan hanya tersenyum gemas saat melihat tingkah Acha.


Sudah 2 jam mereka berada di taman itu, hari juga semakin sore. Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk kembali pulang.


...❖❖❖...


Bunyi suara motor Arkhan terdengar saat memasuki perkarangan rumah Acha. Acha menuruni motor Arkhan sambil tersenyum manis.


"Makasih ya udah mau ngajak gue jalan-jalan," ucap Acha.


Arkhan mengangguk pelan sambil tersenyum manis. "Sama-sama, makasih juga karena udah mau jalan-jalan sama gue," sahut Arkhan.


Acha membalas ucapan Arkhan dengan manggut-manggut.


"Loh, Acha baru pulang?" tanya Naura yang tiba-tiba menghampiri Acha dan Arkhan.


Arkhan menuruni motornya lalu segera menyalami Naura dengan sopan.


"Hehe, iya Mah," sahut Acha.


"Ini teman kamu, Cha?" tanya Naura sambil melihat Arkhan. "Ganteng juga ya," lanjutnya.


Arkhan hanya tersenyum saat mendapat pujian dari Naura. Sedangkan Acha, ia bingung harus menjawab pertanyaan Mamanya itu dengan bagaimana.


"Bukan, Mah! dia doinya Acha!" sahut Varrez yang tiba-tiba muncul.


Naura nampak sedikit terkejut. "Serius ini pacarnya Acha?" tanya Naura tak menyangka.


"Iya, Tante." Kini bukan Varrez yang menjawab, melainkan Arkhan.


Naura tersenyum ramah. "Namanya siapa?" tanyanya.


"Arkhan," jawab Arkhan sopan.


"Bagus ya namanya," ungkap Naura. "Eh, ayo masuk dulu, Nak!" ajaknya.


"Nggak, Tante makasih, Arkhan mau langsung pulang aja," tolak Arkhan sambil tersenyum manis.


"Yaudah, hati-hati dijalan ya, makasih udah mau nganterin Acha pulang," ujar Naura yang dibalasi anggukan dari Arkhan.


Arkhan pun kembali menyalami tangan Naura, lalu menaiki motornya. Ia berpamitan pada Naura dan juga Acha.


"Gue pulang dulu ya," ucap Arkhan sambil menatap Acha.

__ADS_1


Sedangkan Acha hanya mengangguk sambil tersenyum manis. Sejak tadi, ia sedang berusaha menahan agar tidak salting saat mendengar percakapan Mamanya dengan Arkhan.


...❖❖❖...


Acha menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum bahagia, ia teringat kejadian bersama Arkhan tadi. Mulai dari sifat Arkhan yang humoris, Arkhan yang mengajaknya keliling kota, mengajaknya ke taman, membelikannya es krim, bahkan masih banyak lagi.


Ia memeluk boneka kesayangannya sambil terus membayangi wajah manis Arkhan.


Tingg


Tiba-tiba muncul notif dari ponsel Acha, ia segera meraih ponselnya dan membuka notif itu.


Arkhanaalmalik


Udah makan?


^^^Zevanccaacha^^^


^^^Hm, udah. Lo?^^^


Arkhanaalmalik


Udah juga dong


Besok pergi sekolah bareng ya, nanti gue jemput


^^^Zevanccaacha^^^


^^^S-seriuss?^^^


Arkhanaalmalik


Iya serius


Mau nggak?


^^^Zevanccaacha^^^


^^^Yaudah, gue mau^^^


Arkhanaalmalik


Nah sipp


Read.


...❖❖❖...


Tok tok tok.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam," balas Bi Jum dari dalam rumah.


Bi Jum segera membuka pintu rumah dan melihat siapa orang yang memberi salam tadi.


"Eh, Den Arkhan, pasti nyari Non Acha ya?" tanya Bi Jum sambil tersenyum.


Arkhan tersenyum simpul. "Iya, Bi. Acha nya ada?"


"Ada kok, Den. Bentar ya, Bibi panggilin dulu, Aden masuk dulu aja," titah Bi Jum.


"Iya, Bi. Arkhan nunggu disini aja," tolak Arkhan sopan.


Bi Jum hanya menganggukkan kepalanya, lalu ia segera masuk ke dalam untuk memanggil Acha.


"Non," panggil Bi Jum.


Acha menoleh. "Kenapa, Bi?"


"Ada Den Arkhan nungguin di depan," ucap Bi Jum.


Acha tersenyum ceria. "Oh iya, makasih ya, Bi." Acha pun bergegas menghampiri Arkhan yang sedang menunggu di teras rumah.


"Bi, ada siapa?" tanya Naura.


Bi Jum menoleh. "Itu, Nyah. Ada Den Arkhan diluar, kaya'nya mau jemput Non Acha," sahut Bi Jum.


Naura berhenti melakukan kegiatannya. "Arkhan?" tanya Naura sambil berpikir sejenak. "Pacarnya Acha itu ya?"


"Kaya'nya iya deh, Nyah." Bi Jum pun mengambil alih kegiatan Naura tadi.


"Saya nyusul mereka dulu ya, Bi." Bi Jum mengangguk. Naura pun melangkahkan kakinya keluar rumah untuk menghampiri kedua pasang remaja itu.


--


"Arkhan," panggil Acha.


Merasa terpanggil, Arkhan pun menoleh. "Pagi," sapa Arkhan sambil menunjukkan senyum manisnya itu.


"Pagi juga. Btw, udah lama nunggu?" tanya Acha.

__ADS_1


Arkhan menggeleng pelan. "Nggak kok, barusan aja," sahutnya.


"Lo udah siap?" tanya Arkhan.


Acha mengangguk. "Ini baru selesai sarapan," jawabnya.


"Mau berangkat sekarang?" tanya Arkhan lagi.


"Hm, boleh. Bentar gue ambil sepatu dulu." Acha pun kembali masuk untuk mengambil sepatu. Setelah itu, ia kembali keluar sambil menenteng sepatunya di tangan.


Saat akan memakai sepatu, tiba-tiba Naura muncul dari balik pintu.


"Selamat pagi, Arkhan," sapa Naura ramah.


"Pagi juga, Tante," balas Arkhan sambil menyalami tangan mulus Naura.


"Mau berangkat sekolah sekarang ya?" tanya Naura lagi.


Arkhan dan Acha mengangguk bareng.


"Yaudah, kalau gitu, kami berangkat dulu ya, Tante," pamit Arkhan sambil menyalami tangan Naura kembali. Acha pun begitu.


"Iya, hati-hati dijalan jangan ngebut," ujar Naura.


Acha pun menaiki motor Arkhan yang sudah menyala lalu menatap sang Mama nya itu.


"Pergi dulu, Bun. Assalamu'alaikum." Mereka pun segera pergi menuju sekolah.


...❖❖❖...


Saat tiba di sekolah. Mereka langsung disuguhi oleh tatapan dari para siswa. Mulai dari tatapan mendukung, tak menyangka, bahkan tatapan tak suka.


Arkhan yang sudah terbiasa mendapat tatapan seperti itu pun hanya berjalan dengan santai. Tapi tidak dengan Acha, gadis itu sekarang sangat gugup, sedari tadi ia hanya menundukkan kepalanya.


Arkhan hanya melirik gadis itu sekilas, lalu tersenyum kecil. "Kenapa nunduk?" tanyanya tiba-tiba.


Acha mendongak. "Malu," lirihnya.


"Malu kenapa?"


"Malu diliatin kaya' gitu," sahutnya.


"Udah tenang aja, mereka nggak bakal ngelakuin apa-apa kok," ujar Arkhan menenangkan.


"Biar gue anter lo ke kelas," ucap Arkhan yang dibalasi anggukan kecil dari Acha.


...❖❖❖...


"Kenapa Beh lo manggil kita semua buat kesini?" tanya Bobby yang diangguki oleh anggota geng Jaguar yang lain.


"Jadi, berita tentang gue sama Acha kemarin itu benar. Gue pacaran sama dia." Tanpa berbasa-basi lagi, Arkhan langsung membahas perihal berita itu.


Anggota geng Jaguar itu sempat kaget saat mendengar ucapan Arkhan. "Serius, Beh?" tanya mereka kompak.


Arkhan hanya menaiki kedua alisnya. "Karena Acha udah jadi pacar gue, otomatis kalian harus bisa jagain dia," jelas Arkhan.


Bobby dan kawan-kawan hanya menyimak ucapan Arkhan dengan teliti.


"Gue minta sama kalian, kalau gue nggak ada disamping Acha pas dia digangguin sama siapapun kalian langsung bertindak. Gue nggak mau Acha sampai kenapa-kenapa," ucap Arkhan serius.


"Kalian paham?" tanya Arkhan sambil menatap anggotanya itu satu persatu.


Anggota geng Jaguar itu pun mengangguk paham.


"Kita pasti bakal jagain Acha kok, Beh!" ucap Riki tegas yang dibalasi anggukan oleh Adam dan Ilham.


"Baguslah," sahut Arkhan.


"Btw, selamat ya bro, bahagia kan lo udah punya gebetan baru," goda Rio sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Iyalah, pasti ada yang merhatiin," sarkas Adam.


"Pokoknya habis ini langsung traktiran!" seru Aldi. "Iya nggak?" lanjutnya.


"Iya donggg..." sahut mereka kompak.


Arkhan hanya menunjukkan wajah dinginnya, tidak ada ekspresi yang keluar saat melihat teman-temannya ini sedang memanfaatkannya.


"Pokoknya jangan lupa sama tugas kalian tadi!" jelas Arkhan.


"Siap, Beh!"






Hai semua, selamat menjalankan ibadah puasa buat yang melaksanakan yaa, semangat teruss, jangan lupa like cerita aku dong dan follow akun aku juga ya, makasihhh

__ADS_1


maaf klo ada typo yaa🙌🏻


__ADS_2